
Ceklek
Semua mata tertuju pada seorang wanita cantik dengan rambut yang digerai rapi.
"Sorry....sorry langsung masuk saja, tidak ketok pintu dulu, jadi ganggu deh" ucap Delima ketika memasuki ruang inap Vano, dan melihat ada seorang wanita cantik bersama dengan Vano
Vano memandang Delima, dia tau apa yang dipikirkan wanita pujaannya itu "Masuk Del....sini!!"
Delima mengangguk kemudian berjalan menuju ke samping Vano
"Sekali lagi maaf mengganggu kalian berdua" Delima masih merasa tidak enak karena antara Vano dan juga Manda malahan saling bertatap muka
Berbeda dengan Manda, sejak pintu kamar Vano dibuka, mata wanita itu sudah tertuju pada pintu dan tidak akan melewatkan sedikitpun pandangan matanya
Pantes, si Vano ngebet banget, bening gini
"Oh ya Del...kenalin ini sepupu aku, Amanda, dia baru pulang dari Jerman"
Deg
Delima kaget, karena nama sepupu Vano sama dengan nama seseorang yang tadi pagi menelpon suaminya, dan juga sama berasal dari Jerman
Delima mengulurkan tangannya "Delima"
Begitu juga dengan Manda "Amanda, panggil saja Manda"
Delima meletakkan parcel yang dibawanya tadi, dan sejenak Vano tersenyum dan menoleh ke arah Delima
"Gak usah repot repot, kamu kesini saja aku udah seneng" ucap Vano dengan terus menatap wajah Delima
Sedangkan Manda, wanita itu sama seperti saudaranya yang juga memandang wajah cantik Delima
"Gak apa apa Mas, maaf kemarin ya" Delima duduk disamping tempat tidur Vano
"Aku yang seharusnya minta maaf, aku banyak salah ma kamu" Vano meraih tangan Delima, tetapi dengan segera Delima melepaskannya
"Lupakan aja..."
Delima diam sejenak, merasa canggung berada disini, apalagi dari tadi Vano terus menatapnya.
"Mbak Manda seorang model?" tanya Delima tiba tiba, ya sekedar basa basi dan supaya apa yang dipikirkan tadi terjawab
Manda mengangguk "Iya Del"
"Sudah lama di Jermannya?" pertanyaan Delima seakan menyelidik dan ingin tau semua tentang Manda
__ADS_1
"Aku asli sini, tapi pekerjaanku yang mengantarkan aku ke negara orang" lirih Manda
"Kenapa?"
"Gak apa apa, mbak cantik pantes bisa go Internasional" puji Delima
"Ah kamu bisa aja, kamu malahan lebih cantik Del,.masih muda lagi, pantesan si Duda kepincut ma kamu"
Delima tersipu malu, sedangkan Vano dari tadi masih mendengarkan obrolan yang tak begitu penting dari sepupunya dan juga wanita yang dicintainya.
"Ah itu dasarnya aja sepupu mbak yang matanya gak bisa dikondisikan, udah tau aku istri orang dan sedang bun ting aja masih dipepet" ucap Delima ceplas ceplos dan memang itu kenyataannya
Vano mulai angkat bicara "kalau dirumah kamu milik suamimu, sedangkan disini kamu milikku"
"Ha??" sontak Delima dan Manda kaget mendengar ucapan Vano yang tanpa disaring itu.
"Tuh kan, mbak bisa dengar sendiri seberapa gilanya saudara mbak itu"
Manda hanya mengangguk, memang benar wanita cantik didepannya ini bisa membuat kehidupan sang Duda itu jungkir balik, dan bisa membuat seorang Kenzo Mahendra juga sampai bertekuk lutut kepadanya
Benar benar wanita yang sempurna kamu Delima, pantas saja suamimu begitu takut kehilanganmu
"Mbak Manda sudah menikah?"
Deg
"Su- dah" jawab Manda dengan terbata bata, memang pada kenyataannya dia sudah menikah, walaupun dengan terpaksa
"Tapi sudah proses perceraian" bukan Manda tetapi Vano yang ikut menambahi jawaban yang dilontarkan Delima
"Oh maaf mbak, aku gak tau"
Manda menggeleng "Gak apa apa, karena memang sudah takdirnya seperti itu"
Delima menunduk, merasa tidak enak dengan apa yang telah ditanyakan tadi, padahal niatnya agar si Duda itu tidak menatapnya terus
"Em...jadi model enak gak sih mbak?" tanya Delima yang mencoba memecah keheningan
"Enak gak enak Del"
"Kok bisa?"
"Kalau itu hobi sih enak enak aja, tapi kalau paksaan dan tuntunan pekerjaan ya gak enak" jawab Manda asal entah itu jawaban yang benar atau tidak, tapi jujur didalam lubuk hati Manda dia seakan akan sudah diinterogasi oleh Delima, seolah olah Delima sudah tau tentang masa lalunya dengan suaminya
"Kenapa emang Del?"
__ADS_1
"Aku dulu sempat kepengen jad model tapi keburu dikawinkan" jawab Delima dengan tertawa
"Kamu ini Del aneh aneh aja, lalu suamimu gak ngijinin kamu gitu?" tanya Manda
"Aku juga gak ngijinin kamu jadi model deh" teriak Vano yang dengan sengaja ikut ngobrol
Delima menatap Vano dengan sangat tajam "Halu aja sih Om" gemes Delima nyampe memanggil Vano dengan sebutan Om
"Haaaaaaa......" Manda yang mendengar itu jadi tertawa keras
"Gila...gila...baru kali ini melihat seorang Galvano dibuat mati kutu dengan seorang wanita, hebat kamu Del"
"Tapi cocok juga loh, emang cocok banget, Delima umur kamu berapa?"
"Sembilan belas tahun mbak"
"Pantes .....pantes kalau kamu dipanggil Om Van, beda umur kalian aja jauh banget, gila...gila...emang kamu Van, ini bukan muda lagi tapi sangat sangat muda, untung saja Delima tidak mau"
Vano melotot merasa diriny sedang dibuly oleh dua orang wanita cantik didepannya itu.
"Oke.....gak masalah Del, jika kamu panggil aku Om, berarti kamu aku panggil Baby, dan kamu adalah sugar baby ku, tidak ada penolakan"
Delima yang mendengar itu langsung mencubit perut Vano "Au....sakit baby"
Sedangkan Manda hanya diam dan memperhatikan tingkah Vano dan Delima
Semoga kelak jika kamu tau yang sebenarnya, kamu tidak akan membenci aku ya Del, dan kamu akan tetap tersenyum seperti ini.
"Suami mbak namanya siapa? sapa tau suamiku kenal" Entah mengapa tiba tiba Delima mengatakan itu, bukan tanpa alasan, karena tadi tidak sengaja atau hanya berpura pura mengatakan bahwa suami yang akan menjadi mantan Amanda adalah seorang pengusaha.
Deg
Vano dan Manda saling pandang, untuk sekarang baik Vano maupun Manda tidak ingin membongkar rahasianya dulu, mengingat kondisi Delima.
Manda masih diam, dia tidak tau jawaban apa yang akan diucapkannya, karena pertanyaan Delima ini jauh dari apa yang dipikirkan.
"Nama mantan suamiku A....."
"Man, bukankah kamu ada janjian ma Mamah Lina? udah waktunya tuh! ntar keburu Ibu Suri ngamuk" ucap Vano mencoba mengalihkan pertanyaan yang diberikan oleh Delima
Manda yang mengerti langsung menepuk jidadnya "Oh iya lupa lupa, keasyikan ngobrol ma wanita cantik sih" ujar Manda yang langsung mengambil tasnya.
Manda menatap Delima "Maaf gak bisa nemenin kamu"
"Gak masalah mbak"
__ADS_1
Kemudian Manda meninggalkan mereka berdua tetapi sebelumnya membisikkan sesuatu di telingan Vano "Makasih, kamu udah nyelametin aku"
Sementara Delima memikirkan sesuatu setelah kepergian Manda "Aneh...aku rasa ada yang disembunyikan