Cerita Cinta Kita

Cerita Cinta Kita
Baby Adella


__ADS_3

Hari beganti hari, minggu berganti minggu dan bulan berganti bulan, kini usia kehamilan Delima sudah menginjak sembilan bulan, berarti tinggal sebentar lagi bayi yang ada di kandungan Delima akan segera lahir.


Sudah satu bulan yang lalu, Delima menghentikan semua aktivitasnya, mulai dari kuliah hingga mengurus butik. Begitu pun juga dengan Kenzo, dia juga memutuskan untuk bekerja dari rumah, dan ke kantor jika ada yang penting penting saja.


"Bang..." panggil Delima yang kini sudah duduk berdua dengan Kenzo


"Kenapa yank??" tanya Kenzo yang sudah membawa kepala Delima untuk bersandar di pundak Kenzo


"Aku takut??"


"Takut kenapa?? bukannya ini bukan yang pertama untuk kamu, lagian juga kondisinya baik baik saja semuanya yank"


"Iya sih yank, tapi rasanya gimana gitu...."


Sebenarnya Delima khawatir, bukan karena masalah proses melahirkannya, tetapi nantinya jika anaknya lahir, Delima sempat memikirkan soal itu.


Tidak ada yang tau mengenai situasi hatinya saat ini, hanya Jeje lah sahabatnya yang bisa dengan leluasa dimintai saran dan pendapat tanpa harus menyinggung perasaan, tapi Jeje sudah satu bulan yang lalu ke Bandung, dia memutuskan untuk menetap di sana karena mengikuti suaminya.


"Aduh....." Delima memegang perutnya


"Kenapa yank?"


"Perutku Bang....sa...kit" ucap Delima dengan terbata bata dan menahan sakit


"Kamu mau lahirin yank?? kan baru sembilan bulan?? kurang sepuluh hari lagi"


Delima tidak menanggapi ucapan suaminya, dan kemudian dirinya bangun dari duduk nya dengan menahan sakit. Tetapi Kenzo masih tetap pada posisinya


"Sayang....bantuin...ini sakit banget" teriak Delima yang sudah mencoba mencari tas yang berisi perlengkapan melahirkan


Kenzo masih terpaku di tempatnya, masih belum percaya antara istrinya mau melahirkan atau tidak


"Abang!!! anakmu mau keluar, gak perlu nunggu sepuluh hari lagi" teriak Delima lagi


Mendengar teriakan Delima, Kenzo seketika langsung menghampiri istrinya dan membawa Delima ke Rumah Sakit.


Sampai di bawah Kenzo melihat kedua anak dan pengasuhnya


"Paps mau kemana?" tanya Kenzi dengan gaya bicara khas anak umur dua tahun, sedangkan Kenza masih asyik bermain bonekanya


"Kenzi, Paps mau bawa Mams ke Rumah Sakit dulu, dedek mau lahir, kamu di rumah ya sama si mbok dan juga Kenza.


Kenzi mengangguk, kemudian menatap Mams nya "Semangat Mams"


Dengan cepat, Kenzo membawa Delima masuk ke mobil dan disana sudah ada Pak Joko yang sudah siap untuk mengantarkan


"Pak cepat sedikit" ucap Kenzo ketika mobil nya sudah keluar dari rumah mewahnya


Di dalam mobil, Delima terus memegangi perutnya dan menahan sakit, sementara Kenzo menghubungi Dokter Tika dan juga keluarga besarnya.


"Bang sakit..." ucap Delima yang sudah mengeluarkan keringatnya


"Sabar sayang, bertahanlah"


Tiga puluh menita kemudian, mobil yang membawa Delima dan juga Kenzo sudah masuk Rumah Sakit. Dan seperti dua tahun yang lalu, Dokter Tika dan beberapa perawat sudah menunggunya. Tidak ketinggalan dengan Vano, dia yang malahan begitu antusias menyambut kelahiran calon mantunya.

__ADS_1


Dokter Tika langsung membawa Delima ke dalam ruang persalinan.


"Mbak periksa dulu, tarik nafas dan buang, rileks dan jangan panik"


Delima mengikuti perkataan Dokter Tika, sementara Dokter Tika dan perawat disana memeriksa tekanan darah dan pembukaan Delima


...****...


Di kantor Surya


Perasaan Surya tidak enak, dari tadi dia tidak enak makan dan mondar mandir ke toilet, rasanya seperti ingin buang air besar tapi tidak keluar keluar


"Aku kenapa?? dan kenapa aku kepikiran Delima??" gumam Surya


Sembilan bulan sejak Surya mengetahui kehamilan Delima, hari ini adalah hari yang paling terberat, dari semalam dia tidak bisa tidur, dan pagi ini pikirannya sudah kemana mana


Kring....kring.


Terdengar suara bunyi telepon dari ponsel Surya, Surya yang mendengarnya langsung mengangkatnya


"Hallo....."


<^>


"Apa??? oke, pantau terus"


"Bertahanlah sayang, semoga kamu baik baik saja"


Surya kemudian bergegas keluar dari ruangannya dan langsung menuju ke Rumah Sakit, tapi sebelumnya dia sudah mengganti bajunya dan juga memakai masker supaya tidak ada yang mengenali.


Sedangkan di Rumah Sakit, Dokter Tiks sudah memeriksa dan mengecek semuanya


Delima sudah lebih tenang, dan Kenzo juga dari tadi masih setia disamping Delima dan memegang tangannya


Sementara Vano, dia masih sibuk menyiapkan ruangan untuk Delima tempati nantinya, dan juga menunggu kedatangan Mamah Lina dan juga Aira.


Suasana di depan ruangan Delima sangat sepi, karena kebetulan Dimas siang ini ada urusan keluar kota, begitupun Mamah dan Mami nya Delima.


"Abang sudah menghubungi Mamah dan Mami??"


"Udah sayang, beliau sudah otewe, tapi mungkin nyampenya sorean, gak apa apa kan?"


Delima menggeleng "Gak apa apa Bang, asal abang tetap disini"


"Aduh....." Delima merasakan sakit lagi di perutnya


"Kenapa yank??"


"Mules Bang, kayaknya mau keluar deh"


Dan tak lama Dokter Tika masuk lagi ke ruangan Delima, karena dia tadi cuma keluar sebentar


"Udah pembukaan sempurna Del, kamu siap??"


"Aku siap Tik, sudah siap memberikan kekuatan untuk istriku"

__ADS_1


Dokter Tika geleng geleng kepala, dia sudah hafal betul dengan tingkah dan sifat temannya itu.


"Ikuti aba aba dari Mbak ya Del,.lakukan seperti dua tahun yang lalu, masih ingat kan??"


"Iya mbak, aku siap"


"Satu....Dua....Tiga, tarik nafas Del"


"Eughhh....." satu tarikan nafs tapi belum berhasil mengeluarkan si kecil dari dalam


"Ayo semangat Del, sudah terlihat sedikit"


Delima mulai menarik nafas sesuai dengan aba aba Dokter Tika


Sedangkan Surya yang baru saja tiba di Rumah Sakit langsung menuju ruang persalinan, ingin rasanya dia masuk ke dalam dan melihat proses persalinan yang diyakini adalah anaknya.


Surya hanya bisa berdoa dari luar ruangan persalinan itu, dan tanpa terasa dia meneteskan air matanya.


"Sayang, keluarlah....Papi sudah di luar, dan maaf Papi tidak bisa masuk, tunggu Papi, tidak akan lama kita akan bertemu"


Oek....Oek....Oek....


Ajaib, setelah Surya mengucapkan itu terdengar suara tangisan bayi dari dalam ruang persalinan, dan sayup sayup Surya mendengar jika bayi yang baru saja keluar berjenis kelamin perempuan


"Alhamdulillah, selamat datang ke dunia baby girl nya Papi Surya"


Kemudian Surya segera pergi dari ruangan Delima, karena melihat Vano dan juga Mamah nya sedang menuju ke ruang persalinan.


"Papi tinggal dulu, nanti Papi kesini lagi" gumam Surya dan langsung meninggalkan tempat itu.


Sementara di dalam, Kenzo menggendong anaknya dan mengadzaninya.


"Selamatya Del, baby nya cantik banget, kali ini lebih cantik dari baby Kenza, dia lebih mirip ma kamu" ucap Dokter Tika di sela sela membersihkan bagian bawahnya Delima


"Dia dimana mbak, aku jadi penasaran"


"Lagi di adzani ma Papahnya" Dokter Tika menunjuk ke arah Kenzo


Merasa di perhatikan oleh Delima, dan Kenzo juga sudah selesai, Kenzo mendekat ke arah Delima dengan membawa baby girl ditangannya.


"Sayang, terima kasih, dia cantik, cantik banget yank"


Cup .


Kenzo langsung mencium bibir Delima singkat.


"Ih abang"


Delima memberikan Asi untuk baby girl nya, dan menatap lekat lekat wajah cantik bayi mungilnya itu.


Kenzo mendekat memeluk tubuh Delima dan bayi cantiknya itu.


"Abang sudah punya nama untuk si cantik ini Bang?"


"Sudah dong sayang, seperti kedua kakaknya abang juga akan memberikan nama yang cantik untuk si cantik ini"

__ADS_1


"Adella Pradipta Mahendra"


"Sekarang, abang punya kamu, Kenzi, Kenza dan juga Adel, yang akan melengkapi hidup abang, menemani abang sampai tua"


__ADS_2