Cinta Berawal Di Masa OSPEK

Cinta Berawal Di Masa OSPEK
Sebuah Impian


__ADS_3

Kampus yang ramai dan tak pernah sepi oleh mahasiswa masih tetap sama seperti saat pertama kali Alessya menginjakkan kaki untuk kuliah. Alessya berjalan melewati mading dan ia melihat sebuah brosur yang menarik perhatiannya hingga membuatnya berbalik arah dan melihatnya.


"Ada apa..." Tanya Daffa yang merasa heran melihat Alessya berbalik arah menuju mading.


Alessya melihat mading yang berisi banyak brosur ajakan untuk mengikuti lomba kejuaraan nasional mulai dari kegiatan akademik dan non akademik. Yang menarik perhatiannya yaitu (IPhO - International Physics Olympiad). Dari dulu ia sangat menginginkan kesempatan bisa mengikuti IPhO dan ia bertekat akan mendaftar diri untuk mengikuti perlombaan itu.


Berbeda dengan Alessya, Daffa justru tertarik mengikuti dan bergabung dalam Klub Hoki Es. Olahraga yang ia impikan sejak dulu selain sepak bola dan basket. Kini kesempatan itu ada didepan mata.


"Kalau aku ikutan gabung disini apa kamu tidak keberetan?" Tanya Daffa pada Alessya yang sedang memandang brosur didepannya.


"Hoki... emang kamu bisa pake sepatu skate?" Jawab Alessya


"Bisa lah... kalau gak bisa mana berani aku ikutan seperti ini" Ucap Daffa dengan percaya diri


"Ooo yaa udah kalau gabisa ntar aku ajari deh... aku pinter kok kalau soal skate" Ucap Alessya tersenyum


Daffa merangkul Alessya dan kembali berjalan menuju kelas. Alessya yang selalu menjadi lirikan para lelaki membuat Daffa harus memamerkan kemesraan dan perhatiannya pada Alessya agar semua cowok penggemar Alessya tahu jika Alessya adalah milik Daffa. Alessya memang cantik tapi satu hal kekurangan Alessya yaitu sifatnya yang polos.


"Eh liat deh Kak David, mereka sweet banget yaa.." Ucap Alessya yang melihat David menunggu Ariyani di depan kelas dan memberikannya bunga.


"Haduhhh... kalian manis banget sih..." Alessya tersenyum melihat Ariyani dan David di depan kelas.


"Cowok yang romantis itu yaa harus kayak gini syaa, harus selalu membuat pasangannya bahagia" Ucap David merangkul Ariyani seakan menyindir Daffa. Yahh David memang sedikit tidak menyukai Daffa, karena sikapnya lah yang kadang membuat Alessya selalu bersedih.


"Bunga ini tuh dia nyomot di taman kali syaa... masak kamu gatau ahahahahha" Ucap Ariyani tertawa dan menerima bunga pemberian David


"Ee iyaa bener, waa kak David kehilang skor sebagai cowok romantis deh wkwkwkkw" Ucap Alessya memasuki kelas dan memilih tempat duduk.


Seperti biasa Alessya memilih duduk dipinggir sebelah jendela, namun hari ini ia tidak duduk bersama Ariyani karena David memutuskan untuk mengikuti perkuliahan di kelas Alessya dan hanya sekedar iseng. Daffa melihat Ariyani duduk bersama David sedangkan Alessya duduk sendiri. Daffa mengurungkan niatnya yang ingin duduk di bangku paling depan, ia memilih duduk di sebelah Alessya.


"Kok kamu duduk disini..." Alessya merasa heran karena tidak biasanya Daffa mau duduk bersebelahan dengan Alessya.


"Kenapa? Gak Boleh" Jawab Daffa mengkerutkan alis


"Yaa kan biasanya kamu gak mau... ntar kalau kamu gak fokus gimana" Ucap Alessya merasa aneh melihat Daffa duduk disebelahnya. Daffa tidak menjawab pertanyaan Alessya dan membuka buku yang materi perkuliahan.


2 Jam perkuliahan berlangsung, tidak seperti dugaan Daffa yang menurutnya jika ia duduk bersebelahan dengan Alessya maka dirinya tidak akan bisa fokus mengikuti perkuliahan. Selama perkuliahan berlangsung Alessya tidak sedikit pun mengajak bicara Daffa, ia sangat fokus memperhatikan dosen yang membahas materi kuliah. Daffa menatap Alessya yang sangat serius menulis dan menghitung hasil perhitungan fisika yang diberikan oleh dosen.


"Syuutt nanti sore aku jemput yaa" Ucap Daffa tersenyum mengganggu konsentrasi Alessya yang sedang menulis. Alessya melirik Daffa dan mencubitnya agar Daffa berhenti mengganggunya.


Alessya sempat trauma mengikuti perkuliahan dosen killer karena dirinya sempat dilempar spidol karena tidak fokus menghadap ke depan. Alessya tidak ingin kejadian itu terulang kembali karena itu menyakitkan.


"Alessya... Tolong nanti kamu ikut saya ke kantor" Ucap Prof Albert


"Kenapa pak? salah saya apa?" Tanya Alessya kebingungan karena sempat memikirkan traumanya saat dilempar spidol dan kini tiba-tiba Prof Albert meminta menemuinya di ruang dosen.

__ADS_1


"Apa aku terlihat menyalahkan mu, sudah pokok temui saya di kantor setelah ini" Ucap Prof Albert mengakhiri perkuliahan dan meninggalkan ruang kelas.


Alessya memasukkan buku-bukunya ke dalam tas dengan muka cemberut. Ia takut jika dirinya dimarahi oleh Prof Albert.


"Aku ke ruang dosen dulu yaa" Ucap Alessya cemberut dan menarik nafasnya dalam-dalam kemudian menghembuskannya.


"Iyaa gapapa udah sana temui Prof mungkin ada yang perlu dibicarakan, kamu jangan takut..." Daffa membelai rambut Alessya.


Alessya berjalan dengan lemas menuju ruang dosen. Jantungnya berdetak sangat kencang karena takut jika Prof Albert akan memarahinya. Alessya memikirkan kesalahan apa yang telah ia perbuat hingga dirinya dipanggil ke ruang dosen. Sesampainya di ruang dosen Alessya mengetok dan membuka pintu, Alessya terkejut melihat Alex juga dipanggil oleh Prof Albert.


"Haduhh... kenapa ada kak Alex juga sih.." Batin Alessya, ia takut jika Alex tahu Prof akan memarahinya.


"Duduk, saya memanggil kalian disini karena saya ingin kalian mengikuti (IPhO - International Physics Olympiad) dan saya harap kaliam bisa memenangkan ini" Ucap Prof Albert


"Seriusan Prof...saya akan terdaftar di IPhO?"


mata Alessya berbinar-binar bahagia mendengar kabar bahagia itu"


Tok (Prof Albert memukul kepala Alessya dengan pulpen)


"Yaa kalau gak serius ngapain saya panggil kamu dan Alex, dasar bocah ingusan" Ucap Prof Albert geleng-geleng kepala melihat Alessya yang sangat senang.


Alessya hanya menunduk karena menerima pukulan pulpen dari Prof Albert, namun ia tidak marah atau pun sedih. Alessya menunduk dengan tersenyum. Prof Albert berpesan jika Alessya dan Alex harus bisa memenangkan lomba kejuaraan ini karena selain biayanya yang mahal, tempatnya juga jauh yaitu London University. Prof Albert menyuruh Alex dan Alessya meninggalkan ruangannya.


"Masih sakit gak syaa?" Tanya Alex menyentuh kepala Alessya yang dipukul dengan pulpen.


"Kamu kok girang banget sih syaa... bukannya kamu udah sering ke London yaa" Ucap Alex heran melihat Alessya yang tak berhenti tersenyum.


"Ihhh bedaa kak... kalau cuma jalan-jalan sih sering, aku tuh seneng karena aku bisa ikut lomba itu, dan aku ingin memenangkannya karena jika aku bisa menang kita bisa ikut kuliah 7 hari disana... dan itu impian aku bisa kuliah sama disana walau cuma sebentar. Dan kak Alex harus bantu aku agar kita bisa menang" Ucap Alessya


"Huuuffttt ya yaa yaa yaaa tapi ingat jangan senyum-senyum terus, gigi mu bisa kering ntar" Ucap Alex tersenyum meninggalkan Alessya


Alessya tidak menghiraukan perkataan Alex dan berjalan menuju parkiran dan pulang bersama sopirnya, ia tak sabar ingin memberi kabar bahagia pada mamanya.


**********


Ting (bunyi ponsel)


Alessya meraih ponsel disebelahnya dan membuka pesan masuk.


"Aku OTW" Daffa


Alessya hampir lupa jika sebelumnya ia sempat memiliki janji bertemu dengan Daffa, dan Daffa akan menjemputnya. Alessya bergegas bagun dari tidurnya dan mandi. Ia akan memberitahu kabar bahagianya pada Daffa saat diperpus nanti.


Ting Tong....(Bel Rumah)

__ADS_1


Alessya tidak mengira jika itu Daffa, Alessya dengan sangat terburu-buru memilih baju yang akan digunakan dan berdandan seadanya.


"Cari siapa..." Tanya Jordhan pada Daffa


"Alessya nya ada om..." Ucap Daffa merasa terkejut melihat lelaki dewasa yang membukakan pintunya.


Jordhan melihat Daffa berdiri depan rumahnya dan membawa bunga serta bingkisan lainnya.



Jordhan mempersilahkan Daffa masuk kerumahnya dan menyuruhnya duduk.


"Alessya... ada temen kamu nih" Jordhan memanggil Alessya dan kembali menatap Daffa, ia berfikir jika dia lah yang dimaksud Alessya sebagai pacarnya.


"Besok apa bisa temui saya di cafe belbrone jam 2.." Tanya Jordhan memulai pembicaraan pada Daffa.


"Bisa om" Jawab Daffa merasa bingung melihat papa Alessya tiba-tiba mengajaknya bertemu diluar.


Jordhan bangkit dari duduknya dan meninggalkan Daffa di ruang tamu. Tak lama kemudian Alessya turun dan bersiap untuk pergi. Alessya terkejut melihat Daffa tiba-tiba membawa bukket bunga kerumahnya.


"Kamu... kok bawa bunga..." Tanya Alessya dengan tersenyum melihat bunga indah ditangan Daffa.


"Buat kamu, aku beli kok gak nyomot di taman kampus dan ini aku beliin buah buat kamu" Daffa memberikan buket bunga dan buah sekotak pada Alessya. Daffa melihat Alessya sangat senang menerima bunga dan mencium bunga pemberiannya.


"Yaudah yuk kita berangkat" Ucap Daffa


Alessya memanggil bik Tuya untuk meletakkan bunga pemberian Daffa di meja kamarnya. Alessya mengikuti langkah Daffa dan menaiki motornya. Di jalan Alessya sangat bahagia karena selain dirinya akan mengikuti (IPhO - International Physics Olympiad) dia juga mendapatkan bunga dari Daffa.


.


.


.


.


.


.


.


.


Simak terus kelanjutan kisahnya😊 jangan pernah bosan dan jangan lupa like serta beri pendapat kalian tentang mereka.

__ADS_1


Terimakasih atas dukungannya dan votenya💖💖


__ADS_2