Cerita Cinta Kita

Cerita Cinta Kita
Nasehat Mamah


__ADS_3

Satu Minggu Kemudian


"Nanti abang pulang cepet kan? gak lucu kalau yang punya rumah datang nya belakangan" ucap Delima dengan memasangkan dasi suaminya, dan tanpa sengaja jari jari manis Delima menari nari di dada suaminya


"Iya, atau abang gak usah ke kantor aja gimana?"


Kenzo mengambil tangan Delima dan memasukkan jari Delima ke mulut nya


"Abang ih"


"Hem....salah siapa pagi pagi udah mancing mancing abang"


"Mancing mancing gimana? gak ada ikannya juga"


"Nih...jari manis yang nakal, udah abang bilang jangan tusuk tusuk di situ!"


"Atau kamu mau abang gak ngantor pagi ini?"


Kenzo sudah merangkul pinggang Delima, dan bersiap siap untuk melancarkan aksinya.


"Jangan macam macam, ini udah siang!"


Cup


"Satu kecupan saja, tapi kurang untuk abang"


"Anak anak gimana yank?" tanya Kenzo setelah melihat kedua anakny tidur pulas


"Gak apa apa, ayok aku antar abang sarapan, mereka masih tidur" ucap Delima


"Kalau bangun?"


"Denger nanti, apalagi Kenza, nangis nya kenceng banget"


"Masak sih, kalau ma abang kok enggak"


"Hemmm....dia lagi narik perhatian abang supaya terlihat kalem, manis dan menggemaskan"


Kenzo menarik hidung Delima "Kayak Mams nya, membuat abang mabuk kepayang"


"Udah ayok turun Bang, nanti telat"

__ADS_1


...***...


Di Kediaman Vano


Vano masih berada didalam kamarnya, menatap langit langit di kamarny yang berwarna putih, dan sesekali melihat ke arah ponselnya, lebih tepatnya pesan masuk yang baru saja dikirimkan oleh Delima.


"Aku harus gimana?? aku ingin ngelupain kamu tapi aku kangen!!"


Vano sebenarnya senang ketika dirinya mendapat pesan dari Delima untuk mengajaknya acara makan makan di rumah baru Delima, tetapi dengan bertemu Delima kembali, itu sama saja membuka hati yang perlahan lahan Vano tutup, walau tidak bisa tertutup rapat.


Dan untuk menolaknya itu juga tidak mungkin, apalagi mengajak Aira, sangat sangat tidak mungkin sekali.


Sudah semunggu ini Vano selalu datang ke Toko Roti Aira, selain bertemu dengan Vikky, Vano juga ingin meyakinkan dirinya, jika Aira yang akan mendampingi hidupnya kelak, walau rasa cinta itu belum ada, namun Vano bertekad untuk segera menikahi Aira, tak lain dan tak bukan hanya demi Vikky, bocah kecil yang masih berusia sepuluh tahun namun dengan berbagai kenyataan hidup yang menakutkan


Tok...tok...tok


"Van...." Mamah masuk ya


Tidak ada suara dari Vano karena dia sedang melamun, dan akhirnya Mamah Lina memutuskan untuk masuk saja. Dilihatnya Vano diatas kasur, dengan mata terpejam namun tidak tidur.


"Van..." panggil Mamah Lina


"Ngelamun?"


"Atau lagi mikirin Delima apa Aira?"


"Hah??"


Vano kaget langsung menatap Mamah Lina


"Gak usah kaget gitu, Mamah dah tau semuanya"


Vano menggeleng "Aku ada undangan ke rumah baru Delima nanti sore Mah, tapi..."


Vano menjeda kalimatnya, dan menatap wajah Mamah Lina dengan bingung


"Kamu ragu dan takut jatuh cinta lagi ma Delima?"


Vano menggeleng "Aku cuma takut gak bisa melepaskannya Mah, hatiku berat untuk meninggalkannya"


Dasar Duda Galau

__ADS_1


"Kalau Aira?"


"Mamah tau Aira?"


Mamah Lina mengangguk "Apa sih yang Mamah gak tau, sudah seminggu ini kamu berkunjung ke Toko Roti janda cantik itu"


Vano tersenyum malu malu, seperti nya Mamah Lina sudah tau banyak tentang Aira


"Mah...."


"Mamah setuju jika kamu ma Aira nak"


"Lupakanlah Delima, dia sudah bahagia dengan suami dan anak anaknya"


"Aira wanita yang cantik dan baik, dia juga keibuan, lagian kamu gak kasian melihat Vikky?"


"Vikky??" bahkan Mamah Lina pun sudah mengenal Vikky


"Iya Vikky, Mamah kasian melihat dia, dari kecil tidak pernah medapat kasih sayang seorang ayah"


"Tapi hati aku masih ke Delima mah, sudah aku coba tapi tetap gak bisa


"Menerima Aira bukan berarti melupakan Delima sepenuhnya, tetapi kamu hanya melupakan rasa cintamu sebagai seorang laki laki dan perempuan, dan menggantinya dengan rasa sayang dan cinta mu sebagai seorang kakak terhadap adiknya"


Vano terdiam mendengar ucapan Mamah Lina yang begitu tersentuh, sedangkan Mamah Lina menghela nafasnya kasar, Putra Tunggal ini kalau urusan cinta memang sangat susah sekali, dia tidak mudah mencintai dan juga tidak mudah melepasakan nya.


Apalagi cinta nya kali ini sangatlah besar, lagi lagi bukan salah cinta, tapi salah Vano yang sudah mencintai istrinya orang


"Nanti sore pergilah nak, dan kamu akan tau jawabnya"


"Kalau Delima bukan istri orang, Mamah juga senang kamu dengan dia, Delima wanita cantik dan baik"


"Aku akan membicarakan ini dengan Delima, jika Delima setuju, aku akan menikahi Aira"


***


*Hadeh gak Mario gak Vano semuanya minta persetujuan Delima, Delima oh Delima


Perlahan lahan Vano dan juga Mario akan mencoba Moven On dan kembali ke jalan yang benar, supaya tidak tersesat mencintai istri orang


Lalu bagaimana dengan Surya*??

__ADS_1


__ADS_2