
Ceklek
Kenzo membuka pintu Apartemennya, dan kelihatan sepi. Biasanya setiap pulang duluan istrinya selalu menunggunya sambil nonton tivi. Tapi ini, kosong.
"Sayang....." panggil Kenzo karena tidak mendapati istrinya ada disana.
Tidak ada jawaban, karena Delima sedang tidur, ya setelah pertemuannya dengan Vano tadi, Delima memutuskan untuk langsung ke Apartemen saja.
Kenzo langsung menuju ke kamarnya, untuk melihat kemungkinan istrinya berada disana.
"Tidur toh rupanya"
Kenzo mendekati Delima kemudian mengecup keningnya lama, tetapi sebelumnya Kenzo memegang kening Delima siapa tau demam
"Euhhhhhhhh....." Delima mengerjap ngerjapkan matanya, karena merasakan sesuatu menempel dikeningnya "Sudah pulang yank? maaf ya aku ketiduran"
"Udah maem?" tanya Delima dengan mengelus pipi suaminya
Kenzo menggeleng
"Aku masakin sebentar, abang mandi dulu"
Belum sempet Kenzo menjawab, Delima sudah turun dulu dari tempat tidurnya dan menuju ke dapur.
"Sayank maafkan aku" gumam Kenzo lirih kemudian ke kamar mandi.
**
Malam semakin larut, Delima kini bersama dengan Kenzo. Kenzo yang sedang didepan laptopnya mengerjakan sesuatu yang penting, sedangkan Delima duduk disamping Kenzo dengan memainkan ponselnya, bukan maen game tetapi baca novel online dari pada gabut.
Kenzo melirik sekilas istrinya, kemudian menghentikan aktivitasnya sejenak "Kamu kenapa yank?"
"Haah?" Delima menoleh tetapi masih memegang ponselnya
Kenzo mendekat dan mengusap airmata yang tanpa sengaja menetes dipipi istrinya "Kok nangis? kenapa?"
Delima tersenyum tetapi juga matanya masih berkaca kaca "Ini....aku terharu" ucap Delima dengan menyodorkan ponselnya.
Kenzo menggeleng "Gak usah dibaca, kalau itu buat kamu nangis"
"Abang gak suka" Kenzo kemudian mengecup kening Delima
"Kasian yank?" ucap Delima dengan memandang mata Kenzo
"Why???"
"Kasian pemeran utama nya, istrinya dibohongin oleh suaminya, sebelum menikah dengan istrinya ini, ternyata suaminya sudah menikah, tetapi tidak menceritakan ke istrinya
Deg
Kenzo seakan tetsindir dengan apa yang diucapkan oleh Delima,
"Apa benar jika cerita yang Delima baca seperti itu isinya, atau mungkin Delima sudah tau kebenarannya , tapi pura pura dan menutupinya" batin Kenzo
"Coba lihat!" seru Kenzo yang begitu penasaran dengan cerita yang dibacanya
"Abang mau baca juga? tumben?"
"Penasaran yank, habisnya kamu sampai sedih gitu"
Delima memberikan ponselnya kepada Kenzo "Awas nangis" ledek Delima
Kenzo membacanya, dan begitu kaget karena cerita yang di novel itu hampir sama dengan kisah hidupnya
__ADS_1
"Gimana yank?" tanya Delima karena melihat Kenzo yang diam, tidak bersuara juga tidak menangis
Kenzo melihat Delima, dia mencoba tersenyum, walaupun dirinya juga merasa bersalah.
"Kenapa?" Delima mengulangi pertanyaannya.
Kenzo menghela nafas dan membawa Delima ke pelukannya "Yank, seandainya aku melakukan kesalahan yang besar, kamu mau memaafkanku?"
Delima menatap Kenzo "Ya tergantung"
"Kok gitu?" tanya Kenzo lagi karena jawaban dari Delima yang menggantung.
Delima menghela nafas "Ya tergantung seberapa besar kesalahan abang lah"
"Kalau salahnya fatal gimana?"
"Tergantung juga seberapa lagi fatalnya" ucap Delima dengan memutar mutarkan jawaban.
"Tapi aku paling gak suka kalau dibohongin" ujar Delima lagi
Kenzo hanya diam, dia masih belum bisa untuk membicarakan hal yang penting kepada Delima. Bayang bayang Delima meninggalkannya sudah ada didepan mata, dan Kenzo gak sanggup bila itu terjadi.
"Abang tadi sudah baca kan?"
Kenzo mengangguk "Terus?"
"Kalau aku jadi istrinya, akan aku tinggalin suaminya"
Deg
Kenzo seketika kaget mendengar ucapan Delima, pasalnya cerita di novel itu hampir sama dengan masa lalunya
"Buat apa bersama dengan orang selama ini membohongi kita"
Kenzo seketika membawa Delima lagi ke dalam pelukannya "Kejam sekali istriku"
Cup
Delima mencium pipi Kenzo "Bercanda yank"
"Tapi kan abang tau sendiri kalau aku gak mau dibohongin"
"Kalau misal abang yang bohongin kamu gimana?" tanya Kenzo
Delima melepaskan pelukan Kenzo "Aku akan tinggalin abang" dengan menatap tajam mata Kenzo
"Jahat kamu yank!" Kenzo menarik hidung mancung Delima
"Habisnya abang emph....."
Kenzo langsung menyatukan bibirnya dengan bibirnya istrinya, menik mati dinginnya malam dengan saling bertukar saliva.
"Masuk yuk, abang cuma bercanda"
Kenzo langsung menggendong Delima menuju ke dalam kamar panas, tetapi dari tadi mata Delima masih melihat tajam ke arah Kenzo
"Kayak ada yang disembunyikan dari Bang Kenzo" batin Delima
Kenzo merebahkan tubuh Delima pelan diatas tempat tidur, dengan posisi Kenzo yang berada disamping Delima dengan tangannya menahan kepala Kenzo
"Kenapa?' tanya Kenzo karena melihat istrinya aneh
Delima memiringkan badannya, sekali lagi menatap wajah suaminya "Abang gak sedang bohongin aku kan?" tanya Delima menyelidik
__ADS_1
Kenzo menggeleng "Gak ada alasan untukku membohongin kamu yank, aku sayang banget ma kamu, bahkan aku rela menukar nyawaku demi kamu"
"Shuttt" Delima menempelkan jari telunjuknya ke bibir Kenzo "Jangan ngomong kek gitu, aku takuut"
"Takut Kenapa?" Kenzo menarik jari Delima dan memasukkan ke mulutnya
"Ih jorok!" ucap Delima dengan menarik jarinya.
Kenzo semakin mendekatkan wajahnya "Takut apa?" bisik Kenzo ditelinga Delima dengan memainkan rambut Delima dan sekali kali mencium wangi sampo yang menjadi candu Kenzo.
"Takut kalau abang terkam?" Delima menundukkan wajahnya, pura pura malu, padahal mau
Kenzo tersenyum dengan menaikkan alisnya "Seperti ini" Kenzo memposisikan tubuhnya tepat diatas Delima, dengan bantuan tangan sebagai penompang tubuhnya agar tidak benar benar menindih Delima
Delima kaget, bisa bisanya suaminya langsung berada di atasnya, tanpa aba aba terlebih dahulu
"Kenapa? masih takut" ucap Kenzo dengan membelai pipi dan mengusap lembut bibir Delima"
Delima mengangguk tetapi setelah itu juga menggeleng
"Atau mau model gini?"
Delima seketika melotot manakala bibir Kenzo sudah berhasil mencium bibir Delima dan mengabsen seluruh isinya.
Kenzo melepaskan ciumannya "Mau lanjut?" dan mengusap lembut bibir Delima dengan jarinya
Delima menggeleng dengan senyum manisnya
"Yakin? gak pengen mainin Ono?"
"Pengen!" jawab Delima lirih
"Sekarang ya?" tangan Kenzo mulai membuka kancing Delima bagian atas
"Stop!" Delima menahan tangan Kenzo
"Mereka?" lanjut Delima dengan menuntun tangan Kenzo untuk mengelus lembut perut buncitnya
Kenzo tersenyum, pikiran dia sudah kemana mana, dia pikir Delima sudah tidak mau diajakin begono an
"Masih aman sayang, pelan pelan seperti biasa"
"Tapi kan perutku sudah besar yank, takut kalo mereka...."
"Mereka tidak kenapa kenapa, abang jamin, mereka kuat seperti emaknya, lagian abang kangen"
"Modus, tiap hari aja dijengukin kok bilang kangen"
Kenzo geleng geleng kepala dan juga gemas melihat istrinya yang malu malu tapi mau.
"Gimana?"
Delima mengangguk "Gak boleh lebih dari satu jam, dan gak boleh lebih dari satu ronde"
"Sepakat!!"
Kenzo langsung melakukan aksinya, aksi panas dimalam yang dingin sesunyi ini.
******
Adegan panas panasnya selama Delima masih hamil di cancel dulu, nanti kalo sudah melahirkan baru tancap gas lagi.
Perlahan lahan konflik mulai muncul
__ADS_1