Cerita Cinta Kita

Cerita Cinta Kita
#16


__ADS_3

Nathan bangun saat adzan shubuh, ia melihat Vannya tidur bersandar di sofa, wajahnya terlihat pucat. kantung matangnya menghitam.


Nathan Pov


kasihan istriku...


dia pasti kelelahan, maaf ya sayang... untuk kesekian kalinya kamu menangis karena aq...


Nathan berusaha bangun. ia sudah merasa baikan. hanya masih terasa nyeri sedikit di keningnya.


ia membawa tiang infusnya mendekati Vannya yang sedang tertidur.


lama Nathan memandangi wajah Vannya yang sedang tertidur..


lalu ia mengusap rambut Vannya, dan memegang kening Vannya.


Nathan kaget, badan Vannya demam. Nathan segera membangunkan istrinya itu.


N : (mengusap pipi vannya) sayang... bangun,, sayang...


V : (bangun) ah.. ada apa mas, ada yang bisa ku bantu?


N : (duduk di sofa) (memindahkan kepala vannya ke bahunya)kelihatannya badanmu demam sayang, kamu gak apa2?


V : ah.. aq gak apa2 mas,, baik2 saja.


N : jangan bohong, kamu sedang tidak baik2 saja kan. katakan padaku. jangan bohongi aq.


V : aq benar2 gak apa2 mas, aq shalat dulu ya,, mas tidur lagi gih


N : panggilkan aq dokter dek.


V : (menoleh) mas kenapa? ada yang sakit?


N : (mengangguk)


V : tunggu sebentar ya . tahan sebentar sakitnya. (wajah kawatir)


Nathan Pov


kamu sendiri lelah, demam, tapi kamu malah mengkhawatirkan orang lain dek. beruntung sekali aq bisa mendapatkanmu. maafkan mas y dek mas berkali2 gagal menjagamu. mas malah membuatmu sakit. mas mencintaimu dek....


Nathan memandangi Vannya yang berjalan tergesa2 memanggil dokter. Tak berapa lama dokterpun datang.

__ADS_1


Dr : ada apa pak nathan? ada yang dirasakan?


N : dok, tolong periksa istriku (bangun ) (memegang tangan vannya)


V : ah... sayang, aq gak apa2. kamu yang harus di periksa. bukannya tadi kamu ada yang....


N : (menaruh jari di bibir vannya) stt... menurut saja, ayo tidur di tempat tidur biar dokter memeriksamu.


Vannya pun menuruti perintah suaminya, tak lama dokter selesai memeriksa vannya.


N : bagaimana istriku dok?


Dr : istri anda sepertinya terkena gastritis pak. karena tadi saat saya periksa asam lambungnya naik.


N : badannya kelihatannya juga demam.


Dr : apa bu Vannya muntah2 ?


V : i..iya dok, beberapa kali tapi tadi malam (suaranya bergetar karena takut suaminya marah )


Dr : baiklah, saya akan kasih resep. nanti ditebus ya bu. atau biarkan perawat kami yang mengantarkan obatnya ke ibu. jangan telat makan lagi. jangan kecapekan juga jangan stres ya.


V : (mengangguk) iya dok.


Dr : selama bu Vannya mau makan, tidak perlu di rawat pak. hanya perlu istrirahat yang cukup dan makan teratur. sementara jangan makan yang terlalu pedas dan asam ya ibu.


V : iya dok. terima kasih.


Dr : baik, kalau sudah saya permisi dulu ya pak.. bu (pergi)


N : mas marah ya dek,(melihat vannya)


V : (bangun) (menghampiri nathan) aq tidak apa2 mas.. ayo mas kembali tiduran. (menuntun Nathan ke tempat tidur)


N : (menarik tangan Vannya) kamu tidur di samping mas.


V : sempit mas, nanti mas gak nyaman


N : gak ada bantah2 ya dek


V : iya iya...


vannya menuruti suaminya, ia tidur di samping Nathan. Vannya pun tertidur, Nathan membelai lembut rambut Vannya...

__ADS_1


paginya....


Vannya sudah bangun dan mandi, ia juga sudah bersiap2 mau pulang karena Nathan sudah di izinkan pulang oleh dokter.


Vannya membereskan barang2 Nathan di kamar, setelah selesai ia mengurus administrasi lalu mengajak Nathan pulang.


sesampainya di rumah....


Nathan duduk di ruang tamu, Vannya sedang sibuk di dapur. ia memasakkan Nathan bubur. karena bibir nathan masih bengkak, khawatir akan sakit jika makan makanan yang keras.


setelah selesai masak, Vqnnya membawakan bubur ke ruang tamu. dengan telaten ia menyuapi nathan. nathan sibuk melihat wajah istrinya itu.


dia memperhatikan cara vannya menyuapinya, tak terasa air matanya menetes...


V : mas... kenapa nangis?


N : (menghapus air matanya) gak apa2 sayang


V : ada yang sakit?


N : hati mas yang sakit melihatmu dek..


V : (menghela nafas panjang) kenapa mas? adek gak apa2 kok (senyum)..


N : maafin mas selalu membuatmu terluka


V : mas ngomong apa sih, adek bersyukur bisa merawat mas. menemani mas apapun keadaan mas. kenapa mas malah bicara seperti itu.


N : kamu sedang sakit, tapi malah harus merawat mas.


V : adek sudah sembuh. tadi sebelum menyuapi mas, adek juga sudah makan dan minum obatnya.


N : maafin mas ya sayang (memeluk Vannya)


V : (mengusap punggung suaminya) bagiku mas segalanya, kalau mas sakit. adek yang merasakan lebih sakit dari mas.. cepat pulih ya sayang.


N : aq memang benar2 beruntung mendapatkan istri sebaik kamu sayang. kamu juga jangan sakit ya... aq gak bisa liat kamu sakit.


V : (melepaskan pelukan nathan) ayo lanjutin lagi makannya, awas aja gak habis.


N : as you wish sayang...


setelah makan mereka kembali ke kamar, dan mereka pun tertidur karena sama sama kurang enak badan.

__ADS_1


__ADS_2