
Setelah melepaskan pelukannya, Delima memandang wajah tampan suaminya, dan membalik balikkan pipinya "Gemes deh, kenapa ganteng banget sih, pantes aja jadi casanova, wajahnya aja mulus gini, ganteng"
Selain meraba pipinya, Delima juga meraba bibir milik suaminya, tak lupa tangannya yang nakal mulai menggoda dan menekan nekan dada bidang Kenzo
"Ini juga, kenapa setiap hari semakin semakin deh"
"Semakin semakin apa, bilang aja kamu terpesona dengan bibir dan badan abang"
Lagi lagi tangan Delima mulai nakal, mulai deh penyelusuran hingga menemukan Ono yang masih berada disarangnya, entah apa yang merasukinya, hingga tangan jail Delima sudah menerkam si Ono
Seketika Kenzo matanya melotot, dia begitu kaget dengan tingkah istrinya "Jangan gitu, ntar si Ono bangun!! emang kamu mau tanggung jawab yank?"
Delima menggeleng "Emang dari tadi sudah bangun, aku hanya ingin menggodanya saja, gimana reaksi dia setelah bertemu seharian dengan teman abang, apa masih ter***sang ma aku apa enggak, atau apa jangan jangan udah pindah ke lain hati"
"Terus kesimpulannya gimana?" Kenzo menarik pinggang Delima, dan menatap wajah cantik istrinya
"Masih...tapi aku gak percaya kalau Ono gak bereaksi! tapi aku juga gak mau tanggung jawab, aku hanya ingin menggodanya saja" tegas Delima lagi
"Awas kamu yank, sampe rumah tidak akan aku lepaskan deh"
"Hemmmm...boleh juga bang, aku tunggu"
Kemudian Kenzo mendekatkan bibirnya ke bibir Delima, tetapi tangan Delima menahan, dan dia baru menyadari jika ada sesuatu yang berbeda
"Tetapi, Kenapa ini?" tanya Delima ketika melihat sudut bibir Kenzo agak bengak, dan ada sedikit bekas darah yang mengering
"Oh ini, Biasa lah yank" Kenzo memegang sudut bibirnya itu
"Kenapa hem...abang berantem?"
"Bukan abang yank, tapi abang yang ditonjok"
"Kok bisa?" tanya Delima menyelidik
"Ya bisa, belakangnya a kalo belakangnya u ya jadi bisu"
"Bang Ke aku serius loh!"
"Sama siapa?" lanjut Delima menyelidik
"Trio Sableng" ucap Kenzo dengan mencium bibir Delima singkat
"Ishh...curi curi kesempatan, Trio Sableng??"
Delima berpikir siapa yang dimaksud dengan trio sableng itu.
"Itu yank...Mario, Surya dan si Panu" jawab Kenzo dengan memajukan bibirnya, lagi lagi ini mencuri bibir manis Delima
"Ohhhh....jadi abang kalah nih" sindir Delima
Kenzo menggeleng "Bukan kalah yank, tetapi mengalah"
"Ciehhh.....bilang aja bukan lawannya, abang sih lembek....belajar bela diri sana!" ujar Delima
__ADS_1
Kenzo mengeryitkan alisnya "Lembek??yakin??"
Kenzo semakin mendekatkan wajahnya ke Delima, mencoba mendorong istrinya pelan pelan "Yakin Lembek??"
Delima menggeleng "A....abang mau apa?" ucap Delima dengan terbata bata
"Mau buktiin kalau abang gak lembek, gimana mau?? dan sekalian meminta pertanggung jawaban kamu sayank"
"No bang no....aku...."
Delima memberontak, tetapi Kenzo sudah lebih dulu me**mat bibir manis istrinya, tak lupa juga tanganny mulai mencari mainan barunya yang beberapa bulan lagi akan dikuasai oleh anak anaknya
Ceklek
Pintu ruangan Delima dibuka
Menampilkan sosok laki laki tampan yang sedang memanyunkan bibirnya, karena pagi pagi sudah disuguhi dengan pemandangan yang merusak mata
"Woy....masih pagi!" teriak Dimas
Delima dan Kenzo langsung menoleh, seketika Kenzo menutupi tubuh Delima dan juga mengancingkan baju Delima yang sudah dia buka tadi
"Ganggu aja, dan Stop situ dulu!" teriak Kenzo
Kenzo lalu turun dari tempat tidur milik Delima, karena istrinya itu sudah rapi, begitu juga dengan Dimas yang langsung menghampiri Delima
Dimas melirik Delima "Udah baikan nih, semalem ditungguin dua pangeran"
"Pangeran bertopeng?? bukan baikan malahan tambah pusing aku Kak, tau gak!!"
"Lagi berendam, panas dingin...gara gara lihat aku lagi me**mat bibir istriku"
Dimas menggeleng "Kok gak sekalian kalian tunjukkin jurus Oreo an nya"
"Pengennya sih gitu, tapi takut kalau di gak tahan"
Plakk
Plakk
Seketika Delima memukul wajah suaminya dan Dimas dengan bantal "Mesum!"
"Bro...ni baju ganti elu" Dimas menyodorkan sebuah paperbag ke Kenzo
"Terus baju untukku mana?" tanya Delima karena melihat Dimas hanya membawa satu buah paperbag saja.
"Gak ada Del, suamimu yang posesif itu gak bolehin aku bawa bajumu"
"Astaga Bang Ke, cuma baju aja sampe segitunya deh"
"Segitunya gimana?? jelas aku gak mau jika ada orang lain yang melihat pakaian dalam mu"
"Hah?? terus aku ganti pake apa yank?" tanya Delima yang melirik Kenzo
__ADS_1
"Gak usah ganti, ntar malam dibuka aja, kan cuma berdua dengan abang aja"
"Huf maunya deh"
Dimas melihat Delima, memandangnya sebentar, seakan ada sesuatu yang sedang dipikirkannya. Tapi gak mungkin jika aku menanyakan ini semua, pastinya tidak jauh jauh dari Kenzo
Begitu juga dengan Delima, memandang Dimas, ada sesuatu yang harus ditanyakan juga, mungkin Dimas tau, tidak mungkin lagi, tapi sudah pastilah tau.
Delima akhirnya memutuskan pandangan matanya dengan Dimas
Nanti saja, jika tidak ada Bang Ke
"Bang....aku laper"
"Mau maem apa?" tanya Kenzo yang sudah was was jika istrinya meminta sesuatu yang aneh aneh
"Hemm....sebentar bang, aku pikirkan dulu"
"Hah???"
Kenzo sudah cemas,dia mulai panik kalau kalau istrinya itu lagi lagi menyidam ingin makan sesuatu yang tidak ada disini, sedangkan Dimas malahan menahan senyuman, dia tau kalau Kenzo akan dikerjain habis habisan oleh Delima.
Delima memegang ponselnya, seperti beberapa bulan yang lalu, dirinya saat ini juga lagi membuka buka ponselnya, kalau kalau memang ada sesuatu yang menarik yang membuatnya ingin merasakannya, makanan langka tentunya
"Ketemu!!!" seru Delima senang
"SPG" ucap Delima dengan tersenyum, dia sudah membayangkan nasi dengan tumpukan sayur sayuran hijau dengan saos kacang yang begitu waw gurih, manis asin dan pedas, itu sih menurut yang dia baca barusan, karena Delima juga belum memakannya-
"SPG??? No...uangku udah banyak, ngapain kamu jadi SPG, yang benar saja!"
"Kamu tanpa kerja pun bisa menghabiskan uangku yank, hartaku tidak akan habis yank, sekalipun aku hanya duduk manis saja, dan juga sekalipun aku beli ini Rumah sakit beserta yang punyanya" sombong Kenzo
"Bukan SPG itu!!"
"Kalau bukan itu, terus apa? bukannya SPG itu Sales Promotion Girl"
Delima mencubit perut Kenzo "Ngawur, bukan SPG itu sayank!"
Dimas yang mendengar kata kata asing itu lalu mengembil ponselnya dan mengetikkan sesuatu diponselnya itu, mencari yang namanya mbah google "Makanan SPG" karena sejatinya Dimas juga sama dengan Kenzo sama sama tidak taunya.
Setelah menemukan jawaban dari si mbah mbah itu Dimas tertawa lalu menyerahkan ponselnya kepada Kenzo
"What?? Oh tidak sayang" Teriak Kenzo tidak percaya dengan apa yang dilihatnya itu
Kenzo memandang Delima "Sayank....jangan ya...abang gak mau kesana, bukannya gak mau beliin, tapi abang gak mau ninggalin kamu"
"Jauh sayang...ya...ya.....lagian abang gak paham daerah sana"
Delima sedikit kecewa, tapi detik berikutnya tersenyum manis dan mengangguk
"Tapi aku pengen baget yank, makan itu sambil menikmati suasana distasiun, memandang kereta yang lewat"
*Anak Sultan tapi makanannya ndeso banget
__ADS_1
"SPG~Sego Pecel Gambrengan*"