Cinta Berawal Di Masa OSPEK

Cinta Berawal Di Masa OSPEK
(IPhO - International Physics Olympiad)


__ADS_3

Alessya pulang dengan banyak pikiran. Otaknya seakan-akan penuh dan tak bisa berbuat apa-apa lagi. Rasa pesimisnya kini membuatnya sangat khawatir. Sebelumnya Alessya tidak pernah merasa takut dalam bidang akademik, namun kali ini ia sangat takut. Semenjak Alessya kenal dan dekat dengan Alex ia baru sadar, jika pepatah diatas langit masih ada langit itu benar adanya. Yaa itu benar, masih ada yang lebih pintar dan jenius diatas Alessya, seperti Alex orangnya. Sampai saat ini Alex masih unggul diatas Alessya, dan satu lagi... Ibel.


"Huump gimana dong kalau besok aku gak lolos, trus gimana kalau yang lolos ternyata Ibel sama kak Alex," Alessya menggrutu dan masuk ke kamarnya. Kini Alessya merasa was-was dan tak percaya diri.


Alessya mengganti pakaiannya dan keluar kamar sambil membawa buku. Alessya ingin menenangkan pikirannya jengan menghirup udara segar di belakang rumahnya. Pikiran Alessya saat ini benar-benar kalut, sejak kejadian pertunangan Daffa dengan Adinda, Alessya benar-benar tidak konsisten dalam belajarnya. Dalam sekejap ia melupakan impiannya, dan kini ia merasa sedikit menyesal telah terlalu lama bersedih sejak putus dengan Daffa.



"Loh, tolong mukanya di kondisikan yaa sayang, kenapa jadi kusut gitu," ucap Jordhan terkejut melihat putrinya yang merengut.


"Gak tau lah paa Alessya lagi banyak pikiran," Ucap Alessya memeluk papanya.


"Coba kamu cerita sama papa, mungkin papa bisa bantu," Jordhan membelai rambut putrinya.


"Alessya takut paa, Alessya takut besok gak lolos IPhO dan kalau Alessya gak lolos itu berarti Alessya gak bisa ke London sama kak Alex paa" Ucap Alessya menceritakan apa yang ia pikirkan di pelukan papanya.


"Kenapa harus sama nak Alex???" tanya Jordhan kebingungan.


"Karena kak Alex itu smart banget paa, dan dia sering dapat poin lebih saat bimbingan. Sudah pasti kak Alex akan lolos, dan yang paling Alessya takutkan, bagaimana kalau ternyata yang mengalahkan Alessya itu Ibel senior Alessya di kampus yang kebetulan dia adalah teman satu kelas kak Alex. Alessya gabisa paa kalau ngeliat kak Alex sama Ibel," Alessya menyrocos pada papanya tanpa spasi ia ceritakan uneg-uneg di hatinya.


"Bentar-bentar, kamu takut gak lolos IPhO atau kamu takut ngeliat nak Alex ke London sama Ibel?" ucap Jordhan tersenyum dan merasa heran melihat tingkah laku putrinya.


"Yaa dua-duanya paa, ih papa gak nyambung kalau diajak curhat," Alessya menatap papanya dengan manyun.


"Hemmp papa rasa putri papa saat ini sedang jatuh cinta dan sedang cemburu," ucap Jordhan tersenyum.


"Ihh papa apa'an sih, udah ah Alessya mau mandi," Alessya beranjak dan meninggalkan papanya yang sedang tersenyum mencurigakan padanya.


Karena hari sudah sore dan mendekati malam, Alessya bergegas mandi dan bersiap-siap pergi kerumah Alex untuk belajar bersama. Kali ini ia tidak berdua saja dengan Alex, melainkan ia belajar dengan ditemani sepupu Alex yang kebetulan juga teman satu bimbingan kelas IPhO. Seperti yang sudah dijanjikan, Alessya berangkat kerumah Alex pukul 7 malam.


Sesampainya di rumah Alex, Alessya melihat Reza sudah sampai lebih dulu dan sudah mulai belajar bersama Alex.


"Duduk syaa... kali ini kamu harus benar-benar serius, gak boleh mikir yang aneh-aneh dan kalau ada yang kurang di mengerti langsung ditanyakan jangan gengsi-gengsian," ucap Alex menasehati Alessya.


"Siap Kak..." ucap Alessya mengeluarkan buku-bukunya dan mulai belajar.

__ADS_1


Alessya sangat bersemangat dalam belajarnya, tak sekalipun ia memikirkan hal-hal yang membuatnya terganggu, dan bahkan ia tidak membuka topik pembicaraan yang tidak penting. Begitupun Alex yang sangat telaten membimbing Alessya.


Waktu berjalan sangat cepat, hingga tak terasa Alessya sudah dirumah Alex selama 8 jam berlalu. Alex melihat Alessya sangat lelah dan mulai mengantuk, wajar saja karena waktu menunjukkan pukul 3 pagi. Tak hanya Alessya yang mulai tertidur, Reza pun sudah tertidur lebih dulu dari Alessya. Kini Alessya tidak kuat menahan rasa kantuknya.


"Mungkin ini yang ketiga kalinya aku melihatmu tertidur syaa.." ucap Alex tersenyum menatap Alessya. Alex tidak membangunkan ataupun memindahkan Alessya, ia hanya memberikan selimut agar Alessya tidak kedinginan.


**********


Paginya Alessya langsung terbangun karena merasa lehernya sangat sakit karena posisi tidurnya yang kurang pas. Alessya terkejut ketika menyadari dirinya masih dirumah Alex.


"Morning cantik...sudah bangun yaa, maaf tadi malam tidak aku pindahkan karena takut kamu terbangun," ucap Alex memberikan segelas susu pada Alessya.


"Aduhh aku mau pulang kak mau mandi," ucap Alessya buru-buru merapikan bukunya di atas meja.


"Mandi disini aja sayang...biar nanti bajunya pake punya tante yang waktu tante masih kurus aja, gimana?" ucap Lina mama Alex


Alessya melihat jam di tangannya dan memang benar waktunya sangat mepet jika ia gunakan untuk pulang dan mandi. Alessya pun menerima tawaran mama Alex dan ia pun segera mandi dan bersiap berangkat ke kampusnya.


Selesai mandi Alessya berangkat kekampus bersama Alex. Ia tidak sempat untuk berdandan terlalu lama, mengingat tempat ia sekarang bukanlah dirumahnya melainkan rumah Alex. Seperti biasa Alex memasangkan helm dan pengaitnya pada Alessya, karena Alessya belum terbiasa menggunakan helm. Alex pun berangkat dengan mengendarai motornya bersama Alessya. Saat di jalan, Alessya tak banyak bicara dan ia terlihat was-was.


Sesampainya di kampus, muka Alessya terlihat sangat pucat dan tangannya berkeringat dingin. Alex melihat Alessya yang saat ini benar-benar natural tanpa make up, namun ia masih terlihat sangat cantik dimatanya.


"Tunggu syaa... jangan masuk dulu," ucap Alex menghentikan Alessya yang hendak masuk kelas.


"Kenapa kak?" Alessya menatap Alex yang menghentikannya dengan memegang tangannya.


Alex mengikat rambut Alessya dengan karet rambut milik mamanya, ia melihat rambut Alessya terlihat kusut dan terurai. Alessya tersenyum melihat Alex yang kini mengikatkan rambutnya di dapan banyak orang.


"Jangan lupa doa yaa dan tetap fokus, semangat..." ucap Alex membelai rambut Alessya.


Alessya tersenyum dan masuk ke kelas. Alessya melihat semua mahasiswa sudah siap mengerjakan soal test seleksi IPhO. Ia pun duduk di tempat yang sudah di tentukan. Kertas soal test sudah mulai dibagikan satu persatu pada mahasiswa termasuk Alessya, dan kini Alessya sudah mulai mengerjakan dengan sangat serius.


100 menit sudah Alex mengerjakan soal test dengan sangat mudah, ia melihat waktu masih tersisa 20 menit. Diam-diam Alex menatap Alessya dari kejauhan, dan ia terlihat sangat serius.


__ADS_1


"Dia bisa gak yaa," batin Alex ketika menatap Alessya.


Tak lama kemudian bel berbunyi menandakan waktu sudah habis, semua mahasiswa mengumpulkan lembar test milik masing-masing. Alex tersenyum menatap Alessya di dekatnya.


"Gimana soal tadi, mudah kan," ucap Alex tersenyum.


"Lumayan sih kak, tapi aku gak yakin," ucap Alessya was-was.


"Sudah gapapa...yang penting kamu sudah berusaha," Alex kembali mengacak-acak rambut Alessya agar ia tidak terlihat was-was.


"Ihh mesti...padahal tadi sudah di rapikan sendiri sekarang malah di berantakin," Alessya melepas ikat rambutnya dan merapikan rambutnya yang kini berantakan.


"Makasih kak Alex... sudah mengajariku semalaman," ucap Alessya kembali tersenyum.


Kini Alessya pasrah dengan hasil yang akan ia dapatkan nanti, ia tidak ingin terlalu memikirkan hal yang belum pasti. Namun dirinya tetap berharap ingin lolos dan bisa ke London bersama Alex.


.


.


.


.


.


.


.


.


Nantikan terus kisahnya, Author akan usahakan update setiap 😊 Terus dukung Author dengan cara L I K E di setiap episodenya dan jangan lupa V O T E kisah ini agar author lebih semangat lagi.


T E R I M A K A S I H A T A S

__ADS_1


D U K U N G A N N Y A💗💗💗


__ADS_2