Cinta Berawal Di Masa OSPEK

Cinta Berawal Di Masa OSPEK
Belajar Mandiri


__ADS_3

Sepulang dari perpustakaan, sesuai perintah Alex yang tidak mengijinkannya pergi makan diluar, Alessya pun menuruti perintah itu dan langsung segera pulang. Sepanjang jalan tak hentinya Alessya tersenyum ketika mendapat pesan dari Alex. Walau Alex sangat jauh darinya saat ini, ternyata dirinya masih dalam pantauannya. Sambil fokus menyetir, ia hanya berharap semua urusan Alex cepat terselesaikan. Bagaimana pun juga hal ini adalah kesalahannya, jika saja dirinya tidak meminta Alex untuk menginap, mungkin papanya tidak akan mendesak Alex untuk segera menikahinya.


"ALESSYA !!! Kamu ini kemana saja, pergi sendirian gak pamit," ucap Jordhan yang terlihat sangat khawatir melihat putrinya baru pulang tanpa sopir pribadinya.


"Alessya dari perpus paa... lagian Alessya bisa jaga diri, tanpa Pak Ponco pun Alessya bisa pergi," sahut Alessya menutup pintu mobil.


"Sudah lah paa, toh Alessya juga sudah pulang. Udah ayo sayang masuk, kamu belum makan kan?" ucap Widhia menyudahi perdebatan anak dan papanya.


Dengan rasa malas Alessya memasuki rumahnya dan menuju meja makan, dalam benaknya ia sangat merindukan Alex yang selalu ada untuknya.


"Coba aja keluarnya sama kak Alex, pasti pulangnya gak akan kena marah. Yang ada kak Alex yang kena marah karena telat nganterin aku, jadi rindu," batin Alessya sambil menatap menu makanan di depannya.


"Jangan bengong dong, ayo sekarang dimakan. Muka sampai pucat gitu. Cinta boleh, tapi jangan lupa makan, karena cinta aja gak akan buat kita kenyang. Ingat, senyum dan menangis itu juga butuh tenaga," ucap Widhia sambil meletakkan daging di piring Alessya.


"Injiiih doro...," sahut Alessya tersenyum mendengar nasehat mamanya yang super lengkap, dan ia pun langsung menyantap makanan yang sudah mamanya siapkan.


Ting.. ( Bunyi Ponsel )


Mendengar ponselnya berbunyi, Alessya langsung mengehentikan makannya dan memilih membuka pesan dari ponselnya.


Kak Alex : Kalau gak ada aku, jangan lupa abis makan piring di cuci. Kalau lagi sama aku, duduk aja yang cantik πŸ’–


"Emmp kak Alex.... kenapa sih ucapannya selalu bikin meleleh," ucap Alessya sambil tersenyum menatap ponselnya.


Alessya : Siap bos, tapi sebelum itu.. maafkan aku yang selama ini belum mandiri πŸ˜₯


Kak Alex : Gak papa... pelan-pelan aja belajar mandirinya πŸ˜‘ dan 1 lagi, gak usah kirim emot nangis gitu deh. Gak suka liatnya, jadi kepikiran yang enggak-enggak.


Masih terus tersenyum menatap layar ponsel, hingga membuatnya lupa dengan makanan dipiringnya. Baginya balas pesan Alex sangat penting dari pada makan, karena ia tahu jika Alex sudah diluar negeri pasti akan sangat sibuk dan sulit dihubungi. Dan inilah kesempatan untuk dirinya bisa terus dekat dengan Alex walau hanya sebentar dalam chattingan Whatsap.

__ADS_1


Alessya : Wkwkwkw iyaa deh maaf yaa sayangku πŸ’–πŸ’–πŸ’–


Alex : Kok jadi gemmez ya, inginku kembali ke bandara dan pergi menemui mu, tapi gak bisaπŸ˜‘


Alessya : Sabar...😊


Sambil menunggu balasan Alex, Alessya kembali melanjutkan makan sebelumnya tertunda beberapa menit. Sampai ketika makanan dipiringnya habis, pesan Alessya belum juga terbaca dan terbalaskan. Alessya berjalan menuju wastafel dan mencuci piringnya sesuai apa yang Alex ingatkan.


"Eh non, sini biar bibi aja yang cucikan," ucap Bi Tuya meminta piring di tangan Alessya.


"Gak usah bik, Alessya yang makan jadi Alessya juga yang harus cuci piringnya," sahut Alessya menolak dan tersenyum.


"Gak boleh gitu non... ini sudah tugas bibi, ini juga pekerjaan bibi. Kalau tuan sampai tau non Alessya cuci piring sendiri nanti bibi yang di marahin," ucap Bi Tuya tetap kekeh meminta piring di tangan Alessya.


"Iiiiih bibikkk... gak usah bik, Alessya bilang gak usah...," Alessya menolak dan terus mundur agar piringnya tidak dirampas oleh Bik Tuya, namun tetap saja Bik Tuya memaksa meminta piring ditangan Alessya.


"Ya Tuhan, Bik Tuya maksa banget deh... Paaaa.... papa.... Bik Tuya nih pahhh maksa ngambil piring Alessya, padahal mau Alessya cuci sendiri," teriak Alessya yang membuat Bik Tuya terkejut dan sangat takut kena marah papanya.


"Kalian ini apa-apa'an, kenapa piring kotor direbutin?" ucap Jordhan kebingungan melihat keduanya.


"Ini nih paa, Bik Tuya maksa mau cuci piring Alessya, padahal Alessya sendiri yang mau cuci piringnya," sahut Alessya mengadu.


"Yaudah kasihkan Bi Tuya, biasanya kan juga gitu," ucap Jordhan memisahkan keduanya.


"Gak bisa gitu dong paa..., aku kan mau belajar mandiri, aku juga ingin cuci piringku sendiri," celetuk Alessya nyrocos depan papa dan pembantunya itu.


"Yasudah Bik, mulai besok piring di wastafel semua biar Alessya yang bersihin," sahut Jordhan merasa pusing mendengar ocehan putrinya yang mulai aneh.


Seketika Alessya terkejut mendengar ucapan papanya yang menyuruhnya untuk mencuci piring yang menumpuk di wastafel.

__ADS_1


"Sabar... sabar.... mandiri butuh proses kok, lama-lama juga akan biasa," batin Alessya mencoba menenangkan dirinya sambil mencuci satu persatu piring yang ada di wastafel.


Usai mencuci piring, Alessya langsung naik ke atas dan pergi ke kamarnya. Ia pun merebahkan tubuhnya yang sangat penat. Semua tugas sudah ia kerjakan, belajar pun sudah ia lakukan seharian di perpustakaan walau ujungnya bertemu dengan orang aneh (Daffa). Kini semua penat ditubuhnya mulai terasa ketika dirinya berbaring di kasur empuk dikamarnya. Tak lupa ia meraih ponselnya dan memeriksa pesan masuk, namun ternyata tidak ada balasan pesan dari Alex.


"Mungkin dia sibuk," pikir Alessya.


Perlahan Alessya meletakkan ponselnya dan memejamkan matanya, agar dirinya bisa tertidur sejenak.


************


Suara yang cukup hening, dan terdengar samar hujan di teras luar membuat Alessya merasa sedikit aneh, ia membuka sedikit matanya dan perlahan meraih ponselnya. Sontak dirinya terkejut melihat 5 panggilan di ponselnya dan tepampang jelas nama Alex di ponselnya.


"Hhhh aku kok bisa gak denger sih kalau kak Alex telfon," ucap Alessya sangat menyesalinya.


Ia pun kembali menelfon Alex, namun ponselnya sudah tidak aktif lagi. Dengan perasaan sedih dan menyesal, Alessya pun mengirim Alex pesan.


Alessya : Maaf Kak, Aku ketiduran πŸ˜‘


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Terimakasih atas dukungannya 😊 Simak terus kelanjutannya πŸ’–πŸ’–


__ADS_2