Cerita Cinta Kita

Cerita Cinta Kita
Baikan


__ADS_3

Sore berganti dengan malam, dan malam ini setelah kejadian tadi siang, Delima enggan keluar dari kamarnya, dia melirik sekilas ke koper yang didalamnya sudah ada barang barang Delima, bahkan semua buku dan peralatan make up sudah bersih dari tempatnya.


Delima mengusap perutnya, kemudian tersenyum, sengaja menyembunyikan rasa sedihnya, tidak tau jika hubungannya akan seperti ini, berharap tadi siang setelah ketemu dengan Manda dia dan Kenzo akan memperbaiki semuanya, tetapi apa...bukan perbaikan malahan perburukan.


Menyesal?? iya jujur di akui Delima jika dia menyesal, seharusnya sejak sebulan yang lalu dirinya tidak egois dan bisa memaafkan suaminya, seharus nya sebulan yang lalu bahkan hingga sekarang hanya masa masa indah yang dilaluinya untuk menghadapi proses persalinan.


Tapi terlambat, penyesalan datang diakhir...bukan pendaftaran yang datang di awal.


Tok....tok....


Seseorang mengetuk pintu kamar Delima, hening...tidak ada suara dari seseorang itu, hanya ketukan saja


Tok...tok...tok..


Delima membuka kan pintunya, dia kaget, mendapati seorang laki laki yang hampir sebulan ini tidak dia jumpai atau menemuinya.


"Kakak" Delima langsung memeluk Mario. Mario memang sengaja datang kesini, dia dan Kenzo sudah merencanakan semuanya.


Mario melepaskan pelukannya, menatap wajah adek ketemu gedenya itu


"Kamu baik baik saja?"


Pertanyaan konyol yang diucapkan Mario untuk Delima,.bahkan sudah bisa dilihat dari matanya, jika Delima jauh dari kata baik baik saja


Delima mengangguk tetapi juga menggeleng


"Why??"


Mario mencoba mendalami isi hati Delima, sebelum benar benar mengambil keputusan.


Sedangkan Delima masih terdiam dengan mata yang berkaca kaca


Oh Tuhan, apa ini akhir dari segalanya


"Sudah siap?" tanya Mario


"Untuk?"


"It-"


Pintu kamar Kenzo dibuka, dan Kenzo keluar dari kamar, dan menghampiri Mario


"Sudah disiapkan?"


Delima memandang suaminya, ketakutannya benar benar melanda, apa yang dipertahankan sekian lama haruskah berakhir dengan air mata


Mario memandang wajah Delima, terlihat kesedihan disana


"Delima" panggil Mario


Delima menatap Mario, tetapi tidak menjawab


"Kakak tanya sekali lagi, apa kamu benar benar ingin mengakhiri hubungan kalian?"

__ADS_1


"Kakak disini mewakili Papi Jovan yang menitipkanmu padaku, jadi kakak tanya sekali lagi, apa keputusanmu?"


"Ak--" Delima tidak bisa berkata apa apa, jauh di lubuk hatinya masih sangat mencintai suaminya, masih ingin bersama dengan suaminya, tetapi semua tergantung dengan keputusan suaminya


"Kakak tanya sekali, dan sekali lagi Delima!!" ucap Mario dengan nada yang agak tinggi karena dari tadi Delima hanya diam dan tidak memberikan jawaban


"Kak....." Delima tidak bisa mengucapkan kata kata lagi, setengah mati dia mencoba menahan airmatanya supaya tidak lolos begitu saja, tetapi sia sia


Karena tidak mendapat jawaban dari Delima, Mario langsung mengarahkan pandangan matanya ke Kenzo


"Kamu sendiri bagaimana?"


Kenzo menghela nafas, menatap wajah Delima yang sudah basah dengan air mata


"Semuanya aku serahkan pada Delima" jawab Kenzo pelan


Delima dan Kenzo saling pandang, kedua mata mereka bertemu. Sedangkan Mario yang melihatnya hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya


Dasar sama sama egois, gak mau mengakui kalau sebenarnya kalian saling merindu dan tak ingin berpisah


"Baiklah...." Mario mengambil nafas dalam dalam dan memandang wajah Delima


"Semua baju baju dan barang barangmu sudah kamu bereskan kan Del?"


"Kakak akan antar kamu ke rumah utama, rumah keluarga Pradipta"


Delima menggeleng, menatap tajam Kenzo dan juga Mario "Maksud kakak?"


"Bukankah sudah satu bulan kamu tidur terpisah dengan suami mu? dan bukankah sudah satu bulan ini kamu juga tidak pernah mendengar cerita dan kenyataannya yang sebenarnya dari suamimu?"


Delima terdiam, mencerna semua kata kata yang terucap dibibir Mario, memang benar semua yang diucapkan Mario benar adanya, bahkan Delima sengaja menutup kupingnya ketika Kenzo menjelaskan sesuatu yang tidak Delima ketahui


"Kalau seperti ini ceritanya dan seperti ini keadaannya, lebih baik kalian berpisah"


"Berpisah"


"Berpisah"


Kata kata yang diucapakan Mario sangat menusuk dihati Delima, dia tidak menyangka bahwa orang kepercayaan yang diucapkan Kenzo tadi siang adalah Mario


Tak ada suara dari Delima dan juga Kenzo, membuat Mario semakin geram.


"Kakak pergi dulu, kakak akan urusin surat perceraian kalian"


Mario berbalik dan meninggalkan Delima dan Kenzo yang masih terdiam tanpa berucap sepatah katapun


"Jangan Kak, hentikan!! aku gak mau!" ucap Delima dengan lantang dan menghadang Mario


Mario menghentikan langkahnya dengan tersenyum senang


Aku tau, kamu pasti gak akan ninggalin Kenzo Del


Sementara Kenzo juga ikut ikut an tersenyum

__ADS_1


Aku tau sayang, kamu gak akan meninggalkanku


Delima menatap Mario "Kak??"


"Apa maksudmu? bukankah kamu seharusnya senang?"


Delima terdiam, sudah saatnya kini dia mengakui dan melawan sifat egoisnya


"Kak, aku gak mau berpisah dengan Bang Kenzo, aku gak mau bercerai!!"


"Aku mencintainya Kak" Delima berucap didepan Mario, tetapi matanya tertuju pada Kenzo


Kenzo memandang wajah Delima, menatap matanya, yang mengisyaratkan agar dirinya segera memeluk dan memberikan ketenangan dan kehangatan


"Delima..." tanpa menunggu lama, Kenzo langsung memeluk istrinya, menyalurkan rasa rindu yang sudah sebulan ditahannya, memberikan kenyaman, memberikan kehangatan dan juga memberikan cinta hanya untuk Delima seorang


"Bang...." Delima membalas pelukan Kenzo "Maafin aku, maafin aku yang egois" dengan masih memeluk Kenzo dan menangis.


Sementara Mario yang melihat adegan itu hanya tersenyum dan menikmatinya dengan meminum kopi, entah kopi milik siapa tadi yang ada dimeja.


Kenzo melepas pelukannya, menatap wajah Delima dan menghapus air matanya "Jangan pernah berpikir untuk meninggalkan abang begitu juga sebaliknya, jangan pernah punya pikiran kalau abang juga akan meninggalkanmu"


"Aku mencintaimu dan kamu milikku selamanya"


Delima mengangguk, sedetik kemudian wajah Kenzo dan wajah Delima sudh saling mendekat dan tak ada jarak diantara mereka


Kenzo memiringkan bibirnya, dan seketika Delima memejamkan matanya


"Emphh" Delima merasakan bibir manis Kenzo sudah mendarat sempurna dibibirnya, me**mat dan me**gut dengan lembut, mencurahkan rasa rindu yang sudah sebulan lebih tidak merasakannya, bibir yang membuatnya candu setiap kali melihatnya, selalu ingin lagi, lagi dan lagi. Hingga sebuah suara yang akhirnya menyudahi adegan romantis itu


"Ehem" Mario mencoba menghentikan adegan semi panas itu


"Cieh...gak tau malu"


Delima dan Kenzo tersenyum, melepaskan pa**tan bibirnya, dan jemari Kenzo mengusap bibir lembut Delima, kemudian mereka menautkan kening mereka masing masing


"Lanjut nanti malam" ucap Kenzo dengan melirik wajah Mario yang panas dingin karena melihat adegan semi panas itu


"Ada jomblo, kasian kalau kepengen sayang" ucap Kenzo lagi.


Delima mengangguk lalu mengajak suaminya untuk duduk bersama dengan Mario


"Udah?" tanya Mario dengan wajah dinginnya


"Belum" jawab Kenzo sambil melingkarkan pelukannya di pinggang Delima


"Cieh...udah panas panas gitu bilang belum"


"Ya belum lah, aku belum nengokin anak anakku"


"Terimakasih kakak, dan sekarang kakak boleh pergi" Bukan Delima yang berucap tapi Kenzo


"Ih jijik aku dengerin itu" balas Mario sambil berlalu pergi meninggalkan dua sejoli yang lagi dimabuk asmara

__ADS_1


__ADS_2