
"Assalamualaikum" ucap laki laki yang baru datang itu
"Waalaikumsalam" Jawab mereka serempak
Lagi lagi Delima dikejutkan dengan suara seseorang yang sepertinya dia kenal.
Manda menghampiri laki laki itu, lalu mengajaknya untuk bergabung dengan Delima dan Vano
"Del...kenalin ini Mas Farhan, calon suami aku" ucap Manda dengan menyenggol tangan Farhan untuk berkenalan dengan Delima
Delima langsung berdiri ketika melihat Manda memperkenalkan seorang laki laki itu
"Delima...ini bener kamu?" tanya Farhan yang menatap tidak percaya dengan adanya Delima di depannya
"Kak Farhan!"
"Iya....aku Farhan" Farhan lalu memeluk tubuh Delima "Kemana aja?" tanya nya kemudian
"Ehem...." Manda berdehem , dan seketika itu Delima dan juga Farhan melepaskan pelukannya
"Ehem...kalau kayak gini aku yang cemburu nih!!" ujar Manda pura pura ngambek
Farhan lalu merangkul tubuh Manda "Sayang ini Delima, dia teman aku dulu waktu kecil sebelum aku pindah ke Jerman, dan dia juga anak temennya papah"
"Oh...gitu ya, yaudah aku gak jadi cemburu" ucap Manda lalu mengajak Farhan duduk
"Lama gak jumpa, pas ketemu perut udah gede aja Del, makan apa?" ledek Farhan
"Hem...jangan ngece kak, awas aja kalau mbak Manda besok hamil hemm" ucap Delima yang gak mau kalah
Farhan terkekeh dan melirik Delima "Jadi ini wanita yang kamu ceritain sayang?"
Manda mengangguk dan tersenyum
"Pantesan mantan suamimu tergila gila padanya, jadi ini!"
"Emangnya kamu gak tergila gitu yank, secara kan dia teman masa kecilmu, cantik banget lagi?" tanya Manda
"Gimana ya?? berat saingannya, ma Mario" jawab Farhan
"Em...masih ingat juga Kakak dengan Kak Rio?"
"Masih lah Del, tapi gak tau kabarnya gimana sekarang"
"Kak Rio juga ada disini kok"
Vano menatap Delima dan juga menatap Farhan "Mario? Mario yang katamu ikut grub Trio Sableng itu ya Del?" tanya Vano
Delima tersenyum tetapi juga malu "Iya mas, Kak Rio anggota grup nya Mas Vano"
"Maksudnya gimana? aku gak ngerti!"
__ADS_1
"Gini loh yank, tak jelasin, Delima ini kan lagi dipepet ma tiga orang cowok cowok yang super nyebelin, itu sih kata Delima, nah saking keselnya, Delima menamai mereka dengan Trio Sableng"
Farhan terkekeh, bisa bisanya wanita yang sudah bersuami dan sedang mengandung itu masih saja dipepet
"Terus anggotanya siapa aja? Gila mereka ya, dah tau punya suami dan dah bun*ting masih saja dipepet"
Glek
Vano menelan ludahnya sendiri, karena laki laki yang dibilang gila adalah dirinya sendiri.
Sedangakan Delima dan Manda saling melempar senyum, dan melirik wajah Vano yang tiba tiba menjadi kusut
"Kakak beneran mau tau Trio Sableng itu siapa saja?" tanya Delima memastikan
Dan dijawab dengan anggukan kepala oleh Farhan
Delima tersenyum sambil melirik ke arah Vano "Kak Rio, Kak Surya dan....."
"Dan siapa Del? jadi penasaran aku, kalau si Mario aku udah tau sejak dulu, kalau dia suka ma Kamu"
"Surya....Surya Gunadi maksudmu, yang kabarnya pernah gila dan masuk Rumah Sakit Jiwa hanya karena wanita"
"Atau jangan jangan wanitanya itu kamu?"
Delima mengangguk dan tersenyum "Kakak mau tau siapa satu orang lagi yang sableng nya melebihi si Wiro 212 itu?"
"Tuh didepan kakak, orang sableng dan paling sableng" jawab Delima dengan terkekeh
Setelah obrolannya panjang lebar dan tinggi dengan Manda dan lainnya, Delima yang dirasa sudah sangat lelah kemudian tanpa berpikir panjang langsung kembali ke apartemennya. Setelah sampai di parkiran dirinya melihat mobil suaminya sudah terparkir disana
"Tumben jam segini sudah pulang?ah masa bodohlah!"
Delima langsung melangkahkan kakinya menuju apartemen mewah itu
Ceklek
Terlihat suaminya yang sedang menonton televisi "Dari mana sayang?" tanya Kenzo
Delima tidak menjawab, malahan langsung pergi saja menuju kamarnya
"Delima....." Teriak Kenzo
Delima masih saja enggan menoleh, sebenarnya dia kangen dengan suaminya, tetapi gengsi mengalahkan segala, dan dia juga mau melihat seberapa besar lagi perjuangan Kenzo suaminya
"Delima, kalau suaminya ngomong itu didengerin, bukan dicuekin!" ucap Kenzo dengan nada yang sedikit keras
Sayang maafkan aku
Deg
Seketika Delima merasakan sesak didadanya, merasakan sakit hati karena suaminya tidak pernah berucap kasar seperti ini sebelumnya, tetapi ini...
__ADS_1
Tanpa terasa air mata Delima menangis, kemudian berbalik untuk menatap Kenzo
"Suami kata abang? Suami yang bertanya kepada istrinya tetapi tidak menatapnya, melainkan asik melihat ponsel dan juga televisi"
"Apa itu pantas disebut suami? suami yang tega membentak istrinya dan berbicara keras, padahal istrinya lagi hamil"
Deg
Sakit rasanya melihat Delima mengucapkan seperti itu, apalagi dirinya melihat istrinya yang sudah bercucuran air mata, ingin rasanya saat ini juga mengapus airmatanya, dan memeluk tubuh Delima.
"Aku kecewa sama abang"
Deg
Lagi lagi Kenzo merasakan sakit yang teramat dalam
"Aku gak nyangka abang bisa berkata seperti itu padaku"
Delima kembali meneteskan airmatanya, padahal niatnya mau memperbaiki semuanya, tetapi apa yang didapatkan.
"Kayaknya abang memang udah gak peduli lagi ma aku, dan abang memang punya niatan untuk ninggalin aku"
Kenzo mendekati Delima, melihat wajah Delima dari dekat, kemudian tangannya bergerak untuk menghapus airmata yang menetes dipipinya.
"Del....aku"
Dengan segera Delima menepis tangan Kenzo "Gak usah sentuh aku lagi Bang, lebih baik kita segera akhiri semua ini" ucap Delima lalu berbalik menuju ke kamarnya
"Oke Delima kalau itu mau kamu!"
Deg
Air mata Delima menetes lagi, dia tidak menyangka jika suami itu akan mengatakan seperti itu, hati nya sakit bagai teriris
Delima berbalik lalu menatap wajah Kenzo "Maksud abang?"
"Nanti malam orang kepercayaanku akan kesini, kamu siapkan semuanya"
Setelah Kenzo mengucapkan itu kemudian kembali ke kamarnya, lalu menelpon seseorang.
"Hallo....nanti malam datang kesini dan urus semuanya, aku pengen secepatnya, aku sudah tidak tahan lagi"
Delima yang mendengar itu hanya tersenyum getir lalu mengusap perutnya
"Sayang....maafkan Mams, Mams gak bisa membuatmu Paps mu kembali kepada kita, kita bertiga akan hidup sendiri, tanpa adanya Paps disamping kita"
Delima kemudian masuk ke kamarnya, mengambil koper nya, kemudian memasukkan barang dan juga bajunya
"Mungkin ini adalah hari terakhir aku di kamar ini, manginjakkan kaki di apartemen ini"
"Dan setelah ini, aku gak punya tujuan untuk hidup, karena tujuan hidupku cuma kamu, cuma kamu Bang Kenzo"
__ADS_1