
Tok Tok Tok
"Masuk, gak dikunci" Ucap Daffa yang sedang belajar di kamarnya.
"Daffa apa kamu sibuk?" Tanya Lina mama Daffa melihat anaknya yang sedang belajar.
"Enggak maa, ada apa?" Daffa berhenti menulis dan menatap mamanya yang berdiri disampingnya.
"Besok kamu ada waktu gak jam 7 malam, mama sama papa mau makan malam bersama sudah lama kita gak makan bersama" Ucap Lina tersenyum pada anaknya.
"Baik lah maa" Jawab Daffa singkat. Daffa berniat akan sekalian membawa Alessya untuk diperkenalkan dengan keluarganya.
**********
Pagi hari saat di parkiran Daffa melakukan rutinitas sebelum masuk ruang kuliah yaitu merapikan rambut di kaca spion motornya. Banyak mata-mata genit yang suka melihat Daffa melakukan rutinitas itu setiap hari, tak heran jika hal itu terjadi karena ketampanan Daffa membuat dirinya di sukai para fans atau penggemar berat Daffa, khususnya wanita. Namun Daffa tidak pernah sekali pun menggubris atau bahkan melirik wanita-wanita yang memperhatikannya. Ia hanya akan melirik dan menatap Alessya kekasihnya.
Daffa berjalan menaiki anak tangga yang menuju ruang kuliahnya, ia melihat Adinda berdiri di samping tangga sedang tersenyum menatap Daffa. Daffa yang juga melihatnya dari kejauhan berniat mengabaikan Adinda, karena ia sudah berjanji pada Alessya jika ia tidak akan berbicara dengan Adinda.
"Daffa tunggu... kenapa kamu melewatiku" Adinda memanggil Daffa yang berjalan melewatinya.
"Apa sih nih cewek, masih aja ngejar-ngejar. Kalau Alessya sampai liat, dia akan ngamuk" Batin Daffa. Daffa terus berjalan tanpa memperdulikan panggilan Adinda, namun Adinda mengejar Daffa dan menghadang mencoba menghentikan Daffa.
"Apa sih din, aku keburu... lagi ada jam kuliah" Ucap Daffa merasa kesal melihat Adinda menghadangnya di depan.
"Kamu nanti malam datang kan? aku senang banget karena nanti malam aku bisa bertemu kamu" Adinda tersenyum menyampaikan rasa bahagianya.
"Haaaffhh sinting nih cewek, udah gak ada capeknya ngejar gue, sekarang malah halu. Benar-benar sinting" Daffa menggrutu dalam hati. Daffa hanya memalingkan wajahnya dan tidak menjawab ucapan Adinda.
"Sayaaang...tunggu aku, kita ke kelasnya bareng dong...kalau kamu jalannya sendiri ntar ada yang ngehalu membayangkan dirinya berjalan sama kamu" Alessya memanggil Daffa dan menghampirinya. Alessya langsung menggandeng tangan Daffa dengan raut wajah tersenyum dan menyindir Adinda.
"Eh kamu... ngapain disini? kalau mau ngehalu jangan disini, aku saranin mending kamu balik deh ke asrama kamu dan lanjutin mimpi kamu. Dan aku cuma mau ngasih tau.. kalau mas ini sudah jadi milikku, jadi mau kamu gelundung tangga ini, dia gak akan peduli sama kamu, karena dia hanya akan peduli denganku... iya kan sayang" Alessya tersenyum menatap Adinda dengan tangannya yang memeluk lengan Daffa.
__ADS_1
"Liat aja nanti malam, siapa yang harus melanjutkan mimpi dan berhalusinasi, Aku atau kamu" Ucap Adinda menunjuk Alessya dan pergi.
Daffa senang melihat Alessya cemburu, bahkan ia tidak malu memamerkan kemesraannya didepan banyak orang. Ia masih saja merangkul lengan Daffa walau pun Adinda tidak ada. Alessya berjalan dengan sangat percaya diri dan menunjukkan kemesraan. Di kelas Daffa memberitahu Alessya tentang makan malam yang direncanakan kedua orang tuannya.
"Nanti malam aku akan memperkenalkan mu dengan orang tua ku, apa kamu siap?" Bisik Daffa menyentuh tangan Alessya yang sedang menulis dan menggamnya.
"Hah, serius.... nanti malam, emmmp aku mau banget..." Alessya kegirangan mendengar ucapan Daffa. Daffa yang berada disampingnya mengangguk tersenyum.
Sepulang kuliah Alessya memberi tahu mama papanya jika ia akan menemui keluarga Daffa, Alessya terlihat sangat senang ketika menyampaikan hal itu pada mama papanya. Ia pun segera memilih baju yang harus ia pakai nanti malam. Semua baju yang ada di lemarinya ia pilih satu persatu hingga ia menemukan yang pas dan cocok untuk ia pakai. Alessya memilih mengenakan baju putih dengan sepatu heels hitam.
Malamnya ia sudah berdandan sangat cantik. Tak lama kemudian bel rumah Alessya pun berbunyi, Alessya segera turun dan membukakan pintu. Seperti dugaannya Alessya melihat Daffa sudah di depan rumahnya untuk menjemput Alessya.
Alessya melambaikan tangannya pada Daffa. Daffa tersenyum melihat Alessya yang sangat cantik, dan ia berharap orang tuanya akan menyukai Alessya. Daffa membukakan pintu mobil untuk Alessya dan ia akan bersiap berangkat.
Sesampainya di restauran Alessya sangat gugup, ia berjalan dengan terus menggenggam tangan Daffa sangat erat.
Daffa membuka pintu ruang makan khusus yang telah orangtua Daffa pesan. Ketika pintu terbuka Daffa terkejut melihat orangtua nya bersama orang lain di meja makan. Tak hanya Daffa, Alessya pun kebingungan mengapa ada 3 orang, padahal sebelumnya Daffa bilang hanya kedua orangtua nya saja.
"Eh sayang... sini duduk" Ucap Lina memanggil Daffa, dan ia merasa aneh melihat wanita di sebelah Daffa.
"Maa Paa... kenalin dia Alessya pacar Daffa" Tegas Daffa mengenalkan Alessya. Daffa merasa bingung mengapa Adinda juga berada ditempat yang seharusnya untuk Alessya.
"Saya Alessya tante pacarnya Daffa" Alessya mengenalkan dirinya dan berjabat tangan dengan orangtua Daffa. Alessya melirik Adinda yang sedang duduk disebelah mama Daffa, Adinda tersenyum seolah-olah mengejek Alessya.
Mama dan papa Daffa tidak memberikan respon apapun mengenai Alessya. Ia hanya berjabat tangan lalu memulai topik pembicaraan yang mengarah pada Adinda. Mama Daffa terlihat sangat semangat ketika membicarakan dan memuji Adinda di depan Daffa. Sebaliknya Alessya justru merasa tidak dihargai, Alessya tidak diajak ngomong dan tidak diberi pertanyaan apa-apa oleh orangtua Daffa. Alessya hanya menunduk dan tak tahu harus berbuat apa, hatinya sakit ketika melihat orang tua Daffa yang menganggapnya tidak ada di tempat itu.
"Maa... cukup deh maa, aku ini gak kenal sama Adinda dan aku gamau kenal sama dia. Aku juga gak penasaran dengan kepribadian atau kehidupan dia. Yang aku ingin malam ini adalah makan bersama mama papa dan Alessya. Aku ingin kalian tau kalau Alessya adalah pacarku" Daffa mulai emosi melihat orangtuanya yang selalu membicarakan dan memuji Adinda di depan Alessya. Daffa berdiri dan mengajak Alessya keluar dari ruangan itu, Alessya menuruti dan mengikuti Daffa. Tak terasa air mata Alessya menetes dipipinya.
"Aku mau ke toilet dulu" Alessya mengentikan langkahnya dan melepaskan tangannya dari genggaman Daffa. Alessya berlari ke toilet, ia menyembunyikan kesedihannya dari Daffa. Alessya membasuh mukanya dengan air dan mencoba menenangkan dirinya. Alessya kembali menemui Daffa, namum ia bertemu dengan Lina mama Daffa saat hendak keluar dari toilet.
__ADS_1
"Alessya... tunggu sebentar, maaf sebelumnya kalau sikap tante membuat kamu sedih. Tante dan papanya Daffa dari dulu berniat menjodohkan Adinda dengan Daffa, berhubung ia baru pulang dari luar negeri jadi tante baru mengenalkannya pada Daffa. Tante minta tolong sama kamu untuk membantu Daffa menerima Adinda sebagai teman sementara waktu ini" Ucap Lina tersenyum di depan Alessya dan meninggalkan Alessya sendiri tanpa mendengar jawaban Alessya.
Alessya semakin sedih ia tak tahu harus bagaimana, ia sudah tidak memiliki peluang untuk tetap bersama Daffa. Alessya berjalan dengan pelan, ia tak sanggup menerima kenyataan yang malam ini sedang menimpa dirinya. Alessya berjalan dan bertemu Adinda.
"Sekarang terbukti kan... siapa yang halusinasi dan siapa yang tidak, oh iyaa mending kamu pulang deh lanjutin mimpimu yang tidak akan menjadi kenyataan itu" Adinda menertawakan Alessya dengan sebuah ejekan.
"Kamu boleh memiliki orangtua Daffa, tapi tidak dengan Daffa. Dan aku ingat kamu pernah bilang kalau orangtuamu adalah dekan kampus, hahhh oke i know tunggu saja sampai kapan kamu akan bahagia. Tapi ingat sebelum kamu menghancurkan kebahagiaan ku, aku yang akan menghancurkan kebahagiaanmu terlebih dulu" Alessya memberi peringatan pada Adinda dan ia segera meninggalkan Adinda. Alessya menghubungi supirnya untuk menjemputnya, Alessya tidak ingin Daffa melihatnya menangis.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Terimakasih buat kalian semua yang sudah dukung dan semangatin Author๐. Simak terus kisahnya jangan pernah bosan dan jangan lupa like, vote serta beri pendapat kalian tentang mereka.๐๐
__ADS_1