Cerita Cinta Kita

Cerita Cinta Kita
Dia.....


__ADS_3

Vano.....


Laki laki yang masih berstatus Duda itu kini sedang memijat keningnya yang tiba tiba pening. Setelah percekcokan yang dialaminya dengan Delima tadi siang, Vano memilih untuk ke ruangannya, untuk sekedar melepas lelah atau tiduran, dan kali ini dia tidak merokok apalagi mabuk mabukan karena itu tidak akan menyelesaikan masalah, namun menambah masalah


Vano mengambil ponselnya, dan menelpon sesesorang "Aku tunggu infonya sekarang" Ya Vano menelpon seseorang untuk menyelidiki latar belakang Delima, yang memang begitu janggal.


"Aku akan cari tau kebenarannya, walau itu sudah terlambat"


Kenapa baru sekarang sih Mas Duteng cari taunya? kenapa gak dari dulu dulu? Dari dulu kemana?


Vano melihat pemandangan sekitar restorannya dari balik kaca ruangan pribadinya "Miris....aku jatuh cinta kedua kalinya dengan wanita yang sedang hamil" senyum kecut nampak diraut wajahnya "Tetapi wanita itu mempunyai pesona yang luar biasa"


Menyesal? tidak...Vano bukan tipe laki laki yang setelah melakukan kesalahan kemudian menyesal dan meratapi nasibnya


Terpuruk? iya.....Vano sudah terpuruk dengan kesalahan yang dia ciptakan sendiri, dia sudah menorehkan luka yang begitu mendalam bagi pujaan hatinya


"Delima.....Delima...kamu seperti alkohol yang sangat memabukkan, tapi menjadi candu untuk tidak meminumnya, meskipun aku tau minum alkohol pada akhirnya akan mabuk dan itu tidak benar.


"Sama halnya dengan kamu Delima, aku tau mungkin salah jika memilikimu, tapi aku juga begitu mencintaimu, aku tidak tau kapan cinta itu hadir dan kapan juga dia akan pergi, aku juga tidak tau mengapa hanya kamu yang mampu memasuki ruang hatiku"


Tok Tok Tok


'


"Masuk" ucap Vano dengan suara lantangnya


"Duduk" Vano menyuruh laki laki berbaju hitam itu untuk duduk, dan tanpa basi basi laki laki itu langsung menyodorkan sebuah map


"Jelaskan saja!" ucap Vano karena benar malas jika harus membaca, walaupun akhirnya nanti juga dia akan membacanya


Laki laki itu langsung membuka suara, dia sudah hafal dengan cerita yang akan disampaikan, karena tau kalau Bosnya lebih suka mendengarkan daripada membaca


"Nona Delima....putri tunggal dari Tuan Jovan Pradipta, Nona Delima......"


"Lebih spesifik saja! jangan bertele tele!" perintah Vano yang gak mau basa basi


"Nona Delima menikah dengan Tuan Kenzo Mahendra, karena sebuah perjodohan yang dilakukan oleh kedua keluarga itu"


"Dan Nona Delima saat ini tengah hamil muda"


Deg


Vano memegangi dadanya, bukan serangan jantung ataupun tanda tanda jatuh cinta. Tapi Vano merasa dirinya hancur, wanita yang dicintai nya telah berstatus istri orang, lebih parahnya lagi, dia sudah menghina dengan terang terangan dan sudah menyebutnya sebagai wanita murahan.

__ADS_1


"Terima kasih, kau boleh pergi"


Setelah laki laki itu pergi, Vano membuka amplop yang berisikan tentang data data Delima dan juga fotonya, foto Delima ketika melangsungkan pernikahan, dan foto Delima ketika melakukan pemeriksaan kandungan.


Bukan hanya foto Delima dan juga Kenzo saja, foto foto dari keluarga sampai sahabat bahkan orang yang sedang dekat dengan Delima pun ada


Bahkan disana tertilis jelas, tentang kegiatan kegiatan yang Delima akhir akhir ini ikutin, termasuk pertemuannya dihotel beberapa waktu lain.


Entah bagaimana caranya laki laki berbaju hitam itu mencari informasi dengan rentan waktu yang cepat, tepat dan akurat, tanpa sedikitpun info yqng terlewatkan


"Shittt.....maaf" Vano melihat sebuah foto ketika Delima di hotel, dan menurut keterangannya disana tertulis jika Delima sedang mengunjungi Nyonya Lina, yang tak lain adalah Mamah Vano sendiri. Dan disana juga sudah dijabarkan bagaimana Delima bisa masuk kamar hotel yang bernomor wiro sableng itu.


Dan laki laki yang bersama Delima waktu memasuki kamar hotel 212 adalah Dimas, sahabat sekaligus asisten Kenzo Mahendra "Maaf....maafkan aku, aku salah telah menuduhmu"


Beralih ke foto berikutnya, foto ketika Vano melihat Mario sedang berkunjung ke butik Delima, disitu tertulis jelas nama Mario, siapa dia dan beberapa keterangan lainnya tentang sosok Mario.


Lagi lagi Vano dibuat tercengang dan rasa bersalahnya kini sedang menghantui dirinya.


"Aku gak tau lagi gimana caranya agar kamu bisa memaafkan aku, aku salah salah" gumam Vano lirih


Kemudian Vano beralih ke seseorang yang bersama Delima


"Dia...." tunjuk Vano pada salah satu foto Kenzo


"Kenzo....Kenzo....Kenzo....."


"Arghhh....." serasa kepalanya terasa pening, masalahnya nama dan foto Kenzo Mahendra tidak.lah asing ditelinganya


Ting


Sebuah pesan masuk diponsel Kenzo, tertera nama "Bawel" disana


(Anggap saja ini pesan lewat whatsapp


"*Apa kabar saudaraku?"


"Sangat sangat buruk" balas Vano dengan mengirimkan sebuah pesan


"Why???"


"Aku jatuh cinta pada istri orang"


"Seleramu kenapa jadi turun? Lima tahun men Duda, begitu ingin membuka hati, e dapatnya bekas orang" balas 'bawel'" lagi

__ADS_1


"Kalau bekas tapai single gak apa apa, la ini istri orang" Vano lalu mengirimkan pesan itu


"Bawel.....gimana urusanmu? kapan kamu kesini?" Vano mengirimkan pesan lagi karena sedari tadi belum di balas...


"Aku belum bisa ke Indo, pekerjaanku masih banyak disini"


"Lalu urusan itu?"


"Aku sudah mengurusnya, doakan saja lancar"


"Nama dia siapa? dan bisakah kamu mengirimkan fotonya saudaraku yang bawel?"


"Sapa tau aku ketemu dijalan, kan biar aku sapa dia"


"Oke tunggu"


Selagi menunggu balasan dari saudaranya itu, Vano kembali memikirkan Delima, memikirkan gimana caranya agar dia bisa dekat dengan wanita cantik itu yang sudah masuk dalam hatinya


"Del....aku gak salah kan jatuh cinta sama kamu?"


Ting


Sebuah pesan masuk ke ponsel Vano, sebuah gambar tepatnya.


Vano membuka gambar itu, begitu terbuka dia sangat kaget lalu mencocokkan foto yang ada diponsel nya dengan yang ada di dalam amplop tadi


Vano mengepalkan tangannya "Pantes....aku rasa tidak asing dengan laki laki itu, ternyata..."


"Brengs*k......" Vano mengumpat setelah mengingat tentang kondisi saudaranya beberapa tahun yang lalu


Dan lebih parahnya Vano harus berhadapan lagi dengan dia yang sekarang ada dihati wanita pujaannya itu


"Apa tidak cukup kamu sakiti saudaranya??"


"Kenapa kini kamu harus dengan wanita yang aku cintai?"


"Aku yakin dan sangat yakin jika Delima belum mengetahui kejadian ini" gumam Vano yang dari tadi berbicara sendiri


"Dan aku tidak bisa bayangkan jika itu sampai terjadi"


"Walau aku tau itu hanya masa lalu, tetapi masa lalu yang belum tuntas"


"Delima.....semoga kamu kuat sayank, aku akan selalu berdiri didepanmu untuk melindungimu, aku janji......"

__ADS_1


Vano memegang foto Delima lalu menciumnya, tak terasa Vano juga meneteskan airmata, bukan hanya karena kesalahannya kemarin tetapi juga karena Delima.......


__ADS_2