
2 Bulan Kemudian
Setelah pertemuannya dengan Delima dua bulan yang lalu, Surya tidak menampakkan batang hidung nya lagi di depan Delima. Bahkan untuk sekedar kirim pesan pun tidak.
Bukan tidak menemui Delima, Surya bahkan setiap hari melihat Delima dan mengikutinya di mana pun Delima berada, tetapi Surya sangat cerdas dan ber akal licik, sehingga pergerakan dan penguntitan nya tidak di ketahui oleh Delima
Surya sengaja tidak menampakkan dirinya, karena itu merupakan bagian dari rencana nya, tentunya rencana jahatnya yang sudah dia rancang setahun yang lalu
"Bos...semua sudah siap" **ucap laki laki itu di seberang teleponnya
"Oke....sementara kamu ikutin dia dan laporkan segera setiap kejadiannya**"
Surya menutup teleponnya, kini dia berada di apartemennya sendiri, sementara kedua orang tua nya masih menempati rumah yang lama, rumah yang dulu beliau tinggali sebelum ke Jerman.
Masih terlihat di ponsel Surya, walpaper dengan foto Delima yang tak pernah dia ganti. Surya menatap lekat foto itu, seperti tidak ada habis habis nya dan tidak ada rasa bosan bosannya.
Sudah berbulan bulan bahkan bertahun tahun lamanya Surya melupakan rasa cinta nya ke Delima, tetapi yang ada..bukan lupa, namun semakin mencintai nya.
"Hari ini, aku tidak akan menyianyiakan kesempatan yang telah kubuat sebegitu rapinya"
"Tunggu kedatanganku sayang, malam ini hanya untuk kita"
Surya bermonolog sendiri di depan foto Delima, entah rencana seperti apa yang telah dia susun dan akan dia jalankan
Ting tong....ting tong
Bel apartemen Surya berbunyi dan seketika langsung membuyarkan lamunan Surya.
Terlihat sedikit kesal karena seseorang telah mengganggu lamunan indahnya tentang Delima
"Hufff.....sial"
Surya langsung menuju ke depan dan membukakan pintunya
"Pagi Bos" laki laki tampan yang masih sangat muda itu menyapa Bos nya dengan sebuah senyuman, dan tentunya senyuman mengejek
"Hmmm"
Surya lupa jika dia yang menyuruh Roy untuk ke apartemennya pagi ini, tentunya dengan membawa semua berkas berkas yang harus di tanda tangani nya
"Ini Bos tanda tangan dulu" ucap Roy asisten pribadinya Surya
__ADS_1
Sembari menunggu Surya menyelesaikan tanda tangan nya, mata Roy menelisik ke mana mana, terutama ke sebuah ruangan yang tidak tertutup dan yang diyakini itu adalah kamar Surya, ruangan itu tampak bersih dan wangi tidak seperti biasa biasa nya setiap dia kemari
"Bos??"
"Hmm"
"Tumben ni tempat bersih dan wangi amat, gak biasa biasa nya" ucap Roy yang memang sudah terbiasa ke apartemen Surya
"Pasti ada sesuatu atau seseorang yang akan datang" selidik Roy
Sementara Surya tidak menjawab pertanyaan Roy , dia hanya melirik ke arah Roy sekilas
"Apalagi kamar si Bos, kelihatan bersih dan wangi"
Surya hanya diam, dia tidak memperdulikan ocehan Roy dari tadi, yang dia inginkan adalah cepat menyelesaikan pekerjaan ini dan Roy bisa langsung keluar
"Roy" panggil Surya
Roy yang mencoba menyelidiki ke arah kamar Bos nya tiba tiba menghentikan kakinya
"Iya Bos"
"Apa yang kamu lakukan disana?"
"Kepo!! udah sana balik!" usir Surya
"Oh ya, hari ini dan besok semua urusan kantor kamu handel dulu, dan ingat jangan hubungi aku!"
"Siap bos" ucap Roy langsung berlalu pergi dari apartemen Surya
...***...
"Sayang...." panggil Kenzo
"Ada apa Bang"
"Nanti malam abang lembur, mungkin pulangnya pagi"
"Huff" Delima menghela nafasnya kasar, akhir akhir ini suaminya sering lembur
"Jangan ngambek"
__ADS_1
Kenzo mencium bibir Delima sekilas, dan kemudian kening Delima
"Malam ini kamu tidur sendiri dulu ya sayang, besok pagi abang temenin"
"Udah di copotkan kontrasepsinya?"
Delima mengangguk dan tersenyum dan malu juga, pasti ujung ujung mengarah ke begitua an .
"Besok pagi langsung tancap bikin adeknya ZiZa"
Delima malu malu menatap suaminya, gak tau harus ngomong apalagi.
"Gak usah malu malu, tapi ujungnya mau"
"Abang ih"
"Oh ya Bang, aku juga habis dari kampus ini langsung ke butik, karena ada beberapa pesenan yang harus jadi besok, mungkin aku pulangnya agak sorean"
Kenzo menatap istrinya tajam, sebenarnya ada rasa kasian karena tidak menemani nya.
"Gak usah khawatir, stok Asi buat anak anak masih aman Bang"
Kenzo mengangguk, merasa lega karena Delima tidak melupakan kodratnya sebagai seorang wanita, yang melayani suami dan juga memberikan Asi untuk kedua anaknya, walaupun dia sangat sibuk.
"Jangan terlalu malam pulangnya, dan maaf abang gak bisa nemenin apalagi menjemput"
"Gak apa apa Bang, selesai gak selesai sebelum magrib aku sudah dirumah"
Kenzo menarik dagu Delima, kemudian menempelkan bibirnya ke bibir Delima, dan me**matnya.
"Aku mencintaimu sayang Delimaku, berjanjilah....apapun yang terjadi jangan tinggalin abang dan tetaplah disamping abang selamanya"
"Aku janji Bang, aku juga mencintai abang, Kenzoku"
Kedua sejoli itu kembali berpelukan, saling merasakan rasa sayang dan cinta yang begitu besar dan mendalam
Kenzo melepaskan pelukannya lalu menatap wajah cantik istrinya, entah perasaan Kenzo hari ini tidak enak, tapi dia urung untuk mengucapkannya
"Abang ke kantor dulu, nanti berangkatnya hati hati, dan jangan pulang malam"
Cup
__ADS_1
Kecupan manis mendarat di kening Delima, rasa nya enggan sekali hari ini untuk meninggalkan istrinya, sekaan akan ada sesuatu yang akan terjadi.
"Sayang....jangan lupa, besok pagi persiapkan se hot mungkin ya, jangan lupa staminanya, abang mau gempur habis seharian besok" bisik Kenzo di telinga Delima