Cinta Berawal Di Masa OSPEK

Cinta Berawal Di Masa OSPEK
Pantai


__ADS_3

"Ngapain sih mandengi aku sampe gitu," ucap Alessya merasa heran karena Daffa sejak tadi terus memandangnya.


"Kamu punya cowok?" tanya Daffa penasaran apakah Alessya memiliki seorang kekasih.


"Ngapain kamu nanyak seperti itu," sahut Alessya yang semakin heran mendengar Daffa menanyakan hal itu padanya.


"Aku yakin kamu gapunya cowok, lagian kalau kamu sekarang bersamanya, kamu akan malu dan cowok kamu akan ilfil," pungkas Daffa tersenyum membuat Alessya semakin kebingungan.


"Dihh kok bisa? salah aku apa?" dengan mengerutkan dahi, Alessya semaki tidak mengerti maksud dari ucapan Daffa.


"Yaa karena belek dimata kamu sudah segede upil, ahahahhahaha," seketika tawa Daffa menggelegar dan membuat orang diperpustakaan memandanginya karena merasa sangat terganggu.


Sontak Alessya membuka ponselnya dan bercermin membersihkan belek disekitar matanya. Padahal itu semua hanya keusilan Daffa untuk bercanda, namun Alessya sangat mempercayainya. Alessya merasa sangat malu karena di saat yang tidak pas harus terlihat belek di matanya.


"Udah gak ada kan Daff" tanya Alessya yang dengan polosnya mempercayai ucapan Daffa.


"Gilak nih cewek polos banget sih...segitu percayanya sama omonganku," batin Daffa greget melihat tingkah Alessya. Ingin rasanya ia mencubit pipinya yang mengembang.


"Sudah-sudah," sahut Daffa berusaha menahan tawa.


"ihhh apaan sih, yaudah aku mau pulang," Alessya bangkit dari tempat duduk dan beranjak pergi meninggalkan Daffa. Daffa yang merasa bersalah akhirnya mengejar Alessya keluar, dan ia pun mengantarkan Alessya pulang kerumahnya.


********


"Selamat pagiii adek-adek..." ucap Rikky memasuki ruangan yang sudah terisi penuh oleh mahasiswa baru.


"Hari ini adalah hari terakhir kalian OSPEK, dan kegitan kita hari ini adalah bersenang-senang. Kita akan pergi ke pantai bersama-sama dengan menggunakan bus kampus kita," kata Alex tersenyum dan dengan sangat bersemangat ingin mengajak semua adik tingkatnya bersenang-senang.


"Horeeee....," sorak semua mahasiswa yang lain merasa sangat senang akhirnya kegiatan OSPEK akan berakhir.


"Gawat syaa gawatt...," ucap Ariyani ketakutan.


"Gawat kenapa sih?" tanya Alessya bingung melihat Ariyani yang ketakutan.


"Gawat karena aku orangnya pemabuk kalau naik bis lama-lama, bisa lemas badan aku ini sya," ucap Ariyani menyandarkan kepalanya di bahu Alessya.


"Iyuuuhhh gimana dong kalau kamu nanti tumpah," sahut Alessya juga ikut kebingungan.


"Kak maaf, teman saya ada yang mabuk darat kalau naik bis. Solusinya bagaimana ya kak?" tanya Alessya pada ke 3 katingnya.


"Bonceng David aja, David lebih suka pakai motor kok dek" jawab Rikky memberikan solusi pada Alessya.

__ADS_1


"Yaudah sama aku aja," Jawab David cool.


"Tuhh... sama kakak ganteng mu," sindir Alessya tersenyum pada Ariyani yang sedang menyandarkan kepalanya. Sementara Ariyani tidak menyaut, ia hanya tersenyum bahagia.


Alessya dan teman-teman yang lain sudah berada di dalam bis, sementara Ariyani dan David sudah berangkat mendahului karena menggunakan motor. Alessya yang bingung harus duduk dengan siapa karena temannya Ariyani tidak satu bis, alhasil Alessya duduk sendiri. Tak lama kemudian, Daffa yang berada di dalam bis langsung duduk di samping Alessya yang kosong, karena kursi yang lain sudah penuh.


"Kamu...," ucap Alessya dengan heran memandang pria di sebelahnya yang datang tanpa permisi dan langsung duduk.


Daffa hanya melirik Alessya tanpa sepatah kata pun. Mereka berdua tak banyak bicara, karena sikap Daffa yang sangat dingin membuat Alessya malas memulai pembicaraan. Karena tidak ada yang memulai pembicaraan, Alessya terus terdiam dan merasa sangat ngantuk hingga membuat kepalanya jatuh ke pundak Daffa.


Seperti biasa Daffa menggeleng-gelengkan kepalanya dan menunjuk kepala Alessya dengan jarinya kemudian mendorongnya agar kepala Alessya menjauh dari bahunya, dengan teganya Daffa membuat kepala Alessya terbentur kaca mobil hingga membuatnya terbangun.


"Maaf aku ngantuk banget," ucap Alessya sambil menguap.


"Emang tidur jam berapa semalam," tanya Daffa penasaran.


"Tidur jam 1, abis aku chat kamu untuk nanyak udah sampai rumah apa belum, kamu nya gak bales..," ucap Alessya kesal ketika teringat dirinya semalam menunggu balasan dari Daffa.


"Jadi kamu nungguin balesan ku?" tanya Daffa heran dan tak habis pikir dengan Alessya yang rela tidur malam hanya menunggu balasan pesan darinya.


"iyaa lah... kan aku takut kamu gak nyampek soalnya rumah kamu kan jauh Daff," jawab Alessya berkata apa adanya seperti yang ia rasakan.


"Bodoh, ngapain sih nunggu balesan dari aku," Batin Daffa menggerutu.


"Hah," sahut Alessya


"Jangan seperti gitu lagi...kalau pesan kamu tidak aku bales... jangan kamu tunggu, karena aku bukan lah cowok yang suka lama-lama pegang ponsel," ucap Daffa memberi penjelasan pada Alessya, dirinya memang tidak selalu bersama ponselnya karena merasa sangat malas membuka semua pesan yang masuk.


Mendengar penjelasan Daffa, Alessya pun mengerti. Ia tidak akan lagi menunggu balasan dari Daffa.


*****


Pantai sudah di depan mata, angin yang kencang dan ombak yang besar menjadi pemandangan yang sangat indah untuk bersenang-senang. Suara yag terdengar heboh mulai menghiasi pantai dan pastinya mengalihkan pandangan, suara itu berasal dari Alessya dan Ariyani yang kembali berkumpul.


"Oke adek-adek, disini kalian bebas mau ngapain aja asalkan kalian harus jaga diri kalian baik-baik. 1 lagi ingat ombak disini sangat besar jangan sampai kalian keseret ombak," ucap David memberi intruksi pada adik tingkatnya.


"Siap kak...,"jawab Alessya dan teman-temannya yang lain.


"Eh, Alex kemana ?" tanya David celingak-celinguk ke arah pantai karena dirinya sejak tadi tidak melihat Alex.


"Biasalah, photografi...," jawab Rikky

__ADS_1


Alex sangat suka memotret pemandangan seperti pantai, Alex berencana ingin mengabadikan momen kebersamaan hari terakhir OSPEK bersama adek tingkatnya. Alex memotret keceriaan semua mahasiswa yang menikmati keindahan pantai. Satu pemandangan indah yang berhasil mengalihkan pandangan Alex, yaitu Alessya. Sambil tersenyum Alex memandanginya dari kejauhan dan ia terus memotret Alessya lagi dan lagi.



"Entah kenapa kamera ini selalu memotret mu syaaa" batin Alex tersenyum dan terus menatap Alessya melalui kameranya.



Saat dirinya tengah asyik memotret, dari kajauhan Alessya menyadari jika Alex memotretnya. Dengan sangat terkejut Alex merasa ketahuan dan ia pun menghampiri Alessya.


"Alessya, maaf yaa tadi kakak tidak sengaja memotrek kamu" ucap Alex meminta maaf dan takut jika dirinya di anggap sebagai psikopat yang selalu menguntitnya dengan kamera.


"Boleh aku liat gak kak? nanti kalau aku terlihat jelek di kamera kakak kan bisa malu aku," ungkap Alessya penasaran dengan hasil potretan Alex.


"Gak kok, kamu terlihat cantik," Alex menunjukkan hasil fotonya pada Alessya.


"Waa ini mah bukan orangnya yang cantik, tapi kehebatan sang photografernya ini," ucap Alessya tersenyum memuji kepandaian Alex dalam bidang fotografi.


"Kamu bisa aja, kecil-kecil suka membual," jawab Alex dengan mengacak-ngacak rambut Alessya.


"Ih serius kak, aku tuh gak secantik fotonya" ucap Alessya tersenyum.


"Iyaa deh terserah...,"


Jantung Alex berdetak sangat kencang, melihat senyum Alessya yang kini membuat Alex grogi. Padahal Alex tidak pernah merasakan hal ini ke wanita lain. Alex merasa nyaman berbincang-bincang dengan Alessya. Sosok Alessya sangat humble dan ceria.


.


.


.


.


.


.


.


Ikuti terus kelanjutannnya, jangan lupa klik tanda like disetiap episodenya yaa😊

__ADS_1


Terimakasih atas dukungannya💗💗


__ADS_2