Cinta Berawal Di Masa OSPEK

Cinta Berawal Di Masa OSPEK
Kereta Part 2


__ADS_3

Alex mengajak Alessya pulang ke apartemennya agar Alessya bisa beristirahat dengan nyaman tanpa gigitan nyamuk, karena ditaman memang tempat nyamuk berkeliaran. Alex menggandeng tangan Alessya sambil tersenyum padanya, sementara Alessya merasa dirinya sangat gugup jika harus tidur di Apartemen Alex.


"Alex wait...," teriak Monic berlari dari kejauhan.


"Ngapain lagi sih nih bule," batin Alex, dirinya yang merasa terpanggil menghentikan langkahnya dan sedikit malas jik berurusan dengan Monic


"Mrs. Jenny asked me to call you and ask you to meet her at the office," Monic memberitahu Alex untuk menemui Mrs. Jenny di kantor. Tatapan Monica langsung menuju pada Alessya yang berada di samping Alex dengan tatapan aneh.


"Oke Thanks You," ucap Alex singkat pada Monic


"Kamu mau ikut aku, atau kamu mau tunggu disini aja?" tanya Alex pada Alessya dengan membelai rambut Alessya di depan Monic


"Aku tunggu disini aja deh kak, tapi kak Alex jangan lama-lama yaa...," Alessya tersenyum dengan merangkul manja lengan Alex


"Iyaa sayang... aku gak lama kok," ucap Alex mencium kening Alessya yang bersikap manja padanya.


Alex pun pergi menemui Mrs. Jenny di ruangannya dan meninggalkan Alessya bersama Monicha di taman. Sementara Alessya hanya tersenyum pada Monic dan duduk kembali di bangku taman sambil menunggu Alex.


"Who are you?" Monic tiba-tiba bertanya pada Alessya yang duduk di depannya.


"I am Alyssa his girlfriend Alex. Are you Alex's friend?" ucap Alessya memperkenalkan dirinya dan menanyakan balik Monic dengan tersenyum.


"No, I'm Alex's ex-girlfriend," tegas Monic yang mengaku-ngaku mantan pacar Alex.


"Sorry, do you have a mirror?" ucap Alessya pada Monic yang mulai mengarang cerita. Alessya yang awalnya tersenyum ketika berbicara dalam hitungan detik berubah menjadi tatapan mematikan.


"Yes... Why?" Monic merasa bingung mengapa Alessya tiba-tiba menanyakan apakah dirinya memiliki cermin.


"If you have a mirror, please look at yourself in the mirror. You don't belong with Alex and I don't believe your words," ucap Alessya dengan sinis meminta Monic untuk bercermin dan menyebut jika dirinya tidak pantas bersama Alex dan Alessya tidak mempercayai perkataan Monic bahwa ia adalah mantan pacar Alex.


"Are you crazy !!!" bentak Monic merasa tidak terima dengan ucapan Alessya.


Alessya hanya tersenyum sinis dan tidak menanggapi ucapan Monic yang sudah kebakaran. Alessya melihat Alex dari kejauhan dan berlari menghampiri Alex kemudian memelukulnya. Alessya sangat percaya Alex dan dirinya yakin ia tidak akan menduakannya.

__ADS_1


"Eh... apa aku kelamaan yaa?" tanya Alex heran melihat Alessya yang berlari dan memeluknya.


"He'emp... kak Alex terlalu lama..." ucap Alessya memeluk Alex dengan manja.


"Padahal gak sampai 15 menit, yaudah ayo balik," Alex membelai rambut Alessya dan mengajak Alessya pulang.


"Aku mau langsung balik ke apartemenku aja kak," kata Alessya menolak ajakan Alex.


"Loh sekarang?? kenapa begitu?" tanya Alex bingung dengan maksud Alessya.


"Aku mau ambil koper sama bajuku, kan kak Alex sendiri yang mau ngajakin aku pindah ke Apartemen kakak... masak kak Alex lupa?" ucap Alessya dengan sedikit manyun.


"Ooo iya bener, tapi kenapa gak bilang dari tadi... kalau bilangnya dari tadi kan aku bisa pesan tiket kereta dulu biar kita gak berdiri lagi," Alex menatap Alessya yang mulai manyun.


Alessya hanya diam dan mengencangkan pelukannya pada Alex. Sebenarnya Alessya masih ingin mempersiapkan diri dan memikirkan kembali tentang ajakan Alex untuk tinggal bersamanya, namun setelah melihat Monic yang berusaha mengganggu hubungannya dengan Alex, Alessya jadi tidak ingin jauh dari Alex karena dirinya takut Alex akan tergoda dengan cewek bule itu (Monic).


"Yaudah yaudah... ayo aku temani ambil barangnya, sekarang peluknya di lepas dulu yaahh tuan putri, di lanjut nanti aja," ucap Alex tersenyum menatap Alessya dan melepaskan tangan Alessya yang memeluknya erat. Dalam hatinya ia merasa sedikit gugup memikirkan bagaimana nanti jika ia bersama Alessya, mengingat statusnya yang berubah dan perilaku Alessya yang sangat manja. Alex sedikit takut dan merasa dirinya harus berhati-hati ketika bersama Alessya nanti agar tidak terjadi hal-hal lainnya.


Sementara Alessya hanya tersenyum dan tersipu malu mendengar perkataan Alex yang memintanya melanjutkan di Apartemen. Pipinya memerah dan ia berusaha menyembunyikannya dari Alex agar Alex tidak melihatnya. Alex dan Alessya pun pergi ke stasiun dan benar feeling Alex tadi, lagi-lagi ia tidak mendapatkan tiket duduk dan harus berdiri.


"Ooo gapapa kok kak," ucap Alessya tersenyum.


Alex pun menggandeng tangan Alessya memasuki kereta mengingat kereta akan segera berangkat. Kali ini Alex sudah stand by di belakang Alessya karena tidak ingin kejadian sebelumnya terulang kembali. Alessya tersenyum bahagia, karena baginya Alex benar-benar mengerti Alessya tanpa harus Alessya katakan ketakutannya.


"Kenapa senyum-senyum," Alex melihat Alessya dari samping dan mendekatkan wajahnya pada Alessya.


"Gapapa kok, ih kak Alex munduran dikit... malu diliatin orang," Alessya malu-malu karena wajahnya sangat dekat dengan Alex.


"Yang mau liatin kita itu siapa? disini budayanya bebas. Tuh coba kamu liat disana," Alex menunjukkan jarinya pada Alessya ke penumpang belakang.


"Iyuuuhhh kok gak malu gitu yaa kak," ucap Alessya merasa risih melihat kedua bule yang berciuman di dalam kereta yang penuh penumpang.


"Yaa kan itu budaya mereka, dan sekarang gak ada tuh yang ngeliatin mereka selain kamu," Alex tersenyum dan seketika Alessya mengalihkan pandangannya.

__ADS_1


"Jadi... mau aku kayak gini pun gak akan ada yang minat melihat kita" kata Alex tiba-tiba memeluk Alessya.


Alessya hanya tersenyum dan dirinya tidak menyangka jika Alex memiliki sisi yang suka menunjukkan kemesraannya walaupun ditempat umum


"Kak, cewek tadi itu temen kakak?" tanya Alessya tiba-tiba teringat Monic.


"Bukan, aku gak berteman dengan cewek disini," jawab Alex santai menjawab pertanyaan Alessya.


"Kenapa??? kan dia cantik, pasti pintar juga," tanya Alessya penasaran.


"Bagiku yang cantik dan pintar hanyalah adik tingkatku yang sekarang menjadi pacarku, jadi aku gak butuh orang lain lagi yang pintar dan cantik," tegas Alex membelai rambut Alessya.


Dugaan Alessya benar jika Monic hanyalah mengarang cerita dan Alessya percaya jika Alex tidak mungkin memiliki pacar di Inggris saat sebelum bersamanya.


.


.


.


.


.


.


.


.


To Be Continued....


Jangan Lupa Like disetiap episodenya dan Vote kisah ini.

__ADS_1


T E R I M A K A S I H A T A S


D U K U N G A N N Y A 💖💖💖


__ADS_2