Cinta Berawal Di Masa OSPEK

Cinta Berawal Di Masa OSPEK
BREAK


__ADS_3

WARNING !!! GUNAKAN PERASAAN SAAT MEMBACA.


.


.


.


.


Bangun sebelum Alarm itu merupakan sebuah kebetulan yang sangat menyenangkan, karena disitulah kita bisa membedakan mana wanita yang sukanya molor dan mana wanita yang suka rajin bangun pagi tepat waktu. Aleesya yang bagun sebelum jam alarmnya berdering berencana untuk melakukan olahraga sebelum ia berangkat kekampus. Alessya membasuh mukanya dan berganti pakaian tidurnya menjadi pakaian jooging. Outfit yang Alessya gunakan yaitu crop top long sleeve, model baju yang menurut mamanya itu kurang bahan(kain), karena menampakkan sisi bagian pusar.


Alessya berlari-lari kecil sambil mendengarkan musik menggunakan headset. Berlari 5 kali putaran di taman kota dekat rumahnya berhasil Alessya lakukan. Keringat yang bercucuran dan rasa lelah yang mulai ia rasakan membuat dirinya tidak sanggup lagi melanjutkannya. Alessya pun akhirnya memilih untuk duduk beristirahat di bangku taman.


Ting (Notifikasi Pesan)


Alex:


Sudah bangun?


Alessya tersenyum melihat pesan Alex yang selalu menemaninya pagi, siang dan malam. Alessya tidak menyangka jika selama menjalani hubungan LDR dirinya masih bisa merasakan kebahagian, contohnya ketika Alex yang selalu rutin mengiriminya pesan dan selalu memberikannya perhatian.


Alessya:


Sudah dung... dari tadi dan sekarang baru selesai jooging.



Alex:


CEPAT PULANG SEKARANG !!!


Alessya :


Why? masih capek...😑


Alessya merasa aneh dengan pesan Capslock yang Alex kirim.


Alex :


Ganti baju !!!


Kini Alessya mengerti maksud Alex yaitu melarangnya untuk berpakaian terbuka. Alessya tersenyum menatap layar ponselnya, mungkin jika saat ini Alex sedang didekatnya, ia akan terkena semprotan omelan dari Alex.


Alessya:

__ADS_1


Iyaa deh... aku pulang😊


Alessya bergegas pulang dan mematuhi perkataan Alex. Dalam hatinya yang terdalam, dirinya tak hanya menganggap Alex sebagai kekasih namun juga sebagai kakak yang selalu melindunginya. Ia akan merasa cemburu ketika melihatnya bersama wanita lain, namun disisi lain dirinya merasa kehadiran Alex sebagai sosok yang selalu ada yang disaat sedih bersamanya, bahagia, marah dsb. Bayangkan saja bagaimana kesepiannya jika tanpa adanya orang yang sangat mengisi setiap celah hari mu. Senyum yang sering terpancar terkadang menyimpan sebuah kesedihan yang mendalam. Seraya menghapus air matanya, dirinya berusaha untuk tetap kuat dan percaya jika suatu saat ia bisa kembali bersama dengannya ALEX BRIAN LEE.


**********


11 Bulan Kemudian


Kesibukan yang terus menyita waktu, membuat hari-hari berjalan sangat cepat. Tanpa terasa malam telah berganti sebanyak 274 kali. Disaat lelah itu menyapa ditengah kesibukan yang sudah terlalui, kini membuat ingatan kembali mengingat seseorang yang tengah jauh.


"I miss you kak..," ucap Alessya meneteskan air mata.


Bulan ke 11 tanpa kehadirannya membuat Alessya kembali tersadar jika rindu itu memang benar-benar berat. Baginya LDR itu sangat sulit, tidak ingin bosan dan tidak ingin kesepian. Disisi lain Alessya sangat senang ketika Alex selalu memberinya kabar setiap hari, namun disisi lainnya ia juga merasa sedih ketika Alex selalu menghubunginya, karena semakin Alex sering menghubunginya semakin ia akan tersadar dan terus teringat akan rindu yang sangat berat di tengah jarak yang mengahalangi hubungannya.


Namun bagaimana jadinya jika hubungan LDR tanpa komunikasi ??? tentu akan semakin berat, semakin rindu dan semakin membuatnya tersiksa. LDR memanglah serba salah, membuat seseorang tetap merasa sedih ketika senang.


Sebelumnya di hari ke 185


Musim kuliah yang tengah sibuk ketika menjelang ujian, membuat hari terasa semakin berat untuk dijalani. Waktu istirahat yang kurang serta tidak adanya orang spesial di dekatnya, tak mampu untuk Alex sepelehkan. Diluar ia terlihat sebagai sosok pria dingin yang kuat dan berhati batu, namun dibalik itu semua terdapat sebuah perjuangan yang harus tetap ia lakukan setiap harinya. Kuliah, belajar, tugas, dan menghibur Alessya baginya semua itu adalah usaha yang harus di perjuangkan.


Namun siapa sangka di hari ke 185, sosok pria kuat yang dingin dan berhati batu itu telah terpuruk dan hancur ketika ia sedang melalukan komunikasi dengan Alessya seperti yang biasa ia lakukan.


"Kak...."


Suara lirih tanpa semangat itu terdengar sedang memanggilnya.


"Alessya lagi bingung..."


Suara yang melemah dan tertahan semakin terdengar jelas dari Alessya dan membuat Alex bertanya-tanya.


"Bingung kenapa? Cerita aja sama aku, mungkin aku bisa bantu,"


"Alessya bingung dengan perasaan Alessya. Alessya senang ketika kak Alex selalu ngabarin Alessya, tapi di saat itu Alessya juga merasa sedih karena semakin teringat jika kak Alex jauh dari Alessya. Alessya bingung harus bagaimana,"


Dan kini suara itu berubah menjadi suara tangis yang tak dapat tertahan lagi.


"Jangan nangis... aku mohon, tenang yaa... kamu tenangin dulu. Please jangan nangis,"


ucapnya sangat panik ketika mendengar Alessya tiba-tiba menangis.


"Kamu boleh katakan apa yang kamu inginkan, tapi aku mohon jangan menangis,"


"Aku ingin kak Alex berhenti sejenak dan tidak menghubungiku untuk beberapa hari kedepan, karena aku gak mau jika nantinya aku akan merasa bosan menjalani keseharianku bersama kak Alex yang hanya sebatas komunikasi,"


ucap Alessya menangis meluapkan kesedihannya.

__ADS_1


"Maafkan aku kak, jujur aku berusaha kuat tapi aku gabisa... aku terus memikirikan kak Alex, dan itu membuat aku sedih,"


Seketika hatinya hancur ketika mendengar hal itu dari Alessya. Usaha dan perjuangan yang selama ini ia lakukan ternyata salah, waktu yang ia curi di tengah kesibukannya hanya untuk menyempatkan bertukar kabar, saling menghibur, saling memberikan perhatian ternyata itu semua membuatnya sedih. Waktu malam yang biasa orang lakukan untuk beristirahat, selalu ia korbankan hanya untuk mengejar waktu siang di Indonesia, namun siapa sangka ternyata itu semua sia-sia.


"Maafkan aku, tanpa aku sadari aku telah berbuat salah. Maafkan aku, telah membuatmu bersedih. Jujur keinginanku hanya 1, melihat orang yang aku sayangi bahagia. Apapun itu, jika bisa membuatmu bahagia, akan aku lakukan. Mulai besok lakukanlah apa yang kamu inginkan. Jaga dirimu baik-baik. Ingatlah untuk terus tersenyum,"


ucapnya yang berusaha kuat di saat perasaannya yang hancur. Air matanya yang menetes tak bisa ia bendung lagi.


"Kak Alex....maafin Alessya...Alessya sangat mencintai kak Alex, Alessya sayang kak Alex, tapi Alessya gak tau harus bagaimana,"


Tangis Alessya kembali pecah ketika mendengar ucapan Alex yang menyuruhnya untuk menjaga diri dengan baik.


"Sayang... aku juga sama sepertimu, aku mencintaimu lebih dari kamu mencintaiku. Asalkan kamu bahagia aku rela melepasmu, teruslah bahagia... lakukan apa yang ingin kamu lakukan. Jika kamu ingin mengakhiri hubungan ini, akhirilah dan berbahagialah,"


"Aku tidak ingin melepaskan kak Alex, aku hanya butuh waktu untuk menenangkan perasaanku. Maafkan aku kak yang terlalu egois,"


ucap Alessya menyakinkan Alex jika ia sebenarnya tidak ingin mengakhiri hubungannya.


"Baiklah jika itu keinginanmu, apapun itu lakukan saja asal kan itu bisa membuatmu bahagia,"


ucap Alex yang masih berusaha membuat Alessya tenang walaupun sebenarnya dirinya sangat sedih dan takut kehilangan Alessya.


"Mulai besok kita Break dulu... lakukan apa yang ingin kamu lakukan. Aku percaya jika kamu adalah jodohku, kamu akan tetap bersamaku. Aku juga akan berusaha untuk siap menerima jika suatu saat kebahagianmu bukan aku lagi,"


ucap Alex dengan penuh air mata.


"ILOVE YOU ALESSYA,"


ucapnya langsung menutup telfon tanpa mendengar balasan dari Alessya.


Baginya ketika hubungan sudah terdapat kata BREAK siap tidak siap dirinya harus menerima kemungkinan terbesar untuk kehilangan Alessya dan merelakannya dengan orang lain. Hal yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya, kini telah datang membuat batu itu hancur, pria yang terkenal kuat kini rapuh dan menangis.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


To Be Continued....


__ADS_2