Cinta Berawal Di Masa OSPEK

Cinta Berawal Di Masa OSPEK
Menggemaskan


__ADS_3

Saat motornya mulai melaju, Alex mencoba membuka pembicaraan agar perjalanannya tidak hening.


"Syaaa," ucap Alex memanggil Alessya.


"Dhalem kak," jawab Alessya dengan menggunakan logat jawanya.


"Jangan tidur... nanti jaket aku bau karena iler kamu," ucap Alex tersenyum dengan maksud bercanda.


"Iiihh apaan sih kak Alex, nanti aku cuci kalau aku beneran tidur," sahut Alessya dan terlihat manyun.


"Yaudah, aku ngebut yaa biar kamu gak ngantuk," Alex tersenyum dengan menambah kecepatan motornya.


"Hmmp kumat dah, kenapa sih kak cowok itu suka ngebut-ngebutan," tanya Alessya dengan mempererat pegangannya pada jaket Alex, dirinya mulai merasa sedikit lebih berani dari sebelumnya.


"Hobby sya," sahut Alex menjawab pertanyaan Alessya.


"Sebenernya biar kamu bisa peluk aku syaa," batin Alex seraya mengatakan sejujurnya.


"Hobby kok kebut-kebutan," Alessya ngomel karena merasa hal itu sangat tidak menguntungkan bahkan cenderung membahayakan.


"Pegangan syaa... ntar jatuh loh," ucap Alex bersiap menambah kecepatan.


Alex yang menambah kecepatan motornya membuat Alessya takut dan langsung memeluk Alex. Alessya yang saat itu memeluk Alex mencium wangi parfum yang khas dan sangat semerbak. Kini Alessya merasa lebih tenang dari sebelumnya.


"Kak, terimakasih yaa sudah mau nganterin Alessya," ucap Alsssya turun dari motor dan merapikan rambutnya yang sedikit kusut karena terpaan angin.


"Jangan lupa bayar," ucap Alex kembali mengingatkan candaanya.


"Berapa kak?" Alessya mengeluarkan dompetnya dan bersedia membayar Alex.


"Enak aja... emang aku abang-abang grab, bayar aku pake ketulusan," ucap Alex dengan memegang kedua pipi Alessya dengan satu tangannya karena merasa sangat gemmaz dengan pipi yang terlihat mengembang.



"Ketuuuulusann yengs begeimana kak? ucap Alessya tidak jelas karena pipinya ditekan oleh Alex.


"Ihhh kakak, jangan gitu dong.. ntar aku keliatan jellek kalau digituin," Alessya menepis tangan Alex agar tidak lagi menekan kedua pipinya.

__ADS_1


"Yaa emang kamu jellek syaa wkwkwkkwkw," Alex tertawa lepas melihat wajah Alessya yang sangat lucu menggemaskan ketika ia menekannya.


"Yaudah aku pamit yaa, bye..." ucap Alex menyalakan motornya.


"Huu dasar kak Alex" ucap Alessya tersenyum.


Alessya masuk ke dalam rumahnya dan pergi ke kamarnya, sesampainya di kamar ia langsung mandi. Setelah mandi Alessya mencari ponselnya berharap ada pesan dari Daffa. Namun lagi-lagi Alessya kecewa karena tidak ada 1 pesan pun dari Daffa. Merasa sangat khawatir Alessya mencoba mengirim pesan pada Daffa.


Daffa :


Daff.. dimana?


Pesan Alessya belum dibaca oleh Daffa. Alessya menunggu balasan dari Daffa sambil mengerjakan tugas dari kedua dosennya. Alessya mengerjakan soal itu dengan mudah. 30 menit Alessya berhasil mengerjakan semua soal yang diberikan oleh Pak Ganevo dan Bu Qeila.


Ting..(Bunyi Ponsel Alessya)


Alessya segera meraihnya dan melihat pesan masuk yang ada di handphonenya. Pesan masuk itu ternyata dari Daffa.


Daffa:


Dirumah


Alessya :


Lagi-lagi pesan Alessya tidak cepat dibalas oleh Daffa. Alessya yang awalnya tersenyum kembali cemberut karena harus menunggu balasan dari Daffa. Alessya mencoba mengirim pesan kembali pada Daffa agar Daffa mau memperhatikannya.


Alessya:


kalau belum, mau gak kalau kita ngerjainnya bareng... kan biar kita bisa sekalian ketemu.


Usaha Alessya ternyata sia-sia, walaupun sebanyak apa Alessya mengiriminya pesan, namun tetap saja Daffa membalasnya sangat lama, hingga 20 menit kemudian Daffa membalas pesan Alessya.


Daffa :


Gak usah, nanti aku kerjakan sendiri tugasku.


Alessya :

__ADS_1


Aku sudah kok Daff, kalau kamu merasa ada kesulitan, kamu bisa tanya aku kok.


Daffa :


Aku bisa kerjakan sendiri tanpa bantuan orang lain


Melihat pesan dari Daffa yang dari tadi singkat dan cenderung cuek membuat Alessya geram terhadap Daffa. Alessya kesal dengan perubahan sikap Daffa padanya.


Alessya :


Daff, aku ingin ketemu sekarang !


Daffa :


Gabisa syaa, aku sibuk.


Alessya :


Temui aku sekarang di perpus, atau kita putus.


Alessya segera bergegas pergi ke perpustakan walau ia belum tau jawaban Daffa jika ia akan menemuinya atau tidak. Alessya duduk dimeja sambil menandang ke arah jendela berharap ia akan melihat Daffa.


Tak terasa air mata Alessya mengalir membasahi pipinya. Alessya tidak menyangka jika hubungan yang baru ia jalani sudah membuat dirinya sedih dan kecewa.


Alessya terus melihat ponselnya, namun tidak ada balasan dari Daffa. Dirinya semakin sedih, pikirannya kalut.


"Apakah Daffa bener-bener ingin putus? tapi apa salahku" batin Alessya merasa sangat tidak tenang.


Waktu sudah menunjukkan pukul 21.00 WIB namun Daffa belum datang. Alessya terus menunggunya dengan mata sembab. Sudah lama ia duduk di perpusatakaan namun ia belum melihat tanda-tanda Daffa akan datang.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2