Cerita Cinta Kita

Cerita Cinta Kita
Mengutarakan


__ADS_3

Didalam mobil, Adel terus cemberut. Sedangkan Papi Surya hanya memandang Adel sambil tersenyum


"Udah, gak usah cemberut gitu, nanti cantiknya ilang sayang"


"Lagian kamu aneh Del, kamu anak kandung Papi, tapi kenapa malahan tidak memihak Papi, seharusnya kamu dukung donk Papi ma Mami Delima"


Adel melirik sekilas Papi Surya "Hmmm terserah aku donk Pi, pokoknya Papi jangan deket deket ma Mams aku, dan gak ada dukungan untuk Papi"


Mobil Papi Surya sudah masuk ke halaman rumah mewah keluarga Kenzo Mahendra. Adel dan Papi Surya turun, dan di ruang tamu sudah disambut oleh Kenzo dan juga Delima. Tadi siang sebelum jemput Adel, Surya sengaja menelpon Kenzo agar Kenzo pulang cepat, karena ada yang harus di bicarakannya.


"Assalamualaikum" ucap Adel dan juga Surya


"Waalaikumsalam" jawab Delima dan juga Kenzo serempak


"Adel ganti baju dulu ya Pi, Paps dan Mams, nanti Adel turun lagi, Adel juga sudah makan" ucap Adel dan langsung berlari ke atas tanpa menunggu jawaban dari orang tua yang sedang duduk di ruang keluarga


"Ada apa?" tanya Kenzo langsung dan tidak basa basi


Surya mengehela nafasnya, kemudian menatap Kenzo dan Delima secara bergantian


"Perusahaan aku yang ada di Jerman sedang mengalami masalah, dan Papah minta aku untuk menyelesaikannya di sana"


Deg


Delima melotot mendengar ucapan Surya, dan hatinya tiba tiba seperti teriris. Delima tidak bodoh, seakan tau kemana arah pembicaraan Surya


"Jangan bawa Adel!!" ucap Delima dengan sedikit berteriak.


"Sayang...tenang dulu" Kenzo merangkul pinggang Delima dan mencoba memberikan ketenangan untuk istrinya


Sementara Surya masih diam, dia masih melihat Delima dengan ekspresi yang tidak bisa digambarkan lagi


"Maaf, tapi aku gak bisa jauh dari Adel"

__ADS_1


"Apa tidak ada cara lain selain kamu ke Jerman?? kalau masalah uang aku bisa bantu menginvestasikannya di perusahaan kamu" ucap Kenzo yang mencoba menengahi dan mencari jalan tengah nya


"Bang....." Delima seakan tidak rela jika suaminya membantu Surya


"Shutt, kamu diam dulu sayang"


"Bukan masalah uang Ken, tapi memang perusahaan itu sedang butuh aku dan Papah, aku juga sudah menyarankan sama Papah untuk menjual saja perusahaan itu, tapi Papah tidak mau"


"Aku juga sebenarnya berat untuk mengajak Adel, apalagi Adel lagi masa tumbuh dan berkembangnya, lagi masa puber, tapi aku gak bisa jika harus jauh dari Adel" lanjut Surya


"Berapa lama kamu di sana?"


"Hanya tiga tahun" ucap Surya lirih


"Tiga tahun??? tiga tahun kamu bilang hanya?? kamu sudah gila Surya"


"Enggak....enggak...aku gak akan ngijinin kamu bawa anakku, gak akan pernah" ucap Delima yang sudah beruraian air mata.


Kenzo kemudian memeluk Delima "Tenang Mams...jangan pake emosi"


"Bang??" teriak Delima lagi karena tau pertanyaan itu berarti persetujuan dari Kenzo


"Lusa"


Delima menggeleng, dia tiba tiba lemas dan air matanya kembali menetes.


"Enggak Bang...aku gak ngijinin Adel pergi"


"Sayang...kita tanya Adel dulu ya, hapus airmata mu"


Adel dari tadi sebenarnya sudah turun, dia hanya menyaksikan interaksi ketiga orang tuanya itu. Dan dia sangat sangat salut dengan Paps Kenzo, yang selalu bertanya dulu apa maunya, tanpa harus memaksa


Adel kini sudah duduk di samping Delima, dan memeluk Delima dengan sangat erat.

__ADS_1


"Adel...?" panggil Paps Kenzo


Adel pun menoleh, dan dia kembali menatap mata Paps Kenzo


"Maaf Paps" ucap Adel yang seakan sudah menjawab semuanya


Kenzo menghela nafasnya kasar, dan dia tersenyum


"Paps tau, apapun keputusan kamu Paps selalu mendukung"


"Enggak Del, kamu gak boleh pergi, abang kenapa ngijinin Adel pergi, apa abang sudah gak sayang Adel lagi?"


"Mams.....tatap mata abang....selama ini kamu kan tau sayang, kalau aku sayang ma Adel, malahan kamu juga tau sendiri kalau aku lebih sayang Adel daripada Kenzi dan Kenza"


Delima mengangguk "Maaf Bang"


Kenzo kini beralih menatap Surya "Oke.....aku ijinin kamu bawa Adel ke Jerman, tapi ingat!! hanya tiga tahun, tiga tahun."


"Jika sudah tiga tahun Adel tidak kembali ke sini, maka aku sendiri yang akan menjemputnya, dan setelah itu, akan kupastikan kamu tidak akan bertemu dengan Adel selamany, ingat aku tidak akan main main dengan ucapanku


Bagus Paps, Adel juga sepemikiran dengan Paps, mungkin dengan cara ini aku bisa buktiin kalau Papi benar benar tulus menyanyangiku, dan tidak akan mengingkari janjinya, batin Adel kecil namun pemikirannya sudah dewasa


"Iya aku janji, hanya tiga tahun" ucap Surya dengan melirik ke arah Delima, sebenarnya dia tidak tega memisahkan Adel dengan Delima, tetapi dia juga tidak sanggup untuk berada jauh dari Adel


"Kalau begitu, kamu pulang saja, biar Adel malam ini dan besok disini, lusa baru kamu menjemputnya"


”Dan jangan lupa, daftarkan putriku ke sekolah yang bagus di sana"


"Pasti...pasti Ken, dan makasih, aku pamit dulu"


Kenzo mengangguk, sedangkan Delima sama sekali tidak menggubris ucapan Surya, dia kini sedang memeluk erat putrinya yang sebentar lagi akan meninggalkannya selama tiga tahun


"Mams, jangan nangis...aku lakuin ini semua karena aku cuma ingin tau seberapa tulusnya Papi ma aku Mams, dan seberapa besar keinginan Papi untuk menepati janjinya, Adel janji akan menghubungi Mams setiap hari"

__ADS_1


Mereka bertiga berpelukan, seakan tidak ingin melepaskannya satu dengan yang lain.


Ternyata apa yang kamu pikirkan sama dengan yang Paps pikirkan Del, walau kenyataannya tidak ada darah Paps di tubuhmu, tetapi kita mempunyai ikatan batin yang kuat, kita mempunyai pemikiran yang sama, Paps sayang ma Adel, batin Kenzo


__ADS_2