Cerita Cinta Kita

Cerita Cinta Kita
Cemburu


__ADS_3

Sudah sebulan lamanya Delima dan Kenzo tidur terpisah, ya hanya tempat tidurnya yang terpisah tetapi masih satu atap.


Dan sudah sebulan ini Kenzo juga tidak tidur dikamarnya, melainkan diruang televisi agar bisa memantau istrinya.


Kehamilan Delima juga sudah menginjak 8bulan, itu artinya kurang sebentar lagi mereka bener bener akan menjadi sepasang orang tua dari sepasang anak kembar.


Tok...tok...tok


"Del...Delima sayang, sarapan dulu, abang udah nyiapin semuanya"


"Del....."


Tidak ada sautan dari dalam kamar Delima. Kenzo mulai khawatir, takut terjadi apa apa dengan istri dan juga anak anaknya.


Kenzo berusaha membuka pintu kamar Delima, terapi pintunya terkunci


"Del....Delima buka pintunya sayang, atau seenggaknya kamu ngomong gitu biar abang gak khawatir"


Tok...tok...tok


"Sayang....."


Sudah sepuluh menit Kenzo menggedor gedor pintu Delima, tetapi tidak ada sautan sama sekali dari Delima.


"Astagfirulllah....aku kok jadi lupa kalau punya kunci cadangan"


Dengan perasaan yang campur aduk, Kenzo mencari cari kunci cadangan kamar Delima


"Ketemu!!"


Lalu membuka pintu itu, tetapi setelah pintu terbuka dia tidak.mendapatkan istrinya ditempat tidur


"Sayang.....jangan buat aku khawatir, kamu dimana"


Entah kenapa pendengaran Kenzo mendadak menjadi tuli, seakan akan dia tidak mendengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi


Ceklek


Delima keluar dari dalam kamar mandi, dan mendadak kaget karena Kenzo sudah berada dikamarnya.


"Sayang..." Kenzo memeluk Delima sangat erat, tetapi Delima tidak mau membalasnya, maklumlah masih proses ngambek.


"Abang khawatir, maaf abang langsung masuk kesini takut kalau kamu kenapa kenapa"

__ADS_1


Delima melepaskan pelukan Kenzo dengan kasarnya


"Bukannya abang seneng kalau aku kenapa kenapa jadi abang bebas deh berduaan dengan wanita lain"


"Ngomong apa kamu sayang"


"Wanita lain??? apa maksudnya sayang?"


"Cieh...jangan pura pura gak tau kamu Bang, dan jangan pura pura amnesia deh"


Delima berjalan menuju ke meja rias, tentunya dengan tangannya yang memegang pinggangnya, karena kehamilannya yang semakin membesar.


"Sayang....abang gak tau maksud kamu, abang gak ngerti sayang!"


"Kamu tega ya Bang, urusan kita aja belum selesai, dan kita juga belum berpisah, kamu dengan terang terangan jalan dengan wanita lain, makan berdua, tertawa bersama sama"


"Apa abang gak berpikir gimana perasaan aku??"


Delima sudah siap semuanya, semakin tambah tua kehamilannya Delima semakin cantik, bahkan perutnya yang sudah membesar itu tidak menyulitkan langkahnya untuk beraktifitas, meskipun Dokter Tika sudah mewanti wanti untuk istirahat dan tidak boleh kemana mana


Walau langkahnya terasa berat karena bayi yang dikandungnya kembar, Delima tetap semangat, ya hari ini Delima ke kampus untuk mengurus cuti kuliahnya, dia sengaja memang tidak bicara dengan suaminya


"Del...kamu salah paham sayang!!"


"Aku salah paham Bang???apa enggak sekalian abang bilang kalau aku juga sudah rabun, atau sudah b*uta sekalian??"


"Astaga sayang....!!!" Kenzo menepuk jidadnya sendiri


Kemarin? jalan berdua? makan bersama? dengan perempuan??


"Oh...shitt....aku tau sekarang" gumam Kenzo


Kenzo mengejar Delima yang sudah siap untuk membuka pintu kamarnya, lalu menghadangnya


"Sayang dengerin abang" Kenzo menggenggam tangan Delima, tetapi secepat kilat Delima lalu menepisnya


"Oke..abang akui, kemarin abang memang jalan dengan wanita bahkan, abang juga makan siang bersamanya"


Deg


Delima yang mendengar itu sektika langsung mendorong tubuh Kenzo "Tega kamu Bang"


Tetapi badan Kenzo yang kekar tidak bisa menggoyahkan tubuhnya untuk bergeser

__ADS_1


"Abang disana tidak hanya sendiri sayang, abang bersama Dimas"


"Abang bohong!"


"Sumpah Del, ada Dimas disana, kamu pasti waktu melihat itu tidak ada Dimas, karena Dimas waktu itu sedang ke toilet sebentar"


"Dan kamu tau sayang, siapa wanita itu?"


"Aku gak tau, dan gak mau tau, aku juga gak perduli"


Bukannya marah, Kenzo malahan tersenyum itu berarti Delima masih perduli dan masih mencintainya.


"Udah lah Bang, minggir gih aku mau keluar"


Kenzo terus membuntuti Delima, hingga Delima duduk di meja makan untuk minum susu dan untuk sarapan. Walaupun kesal dan bercampur marah, Delima tidak mau melewatkan minum susu, minum obat dan juga sarapannya.


Kenzo ikut duduk disebelah Delima, menikmati setiap keindahan dari wajah Delima, membayangkan setiap sentuhan Delima. Entah sampai kapan istrinya akan mengakhiri masa ngambeknya itu


"Sayang...wanita yang kamu lihat kemarin itu adalah Sofia"


"Sofia sahabat Dimas sekaligus juga cinta pertama Dimas yang tak terbalaskan"


Sofi....iya aku ingat, Kak Dimas dulu pernah bercerita tentang wanita yang dicintainya yang bernama sofia


"Sofi hanya menganggap Dimas sebagai sahabatnya saja, tetapi tidak untuk Dimas, cinta Dimas lebih besar daripada cinta pacarnya sofi, lalu Sofi menikah dengan orang yang dicintai dan mencintainya"


"Entah bagaimana ceritanya, Sofi akhirnya bercerai dengan suaminya"


"Dan tanpa sengaja kemarin siang abang, Dimas dan Sofi bertemu, karena sudah waktunya jam makan siang, abang mengajak mereka untuk makan siang bareng, dan pas waktu kamu lihat itu Dimas sedang berada di toilet"


"Kalau kamu masih gak percaya, besok abang mintakan cctv ke restoran itu"


"Gak perlu, aku gak minat!" jawab ketus Delima.


Delima selesai makan, dan langsung beranjak dari tempat duduknya, kemudian pergi meninggalkan suaminya yang masih mematung di kursi.


"Del...sampai kapan kita akan seperti ini, sampai kapan kamu akan memaafkan abang Del??" teriak Kenzo


Delima menghentikan langkahnya, tanpa sadar dia meneteskan airmatanya


Aku juga gak tau Bang, aku juga gak mau seperti ini terus, tapi hatiku terlalu sakit


"Sayang....kembalilah seperti dulu lagi, abang kangen, maafkan abang yank, demi anak kita, jangan tinggalin abang"

__ADS_1


__ADS_2