Cinta Berawal Di Masa OSPEK

Cinta Berawal Di Masa OSPEK
Final Exam


__ADS_3

Hari yang sangat dinanti-nanti mahasiswa, karena setelah hari itu mahasiswa akan libur dan bebas akan tugas yang memberatkan. Seperti halnya Alessya yang sangat excited untuk mengikuti Final Exam hari ini. Alessya berharap diujian mata kuliah Desain Grafis ini ia bisa masuk diurutan 5 besar, karena Alessya sangat menginginkan hadiah yang ditawarkan oleh Alex. Alessya rela belajar semalaman tanpa tidur karena ia sangat ingin menempati urutan 5 besar. Pagi ini Alessya sudah berdandan sangat rapi dengan penampilan yang cantik dan elegan.


"Maa... Alessya berangkat yaa," ucap Alessya mencium pipi mamanya.


"Kamu kok hari ini semangat banget, bukannya hari ini kamu ujian matkul yang gak kamu sukai, dan penampilanmu ini kenapa beda lagi dari sebelumnya," ucap Widhia merasa heran melihat putrinya yang penampilannya beda.


"Iyaa sih maa hari ini ujian desan grafis, tapi aku harus semangat dong biar aku dapet hadiah liburan..." ucap Alessya senyum kegirangan.


"Hadiah liburan? Dari siapa? Papa? perasaan papa gak bilang apa-apa nih ke mama," ucap Widhia bingung.


"Bukan maa... dari kak Alex senior aku, dia bilang kalau aku berhasil di urutan 5 besar, dia bakal ngajakin aku sama Ariyani ke pulau dengan kawahputih. Doa'in Alessya yaa maa please..." ucap Alessya.


"Ooo senior kamu...iya sayang, mama akan selalu mendoakan apapun yang bisa buat kamu bahagia termasuk dalam soal cinta," ucap Widhia.


"Yaudah deh maa aku berangkat dulu, Love you maa," ucap Alessya kembali mencium mamanya.


Alessya langsung bergegas kekampus dengan diantar oleh sopirnya. Di mobil Alessya tak henti-hentinya berdoa agar dirinya hari ini diberi kelancaran dan kesuksesan. Terdengar bunyi notif pesan di ponsel Alessya, terlihat bahwa Alex mengirim pesan teks pada Alessya


"Semangat syaa.... aku yakin gubuk kecilmu saat ini sudah bisa berubah menjadi istana. Semoga sukses dan ingat liburan pulau menunggumu" Alex


"Hemmp kak Alex..." ucap Alessya tersenyum menatap ponselnya


"Pacarnya yaa non," tanya Pak Ponco yang sejak tadi memandangi Alessya tersenyum dari cermin depan.


"Eh bukan pak, ini senior aku," jawab Alessya.


Alessya masih tersenyum sambil menatap ponselnya, ia mengetik dan menghapus pesan ya akan ia kirim pada Alex berulang kali.


"Siap Guru, Aku akan berjuang sekuat tenaga agar gubukku jadi istana mewah, hehehe" Send


Sesampainya dikampus Alessya merasa ada yang aneh, tidak biasanya semua mahasiswa memperhatikan langkah Alessya ditengah kesibukan musim ujian. Biasanya para mahasiswa sibuk dengan urusan masing-masing namun kali ini banyak mahasiswa memandang Alessya. Alessya tidak menghiraukan dan terus berjalan menuju kelas.



Alessya bertemu sahabatnya yang hendak memasuki kelas. Alessya mempercepat langkahnya dan menepuk pundak Ariyani.


"Hei bareng dong," ucap Alessya.


"Eh kamu syaa aku pikir siapa, Bay The Way kamu hari ini cantik banget. Ada apa nih.. apa ntar siang mau kencang?" sahut Ariyani penasaran melihat penampilan Alessya yang berbeda.


"Ihhh kencan apa'an, mau tidur lah aku ntar siang ngantuk semalem gak tidur blas," jawab Alessya sinis.


"Why..." ucap Ariyani.


"Adadeh..." ucap Alessya dengan berjalan memasuki kelas.


Ujian telah dimulai, suasana kelas sangat hening. Semua mahasiswa sangat konsentrasi dalam menggambar desan termasuk Alessya. Alessya berjuang dan mengatur kesabarannya dalam menggambar, tangannya yang basah membuat pensil yang ia pegang menjadi licin. Alessya lupa tidak membawa tissue hingga ia menggosok tangannya pada pahanya. Tiba-tiba terlihat tangan seseorang meletakkan tissue di meja Alessya, seketika Alessya menoleh dan ternyata tissue itu dari Daffa. Alessya tidak menyadari jika dari tadi Daffa duduk disebelah Alessya namun dengan jarak 1 meter karena ini ujian bukan kelas biasa.


"Makasihh..." bisik Alessya tersenyum.

__ADS_1


Daffa hanya mengangguk dan terus melanjutkan gambarnya. Alessya tidak menyangka bahwa Daffa masih peduli dengannya. Alessya jadi tambah bersemangat dalam menggambar. 100 menit berlalu Alessya dan mahasiswa lainnya diminta untuk mengumpulkan desain masing-masing. Alessya menarik nafasnya dengan sangat lega dan kembali ketempat duduk. Alessya tidak melihat Daffa dikelas dan mungkin Daffa langsung keluar dan keperpus seperti biasa. Alessya menyandarkan kepalanya dimeja karena ia sangat lelah setelah menggambar.


"Eh gak kekantin... yuk kekantin sambil nungguin hasilnya keluar," ajak Ariyani pada Alessya.


"Enggak deh aku tunggu disini aja, capek banget aku," ucap Alessya menolak ajakan Ariyani.


"Oh yaa udah, ntar aku bawain minuman deh," ucap Ariyani pergi meninggalkan Alessya dikelas.


Alessya mencoba memejamkan matanya yang sangat mengantuk, tangannya lelah karena harus berusaha menggambar bagus hal yang tidak ia sukai. Suasana ruangan kelas yang sepi tanpa ada mahasiswa lain dan hanya Alessya membuat Alessya nyaman untuk melanjutkan tidurnya.


Di kantin Ariyani bertemu dengan 3 serangkai yaitu David, Alex dan Rikky. Mereka bertiga selalu bersama. Ariyani menghampiri mereka dan bergabung ikutan makan bersama.


"Alessya mana?" tanya Alex.


"Alessya dikelas kak, katanya capek mau kekantin trus tadi malam gak tidur juga katanya," jawab Ariyani.


"Gilak, loe apain anak orang lex sampai gak tidur semalaman," ucap David nyengir.


"Eh bukannya dia belajar sama loe ya lex, berarti sampek pagi dong... ihirrrrr," sahut Rikky dengan senyum aneh.


"Apa'ah sih kalian, gue sampek jam 9 doang sama dia trus gue anter pulang kerumahnya," ucap Alex kebingungan.


Alex bangun dari duduknya dan pergi meninggalkan teman-temannya.


"Eh mau kemana loe," tanya David.


"Alessya," jawab Alex.


"Apa aku terlalu keras mengajarinya sampai ia tak tidur semalaman," batin Alex.


Alex mempercepat langkahnya dengan buru-buru ia pergi menemui Alessya. Sampai di kelas Alex melihat Alessya tertidur sangat pulas. Alex duduk disamping Alessya dengan perlahan agar Alessya tidak bangun.



"Hari ini aku melihat mu tertidur lagi," batin Alex tersenyum melihat Alessya sangat dekat.


Alex menatap Alessya yang tertidur, Alex berusaha sangat pelan memindahkan rambut Alessya yang menggangu mata Alessya. Alex mendengar suara heboh mahasiswa diluar kelas yang menandakan bahwa hasil ujian telah keluar. Alex meraih ponsel disaku celananya dan mengirim pesan teks pada David.


Alex :


"Bro tolong loe chek urutan Alessya dipapan mading"


David :


"Oke siap"


Alex tak tega membangunkan Alessya yang sedang tertidur. Alex pun berjaga di depan pintu agar tak ada mahasiswa lain yang masuk ke kelas agar Alessya tidak bangun. Handphone Alex bergetar dan melihat balasan pesan dari David.


David :

__ADS_1


"Alessya urutan ke 4. Daffa urutan 1 bro haha akhirnya tuh anak bisa merasakan diurutan no pertama. Kasian banget gue dah ke dia"


Alex :


"Bacot"


"Perasaan aku nyuruh dia buat liatin punya Alessya ngapain dia lapor punya Daffa segala," batin Alex kesal.


Alex masuk ke ruang kelas dan melihat Alessya yang masih tertidur. Alex kembali duduk di sebelah Alessya dan tidak membangunkan Alessya. 30 menit Alex menunggu Alessya tertidur dan Alessya pun terbangun dengan tiba-tiba panik.


"Sudah bangun..?" ucap Alex sambil bermain game mobile legends.


"Kak Alex dari tadi disini kok gak banguni aku? sahut Alessya kebingungan.


"Sudah kali syaa... aku tadi udah bangunin kamu bawa tutup panci ibu-ibu kantin tapi kamu gabangun, yaudah aku biarin," ucap Alex.


"Hah masak iyaa... eh kak aku harus pergi mau liat nilai," Alessya bangun dari tempat duduk dan bergegas akan pergi.


"Gak usah liat, aku udah tau hasilnya," ucap Alex menghentikan Alessya.


"Trus aku diurutan keberapa kak?" tanya Alessya penasaran.


"Empat" jawab Alex masih dengan bermain game diponselnya.


"Yeeeyyyy berarti aku menang dong, berarti aku dapet paket liburan dong," ucap Alessya kegirangan.


"Iyaa, selamat" jawab Alex singkat.


"Yeyyeyyyy makasih kaka Alex," ucap Alessya tanpa sengaja menyandarkan kepalanya dibahu Alex dan memeluk lengan Alex.


Alex terkejut melihat respon Alessya yang sangat senang, ia menghentikan permainannya dan menatap Alessya. Alessya masih belum menyadari hal itu dan masih terus tersenyum bahagia hingga Alessya kembali ke posisi semula.


.


.


.


.


.


.


.


.


Simak terus kelanjutannya jangan lupa like dan komen😊

__ADS_1


Terimakasih atas dukungannya💖💖💖


__ADS_2