
"Inget!! elu harus ngalah, ingat kondisi Delima, jelasin semuanya tanpa ada yang ditutupi, jika Delima tak bisa menerima, biarkan dia menyendiri dulu, jangan paksa jika Delima tidak mau, pokoknya elu harus buat Delima nyaman"
Nasehat Dimas panjang kali lebar kanyak emak emak komplek yang lagi nghibah.
"Thanks bro, gue masuk dulu, bawa aja ini mobil"
Kenzo keluar dari mobilnya dan langsung menuju ke apartemennya, dia tau kalau istrinya pasti belum pulang
"Aku akan menunggumu sayank"
Satu jam telah berlalu, Delima yang sudah capek menenangkan hati dan pikirannya, akhirnya memutuskan untuk kembali ke apartemennya saja. Dia mencoba bersikap dewasa, semua masalah harus dibicarakan tidak untuk dihindari tentunya.
Ceklek
Delima membuka pintu apartemennya
"Sepi...tapi mobil Bang Ke gak ada di bawah"
"Huff....bukannya mencariku untuk meminta maaf, malahan gak ada, apa sih maunya tuh orang?"
"Abang maunya kamu dan anak anak kita"
Grep...Kenzo memeluk Delima dari belakang "Sayang..abang kangen, abang khawatir ma kamu dan juga anak kita" Kenzo kemudian membalikkan tubuh Delima, menatap wajah Delima lekat, dan sejenak Delima juga terpana dengan sentuhan sentuhan, tetapi......
"Lepas Bang....!!"
Delima memberontak ketika Kenzo mempererat pelukannya
"Lepas!"
"Jangan sentuh aku Bang"
"Aku gak sudi disentuh oleh pembohong kayak abang, aku benci ma abang!!"
Kenzo terpaksa melepaskan pelukannya karena Delima bener bener meronta, Kenzo takut terjadi apa apa dengan Delima dan anak anaknya.
Delima memasuki kamarnya, mengambil koper dan mengambil baju bajunya yang ada di lemari
Niat Delima bukan ingin pergi dari apartemen ini tetapi hanya pisah kamar saja untuk sementara, sampai Delima bener bener bisa menerima
Kenzo mengikuti Delima, dia begitu kaget melihat istrinya memasukkan baju bajunya ke dalam koper
"Sayang, jangan seperti ini!"
"Oke, abang minta maaf, abang akui abang salah, tapi please.....jangan tinggalin abang"
Baju Delima yang sudah dia taruh di koper, diambil oleh Kenzo dan dimasukkan lagi ke dalam lemari
"Sayang...kamu boleh hukum abang apapun, tapi jangan tinggalin abang, abang gak bisa hidup tanpamu yank"
__ADS_1
Delima masih terdiam, dengan beruraian air mata, kembali mengambil baju yang dimasukkan Kenzo ke lemari lalu dimasukkan lagi ke koper.
"Sayang...stop!!! dengerin abang"
Kenzo memegang tangan Delima,.dan mengajak Delima untuk duduk
"Apa yang mau abang jelasin? bukannya semuanya sudah jelas!!" Delima menatap mata Kenzo dengan penuh kebencian dan kekecewaaan.
"Tega ya abang, perlakuin aku kayak gini, disaat aku hamil anak abang"
Kenzo menggeleng "Gak Del....gak seperti itu"
"Lalu seperti apa??"
"Apa abang lebih rela jika abang kehilangan istri abang dibandingkan dengan abang harus jujur semuanya ke aku"
"Apa sejujurnya jujur itu sulit untuk abang, sehingga lebih memilih membohongiku"
"Apa aku tidak ada arti apa apanya lagi dikehidupan abang setelah abang menemukan kembali istri pertama abang"
Delima menangis, jiwanya bener bener rapuh, airmata yang dia tahan untuk tidak dia keluarqkan akhirnya pecah juga.
Melihat istrinya seperti itu, Kenzo lalu memeluk Delima lagi, menyalurkan rasa yang ada didirinya, rasa sayang, rasa cinta dan rasa memiliki untuk istrinya.
Delima lagi lagi melepaskan pelukan Kenzo dan berdiri untuk kembali memasukkan barang barang yang penting ke dalam kopernya.
"Del...tatap mata abang!"
Delima memalingkan wajahnya, jujur dia tidak sanggup jika harus menatap mata suaminya..mata yang sudah memberikannya ketenangan dan keteduhan
"Oke...oke....abang akan cerita, tapi kamu tenang dulu"
Kenzo masih mengingat ingat pesan dari Dokter Tika dan juga dari Dimas
"Abang memang sebelum menikah dengan kamu, abang sudah menikah dengan Manda, tapi abang terpaksa Del,....karena waktu itu abang gak sengaja ngelakuinnya"
Plakk
Satu tamparan mendarat di pipi Kenzo
"Apa??? abang bilang terpaksa?? abang bilang gak sengaja??"
"Mana ada gak sengaja kok sampai keenakan dan menumbuhkan janin di perut Manda"
Deg
Kenzo kaget, ternyata istrinya sudah tau lebih banyak dari yang dia bayangkan
"Kenapa?? abang kaget, aku bisa tau semuanya, semuanya!"
__ADS_1
Kenzo masih terdiam, dia berusaha untuk menemukan caranya untuk memberitahu Delima dan meluruskan semuanya dengan tidak menyakitinya, dan Kenzo tidak tau kalau Delima sudah tau semuanya, karena Kenzo belum sempat mengecek video yang masih ada di laptopnya
"Bahkan ya Bang, aku juga tau kalau beberapa bulan yang lalu pas abang tidak bisa menjemput aku untuk pulang dari rumah sakit, ternyata abang ke Jerman"
"Ya ke Jerman, bukan untuk urusan bisnis, tetapi untuk urusan pribadi, urusan pribadi ketemuan dengan istri pertama mu"
Kenzo diam, menatap Delima yang masih menangis dan tangannya terulur untuk menghapus air mata Delima yang masih menetes di pipi.
"Jangan sentuh aku!!" Delima menepis tangan Kenzo
"Abang gak tau gimana perasaan aku saat itu, aku sedih Bang, aku nungguin abang dari pagi hingga siang, hanya untuk abang"
"Tetapi...apa yang abang lakukan?? abang sama sekali tidak menghubungiku...."
"Hahhahhaaaa.....lucu sekali, gimana menghubungiku, bahkan abang sendiri tidak mengingat aku, abang juga gak peduli ma aku"
"Delima...stopp" Kenzo meninggikan suaranya, bukannya mau menghindar atau mengelak ucapan Delima, tetapi Kenzo sudah tidak tahan lagi melihat Delima yang menangis.
"Del...dengerin dulu"
"Abang akuin, abang waktu itu memang membohongimu, tapi abang punya alasannya Del"
"Alasan!! memang abang selalu punya alasan!"
"Delima...waktu itu abang bingung, abang sebenarnya tidak ada niat untuk.ke sana, tetapi hari itu Manda dan Ayahnya mengadakan acara doa bersama untuk....."
Kenzo tak sanggup lagi menjelaskan, Kenzo takut akan menyakiti istrinya
"Untuk anak abang dengan Manda kan?"
"Kenapa abang gak jujur saja, kenapa??"
"Bahkan abang juga tau kan, kalau aku paling benci dibohongi, ini malahan suamiku sendiri membohongiku"
Delima menghapus air matanya, rasanya sudah cukup hari ini dirinya menangis
"Iya aku tau jawabannya, karena aku hanyalah istri Kedua abang, istri yang akan abang tinggalkan jika saja, anak abang itu masih hidup, iya kan??"
Kenzo menggeleng, menarik tubuh Delima lagi ke dalam pelukannya
"Kamu mungkin gak tau tentang ini, dengerin dan tatap mataku"
"Sebelum aku menikah dengan Manda, aku dan Manda sudah membuat kesepakatan, jika kita akan berpisah jika anak kita sudah lahir, karena baik Manda dan juga aku sama sama tidak ada saling cinta, bahkan Manda waktu itu sudah punya tunangan"
"Jadi sebelum kamu hadir dalam hidup abang, abang dan Manda sudah berniat untuk berpisah, dan kenapa waktu itu abang terima perjodohan kita, karena abang mendapat kabar kalau Manda sudah meninggal, dan itu berarti secara tidak langsung kita sudah bercerai"
"Dan perlu kamu ketahui sayang, dari dulu sampai sekarang, aku tidak pernah mencintai Manda, aku hanya mencintai kamu istriku, dan satu satunya istriku dari dulu, sekarang dan selamanya"
Kenzo lalu mendekatkan bibirnya ke bibir Delima, dan mengecupnya, karena tidak ada penolakan, Kenzo me**mat bibir manis Delima.
__ADS_1