
"Waahhh loe semalam gue cariin ternyata loe enak-enak sama Alessya. Kebangetan loe gak ngabarin gue, gue pikir loe tidur diluar atau kemana..ternyata loe tidur sama Alessya," Grutu Reza ketika melihat Alex keluar dari kamar Alessya.
Tanpa menggubris semprotan dari Reza, Alex berjalan pergi masuk ke kamar mandi dan bersiap-siap untuk pergi ke kampusnya. Sementara Reza yang merasa tak di hiraukan, ia pun pergi dengan muka masam.
Tok Tok Tok
"Ada apa kak?" sahut Alessya membuka pintu.
"Aku mau ke kampus, kamu mau ikut gak?" tanya Alex sambil mengenakan jaket.
"No, kak Alex pergi aja ke kampus soalnya aku mau ke mall buat cari oleh-oleh," jawab Alessya tersenyum.
"Ok, jangan lupa kabari aku kalau ada apa-apa," ucap Alex membelai rambut Alessya.
"Siap kak..," Alessya tersenyum menampakkan giginya.
Dengan segera Alex menancap gas motornya untuk pergi ke kampus, walau jarak tempuh yang lumayan dekat namun Alex memilih menggunakan motornya mengingat waktunya sudah sangat mepet untuk memulai perkuliahan. Sesampainya di kampus Alex berlari menuju ruang kuliah, beruntungnya perkuliahan masih belum di mulai.
"Excuse me ... Can I sit here?" pinta Monich tersenyum ingin duduk di sebelah Alex.
"No," jawab Alex meletakkan tasnya pada kursi kosong sebelahnya agar Monich tidak duduk.
Dengan raut wajah cemberut Monich beranjak dan memilih tempat duduk lain. Ia merasa Alex banyak berubah semenjak Alessya datang ke Inggris. Alex yang sekarang sangatlah dingin terhadapnya, hingga membuat dirinya merasa kesal.
Alex menatap layar ponselnya dan terus memperhatikan jam, perasaannya yang khawatir pada Alessya membuat dirinya ingin cepat-cepat menyelesaikan jam perkuliahan saat ini dan menemui Alessya.
"Huustt kalau dosen di depan ngejelasin dengerin dong... awas kualat loh ntar," senggol Reza pada Alex di sebelahnya yang sejak tadi memperhatikan ponselnya.
"Gue khawatir sama Alessya," ucap Alex tetap memperhatikan ponselnya sembari menunggu pesan kabar dari Alessya.
"Hubungin aja, lagian apa gunanya natap ponsel mulu kalau gak ngubungin orangnya," bisik Reza dengan pelan.
"Attention please !!!
I know who among you is not paying attention to me" bentak seorang Prof di depan.
Mendengar teriakan seorang Profesor yang sudah lanjut usia membuat keadaan kelas tiba-tiba hening, kaki Reza gemetar dan merasa takut jika dirinya telah tertangkap basah mengobrol dengan Alex. Namun tidak bagi Alex, seolah tidak ada teguran apapun.. Alex tetap sibuk memperhatikan ponselnya.
Alex :
Alessya... dimana?
Alex mencoba mengirimi Alessya pesan untuk menghilangkan rasa khawatirnya. Keadaan kelas masih hening dan Profesor tanpak melanjutkan penjelasannya di depan.
Ting (bunyi ponsel)
__ADS_1
Bunyi ponsel Alex cukup terdengar oleh mahasiswa lain, namun tidak ada 1 pun yang berani menoleh karena takut pada Profesor yang sedang menjelaskan materi.
"Ponselnya di Silence dong..," bisik Reza dengan terpaksa karena takut Alex kena marah oleh Prof.
Tanpa memperdulikan perkataan Reza, Alex tetap membuka pesan balasan dari Alessya.
Alessya:
Lagi di mall, kan tadi aku udah ijin sama kak Alex
Alex:
Ke mall nya sendiri kan? boleh pap gak
Alessya:
Aku di mall sendiri, udah jangan chat lagi.. kak Alex harus fokus
Melihat pesan Alessya yang mengirimi foto dirinya membuat Alex tersenyum tak terkendali. Perasaannya yang khawatir kini sedikit tenang dan merasa Alessya tidak mungkin akan nyasar karena kemampuan berbicaranya sangat bagus. Alex terus menatap foto kiriman dari Alessya yang terlihat begitu menggemaskan.
"Hey, you!!!
Seketika Alex meletakkan ponselnya dan melihat ke arah papan tulis, ia pun berdiri kemudian menghampiri Prof Herley di depan. Tatapannya yang seolah ingin membunuh Alex hidup-hidup, Prof Herley memberikan sebuah kapur pada Alex untuk menjawab soal yang ia berikan. Dengan muka-muka tidak bersalah, Alex tersenyum sambil mengerjakan soal di papan dengan percaya diri.
"Sorry Prof, I will not repeat it again," ucap Alex meminta maaf pada Prof Herley.
Setelah melihat jawaban Alex sangat benar, Prof Herley merasa sia-sia akan kemarahannya pada Alex, ia pun menyuruh Alex kembali ke tempatnya. Alex berjalan ketempatnya dengan senyuman kemenangan dan ia pun kembali menatap layar ponselnya.
2 Jam perkuliahan akhirnya selesai, dengan buru-buru Alex meninggalkan kampus dan segera menemui Alessya. Sesampainya di Mall, Alex langsung menuju salon dan ia melihat Alessya sedang melakukan perawatan rambutnya.
"Maaf lama...," ucap Alex dengan nafas yang tidak teratur karena habis berlari.
"Ehh.. gapapa kak, kak Alex duduk aja disana..bentar lagi aku selesai kok," pinta Alessya menyuruh Alex duduk di tempat tunggu. Alex pun menuruti perkataan Alessya dan duduk di tempat yang sudah di sediakan.
Baru 5 menit Alex sudah merasa bosan, ia melihat Alessya tampak sangat ramah menanggapi obrolan dari laki-laki penata rambutnya saat ini. Alex pun mengeluarkan ponselnya dan mengirimi Alessya sebuah pesan.
Alex:
Jangan banyak ngobrol sama cowok lain
Namun karena keasyikan ngobrol dengan pria penata rambut, Alessya tidak membuka pesan dari Alex walaupun ponselnya dalam genggamannya.
"Ehhemmp," Alex mencoba memanggil Alessya dan ia pun menatap Alex dari cermin. Alessya melihat Alex sedang menunjuk-nunjuk ponselnya dan Alessya pun paham maksud Alex. Alessya tersenyum ketika melihat pesan yang melarangnya untuk mengobrol dengan penata rambutnya.
__ADS_1
Setelah selesai Alessya menghampiri Alex yang mulai bad mood menunggunya.
"Lain kali kalau mau ke salon, cari yang pelayannya wanita aja," ujar Alex bangun dari duduknya dan menggandeng tangan Alessya.
"Iyaa...," ucap Alessya tersenyum melihat ekspresi Alex yang cemburu.
Alessya berjalan sambil memeluk lengan Alex. Banyak orang-orang memandang dirinya dan Alex dan itu membuat Alessya senang karena dirinya dan Alex pasti sedang di puji sebagai pasangan yang serasi.
"Look, the man really loves his sister," bisik wanita bule di belakang Alessya.
"What !!! Sister??? emang aku adiknya apa," Dengan wajah cemberut Alessya menatap Alex yang sangat tinggi. Ia pun menyadari bahwa mungkin karena perbedaan tinggi badan yang sangat jauh membuat mereka mengira jika Alessya adalah adiknya.
"Kenapa kak Alex sangat tinggi?" ucap Alessya berjalan sambil mendangak menatap Alex.
"Emang kayak gitu harus ada alasannya yaa," tanya Alex kebingungan menjawab perkataan Alessya.
"Pantas saja orang mengira aku adik kak Alex, kak Alex sangat tinggi sementara aku pendek," ucap Alessya menundukkan kepalanya.
Alex yang merasa bingung dengan ucapan Alessya tak tahu harus bagaimana, ia pun menoleh ke belakang dan sekelilingnya banyak orang yang sedang memperhatikannya. Alex akhirnya memahami maksud perkataan Alessya, ia pun tersenyum dan menatap Alessya yang menunduk.
"Awas jatuh," ucap Alex dengan seketika mengangkat tubuh Alessya dan menggendongnya saat akan menaiki eskalator.
"She is my girlfriend," ucap Alex tersenyum pada salah satu bule yang sedang memperhatikannya di belakang dan disampingnya.
"Kak... ihhh turunin.. aku malu," ucap Alessya raut wajah memerah. Sementara Alex hanya tersenyum dan terus memberitahu orang-orang jika Alessya adalah kekasihnya. Karena tingkahnya yang manis membuat orang-orang mengabadikan moment Alessya dan Alex dengan memotretnya.
.
.
.
.
.
.
To Be Continued....
T E R I M A K A S I H A T A S
D U K U N G A N N Y A 💖💖💖
__ADS_1