
Alessya keluar kelas dan mencari Alex. Ia mencari Alex ke perpustakaan namun disana ia tidak menemui Alex, Alessya ke kantin bahkan ke taman tempat biasa Alex berdiam diri namun tetap saja Alessya tidak bertemu dengan Alex.
"Kak Alex kemana coba, giliran dicari aja susah banget ketemunya. Giliran gak dicari sering nongol," ucap Alessya putus asa mencari Alex, ia hanya berjalan dengan sangat pelan dan berfikir bahwa Alex sudah pulang.
Alessya melewati pinggiran lapangan basket yang sangat ramai dengan teriakan mahasiswi yang sedang berteriak memberi semangat pada cowok-cowok yang bermain basket, Alessya tidak tertarik melihatnya dan ia berniat melewatinya.
"ALESSYA," suara yang sangat lantang terdengar jelas di telinga Alessya hingga membuatnya menoleh.
"Kak Alex," ucap Alessya dari kejauhan, Alessya tersenyum melihat Alex yang ia cari sudah ketemu.
"Belikan aku air dong," ucap Alex karena haus habis bermain basket dengan keringat yang bercucuran.
"iihh mesti..." senyum Alessya tiba-tiba berubah menjadi cemberut, tanpa menjawab permintaan Alex, Alessya pergi berlalu meninggalkan Alex di lapangan.
"Eh, kok pergi sih," ucap Alex kebingungan melihat Alessya yang pergi tanpa memperdulikannya.
Alex yang sangat capek, ia mengambil waktu duduk untuk beristirahat. Sebenarnya banyak wanita yang menawarkan air pada Alex namun Alex menolaknya, ia tak pernah sekalipun menerima pemberian wanita-wanita di kampusnya. Alex mengusap keringat yang bercucuran di keningnya.
"Nih...airnya," ucap Alessya tiba-tiba memberikan air pada Alex.
"Oh jadi kamu pergi karena mau beli air toh... kirain marah," Alex menerima air yang diberikan Alessya dan meminumnya.
"Yaa kan tadi disuruh beli, lagian kenapa gak ambil punya cewek-cewek itu sih kan gratis," Alessya menunjuk ke arah wanita-wanita yang memberi semangat pada anggota team basket.
"Dari kamu juga gratis kan," ucap Alex berdiri dengan senyuman, ia merasa tenaganya sudah kembali terisi dan akan melanjutkan permainannya.
"Loh kak, ih kebiasaan deh main pergi aja... Aku tuh dari tadi nyari kakak, malah ditinggal," ucap Alessya lagi-lagi cemberut.
"Kamu gak akan bisa menemukanku, tapi aku bisa menemukanmu. Udah aku mau main dulu yaa mending kamu pulang, kan kelas bimbingan udah kelar," Alex mengacak-acak tambut Alessya dan berlari ketengah lapangan sambil membawa bola.
"Kak... makasih yaa... aku dapet poin plus," teriak Alessya dengan senyuman, Alex menoleh dan mengangguk pada Alessya.
Hati Alessya merasa lega ketika sudah menyampaikan rasa terimakasihnya pada Alex, walaupun sedikit menyebalkan namun Alex sangat istimewa di mata Alessya.
**********
"Huufffttt capek banget dah," Alex menutup pintu gerbang rumahnya sambil mengelap keringat di keningnya.
__ADS_1
Ia merasa sangat lelah dan akan bersiap mandi kemudian berencana untuk beristirahat. Alex pun bergegas masuk kamarnya.
Tok Tok Tok (Suara Pintu)
"Masuk...gak dikunci," Alex melilitkan handuknya dan memilih baju di lemari.
"Nanti jangan lupa makan bareng sama papa mama di luar," ucap Anton berdiri di depan pintu.
Sementara Alex hanya mengernyitkan dahinya meras bingung dan ia pun tak ingin ambil pusing, Alex langsung berpakaian dan bersiap untuk tidur lebih awal.
Ting..(Bunyi Ponsel)
"Aku laper nih kak... mau makan bareng gak" Alessya
"Enggak ! aku mau tidur" Send
"Hih gak asik, yaudah sana tidur semoga mimpinya ketemu mimi peri" Alessya
Alex tersenyum dan geleng-geleng kepala melihat balasan pesan terakhir dari Alessya, dari pada mimpi bertemu mimi peri, ia lebih berharap bertemu Alessya walaupun itu hanya mimpi.
"Alex gak ikut deh maa, Alex capek mau tidur," Alex menarik selimut dan berbaring.
"Eh gak bisa gitu dong... ayo cepetan ganti baju, ntar papa marah loh. Pokok mama tunggu di bawah, jangan lama-lama," ucap Niken membangunkan Alex dan memintanya ganti baju.
Alex terpaksa bangun dan bersiap-siap. Ada aja gangguan yang menyebabkan hari ini ia tidak bisa tidur lebih awal. Alex berjalan menuruni tangga dan masuk mobil. Ia benar-benar sangat ngantuk sampai-sampai ia menguap tak terhitung membuat papa dan mama dibuat heran.
Sesampainya di restoran Alex mengikuti langkah papanya dan ia melihat papanya melambaikan tangan pada seorang temannya yang duduk bersama keluarganya.
"Yaasalam kenapa Alessya lagi..." Alex menepuk jidat ketika melihat Alessya menoleh dan melihat ke arahnya.
Alex benar-benar tidak menyangka jika makan malam keluarganya diatur tidak hanya bertiga melainkan berenam. Alex duduk di depan Alessya dan ia melihat Alessya sedang senyum-senyum mengejeknya.
"Weekk tadi aja bilangnya capek, eh gataunya sekarang disini," Alessya tersenyum melihat Alex di depannya yang sedang menatapnya malu.
Alex tidak terlalu menanggapi ocehan Alessya, karena ia tidak mau sikapnya terlihat aneh di mata keluarganya dan juga keluarga Alessya. Ia hanya bisa menahan rasa ingin mencubit pipi Alessya yang selalu mengejeknya dengan senyuman.
"Oh iyaa.. rencana nak Alex mau lanjut S2 dimana?" tanya Jordhan sambil memotong daging dipiringnya.
__ADS_1
"Dia sih masih bingung Jor mau pilih Inggris atau Jerman," jawab Anton menepuk bahu Alex.
Alex hanya diam saja karena ia masih belum memikirkan hal itu lebih lanjut. Sementara Alessya tiba-tiba terlihat sangat terkejut mendengar Alex ingin melanjutkan kuliahnya di inggris. Alessya melanjutkan makannya kembali sambil menatap Alex yang masih diam saja. Kemudian Alessya sengaja menendang kaki Alex dibawah meja.
"Aduhh ! Sakit !" bisik Alex menatap Alessya di depannya.
Alessya pun tersenyum, baginya itu adalah balasan karena tidak menceritakan apapun pada Alessya tentang rencana kuliah S2 di Inggris. Alessya menyantap kembali makanannya namun ia tiba-tiba tersedak. Alessya melihat Daffa bersama Adinda baru saja datang untuk makan di tempat itu.
"Minum nih," dengan sigap Alex memberikan Alessya segelas air miliknya.
Alessya menatap Daffa begitupun sebaliknya. Sementara Adinda menarik lengan Daffa dan memilih tempat duduk agar tidak berdiri di depan tempat duduk Alessya.
"Kamu kenapa sayang," Jordhan menyadari putrinya sedang menatap Daffa bersama gadis lain.
"Maaf paa... Alessya baik-baik saja kok," ucap Alessya tersenyum.
Alex bisa merasakan perasakan Alessya saat ini, bahkan senyum Alessya saat ini terlihat seperti gadis yang berusaha kuat menerima semua masalah di hadapannya.
.
.
.
.
.
.
.
Autor gak akan pernah bosan untuk mengingatkan kalian untuk tetap L I K E di setiap episodenya dan V O T E kisah ini agar autor lebih rajin update.
T E R I M A K A S I H A T A S
D U K U N G A N N Y A 💗💗💗
__ADS_1