
"Sayank....." panggil Kenzo yang saat ini sedang memeluk Delima.
"Hem" Delima mendongakkan wajahnya, karena dirasa masih pagi, lagian juga kuliahnya masih nanti siang
"Boleh abang tanya?"
"Mau tanya apa? kalau bisa aku jawab ya aku jawab, tapi kalau gak ya aku minta bantuan" jawab Delima yang mencoba menarik selimutnya, agar tubuh po*losnya tidak kelihatan oleh suaminya yang mesum.
Kenzo mencubit hidung mancung Delima "Kayak acara kuis aja"
Delima tesenyum dengan mempererat pelukannya ke tubuh suaminya, begitu hangat dan nyaman
"Ya Tuhan, semoga akan selamanya seperti ini"
Entah mengapa akhir akhir ini Delima merasa gelisah, merasa akan ada sesuatu yang akan dihadapi kedepannya. Bahkan setiap berada disisi suaminya, Delima merasa tidak mau kehilangannya, dan ada perasaan yang aneh ketika memandang wajah Kenzo, apalagi ketika melihat mata Kenzo
"Abang mau tanya apa? aku tungguin dari tadi kenapa masih diem aja?"
"Galvano Adriansyah..." Kenzo langsung nenyebutkan nama laki laki yang akhir akhir ini membuat resah dirinya
"Mas Vano?" ulang Delima menyebutkan nama laki laki itu
"Siapa dia yank? dan ada hubungan apa dengan kamu?"
"Abang nyurigain aku?" Bukannya menjawab malahan balik nanya
Kenzo menggeleng "Bukan begitu"
"Terus apa?" Delima mendekatkan wajahnya dengan wajah Kenzo
Cup
Kenzo mencium bibir Delima singkat "Cemburu!!"
"Abang cemburu jika istri abang yang cantik ini dideketin kucing garong"
"Yang penting kan akunya gak suka ma kucing garong"
"Aku gak suka kucing"
"Aku lebih suka kadal" lanjut Delima, lalu menatap wajah Kenzo
"Kadal?"
Delima mengangguk "Kadal jantan yang tampan, tapi juga ngeselin, karena kadalnya juga mantan buaya"
Kenzo mengeryitkan alisnya "Kok bisa? mana ada kadal mantan buaya"
"Ada" jawab Delima singkat
"Mana?" Kenzo mendekatkan wajahnya dan menarik dagu Delima. Entah kenapa rasanya mencium bibir Delima adalah candu baginya.
__ADS_1
"Ini....bentar lagi juga kadalnya nyosor nyium aku" Delima memalingkan wajahnya, hingga tangan Kenzo yang menarik dagunya terlepas.
"Hem.....abang tau kadalnya"
Cup
Kenzo menarik dagu Delima lagi, kini bukan hanya mencium tapi me**mat bibir manis Delima
"Dasar kadal mesum" ucap Delima ketika Kenzo selesai me**mat bibir Delima
"Jadi, siapa di panu panu itu?"
"Dia pemilik Restoran Casablank, seorang Duda, kata orang orang sih Duteng alias Duda Ganteng"
"Kalau kata kamu sayang?" tanya Kenzo yang dadanya sudah naik turun menahan cemburunya
"Ya gantenglah.....mata aku masih normal, bisa bedain mana yang kualitas unggul mana yang tidak"
Kenzo mengangguk, memang tidak dipungkiri jika Vano adalah laki laki yang mempunyai wajah tampan, walaupun dia seorang duda
"Kayaknya dia suka ma kamu yank?"
"Bukan kayaknya lagi, tapi emang iya" jawab Delima santai
"Berarti dia sudah pernah nembak kamu yank?"
"Bukan sudah lagi, tapi sering"
"Kamu gak cerita kalau dah nikah?"
"Udah...lagian gak perlu aku ceritain dia dah tau, apalagi dengan perutku yang buncit ini" ujar Delima
"Terus dia gimana?" tanya Kenzo lagi menyelidik
"Reaksinya? biasa aja yank"
"Kok gitu?" Kenzo mulai resah dan gelisah "Kayakmya dia cinta banget ma istriku yang cantik ini"
"Bukan kayaknya, emang iya" lagi lagi Delima menjawab pertanyaan Kenzo dengan santainya dan apa adanya, karena memang itu kenyataannya
"Abang pernah dengar gak, jika seorang Duda sudah jatuh cinta, maka dia akan berusaha mengejarnya, walaupun yang dikejar sudah mempunyai pasangan dan lagi pantang menyerahs sebelum mendapatkannya " ucap Delima dengan asal, dia juga cuma menduga duga dan mengarang cerita, mana ada pernyataan seperti itu, tapi dia ingin tau reaksinya Kenzo aja
Kenzo menggeleng "Belum pernah dengar, tapi abang kawatir yank, kalau yang pernyataan itu benar"
Ya jelas gak pernah dengar lah Bambang, la wong aku cuma ngarang, eh tau nya abang kepikiran
"Abang tenang aja, walaupun ada sejuta Duteng kayak Mas Vano, aku cuma suka ma abang, kadal mantan buaya"
"Kecuali kalau abang macem macem, aku bakalan mencari Duteng itu dan meninggalkan abang"
Deg
__ADS_1
Lagi lagi Kenzo merasa jika Delima sedang menguji dirinya, seakan akan Delima sudah tau yang sebenarnya tetapi menyembunyikannya
Gak usah dipikirin "Abang mandi dulu, aku siapkan sarapannya"
Kenzo mengangguk "Susunya aku yang buat yank"
Seperti rutinitas tiap paginya, disaat Kenzo mandi, Delima membuat sarapan, untuk mandi bareng dengan adegan plus plus nya jarang sekali dilakukan bahkan hampir gak pernah melakukan begono an dikamar mandi
Kring....Kring
"Siapa sih yang nelpon pagi" gumam Delima karena dia masih sibuk membuat sarapan.
Dering telepon tidak terdengar lagi, berarti sang penelpon sudah mematikan panggilannya karena tidak adanya jawaban. Delima tau kalau yang berbunyi itu adalah ponsel milik suaminya, dan pastinya Kenzo tidak mendengarnya.
Ponsel Kenzo berbunyi lagi, Delima mencoba memanggil suaminya, sapa tau sudah selesai mandi "Bang......" teriak Delima, sedangkan ponsel itu terus berbunyi
"Bang....ponselnya bunyi tuh" Delima menambah volume suaranya, karena mungkin dirasa suaminya tidak mendengar teriakan Delima
Sama......tidak ada jawaban dari Kenzo. Karena merasa berisik dengan ponsel yang dari tadi terus berbunyi, akhirnya Delima memutuskan untuk ke kamar dan melihat siapa yang nelpon pagi pagi, dan tanpa berniat untuk menekan tombol hijau.
Delima sampai di kamar, dan mendapati ponsel Kenzo masih berdering. Delima tidak mengambil ponsel Kenzo tetapi mengetuk pintu kamar mandi
"Bang....dari tadi ponselnya bunyi tuh" teriak Delima didepan pintu
"Angkat aja sayang, abang masih keramas, paling juga Dimas yang pagi pagi menelpon"
Tanpa menjawab, Delima langsung menuju ke sumber suara ponsel itu berdering, lalu diambilnya
Amanda calling
Delima membulatkan matanya dan menerka nerka siapa Amanda, sedangkan yang dia tau sekertaris Kenzo namanya Danis dan belum berubah apalagi ganti nama
"Atau orang kantor?"
"Ah mana mungkin jam segini nelpon, lagi pula aku juga tau dikit dikit lah nama nama karyawan Bang Ke" gerutu Delima
Delima belum berniat untuk menekan tombol hijau "Bang....."
Kenzo yang masih didalam seketika menghentikan aktivitas nya mencuci rambutnya "Angkat aja yank, berisiik tau....."
"Tapi......" lagi lagi Delima membiarkan ponsel Kenzo berdering tanpa ada niat sedikitpun untuk menjawabnya.
"Yang....angkat aja, emang siapa sih yang nelpon" Kenzo masih bersuara di dalam kamar mandi, nanggung jika keluar hanya untuk mengangkat ponsel saja
Delima menghela nafas, mencoba mengatur detak jantungnya, entah kenapa begitu melihat tulisan dengan nama Amanda, hatinya sedikit gelisah
Ada apa ini, ada apa? kenapa perasaanku jadi tidak enak gini
"Sayang....masih disitu kan?" tanya Kenzo yang masih mendengar ponselnya berbunyi
"Sayang....siapa sih yang nelpon kok kamu gak angkat"
__ADS_1
Amanda Calling ucap Delima dan langsung meletakkan ponsel Kenzo