Cinta Berawal Di Masa OSPEK

Cinta Berawal Di Masa OSPEK
Kereta


__ADS_3

Pagi ini Alessya bangun lebih awal dari alarm ponselnya. Walaupun semalam ia tidak bisa tidur, tapi ia merasa puas meski hanya tidur sebentar. Alessya beranjak untuk mandi dan bersiap untuk melakukan perjalanannya bersama Alex selama ia masih di Inggris.


Alessya kebingungan ketika memilih baju, ia tak tahu harus memakai baju yang mana dan ia pun baru ingat jika selama dirinya di Inggris belum pernah masuk ke mall. Dan ia pun juga tidak sempat memilih baju yang pas dan modis untuk dibawa ke luar negeri, alhasil ia hanya membawa pakain yang menurutnya sangat sederhana.


"Oke... gapapa tenang...walau baju kamu gak ada yang wow, tapi kamu masih punya muka yang cantik kok," ucap Alessya menatap cermin.


Tak lama Alessya berdandan, bel apartemen Alessya tiba-tiba berbunyi. Dengan sangat hati-hati Alessya tidak cepat membukanya, ia melihat ponselnya dan memeriksa apakah Alex mengiriminya pesan, namun ternyata tidak. Bel pun terus berbunyi, Alessya takut bagaimana jika itu orang jahat, Akhirnya ia pun melangkahkan kakinya dengan sangat pelan dan mengintip di balik lubang kecil pintunya. Seketika ketakutan itu berubah saat dirinya mengetahui Alex berada di depan pintu apartemennya, Alessya pun membuka pintu dan tersenyum menatap Alex.


"Kirain belum bangun...," ucap Alex tersenyum membelai rambut Alessya.


"Udah dong...sekarang kita mau kemana?" Tanya Alessya penasaran.


"Pagi ini aku ada kuliah, kita jalan-jalannya abis aku selesai kuliah yaa," masih membelai rambut Alessya.


"Trus kenapa kak Alex kesini... kan tempat ku jauh dari kampus kakak," ucap Alessya merasa heran.


"Kalau naik kereta cepet sampai kok, dan aku mau ngajakin kamu ke kampusku biar kamu gak kesepian disini. Yahh sekalian kan kamu bisa belajar juga," ucap Alex tersenyum menatap Alessya dalam hatinya ia tidak ingin melewatkan sedikit waktu kebersamaannya bersama Alessya.


"Ooo yaudah kak, yuk berangkat," Alessya tersenyum dan Alex meraih tangannya sambil berjalan keluar apartemen.


Selama di Inggris Alessya lebih sering berjalan kaki, karena di Inggris memang sangat beda. Kebanyakan masyarakatnya lebih memanfaatkan angkutan umum, seperti kereta agar lebih cepat sampai. Alessya tersenyum bahagia ketika melihat Alex yang saat ini berjalan bersamanya dengan memegang tangannya dan ini adalah ke dua kalinya ia naik kereta bersama Alex.


Sesampainya di stasiun, Alessya dan Alex memesan tiket namun ia tidak kebagian kursi duduk karena terlalu banyak penumpang yang sudah memesan lebih awal. Sedikit kecewa sih iyaa... karena ini pertama kalinya Alessya naik angkutan umum dan itu pun harus berdiri.


"Maaf yaa syaa... kita gak kebagian tempat duduk," ucap Alex merasa bersalah karena harus melihat Alessya berdiri di kereta.


"Gpp kok kak...kan ada kak Alex yang nemenin Alessya," ucap Alessya tersenyum.

__ADS_1


Melihat kereta yang sudah sangat penuh, dengan terpaksa Alex dan Alessya harus menaikinya. Dalam hati Alessya sangat takut bagaimana jika dirinya terhimpit, namun ketakutan Alessya salah. Ketika Alessya masuk ke dalam kereta, ia sama sekali tidak merasa terhimpit karena dibelakangnya ada Alex yang berusaha menahan dorongan dari penumpang lain yang ingin masuk, hati Alessya pun kembali meleleh ketika melihat Alex yang sangat berusaha melindungnya.


Alessya pun menemukan tempat yang lebih longgar ketika berdiri, dan kini dirinya sudah terbebas dari desakan para penumpang yang lain. Alessya melihat Alex berdiri di samping sambil menatap keluar jendela kereta yang akan berangkat.


"Maaf yaa... seharusnya aku tidak membawamu kesini," ucap Alex masih merasa bersalah.


"Enggak kak.. Gapapa kok, Alessya malah senang karena ini adalah pengalaman pertama Alessya," ucap Alessya tersenyum.


Ketika kereta mulai berjalan, dengan sangat erat Alessya memegang pengaman diatasnya yang khusus untuk penumpang yang berdiri agar tidak jatuh. Benar-benar hal ini adalah pengalaman baru yang ia rasakan, namun disisi lain ia merasa kasih pada Alex karena harus jauh-jauh menjemputnya, dan mungkin ia akan benar-benar pindah dan ikut bersama Alex agar tidak menyusahkan Alex kembali.


Alessya menatap keluar jendela dan tiba-tiba ada seorang penumpang yang berdiri di belakangnya. Alessya menoleh kebelakang dan ia melihat seorang pria yang tersenyum padanya dan tengah berdiri di belakangnya, namun Alessya tidak merespon hal itu. Lama kelamaan Alessya merasa aneh dengan keberadaan lelaki di belakangnya, Alessya merasakan ada sesuatu yang mengganjal di belakang bokongnya dan Alessya sangat takut. Ia tidak ingin berpikir yang macam-macam namun tetap saja otaknya berfikir jika hal itu semacam pelecehan seksual.


Alessya mulai merasakan pria itu menggesek-gesekkan kelaminnya di belakang Alessya, sontak itu membuatnya merasa takut. Ingin sekali ia bilang pada Alex namun ia tidak punya keberanian. Alessya menunduk dengan sedikit menghindar dari perlakuan tidak senonoh itu.


Tak lama kemudian Alex merasa ada yang aneh dengan Alessya. Ia melihat Alessya yang menunduk dan merasa tidak nyaman. Alex terus memperhatikan Alessya disampingnya dan perasaannya benar, Alessya saat ini terlihat tidak nyaman. Seketika Alex mencari Alasan apa yang membuat Alessya tidak nyaman dan benar saja dugaannya, ia melihat seorang pria berusaha menempel pada Alessya. Dengan sigap Alex mendorong pria itu dengan lengannya dan dirinya berpindah kebelakang Alessya.


"Sorry sir, it's very narrow here," ucap Alex pura-pura tersenyum pada orang itu, namun dalam hatinya Alex sangat kesal karena melihat orang itu sudah tua dan mencoba bertindak jahat terhadap pacarnya. Pria itu pun akhirnya bergeser dan membiarkan Alex berada di belakang Alessya. Sementara Alessya terkejut melihat Alex tiba-tiba di belakangnya.


"Kenapa gak bilang dari tadi" ucap Alex menatap Alessya


"Aku takut...," ucap Alessya menatap Alex yang terlihat raut mukanya yang merah dan menahan emosi.


"Hemmmp, yaudah... lain kali kalau hal ini terjadi lagi kamu harus bilang, karena aku tidak mau orang lain menyentuhmu," ucap Alex membelai rambut Alessya dan ia pun memeluk tubuh mungil Alessya dari belakang dengan sebelah tangan"


"Iyaa kak... ntar aku lapor deh," Ucap Alessya megang tangan Alex yang kini berada diperutnya.


"Ngeselin banget gak sih, aku yang pacar kamu aja berusaha menahan semuanya dan sekarang orang lain berbuat seenak jidat mereka seperti itu ke kamu," ucap Alex masih emosi ketika melihat pacarnya hampir di lecehkan.

__ADS_1


"Apa sih kak maksudnya nahan semua?? emang kak Alex nahan apa'an dan kenapa harus ditahan coba," ucap Alessya tidak memegerti maksud perkaat Alex.


"Huuufffttt gabisa lah...emang harus ditahan, udah di jangan dibahas lagi. Kamu gak akan sampai kalau mikir kesana," ucap Alex geleng-geleng kepala melihat Alessya yang benar-benar polos.


Sementara Alessya berusah berfikir keras apa maksud dari perkataan Alex dan mengapa Alex berkata dirinya tidak akan sampai jika memikirkan hal itu. Alessya pun semakin bingung.


.


.


.


.


.


.


.


To Be Continued....


Jangan Lupa Like disetiap episodenya dan Vote kisah ini.


T E R I M A K A S I H A T A S


D U K U N G A N N Y A 💖💖💖

__ADS_1


__ADS_2