Cerita Cinta Kita

Cerita Cinta Kita
Minta Ijin


__ADS_3

"Bagaimana kemarin Van?" tanya Mamah Lina


"Kamarin?"


"Kemarin kenapa Mah?"


"Pura pura lupa, kemarin waktu ke rumah baru Delima, bagaimana?"


Vano terdiam, pertanyaan yang sedari kemarin dia hindari, sejak pulang dari Delima, Vano sengaja menghindar dari Mamah Lina, lebih tepatnya menghindar dari pertanyaan Mamah Lina


"Kamu sudah menemukan jawabannya kan?" tanya Mamah Lina sekali lagi


Vano mengangguk, untuk menjawab rasanya bibirnya tidak sanggup, apalagi jika harus mengingat ingat kejadian kemarin.


Kejadian disaat Kenzo mencium bibir Delima dengan lembut dan penuh cinta, bukan semata mata hanya karena na*su saja. Dari situ Vano sudah melihat jika Kenzo memang benar benar mencintai Delima dan begitu juga sebaliknya, Delima juga sangat mencintai Kenzo


Apalagi ketika Vano mengingat impian Delima yang terakhir, sebuah rumah idaman...Kenzo begitu langsung memenuhi apa yang diinginkan oleh Delima, persis seperti desain yang dibuat Delima. Karena kemarin Delima juga sempat memperlihatkan desain itu kepada semua yang ada disana.


"Huff...apa ini saatnya aku harus benar banar ikhlas melepaskan mu Del?"


"Rasanya hati ini masih tidak sanggup untuk berpindah ke lain hati"


Vano menghela nafasnya kasar, dirinya sudah tidak tau harus gimana lagi, yang jelas untuk mendapatkan hati Delima rasanya memang sudah tidak mungkin


Mamah Lina menepuk pundak Vano, dan seketika itu membuyarkan lamunan Vano


"Van...Mamah yakin kamu bisa mengambil keputusan yang tepat, dan Mamah tau apa yang ada di hati dan pikiranmu saat ini"


Mamah Lina menenangkan Putra Tunggalnya, lagi dan lagi bukan salah cinta, tapi salahkan hati yang mencintai istri orang lain


"Menikahlah dengan Aira, dia wanita yang baik"


"Vano belum membicarakan ini dengan Delima Mah, jadi Vano belum bisa mengambil keputusan"


Mamah Lina tersenyum, walau dihatinya sebenarnya dia juga sangat sedih melihat Vano seperti ini, men duda lima tahun, dan setelah hati nya benar benar terbuka untuk wanita lain, malahan kenyataan yang mempermainkannya.


"Delima?" tanya Mamah Lina


"Iya Mah, pasti Mamah bertanya tanya kenapa aku harus membicarakan ini dengan Delima?"


Mamah Lina mengangguk dan membenarkannya


"Karena Delima adalah orang yang sepesial buat Vano Mah, aku ingin dia juga bisa merestuiku menikah dengan Aira, walaupun tanpa aku bertanya pun dia sudah pasti merestuinya"


"Delima wanita yang baik, Mamah yakin dia juga sayang ma kamu tapi hanya sebatas saudara saja, dan Mamah yakin Delima juga sependapat dengan Mamah"

__ADS_1


"Apa perlu Mamah yang menemui nya?? Mamah juga kangen ma Delima apalagi dengan baby Z nya!"


"Jangan Mah, biar Vano saja, lagian bukan hanya Mamah yang kangen, aku juga kangen, kalau Mamah mau ketemu Delima dan anak anaknya, ketemu saja, tapi jangan mengatakan ini padanya, biar aku saja"


Mamah Lina mengangguk "Terus kapan kamu akan menemuinya?"


Vano melihat jam di tangannya "Mungkin sebentar lagi Mah"


"Semoga sukses nak, Mamah tau ini sangat berat untuk kamu, tapi yang perlu kamu ketahui, wanita yang kamu cintai sudah bahagia dengan orang lain, dengan pilihannya sendiri, jadi jangan kamu sekali kali merusak kebahagiannya, cukup kamu menjadi pelindungnya tanpa harus masuk ke dalam rumah tangganya"


"Iya Mah, kebahagiaan Delima itu yang penting sekarang, Vano pergi dulu"


...*****...


Di Kantor Mahendra


Tiga laki laki tampan yang sudah tidak muda lagi sedang mengobrol di ruangan Kenzo. Ya Kenzo, Dimas dan juga Mario.


"Ada apa? tumben siang siang kesini?" tanya Kenzo


"Ada yang ingin aku omongin"


"Berdua saja atau....?" sela Dimas menjeda omongan Mario


"Gak perlu, kamu disini saja, bukan hal rahasia juga"


Mario tersenyum "Sorry bro, aku udah makan dengan istrimu"


"Shhhhhhtttt" Kenzo melototkan matanya ke arah Mario


"Jangan cemburu dulu, dan itu juga jadi makan bersama kita yang terakhir"


"Maksud elu?" ucap Kenzo dan Dimas bersamaan


"Besok aku akan ke Amerika, minggu depan aku akan menikah, dan mungkin aku akan lebih lama lagi disana, tapi aku pasti balik kesini cuma gak tau kapan"


"Menikah?? dengan siapa?" tanya Kenzo


"Huff....pertanyaan yang sama dengan yang ditanyakan oleh Delima"


"Bener bener kalian sehati, dan mau gak mau aku harus mau melepaskannya"


"Gak penting aku menikah dengan siapa, yang penting titip Delima, sama seperti kamu, aku juga sayang dan sangat mencintai nya, jangan buat dia menangis"


"Aku pergi dulu" ucap Mario dengan menghapus air mata yang sempat menetes

__ADS_1


Kenzo berdiri dan memeluk Mario ala laki laki "Pergilah, carilah kebahagianmu disana, Delima sudah menjadi milikku selamanya, tanpa kamu minta aku akan menjaganya"


"Aku ijinkan kamu menyayanginya tapi hanya sebatas saudara saja, tidak lebih"


"Dan cepatlah kembali, tapi dengan membawa kabar gembira tentunya" ucap Kenzo


Mario mengangguk dan giliran dia berpamitan dengan Dimas "Aku pergi, maaf tidak bisa hadir dipernikahanmu nantinya"


"Gak masalah bro, semoga elu bahagia, jangan khawatirkan Delima,.ada gue dan suaminya tentunya"


...***...


DenZo Butik


Delima masih asik menyendiri dengan pernyataan Mario yang tiba tiba mau menikah dan meninggalkan Indonesia


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam" jawab Delima dan langsung mengarahkan pandangan matanya ke laki laki tampan itu.


"Mas Vano, tumben?"


"Iya, boleh aku duduk?"


"Silahkan, ada apa?" Delima dapat menangkap jika ada sesuatu yang ingin di ucapkan oleh Vano


"Sibuk gak?" bukannya menjawab, Vano malahan memberi pertanyaan untuknya


"Gak Mas, udah selesai semuanya"


"Del, aku mau minta ijin menikah, gimana?"


"Hah?? minta ijin ma aku? apa gak salah!! aku kan bukan siapa siapa nya Mas"


Duh ni hari kenapa sih, *pada aneh g*itu deh, pada mendadak mau nikah dan minta ijin segala, emang aku ni siapanya


"Kamu orang yang sepesial untuk aku Del, aku sayang ma kamu, sayang banget"


"Kalau kamu mengijinkan, aku akan menikah i Aira, janda beranak satu, tapi kalau kamu tidak setuju, aku tidak akan menikah"


"Aku mendukung semua keputusan mu Mas, lalukanlah apa yang menurutmu baik"


"Makasih sayang, aku gak tau aku mencintai dia apa tidak, tapi satu yang pasti di hatiku masih dan masih menyimpan nama kamu seorang,hanya nama kamu"


"Aku akan mengenalkanmu dengan dia segera sayang"

__ADS_1


"Aku pulang, alu mencintaimu"


Setelah mengatakan itu, Vano kemudian pergi. Hari yang aneh untuk Delima, dimana dua oramg laki laki meminta ijin padanya, sungguh sungguh aneh.


__ADS_2