Cerita Cinta Kita

Cerita Cinta Kita
Cinta


__ADS_3

"Kak Iyo....tunggu"


"Tungguin Cinta"


Cinta mengulang kata kata itu lagi, ketika Mario yang tadi sempat berhenti, mendadak melangkahkan kakinya agar terhindar dari gadis centil itu.


Cinta dengan berlari dan mengangkat roknya alias mencincing kemudian menghampiri Mario dan menghadangnya


"Mam*pus" ketika tiba tiba Cinta sudah ada didepannya.


Dengan nafas ngos ngosan, padahal juga gak beneran larinya, Cinta kini senyum senyum sendiri didepan KakGan versi Cinta


"Cinta kan sudah bilang ma Kak Iyo, kemanapun Kakak berada, akan selalu ada Cinta"


"Nah bener kan sekarang, gak percaya sih ma Cinta, mentang mentang Cinta belum ke Arab aja deh" ucap Cinta dengan gaya centilnya kemudian menggandeng Mario untuk bergabung lagi dengan yang lainnya.


Sementara Delima, Kenzo dan yang lainnya dibuat menganga dengan tingkah gadis centil itu.


"Cinta? siapa dia?" gumam Delima dengan memperhatikan aksi Cinta yang begitu centilnya menggandeng Mario


Satria yang mendengar menjawab "Cinta...sepupu Rima yang tinggal di Amerika"


"Oh....pantesan nempel ma Kak Rio, centil lagi" Delima tertawa


Adit menutup mulut Delima "Hus...jangan lebar lebar ketawanya, lagian tuh bocil sebelas duabelas ma elu deh, coba perhatiin, gayanya beuhhh....."


Mendengar ucapan Adit, keempat anak manusia itu langsung menoleh ke arah Cinta tentu dengan posisinya yang masih asyik tiduran.


"Busyeettt dah.....bener bener persis" ucap Rey yang sedari tadi memperhatikan Cinta


"Centil nya itu loh Del...kok gue kayak lihat elu pas masih muda ya" tambah Adit


"Au......" Adit meringis karena cubitan yang dilakukan Delima


"Enak aja......elu pikir gue dah tua gitu, gini gini juga masih banyak yang mau, walao perut gede" ucap Delima yang tidak terima dibilang tua


"Iya percaya, tuh sampai Pak Surya dari tadi gak kedip liatin elu, tatapan nya itu loh Del, nakutin deh, kayak mau nerkam elu aja" Jeje ikut menyahut.


"Masak...." Delima kemudian iseng iseng melirik ke arah Surya, dan bener juga, Surya masih menatap Delima dengan tatapan ingin menerkamnya, seperti kata Jeje tadi.


Cinta kini duduk bersama dengan Rima, Kenzo dan Dimas, dengan tangannya masih memegang bahu Mario.


"Ehem....selera elu boleh juga Mar, daun muda" bisik Kenzo ditelinga Mario


"Ngawur....bukan siapa siapa aku" jawab Mario


"Bocil....centil banget tapi juga gak kalah cantik dengan Delima, udah bro sikat aja" sambung Dimas


Mario yang mendengar ledekan dari Kenzo dan Dimas lalu terdiam, malas menanggapinya.


Sedangkan Cinta, dia terus melihat ke arah Delima "Kak Rima....Kak Rima" panggil Cinta dengan tangannya menarik tangan Rima.


"Apa Cin,?"

__ADS_1


"Ituh..." tunjuk Cinta pada seorang wanita yang sangat cantik


Rima yang mengikuti telunjuk Cinta mengerti dengan apa yang akan ditanyakan oleh sepupunya itu.


"Itu....yang sangat cantik itu, namanya Delima" jawab Rima dengan menoleh ke arah Cinta


"Sek....sek...Kak....Cinta tak miker ndisek" Cinta berbicara dengan logat Jowo nya, walaupun lama tinggal di Amerika, tetapi karena Mommy nya asli Jawa dan komuikasi setiap hari juga tidak lupa menyelipkan Bahasa Jawa, biar tidak lupa.


(Bentar bentar, aku tak mikir dulu). Cinta masih mikir, karena tidak asing dengan nama Delima.


"Delima......Delima...Delima" Cinta terus memanggil lirih nama Delima


"Yes....ketemu" ucap Cinta girang.


Sedangkan Rima yang ada disebelah Cinta kaget karena anak itu berteriak "Diem Cin, berisik"


Cinta, terus memandangi Delima dan sesekali memandang Mario, hingga pandangan matanya terus menatap ke Mario yang dari tadi memang tidak lepas memandang Delima


Cinta mengibas ngibaskan tangannya didepan wajah Mario "Kak Iyo....Kak Iyo" panggil Cinta


Mario menoleh "Apa?"


"Kak Deli cantik ya?"


Mario mengernyitkan alisnya "Deli?"


Cinta mengangguk "KakCan yang ada dihati Kak Iyo dulunya, tapi sekarang kan udah ada Cinta, iya kan iya kan iya lah"


"Betull.....ternyata cantik banget ya Kak Iyo, pantesan Kak Iyo suka"


"Hemm....." jawab Mario datar.


Sementara Kenzo yang dari tadi mendengar abege labil itu berisik jadi geram sendiri "Heh bocil berisik! kalau mau pacaran jangan disini"


"Wuishhhhh.......tenang Kakak tampan, Cinta dan Kak Iyo cuma lagi memandangi wanita idaman Kak Iyo, biar Cinta bisa kayak KakCan itu deh" tunjuk Cinta kepada Delima.


Seperti yang dilakukan Rima tadi, Kenzo pun mengarahkan pandangan matanya mengikuti telunjuk Cinta, gadis itu suka tunjuk tunjuk rupanya.


"Delima.....dia istri gue be go!"


Cinta keget "Oh em ji...sumpah deh sumpah, Cinta gaka tau kalau Kak Deli istrinya Kak tampan"


"Makanya jangan mandangin istri gue terus, apalagi ghibahin dia"


"Oh tidak bisa kak, Cinta kan ingin seperti Kak Delima"


"Emm....Kak Iyo kalau Cinta menjadi seperti Kak Delima gimana? Apa kakak bakalan suka ma Cinta?"


Mario menggeleng, gadis abege ini bener bener pikirannya masih labil deh


"Gak....."


"Aku suka yang apa adanya, jangan meniru orang lain" lanjut Mario

__ADS_1


Cinta tersenyum, lalu berdiri dan berteriak, dengan tangannya di taruh di kedua pipi disamping bibirny, adegannya kayak manggil si tarzan


"KakCan....Kak Delima.....Aku Cinta" teriak Cinta dengan gaya centilnya


Delima yang merasa dipanggil kemudian duduk, tapi posisinya masih bersama dengan sahabat sahabatnya


"Cinta?? elu kesini, terus Rangga nya kemana? balas Delima dengan teriak


"Rangga udah Cinta buang, Cinta ganti dengan Mario" masih berteriak seakan akan mereka dihutan


Semua orang yang ada disana tertawa mendengar ucapan sahut sahutan antara Delima dan Cinta, bener bener cocok, sebelas dua belas kelakuannya.


"Kak Del....Kak Iyo suka ma Cinta, dan kakak jangan cemburu ya"


Mendengar ucapan Cinta, Mario langsung membekap mulut Cinta


"Ambil aja Cin, kalau perlu kurungin, biar gak ngilang" teriak Delima lagi


Cinta lalu menyenggol lengan Mario, agar dilepaskan bekapan mulutnya


"Kak Del...." panggil Cinta lagi


"Iyaaaaa......" jawab Delima juga dengan berteriak dan kemudian disenggol Satria "Berisik....mendingan elu samperin deh, dari pada teriak teriak.kayak dihutan"


"Kak Del, doain Cinta"


"Cinta mau berperang" lanjutnya lagi


Semua yang ada disana kembali dibuat tertawa dengan ulah mereka berdua


"Cinta.......semangat bertempur di medan perang"


"Oki oki bantu Cinta kak Del"


"Aku gak mau...elu perang sendiri saja"


"Siap KakCan, demi Kak Iyo Cinta rela"


"Cinta......" Panggil Delima


"Dalem"


"Pantang pulang sebelum menang, jangan menyerah sebelum mendapatkan, maju terus pantang mundur" Kali ini bener bener teriakan Delima membuat Kenzo gemas, lalu menghampiri istrinya


"Sayank.......sudah ya jadi temennya Tarzan, ayok pulang" Kenzo menarik tangan Delima dengan lembut dan membawanya kepelukannya


Lalu sedetik kemudian


Cup


Kenzo me**mat bibir manis Delima, yang sedari tadi berteriak dan tidak berhenti ngoceh.


"Tutup mata kamu bocil" kata Mario kepada Cinta, tetapi Cinta malahan melongo menatap adegan 18+ didepannya, hingga mau tak mau Mario yang menutup mata Cinta dan berbisik "Belum cukup umur"

__ADS_1


__ADS_2