Cinta Berawal Di Masa OSPEK

Cinta Berawal Di Masa OSPEK
Saat Bersamanya


__ADS_3

Suara keramaian penumpang terdengar sangat jelas di stasiun. 6 Jam sudah perjalanan yang ditempuh dan kini telah sampai pada tujuan. David membangunkan Alex dan Alessya yang masih tertidur.


"Eh bangun, kita sudah sampai," ucap David membangunkan Alex.


Mereka berempat turun dari kereta dengan mata yang masih setengah sadar. Perjalanan yang sangat melelahkan kini membuahkan hasil, dengan sigap Alex menghubungi Taxi untuk mengantarnya ke penginapan.


"Oh iya, aku baru ingat... Biaya villa, sama tiket kereta sapa yang bayarin?" tanya Ariyani kebingungan.


"Villa gak usah bayar, tiket kereta Alex yang bayar," jawab David sambil menurunkan barang dari bagasi.


"Hah kok Villa nya gak usah bayar, emang villa nya punya siapa?" ucap Alessya bingung.


"Tuh," ucap David menunjuk Alex


Alessya menoleh ke arah Alex dan Alex hanya memainkan ponselnya. Banyak yang belum Alessya ketahui dari Alex. Mulai dari keluarganya, mengapa ia memilih kuliah ditempat yang jauh, dsb. Alessya semakin penasaran dan ingin lebih dekat mengenal Alex. Tak butuh waktu lama mereka didalam Taxi, terlihat Villa yang cukup besar untuk ditempati empat orang. Pemandangan yang indah disekitar villa membuat Alessya sangat senang.


"Karena sekarang sudah siang, lebih baik kalian istirahat dulu. Kita ke kawah nanti sore saja agar cuacanya tidak terlalu panas," ucap Alex memasuki ruangan tengah.


"Siap kak," jawab Ariyani dengan nada lemah.


Masing-masing dari mereka memiliki kamar sendiri agar tidak mengganggu kenyamanan saat beristirahat. Alessya melihat kamar yang ia tempati sangat nyaman karena didukung dengan pemandangan yang sangat indah diluar villa.


"Waahh ini bagus banget... tapi kalau malam apa gak menakutkan?" ucap Alessya membuka jendela dan melihat pemandangan luar kamar.


Tak banyak orang tahu jika Alessya sangat penakut karena Alessya memiliki kelainan yang jarang dimiliki oleh orang lain yaitu bisa melihat makhluk halus. Dari dulu Alessya selalu menghindar dari kegiatan kemah karena ia tak ingin keluar malam-malam dihutan. Alessya merebahkan diri dikasur dengan menatap langit-langit kamarnya. Alessya mengambil ponsel dan memeriksa pesan masuk, namun pesan itu hanya dari mamanya dan tidak ada pesan dari Daffa. Alessya tak tahu mau sampai kapan Daffa bersikap dingin padanya, padahal Alessya adalah pacarnya. Alessya mulai lelah mengabari Daffa terlebih dahulu, selama ini Alessya merasa Daffa bisa berubah seiring waktu berjalan namun ternyata sampai saat ini sikap Daffa belum stabil pada Alessya, terkadang Daffa bersikap manis dan romantis, lalu tiba-tiba berubah menjadi dingin dan menjauh. Untuk saat ini Alessya merasa ingin melupakan kesedihannya, ia ingin liburannya berjalan bahagia dan menyenangkan.


**********


Putri tidur adalah sebutan yang pas untuk Alessya, jika dirinya sudah bertemu kasur ia akan langsung terlelap berjam-jam. Kali ini bunyi Alarm handphone Alessya berhasil membangunkannya. Alessya membuka matanya melihat jam di handphonenya yang sudah menunjukkan pukul 3 sore. Alessya teringat pesan Alex yang akan memulai perjalanan ke kawah disore hari. Alessya bangun dan bersiap-siap. Alessya mencium wangi makanan yang sangat menggoda perutnya. Alessya baru ingat jika ia hanya memakan roti saat akan berangkat tadi pagi, ia sangat lapar. Alessya keluar dari kamar dan mencari sumber makanan yang tercium sangat menggoda. Alessya menuju dapur dan ia melihat Alex sedang memasak.


"Waa kak Alex ngapain?" ucap Alessya mendekat.


"Masak, disini gak ada pembantu trus cewek-cewek yang aku bawa pada tidur," sahut Alex sambil fokus memasak.


"Hehe maaf, kan kak Alex yang nyuruh kita buat istirahat. Tapi kak, aku gabisa masak," ucap Alessya tersenyum.

__ADS_1


"Yaudah kamu duduk aja disitu, bentar lagi makanannya masak," sahut Alex menoleh ke arah Alessya. Dirinya sangat memahami jika Alessya tidak bisa memasak, dan tentunya hal itu karena orang tuanya memiliki banyak pembantu.


Alessya tersenyum mendengar jawaban Alex dan langsung menuju meja makan. Alessya melihat Alex sangat keren selain Alex populer dikampus, ternyata dia juga pintar memasak. Alex membawa makanan yang ia masak ke meja makan. Alessya sudah tidak sabar ingin memakannya.


"Eitss.. jangan disentuh dulu, aku bangun David dulu dan kamu bangunin Ariyani sana. Abis itu kita makan dan berangkat bareng," ucap Alex memegang tangan Alessya yang hendak mengambil tempe.


"ihh iyaa-iyaa..." jawab Alessya dengan muka cemberut.


Alessya membangunkan Ariyani untuk makan bersama. Mereka sangat menyukai makanan Alex. Alex mendapat banyak pujian dari Alessya dan Ariyani karena makanannya yang sangat enak, sedangkan David hanya fokus makan karena ia sudah sering memakan masakan Alex.


"Makasih kak...makananya enak banget dan aku jadi kenyang," ucap Alessya dengan membawa piring ke wastafel.


"Oke sama-sama, bentar lagi kita berangkat. Karena jaraknya tidak begitu jauh, kita cukup jalan kaki saja," sahut Alex.


Alessya dan Ariyani berjalan didepan sedangkan Alex dan David berjalan dibelakang karena jalannya yang cukup sempit untuk jalan berempat. Semakin lama jalan yang mereka tempuh semakin sempit hanya bisa dilewati oleh 1 orang.


"Awas hati-hati," dengan sigap Alex memegang tangan Alessya yang hendak jatuh karena jalam yang cukup licin.


"Kak Alex gak bilang kalau jalannya kayak gini," rengek Alessya dengan nafas mulai lelah.


Alex memang tak pernah bohong dengan ucapannya, kini pemandangan kawah sudah didepan mata. Nafas Alessya dan Ariyani sangat terdengar karena mereka tidak terbiasa menaiki gunung. Alessya sangat senang, lelah nya tidak membuatnya sia-sia ketika melihat pemandangan yang sangat indah. Udara yang dingin, angin yang kencang membuat Alessya mengagumi tempat yang ia lihat sekarang.


"Kak...bawa kamera kan, foto yuk" teriak Alessya memanggil Alex.


Alex tersenyum melihat Alessya sangat bahagia dan ia memintanya untuk memotret dirinya. Alex mengarahkan kameranya dan memotret Alessya yang tersenyum. Alessya mendekati Alex dan melihat hasil fotonya. Alessya tersenyum karena dirinya terlihat cantik dikamera.


"Aku tau selama ini kakak sering memotretku diam-diam," ucap Alessya tersenyum menatap Alex.


Alex kaget mendengar ucapan Alessya. Alex mulai bingung dan mencari alasan untuk menjelaskan pada Alessya, ia tak ingin Alessya marah.


"Dari mana kamu tau?" tanya Alex.


"Sini aku pinjam kamera kakak," pinta Alessya dengan menengadahkan tangannya.


Alex memberikan kameranya pada Alessya, jantung berdetak kencang. Alex takut jika Alessya marah dan akan berfikir yang tidak-tidak terhadapnya.

__ADS_1


"Ini foto aku semua, dan aku disini cukup cantik. Tapi kenapa kak Alex harus diam-diam memotretku," ucap Alessya menatap Alex dengan tatapan yang sangat tajam membuat Alex sedikit takut.


"Emmp sebenarnya ini berawal ketika OSPEK, dan aku tidak sengaja memotretmu tapi lama kelamaan aku jadi suka memotret mu karena kamu selalu terlihat ceria. Tapi tujuanku sebernarnya bukan untuk niat buruk, itu hanya hobbi aja. Kalau kamu tidak suka itu, kamu boleh menghapusnya dan aku masih belum menyalinnya ditempat lain," ucap Alex mencoba mencari alasan yang logis.


"Kenapa aku harus marah, aku gak marah jika itu tidak merugikanku. Lagian hasil fotonya bagus, nanti jangan lupa dikirim yaa kak," Alessya memberikan kameranya pada Alex.


Alex merasa sangat lega, kini ia tidak perlu takut karena rahasianya sudah diketahui oleh Alessya. Alex kembali memotret Alessya diam-diam, namun kini ia sangat dekat dengan Alessya.


"Iihhh kak Alex... aku kan belum siap, nanti kalau jelek kan malu," ucap Alessya kesal.


"Emang udah jelek kok," sahut Alex tertawa melihat hasil potretannya.


"Siniin kameranya... siniin kak bakalan aku format semua ntar," ucap Alessya mengejar Alex.


"Coba aja kalau bisa," sahut Alex dengan memegang kameranya keatas agar Alessya tidak bisa meraihnya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Simak terus kelanjutannya jangan pernah bosan dan jangan lupa like๐Ÿ˜Š Beri pendapat kalian tentang mereka๐Ÿ˜Š

__ADS_1


Terimakasih atas dukungannya...๐Ÿ’–๐Ÿ’–๐Ÿ’–


__ADS_2