Cerita Cinta Kita

Cerita Cinta Kita
Promo Novel Baru


__ADS_3

Gadis Penakluk Hati Pak Dosen.


"Kenapa lo!!"


Bayu sedari tadi memperhatikan bos nya, duduk di kursi kebesaran, dengan tangan memijat pelipisnya. Laki laki yang tidak kalah tampannya dengan Arbi itu mendadak memperhatikan bos sekaligus teman sekolah nya dulu. Tidak biasa biasa Arbi muka nya di tekuk dan kucel sepeti cucian yang belum di jermur saja.


"Pusing gue!"


Masih dengan tangan yang memijat pelipisnya, entah itu pusing beneran atau kepikiran sesuatu.


Arbi yang kini sudah berada di perusahaan AJ Group, setelah dari kampus tadi, laki laki berwajah dingin itu langsung ke perusahaan, selain ada hal yang penting, dia juga butuh cerita ke orang lain mengenai masalah nya.


"Mami nyuruh gue nikah secepatnya. Weekend ini harus mengajak Sasa ke rumah. Kalau tidak Mami akan menjodohkan gue dengan anak kenalan nya."


Jawab Arbi sendu, laki laki itu masih mengingat betul bagaimana raut wajah sang Mami yang serius membicarakan soal pernikahan.


Bayu tersentak kaget, dia juga tau tentang Sasa, kekasih Arbi. Laki laki itu melihat ke arah temannya, yang kini sudah berdiri di jendela dengan tatapan mata yang sendu.


Bayu menghampiri Arbi, menepuk pundaknya. Mencoba untuk menenangkan teman nya itu, walaupun itu sangat mustahil sekali untuk dilakukannya.


"Sasa kekasihmu?"


"Ckk...siapa lagi!! apa gue punya pacar selain dia!!, dan lo tau sendiri kan keadaan dia saat ini."


Arbi menatap ke depan, pandangan matanya terasa hampa, pikirannya sudah bingung tidak bisa memikirkan apapun lagi.


"Lalu apa yang mau lo lakukan?"


Tanya Bayu menyelidik, dia sendiri kalau berada di posisi Arbi tidak akan sanggup. Pacarnya koma, sedangkan di sisi lain dia harus menuruti keinginan Mami nya.


"Gue bingung. Tadi gue ke rumah sakit, lihat perkembangan Sasa, tetapi....."


Arbi menggeleng, "Dokter sudah tidak bisa berbuat apa apa. Kalaupun sadar, kemungkinan besar tidak bisa kembali seperti semula, ada bagian bagian yang mungkin tidak bisa berfungsi lagi."


Ucap Arbi dengan raut wajah kesedihan, sepertinya laki laki itu harus pasrah dengan apa yang akan terjadi.


"Duduk dulu Ar. Seperti nya gue ada ide, tapi gak tau ide gue itu baik atau malahan menambah petaka dalam hidup lo."


Bayu yang merasa kasian lalu membawa Arbi ke sofa, dia mempunyai ide yang mungkin itu akan membuat temannya terbebas dari masalah ini, walaupun sejatinya harus menyakiti salah satu nya.

__ADS_1


Mereka berdua sudah berada di sofa. Mata Arbi melihat tajam ke arah Bayu.


"Cepat katakan Bay? kepala ku rasanya mau pecah!!! gue tidak mungkin meninggalkan Sasa, tetapi gue juga tidak mungkin menyakiti Mami.", tegasnya dengan wajah yang pilu.


"Nikah kontrak!"


Ucap Bayu penuh penekanan, dia sudah mikir matang matang ide yang mungkin buruk bagi Arbi.


Arbi menggeleng, dengan sorot matanya tajam yang mampu membuat Bayu ketakutan.


"Lo gila!!! mana mungkin gue mempermainkan pernikahan. Pernikahan itu sakral, bukan untuk dimainkan, dan gue juga maunya menikah sekali seumur hidup."


"Gue tau, gue tau itu. Dan lo juga nikah beneran. Apa lo mau kehilangan Sasa, dan menikah dengan orang lain?? Dan lo juga sanggup melihat Mami terluka?"


"Pikirkan itu Ar!! semua keputusan ada di tangan Lo!"


Arbi berdiri, dia kembali ke kursi kebesarannya, kali ini dia tidak memijat pelipisnya, tetapi mempertimbangkan apa yang di katakan oleh Bayu.


'Nikah kontrak?? sama siapa? tetapi kalau aku tidak melakukan itu, aku akan kehilangan Sasa selamanya, sedangkan Mami menginginkan aku untuk segera menikah. Ah sungguh ini menyiksaku??'


"Nikah kontrak? dengan siapa Bay? lo tau sendiri gue gak pernah dekat dengan wanita lain selain Sasa, dan mana mungkin ada wanita yang mau dengan tawaran perjanjian berkedok pernikahan!!"


Bayu tersenyum, walau dia sebenarnya tidak yakin dengan ide nya itu, tetapi mendengar ucapan Arbi barusan, Bayu jadi yakin dengan ide gila yang di miliki.


Arbi mengangguk, "Iya, gue inget. Tapi gue gak tau gimana orang nya? dari keluarga bagaimana? cantik atau enggak? gue belum pernah lihat.", ucapnya jujur, dia hanya pernah mendengar cerita tentang wanita itu saja, tanpa melihat wajahnya.


"Itu mah gampang. Lo bisa cari tau dia.Yang jelas ajak ketemuan dia, lo bisa manfaatkan kecelakaan kemarin, bilang saja kalau kecelakaan itu karena dia, dan dia harus bertanggung jawab, dengan cara menikah dengan lo." Ujar Bayu dengan mantab dan mungkin sudah di rencanakan.


"Sinting lo!! Lo tau sendiri kecelakaan itu murni kesalahan Sasa, dan wanita itu tidak salah sama sekali, gak enggak.....!"


"Lo nanti yang akan sinting dan jadi gila beneran, jika Mami menikahkan lo dengan wanita lain, otomatis tidak akan ada perjanjian kontrak kontrakan. Dan lo bakal kehilangan Sasa selamanya, iya kalau Sasa is dead, kalau dia sembuh dan sehat, nyesel lo Ar!!"


Arbi tambah pusing, ide dari temannya itu memang gila dan menyesatkan, di satu sisi akan menguntungkan baginya tetapi di sisi lain akan merugikan nya. Arbi masih terdiam, dengan pikirannya masing masing.


"Gue tanya sekali lagi. Lo masih cinta sama Sasa apa enggak?"


"Cinta, gue dari dulu sampai sekarang masih mencintainya, hanya dia yang ada di hati gue."


"Nah, berarti lo masih berharap dia sembuh dan seperti sedia kala kan? agar lo bisa menikahinya.?", tanya Bayu lagi.

__ADS_1


"Tentu dan pasti, di samping gue sudah janji dengan Om nya, gue juga mencintai nya.", ujar Arbi jujur.


"Maka dari itu, lo harus mencari wanita itu, lo tawarkan perjanjian berkedok pernikahan, dan tentunya itu akan sangat menguntungkan bagi lo."


Arbi mengangguk, kali ini dengan terpaksa dia mengikuti ide gila temannya itu.


"Lalu keuntungan bagi dia apa?? gue rasa dia banyak ruginya?"


"Lo ingat ingat lagi, bukannya dulu lo pernah ngobrol dengan sahabatnya yang juga anak dari perusahaan sebelah. Apa aja yang dikatakan oleh laki laki itu?"


Kembali Arbi mengingat perbincangan dengan laki laki yang bernama Dito dua Minggu yang lalu.


[Iya, nama nya Anggi, dia sahabatku sejak kecil. Kasian sekali dia, di usia yang masih muda harus menjadi tulang punggung keluarga nya, bekerja agar bisa menyicil hutan hutang ayah nya di bank.]


[Mm Ayahnya sudah meninggal, serangan jantung karena pabriknya terbakar, dan ibunya dia hanya punya toko kue kecil kecil an, dan itu tentu saja hanya mampu untuk mereka bertahan hidup. Aku jadi kasian sama dia, semoga dia mendapat kan jodoh terbaik yang menyayangi dan melindungi dia.]


"Gue inget Bay, namanya Anggi, dia mahasiswi, sekaligus bekerja di cafe ah cafe nya gue gak tau, yang jelas dia sekarang tinggal dengan ibunya. Ayahnya sudah meninggal dan meninggalkan hutang yang banyak yang mengakibatkan dia setiap bulan harus menyicil nya."


Ucap Arbi kepada Bayu dengan kembali mengingat ingat perkataan Dito dulu.


"Bagus. Itu bisa buat senjata buat lo. Lo bisa tawarkan perjanjian nikah kontrak, dengan lo membayar semua hutang hutang Ayahnya, dan masih tetap mengancamnya akan memasukkan dia ke penjara kasus kecelakaan itu. Gue yakin, dia akan nyerah dan mau nikah kontrak dengan lo."


Arbi mengangguk, semua yang dikatakan oleh Bayu benar, apalagi untuk masalah uang, itu urusan yang sepele dan tidak masalah. Dan laki laki itu bertekad untuk melakukan ide gila temannya, demi pacarnya yang masih koma.


"Satu lagi, lo harus buat perjanjian dengan dia, kalau nanti setalah Sasa sadar dari koma, lo dan dia akan bercerai, kurasa itu tidak akan memberatkan nya.", tegas Bayu.


"Ya ya ya ide lo memang gila dan mau gak mau dan gak ada pilihan lagi, gue harus nerimanya."


"Sekarang tugas lo, lo cari tau siap dia dan asal usulnya. Dua jam lagi gue tunggu kabar itu.",


"Hah gue??", Bayu membrengut kesal, dia lagi yang harus mencari info.


****


Silahkan jika ada yang berkenan bisa mampir ke cerita ku "Gadis Penakluk Hati Pak Dosen"



Setelah Sasa sadar dari koma nya, siapa yang akan dipilih Arbi. Sasa sang kekasih atau Anggi istri sah? atau kedua duanya?? apa malahan Arbi tidak memilih mereka berdua sama sekali?

__ADS_1


Ikuti kisah nya.



__ADS_2