Cerita Cinta Kita

Cerita Cinta Kita
Penguntit


__ADS_3

Delima keluar dari rumahnya kemudian mengendarai mobilnya sendirian, dia hari ini ada jadwal kuliah dan setelah itu langsung ke butik karena ada yang harus di kerjakan.


Suasana jalanan sangat lengang, Delima tidak mengetahui jika dirinya sedari tadi diikuti oleh sebuah mobil berwarna hitam


Mobil itu mengikuti Delima mulai dari rumah hingga masuk ke halaman kampusnya


"Aku akan memantau dari sini"


Mobil hitam itu di bawa oleh Surya. Setelah Roy pergi dari apartemennya, Surya langsung bergegas menuju ke rumah Delima, karena informasi yang didapatkan dari anak buahnya, Delima akan ke kampus hari ini pukul 09.00. Dan di sinilah Surya kini berada, di depan kampus Delima.


Surya masih memandangi Delima, walau hanya punggung saja, hati Surya sudah merasa berdebar tak menentu.


"Hari ini aku akan memantau semua aktifitas kamu sayang"


Dirasa Delima sudah menjauh, Surya kemudian keluar dari mobilnya. Surya menyandarkan badannya ke mobil dan membuka kaca mata hitam yang melekat di wajahnya


"Sangat tampan" ucap Mahasiswi yang lewat di depan Surya


Surya hanya diam saja mendengar ucapan dari Mahasiswi itu, andai saja yang mengatakan itu Delima, sudah dipastikan Surya akan jingkrak jingkrak seperti orang gila.


Dua jam telah berlalu, tetapi Surya masih saja berada di depan kampus Delima, hari ini dia tidak ingin kehilangan wanita impiannya sedikitpun juga. Bahkan di selalu menolak panggilan telepon dari Roy.


Merasa geram dan risih, Surya pun akhirnya mengangkat telepon dari Roy


"Hallo" ucapnya dengan nada kasar


<^>


"Aku kesana"


"Sial...." umpatnya.


Setelah mematikan sambungan teleponnya dengan Roy, Surya kemudian menyuruh anak buahnya untuk menggantikan dirinya mengawasi Delima


Mobil Surya sudah berada di parkiran kantornya, dengan bergegas dia menuju ke lantai atas, ruangannya tentunya


"Bos" sapa Roy yang sedari tadi menunggu Surya


"Cepat atur pertemuan nya sekarang"


Roy mengerti apa yang dimaksud oleh Bos nya "Oke Bos"


Dua jam telah berlalu, sedari tadi mata Surya tidak beralih melihat ke arah ponselnya, siapa tau ada info yang penting dari anak buahnya. Hari ini bener bener Surya tidak ingin melewatkan sedetikpun tentang Delima


"Roy, ada lagi setelah ini?"


Surya menyandarkan badannya ke kursi dengan terus menatap layar ponselnya.

__ADS_1


"Satu jam lagi klien dari Jepang ingin bertemu" ucap Roy dengan wajah sedikit menunduk, dia tau kalau Bos nya pasti akan marah


"Roy, aku kan su-!"


"Maaf Bos, ini mendadak, karena Tuan Abraham hari ini setelah bertemu dengan Bos, beliau langsung terbang ke Jepang, jadi mau tidak mau Bos harus bertemu dengan nya kalau Bos tidak ingin kehilangan proyek ratusan milyar itu"


"Kau kan....."


"Tuan Abraham hanya ingin bertemu dengan Bos saja" ucap Roy yang lagi lagi memotong pembicaraan Surya


"Satu jam" Surya melihat jam di tangannya, mau tidak mau Surya harus menemui klien itu agar dia tidak kehilangan proyek yang bernilai fantastik


"Roy, setelah ini batalkan semua janji yang sudah kamu buat"


"Tadi pagi aku sudah bilang kalau hari ini dan besok aku tidak mau di ganggu!!" hardik Surya yang merasa geram dengan asistennya


"Siap Bos, jangan jangan Bos mau ehem ehem dengan calon Nyonya Bos ya?"


"Hmmmm....sudah tau seperti itu masih mau nanya lagi, sudah buruan kamu siapkan semuanya"


Roy keluar dari ruangan Surya, seketika itu Surya langsung meraih ponselnya dan menghubungkan dengan anak buahnya yang sedang mengawasi Delima.


"Target sudah berada di Butik Bos" ucap seorang laki laki yang berada di balik sambungan teleponnya


...***...


"Ngagetin eike aje"


"Oh ya cin, nanti eike gak bisa lama lama, ada kencan ma cemceman eike"


Delima tertawa "Cemceman?? sejak kapan Kak Nei punya?"


"Terserah KaK Nei aja, yang penting buat besok sudah siap, kalau belum jadi bawa pulang aja, atau dikerjain ma cemceman Kakak juga boleh"


"Hemmm...awas ye, eike kutuk jadi cantik baru tau rasa"


Setelah obrolan yang tak berfaedah dengan Kak Nei, baik Delima maupun yang lainnya langsung kembali ke tempatnya masing masing, hari ini merupakan hari terpadat selama beberapa bulan tetakhir ini.


DenZo butik mendapatkan tawaran kerjasama untuk membuat gaun pesta yang akan di pamerkan satu bulan lagi, dan besok adalah deadline terakhir rancangan gaunnya.


Semua yang ada di butik itu sibuk dengan pekerjaannya masing masing, hingga tak sadar waktu secepat itu berlalu.


"Del...gue pulang dulu ya, Mamah mertua lagi maen di rumah, sorry gue tinggal dan jangan lama lama pulangnya sebentar lagi mau hujan" ucap Jeje yang berpamitan dengan Delima


"Oke, bentar lagi gue juga pulang, gak dijemput?"


"Gak, kan suami gue lagi kerjasama sama suami elu, dan hari ini mereka lembur katanya"

__ADS_1


Delima menepuk jidadnya "Oh ya gue lupa,.maklum udah beranak dua" jawabnya dengan terkekeh


"Dasar, gak apa apa kan gue tinggal?? soalnya Pak Satpam udah pulang dari tadi"


"Gak apa apa Je, ni bentar lagi juga kelar, udah sana pulang"


"Yawdah, gue pulang ya byee"


"Hati hati"


Setelah kepergian Jeje, Delima melirik jam di tangannya "Oh sudah jam 4 rupanya"


Delima masih berkutat dengan kertas dan pensil yang ada di depannya, dia harus menyelesaikan pekerjaan itu sebelum jam 5.


"Hujan" gumam nya lirih


Di seberang jalan, tampak laki laki yang sedari tadi mengawasi DenZo butik, dia mengetahui kalau Delima masih ada di dalam, dan sendirian.


Dengan berlari, laki laki itu mendekati mobil Delima dan berusaha membuka mobil hitam itu. Seperti pencuri profesional, dia tau betul cara untuk membobol pintu mobil, tentunya dengan tidak merusaknya


Pintu mobil berhasil di buka dan Laki laki itu sengaja masuk ke jok belakang mobil Delima. Tidak ada yang tau dengan aksi nya itu karena seperti yang Jeje bilang tadi kalau Pak Satpam sudah pulang duluan


Sementara Delima di dalam masih berkutat dengan kertasnya


"Selesai" tepat pukul 16.45, dan itu artinya Delima akan sampai rumah sebelum magrib, sesuai dengan janjinya pada Kenzo


Ting


Satu pesan masuk ke ponsel Delima


"Sayang udah pulang? ini udah mau malam!"


Pesan itu dikirimkan oleh Kenzo, dan dengan cepat Delima langsung membalasnya


"Otewe sayang"


Lalu mengirimkannya ke suaminya. Tak ada balasan, itu berarti suaminya bener bener sibuk. Tapi masih sempat menanyakan dirinya walaupun hanya lewat pesan singkat saja.


Masih hujan, tapi tidak begitu deras, setelah merapikan dan menutup semua ruangan, Delima keluar dari DenZo butik.


Dengan berlari kecil, supaya tidak basah tentunya, karena jarak dari butik mobil Delima ya memang agak sedikit jauh.


Delima sampai di samping mobil nya, kemudian bergegas membuka mobilnya "Kok gak terkunci" gumamnya, tetapi Delima langsung aja masuk, dia tidak berpikiran aneh aneh, kali saja memang tadi lupa menguncinya.


Delima menyandarkan tubuhnya di kursi dan menaruh tas nya di samping, lalu segera dia hidupkan mobilnya, tetapi tiba tiba......


"Emphhhbbhbh" seseorang membius Delima dari belakang.

__ADS_1


__ADS_2