
Selama perjalanannya menuju Apartemen, Alessya merasa gelisah dan pikirannya sangat kalut mengingat respon Monich yang terlihat biasa-biasa saja ketika melihat dirinya berciuman dengan Alex. Alessya berfikir..bagaimana jika nanti dirinya kembali ke Indonesia, akankah Monich akan terus mengejar Alex? dan Apakah nanti Alex juga akan tergoda?
Itu semua membuat Alessya takut untuk meninggalkan Alex. Bagaimana tidak, Alessya sangat ingat ketika dirinya mencoba memberanikan diri mencium Alex di depan Monich, namun Monich masih menganggap dirinya sebagai teman Alex.
"Kamu mikirin apa sih kok bengong," kata Alex tiba-tiba memecah keheningan dalam mobil.
"Enggak... aku gak mikirin apa-apa, aku cuma sedikit ngantuk," ucap Alessya menatap Alex kemudian menyandarkan kepalanya ke bahu Alex yang sedang menyetir.
"Oh iyaa... kapan kamu mau balik ke Indonesia?" tanya Alex dengan ragu-ragu.
"Gak tahu kak, masih gak ada rencana buat balik," ucap Alessya yang mulai memejamkan matanya.
"Trus kuliah kamu gimana?" ucap Alex mengerutkan dahi dan merasa heran dengan ucapan Alessya.
" Kayaknya aku mau cuti deh kak 1 semester hehehe," kata Alessya menatap Alex dengan senyuman tanpa dosa.
"Enggak !!! Gak Boleh !!! kamu harus balik ke Indonesia secepatnya," kata Alex dengan sekilas menatap Alessya serius dan kemudian kembali fokus menyetir.
"Loh, kenapa gak boleh... kan aku disini buat nemenin kak Alex, biar kita bisa sama-sama terus..," ucap Alessya dengan tatapan sinis dan bibirnya yang maju merasa kecewa dengan perkataan Alex.
Dengan tiba-tiba Alex menginjak rem dan menepi di pinggir jalan, ia pun mulai mengatur pernafasannya agar emosinya tidak meledak karena dirinya sama sekali tidak ingin membentak Alessya dalam keadaan apa pun.
"Sayang... kamu ini pintar, kamu jenius dan kamu sangat dibutuhkan di kampus. Kamu akan menyesal nantinya jika kamu menyia-nyiakan waktu mu hanya untuk orang yang kamu sayangi. Kamu lihat aku..aku dari dulu sangat mencintai kamu, bahkan sebelum kamu bersamaku aku sudah sangat menyayangi kamu. Tapi semua itu tidak menghalangi tekat dan semangatku untuk melanjutkan S2 seperti yang aku inginkan. Karena aku sangat yakin itu semua demi masa depanku dan kebahagiaanku. Jadi kamu gak boleh meninggalkan kuliahmu hanya untuk bersamaku," Alex menatap Alessya dan memegang tangannya sambil menasehatinya.
"Tapi kita kan baru jadian kak... aku takut kalau aku jauh dari kak Alex, nanti kak Alex selingkuh sama Monich atau bule yang lain... trus kemarin juga Monich sempat bilang kalau dia adalah mantan kak Alex, walaupun aku gak percaya tapi itu sangat menggangu pikiranku," ucap Alessya cemberut menundukkan wajahnya dengan jarinya yang menggaruk-garuk kursi mobil (mungkin kursi mobilnya gatal)
"Aduhhh nih bocah polos banget sih... kenapa masih belum sadar juga kalau gue selama ini sangat mencintainya," batin Alex menggrutu.
"Alessya.... selama aku disini, kerjaanku cuma kuliah sisanya galau mikirin kamu. Kangen tapi gak bisa ngabarin karena aku masih bukan siapa-siapa mu. Boro - boro punya mantan, ngelupain kamu aja susah," kata Alex sambil mengepalkan tangannya kemudian mencubit kedua pipi Alessya karena merasa gemaz dengan kepolosonnya.
__ADS_1
"Janji.. kak Alex gak akan selingkuhin aku?" ucap Alessya menyodorkan jari kelingkingnya agar Alex berjanji padanya.
"Iyaa aku janji... aku gak akan selingkuhin kamu, dan aku akan meluangkan waktu ku untuk mengunjungi mu di Indonesia," Alex memeluk Alessya dan membelai rambutnya.
"Apa aku boleh cium kak Alex?" ucap Alessya dengan polosnya menatap Alex.
"Kali ini aku yang menciummu lebih dulu," kata Alex tersenyum dan mencium Alessya dengan mesrahnya๐
Dalam sekejap kegelisahan Alessya berubah menjadi perasaan senang berbunga-bunga, detak jantung yang ia rasakan kini sangat lah cepat, begitupun Alex yang merasakan hal sama seperti Alessya. Bibir yang saling bertemu membuat keheningan di mobil terpecah, hanya terdengar suara detak jantung dan ciuman yang mesra antara keduanya.
"Ehhemm, ki... kita pulang yaa..," ucap Alex ketika melepaskan ciumannya. Suaranya yang terdengar sedikit serak membuat keadaan di mobil menjadi canggung. Sementara Alessya terlihat memalingkan muka karena malu sambil merapikan rambutnya yang terlihat kusut.
Alex fokus mengendarai mobilnya dengan kecepatam maksimal agar segera sampai ke apartemen. Suasana mobil kembali hening karena keadaan yang kikuk setelah ciuman berlangsung. Perlahan Alex melirik Alessya yang terlihat merapikan rambutnya.
"Maaf yaa... gara-gara aku rambutmu jadi berantakan," kata Alex merasa malu ketika melihat rambut Alessya berantakan karena ulahnya.
"Ya.. pokok aku minta maaf, karena yang ini kan beda..," ucap Alex merasa benar-benar malu ketika mengingat kejadian 10 menit yang lalu.
Alessya hanya terdiam tidak menjawab karena ia pun merasa malu, pikirannya masih teringat jelas ketika Alex menciumnya dengan penuh semangat. Dengan pandangan fokus kedepan, Alessya memegang kedua pipinya yang terasa panas dan mungkin memerah.
Saat Alex memarkirkan mobilnya, ia kembali melirik Alessya yang dari tadi terdiam. Ingin rasanya Alex tersenyum dan tertawa karena melihat dirinya dan juga Alessya yang sejak tadi terdiam salah tingkah, namun ia menahannya. Alex turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Alessya.
Alessya tetap diam walaupun berjalan disisi Alex menuju lift. Alex pun juga demikian, ia tidak dapat berkata apapun pada Alessya, pikirannya buntu dan berusaha untuk menormalkan keadaan. Pintu lift pun terbuka, Alex dan Alessya berjalan berdampingan masuk ke Aparatemen.
"Langsung tidur yaa sayang... jangan lupa mimpiin aku, Love you..." ucap Alex tersenyum sambil membelai rambut Alessya.
"Love you too," kata Alessya tersenyum dan masuk kedalam kamarnya.
Sementara Alex langsung menuju dapur dan membuka kulkas untuk mengambil air minum. Alex minum dengan sangat banyak untuk menenangkan jantungnya yang terus berdetak kencang.
__ADS_1
"Loe kenapa... kok minum banyak banget, abis liat hantu loe," ucap Reza merasa heran.
"Brisik...mau tidur gue," kata Alex berlalu meninggalkan Reza yang memotong buah.
"Eh kalau mau tidur.. tidur di kamar gue aja, masak pemilik apartemen tidurnya di sofa," teriak Reza menyuruh Alex tidur dikamarnya.
"Gue tidur disini aja, buat jagain Alessya," jawab Alex merebahkan badannya di sofa.
Sementara Alessya yang mendengar perkataan Alex di luar kamarnya merasa sangat bahagia karena Alex rela tidur di sofa hanya untuk menjaganya. Alessya berbaring berusaha memejamkan matanya namun tidak bisa, karena merasa sangat bahagia.
.
.
.
.
.
.
.
Simak terus kelanjutan kisahnya dan jangan pernah bosan... tetap dukung Author dengan cara L I K E di setiap episodenya dan V O T E kisah ini agar autor lebih rajin update.
T E R I M A K A S I H A T A S
D U K U N G A N N Y A ๐๐๐
__ADS_1