
"Kalau Delima...?"
Plakk
Satu tamparan berhasil mendarat di pipi Surya lagi, namun bukan lagi dari Papah Gunadi, melainkan dari Mamah Surya
"Mamah"
"Kenapa nampar Surya?"
"Kenapa nampar kamu?? masih tanya kenapa?"
Kini giliran Mamah Surya yang emosi, setelah mendengar kalau Surya dan Alenka bercerai, di tambah dengan ternyata di dalam kamar Surya, banyak tersimpan foto Delima.
"Mamah duduk sini deh" Surya merangkul bahu Mamahnya dan kemudian membawa beliau untuk duduk
"Surya, seperti Papah, Mamah juga kecewa ma kamu"
"Seperti Papah, Mamah juga menginginkan cucu, apalagi melihat foto menggemaskan anak anak Delima, Mamah jadi pengen punya seperti itu"
"Delima sudah melahirkan Mah? wah pasti seneng sekali Jovan dan Erik tentunya, gak kayak kita ya Mah" ucap Papah Gunadi dengan sedikit menyinggung Surya
Wah ni rupanya Orang Tua nyindir aku rupanya, gak tau apa kalau aku juga bisa bikinin mereka cucu dari rahim Delima
"Tunggu dua tahun lagi Mah"
Mamah Surya melongo mendengar ucapan Surya dan sekaligus senang, itu berarti Surya sudah mempunyai calon nya lagi dan baru akan menikah dua tahun lagi.
"Maksud kamu apa? tanya Papah Gunadi
"Apa kamu sudah menemukan seseorang dan baru mau kamu nikahin setelah dua tahun ini?" sambung Mamah Surya
Surya menggeleng, dan tersenyum, dirinya sudah membayangkan adegan panasnya dengan Delima
"Papah dan Mamah menginginkan cucu kan?"
"Dan Papah Mamah mau dari keturunan yang baik baik kan?" lanjut Surya
Mamah dan Papah Gunadi mengangguk, sampai di sini beliau belum paham akan maksud dari Putra nya itu
"Surya!! jangan bikin kami penasaran!!" ucap Papah Gunadi dengan sedikit berteriak
"Delima...."
"Delima akan memberikan kalian cucu"
"Cuma Delima yang boleh menerima bibit anak aku"
Mamah dan Papah Surya seketika kaget,.dan langsung berdiri menghampiri Surya
"Kamu gila Surya, Delima sudah menikah" ucap Papah Gunadi
"Aku tau kalau Delima sudah menikah Pah" seru Surya.
"Lalu?"
"Jangan macam macam kamu Surya?" lanjut Papah Gunadi lagi
"Aku tidak macam macam Pah, aku akan memberikan apa yang Papah dan Mamah inginkan"
__ADS_1
"Cucu kan? tapi tunggu dua tahun lagi" lanjut Surya
"Surya maksud kamu apa?" tanya Papah Gunadi menyelidik
"Aku dan Delima akan berikan Papah dan Mamah cucu"
"Jangan ngawur kamu!"
Surya tersenyum "Aku serius Pah"
"Kamu akan menikahi Delima dan membuat Delima cerai dengan suaminya, gitu?"
"Kalau itu terjadi, aku juga senang Pah, tapi kalau tidak...aku akan buat Delima mengandung anakku"
"Ngawur kamu Surya!!" bentak Mama Surya
"Terserah apa kata Mamah dan Papah, tapi satu hal...jangan pernah mencoba menjodohkanku lagi atau memaksa aku untuk menikah, kalau tidak dengan Delima"
"Karena hatiku hanya untuk Delima"
Papah dan Mamah Surya hanya bisa menghela nafasnya kasar, entah setan apa yang merasuki Putra nya itu, sehingga dia di butakan oleh cinta. Cinta yang salah karena dia mencintai istri orang.
...***...
Jakarta, Indonesia
Sepasang mata sedang berdiri memperhatikan dua box bayi yang ada di hadannya. Delima....wanita yang kini sudah berstatus Ibu Muda itu asik memandangi wajah ke dua baby nya dan sesekali membenarkan selimut yang melorot akibat ulah kaki kecilnya.
Seperti apa kata Kenzo tadi siang, jika siang baby Z ada di kamar bawah, dan jika malam mereka bersama dengan kedua orang tuanya
Ceklek
Pintu kamar Delima di buka oleh seorang laki laki dengan membawa segelas susu dan sepiring makanan. Siapa lagi kalau bukan Kenzo, suami Delima.
Delima mengernyit "aku kan udah gak hamil, ini susu apa?"
Kenzo terkekeh "Emangnya yang boleh minum susu cuma ibu hamil saja?"
"La terus?" tanya Delima
"Ini susu khusus untuk ibu menyusui, kamu harus banyak makan makanan yang bergizi dan juga minum susu ini sebagai pelengkapnya"
"Karena bukan hanya dua baby, tetapi tiga baby harus kamu urus dan kamu beri susu" lanjut Kenzo
"Tiga baby?"
Kenzo mengangguk "Baby Z dan abang"
Delima tersenyum malu malu mendengar ucapan suami nya, bisa bisa nya juga suaminya minta jatah susu seperti ke dua anak anak nya, dan
Cup
Kenzo mencium pipi Delima singkat dengan ekspresi Delima yang masih melongo
"Udah di minum susunya nanti dingin"
Kenzo memandangi baby nya dan dengan sengaja menoel noel pipi gembul mereka "Gemes deh, mengapa kalian cakep cakep banget"
"Bang....awas kalau sampai bangun, abang tidur di luar loh!"
__ADS_1
"Jangan donk yank!"
Delima menaruh gelas susu yang telah habis itu, kemudian melangkah ke balkon kamar nya melihat suasana malam yang indah, tiga hari tanpa melihat bintang rasanya hampa
Tangan Kenzo memeluk Delima dari belakang "Abang besok ngantor ya yank, sebenarnya masih pengen ma kamu seharian, tapi kasian Dimas"
"Pergilah....aku gak apa apa"
"Mami juga besok dah balik, Mamah juga katanya mau ikut Papah" ucap Delima dengan nada sedihnya
"Hai....jangan sedih gitu, atau kamu ikut abang aja, gimana?"
Delima menggeleng "Kasian baby Z, masih kecil, ntar kalau udah satu bulan, baru aku keluar rumah"
"Bang....."Panggil Delima
" Apa?"
"Gimana kalau minggu depan kita adakan bakar bakar an di taman belakang"
Kenzo membawa Delima untuk duduk dengan kepala Delima bertumpu pada paha Kenzo
"Minggu depan? boleh"
"Gak usah banyak orang, cuma yang dekat dekat aja" kata Delima
"Em...undang Mbak Manda juga yank, masih di Jakarta kan?"
"Manda atau Farhan?" goda Kenzo
"Kalau aku bilang Kak Farhan, abang pasti cemburu"
"Ya jelas.!"
Tangan Kenzo sudah masuk ke mana, posisi Delima seperti ini sangat menguntungkan untuk Kenzo
"Masih sakit?" Kenzo memegang bagian bawah Delima
"Udah enggak, tapi belum bisa dipake" seakan tau apa yang ingin di ucapkan oleh suaminya
Kenzo mengangguk "Kalau yang ini?" tangan Kenzo nakal memegang perut Delima
"Geli Bang...jauhin tangan nya"
Kenzo tersenyum, tangan nya memang langsung menjauh dari perut Delima, tetapi berpindah ke dua gundukan kenyal , memegangnya lalu memainkannya.
"Anak anak tadi udah kenyang minum nya sayang?"
Delima mengangguk sembari menahan gejolak yang ada di dalam dirinya, sentuhan Kenzo di dua gunung kembar Delima membuat dirinya meremang seketika
"Bang....ah......" satu de**han lolos dari bibir Delima, Kenzo yang melihatnya semakin tersenyum senang
"Udah di pe*as juga yank?"
Delima mengangguk lagi, dengan matanya yang terpejam seraya menikmati setiap sentuhan yang Kenzo berikan
"Udah kenyang, udah di pe*as juga, berarti sekarang giliran abang ya"
"Abang haus" dengan masih me**mas dan me**lin pu*ing Delima
__ADS_1
"Ah......"
Kenzo langsung membawa Delima ke dalam kamarnya, membaringkannya di ranjang, dan seketika itu Kenzo melancarkan aksinya, meminum susu dari sumber nya langsung