
"Hoek....hoek....hoek...."
Surya berlari menuju ke kamar mandi, dia merasa perutnya seperti di aduk aduk, dan kepala nya pusing juga mual mual
"Aku kenapa?" gumamnya
Hoek....hoek...
Lagi lagi Surya memuntahkan semua makanan yang baru saja di makannya, mulutnya terasa pahit.
Setelah 3 hari dari kejadian panas itu, Surya memutuskan untuk meninggalkan Apartemennya dan kembali ke rumah utamanya bersama dengan kedua orang tuanya.
Surya sebenarnya enggan untuk meninggalkan Apartemen itu, karena terlalu banyak kenangan indah, tentunya hanya kenangannya dengan Delima di malam panasnya dulu.
Tetapi, setelah Surya berpikir, jika dia tetap di Apartemen itu, dirinya akan terus tersiksa karena mengingat malam panas, tapi tidak adanya Delima di sisinya nya. Di dalam pikirannya dan dalam hatinya, Surya ingin dan ingin menikahi Delima dan berharap rumah tangganya dengan suaminya berantakan.
Karena tidak dipungkiri lagi, setelah kejadian satu bulan yang lalu, ha*rat Surya untuk memiliki Delima sangatlah besar
Setelah memuntahkan seluruh isi dalam perutnya, Surya kemudian kembali ke meja makan, karena dari tadi memang dia sedang sarapan dengan kedua orang tuanya.
"Kamu kenapa Ya?" tanya Mamah Surya ketika melihat Putra Tunggalnya muntah
"Gak tau Mah, kepala Surya pusing dan perut mual"
"Kamu juga pucet"
"Mungkin masuk angin Mah, atau kurang tidur"
"Tapi perutku rasanya seperti di aduk aduk, mual banget"
"Mungkin juga, kamu beberapa hari ini pulang malam terus, pasti makannya telat" sambung Papah Surya
"Mah....mamah bisa bikinin aku seblak?? aku pengen makan itu dengan kuah yang pedas dan atasnya di taburin dengan brambang goreng" ucap Surya sambil mengelap air liurnya yang tiba tiba menetes
Mamah Surya tidak menjawab, melainkan memandang wajah Surya yang pucat dengan tangannya mengaduk aduk makanan tetapi tidak memakannya
"Mah????" panggil Surya karena Mamah nya tidak mejawab
"Iya iya nanti Mamah buatin, kamu sebaiknya gak usah ke kantor dulu, biar Roy yang urus Kantor"
Surya menggeleng "Tidak bisa Mah, Roy akan berangkat ke palembang"
"Palembang??"
"Ketemuan ma klien di sana? kayaknya gak ada klien kita yang dari Palembang deh Ya" ucap Papah Surya
"Beli mpek mpek palembang Pah, tiba tiba aku pengen banget makan itu"
Papah dan Mamah Surya saling pendang, dan keduanya lalu menggeleng, heran dengan tingkah Surya pagi ini, mulai dari mual, pengen makan seblak, dan pengen mpek mpek palembang.
"Emang di sini gak ada? sampai sampai Roy harus ke sana?"
"Aku maunya yang langsung dari palembang Mah, yang asli tidak kaleng kaleng"
Mamah Surya menghela nafasnya kasar "Terus kenapa gak kamu aja yang langsung ke sana?"
Surya menggeleng "Aku maunya Roy yang beliin Mah"
__ADS_1
"Aneh" cibir Mamah Surya
"Kayak orang lagi ngidam aja kamu Ya"
Ngidam,....hamil....
"Emangnya, dulu Papah juga begitu Mah?"
"Iya persis kayak yang kamu alami tadi"
"Papahmu setiap pagi selalu muntah, dan dia yang menginginkan sesuatu yang aneh aneh"
"Mamah yang hamil, Papah mu yang ngidam"
Hamil....jangan jangan....batin Surya
"Ini tanggal berapa Mah?" tanya Surya penasaran
"Tanggal sepuluh"
Seketika matanya membulat sempurna, dan kemudian langsung berlari ke kamarnya
Sementara Mamah Surya masih menatap putra nya yang tidal biasa biasanya bersikap seperti
"Surya mau kemana?"
"Ke kamar Pah, aku pusing, hari ini aku ijin ya Pah"
Papah Surya mengangguk, emang kenyataannya seperti itu
"Ya, seblak nya jadi??" teriak Mamah
Surya kemudian memasuki kamarnya, dia langsung mengambil ponselnya. Surya membuka kalender di ponselnya, lalu mengingat ingat tanggal berapa dirinya melakukan itu dengan Delima.
Kemudian Surya membuka Mbah google dan mengetikkan sesuatu di sana.
"Ketemu"
Surya kemudian membaca dan mencocokkan tanggal dan artikel yang baru saja di temukannya. Senyum Surya mengembang ketika apa yang didinginkan selama ini akan menjadi kenyataan
"Semoga kamu bener bener hamil dan mengandung anakku sayang"
"Gak sabar rasanya menunggu sembilan bulan untuk melihat hasil karya kita"
...***...
"Sayang, kamu kenapa? akhir akhir ini sering pingsan"
"Aku gak apa apa Bang, hanya saja sedikit pusing dan tau tau semua nya gelap saja"
Memang sudah tiga hari ini Delima tiba tiba pingsan tanpa sebab yang jelas, dan untung saja kejadian seperti itu waktu dia masih di rumah atau saat di butik, jadi ada orang terdekat yang menolongnya
"Kamu tadi belum makan kan?"
Delima menggeleng "Lagi gak pengen maem Bang"
"Terus pengennya apa?"
__ADS_1
"Jangan aneh aneh, kamu belum makan nasi" lanjut Kenzo
"Pengen di peluk abang aja"
"Abang jangan ke kantor ya?"pinta Delima dengan wajah memelas
" Iya , tapi kamu makan dulu ya, abang suapin"
Kenzo turun ke bawah, lalu mengambilkan makanan untuk istrinya, beruntung Mbok Nah pagi ini masak cumi asam pedas kesukaan Delima, dan juga segelas jus alpukat tentunya.
Dengan tersenyum, Kenzo menaiki tangga satu persatu, kemudian masuk ke kamarnya. Sedangkan Delima masih setia berada di tempat tidur sambil memandangi ponselnya.
"Sayang makan dulu" ucap Kenzo dengan menyendokkan makanan lalu menyuapkan ke mulut Delima
Delima menggeleng, ketika melihat makanan yang ada di piring nya.
"Jauhin itu Bang, aku gak suka, baunya nyengat banget" Seketika Delima langsung menutup mulut sampai hidungnya.
"Loh yank, ini makanan kesukaan kamu loh, dan rasanya juga enak, seperti sebelum belumnya yank, yang masak juga Mbok Nah"
Kenzo langsung mencicipi rasa cumi itu, tetapi apa yang dirasakan sama dengan masakan Mbok nah sebelumnya
"Jauhin Abang, ini juga jusnya bikin aku eneg deh"
Kenzo tambah melototkan matanya, ketika Delima juga menolak jus alpukat, minuman favoritnya
Kenzo yang dari tadi melihat istrinya diam, langsung membawa tubuh Delima kedalam pelukannya
"Kamu kenapa?kenapa kamu tolak makanan san minuman kesukaanmu?"
"Aku juga gak Bang"
Hoek.....
Delima langsung menutup mulutnya dan segera masuk ke kamar mandi. Kenzo langsung mengikuti istrinya dan tangannya memijat tengkuk Delima.
Delima memuntahkan cairan bening dari mulutnya, dan Kenzo masih terus memijat tengkuk Delima
"Bang..aku lemes banget" ucap Delima dengan wajah yang pucat
"Kamu tiduran aja, aku buatin teh manis"
Kenzo turun dari kasur hendak membuatkan teh untuk Delima, tetapi tangannya di pegang oleh Delima
"Abang sini aja, aku hanya ingin dipeluk Abang"
Kenzo menurut, dan membaringkan tubuhnya di samping Delima, dan dengan cepat memeluk erat Delima
"Mau makan apa?? abang akan telpon si Mbok untuk buatin kamu makanan"
"Apapun yang kamu minta, asalkan di makan, akan abang penuhin" Bujuk Kenzo supaya Delima mau makan
"Bener Bang??" tanya Delima memastikan
"Iya, tapi syaratnya di MAKAN"
Delima terdiam, seketika air liurnya menetes ketika membayangkan makanan dengan kuah pedas itu
__ADS_1
"Aku pengen makan Seblak dengan kuah yang pedas dan taburan brambang goreng di atasnya"