
Hari sangat melelahkan, semua berkas-berkas sudah terurusi, tiket pun sudah di beli. Kini Alex hanya mengecek kembali barang-barang yang akan dibawa besok pagi yang di bantu oleh mamanya.
"Ini buku apa? mama masukin tas kamu yaa," ucap Niken melihat buku kecil dan tebal milik Alex.
"Jangan maa... Alex akan menaruhnya di perpus tempat Alex biasa disana," Alex mengambil bukunya di tangan mamanya.
Alex pun meminta izin mamanya untuk ke perpus.
Sesampainya di perpus, Alex meminta izin pada petugas perpus untuk menaruh bukunya di bagian rak buku-buku lainnya dan petugas pun memberikan izin serta nomer urut seri untuk buku itu diletakkan. Alex meletakkan buku yang selama ini ia buat khusus menceritakan tentang isi hatinya. Buku itu berisi tentang semua yang ingin Alex sampaikan pada Alessya namun sampai saat ini juga ia belum bisa menyampaikannya. Satu-satunya cara yaitu meletakkan buku itu di perpustakaan tempat dimana ia dan Alessya belajar bersama dengan harapan suatu saat Alessya dapat menemukan buku itu dan membacanya.
Alex meletakkan bukunya sesuai dengan nomer seri yang telah petugas berikan. Ponsel Alex pun tiba-tiba bergetar, dan ia melihat panggilan masuk dari Alessya.
"Halo kak, Dimana?"
"Di perpus deket rumahmu, kenapa?"
"Aku laper...mau cari makan, mau gak nemenin aku makan"
"Yaudah deh...aku jemput"
"Oke deh"
Alex merasa mungkin saat ini adalah waktu yang tepat untuk memberitahu Alessya tentang rencana S2 nya. Alex pun bergegas membawa motornya menemui Alessya. Jarak perpustakaan yang lumayan dekat dari rumah Alessya membuat Alex cepat sampai. Ia melihat Alessya sudah menunggu di depan pintu gerbang rumahnya.
"Kenapa harus cari makan keluar? Pembantu kamu kemana emang," ucap Alex memberikan Helm pada Alessya.
"Ada-ada di dalem...emang kenapa kalau aku mau makan diluar," ucap Alessya kesal karena Alex tidak peka maksud Alessya mengajaknya.
"Tolong yaa nona cantik, liat waktu juga kalau mau makan keluar, ini sudah hampir tengah malam juga," ucap Alex geleng-geleng kepala melihat Alessya yang ingin makan di luar disaat jam 23.15 WIB
"Hehe yaudah kali kak... anggap aja ini sebuah latihan buat kakak yang ntar kalau jadi suami trus istrinya ngidam tengah malam," ucap Alessya tersenyum dan menaiki motor Alex.
"Pegangan syaa..." ucap Alex mengendarai motornya.
"Siap kak.." ucap Alessya tersenyum dan memeluk Alex. Alessya ingin meluangkan waktunya bersama Alex sebelum Alex pergi ke London. Alessya berfikir walaupun itu hanya satu minggu, mungkin Alessya akan sangat kesepian karena tidak ada lagi cowok yang selalu ada sampingnya.
Sementara Alex berfikir jika malam ini adalah malam terakhir ia bersama Alessya, dan pelukannya saat ini mungkin akan menjadi pelukan terakhir Alessya. Alex berfikir setelah dirinya pergi ke London akan ada Daffa yang telah berjanji menemani Alessya karena keduanya memang masih saling menyukai.
Setelah lama mencari restoran yang masih buka di jam yang sangat malam akhirnya Alex pun menemukan tempat untuk membuat perut Alessya kenyang. Alex pun memarkirkan motornya dan mengajak Alessya masuk. Sesampainya di restoran Alessya memesan banyak makanan hingga membuat Alex merasa heran.
"Syaa... kamu mau makan semua ini," ucap Alex heran melihat makan yang sangat banyak di depannya.
__ADS_1
"Iyaa... emang kenapa kak," ucap Alessya tersenyum menatap Alex yang terlihat heran. Mungkin dimata Alex ia terlihat seperti gadis kecil yang sangat rakus, namun sebenarnya ia hanya ingin menghabiskan waktu lebih lama bersama Alex dengan memesan banyak makanan yang akan membuatnya menunggu sampai ia menghabiskan semua makanan yang sudah Alessya pesan.
"Kak Alex gak mau pesan?" Tmtanya Alessya menatap Alex yang diam.
"Gak, karena aku gak yakin kamu akan menghabiskan semua ini," ucap Alex masih heran dan geleng-geleng kepala.
Alex hanya menatap dan memperhatikan Alessya yang sedang makan, ia melihat Alessya menyantap makanannya dengan sangat pelan dan santai dan Alex mulai bingung sampai kapan Alessya akan memakan semua makanan di meja jika yang ia lihat saat ini cara makan Alessya yang sangat pelan.
"Syaa.... ini makanan masih banyak loh syaa...dan kamu makan belum habis 1 piring pun," pungkas Alex merasa heran melihat Alessya yang makan sangat lama.
"Yaa sabar kak... kalau makan itu harus pelan, biar gak ada gangguan pencernaan. Kalau kakak mau, makan aja," sahut Alessya sambil makan.
Seketika Alex langsung memakan salah satu pesanan Alessya karena ia merasa Alessya tidak akan menghabiskan makanan itu. Dua piring sudah Alessya makan dan ia sudah terlihat sangat kenyang namun ia masih memaksa ingin memakan semua makanan yang ia pesan.
"Mas-mas, tolong makanan ini di bungkus yaa mas," kata Alex meminta pelayan agar membungkus semua makanan yang belum Alessya makan.
"Ihh kak Alex apa'an sih, kan aku belum selesai..." ucap Alessya cemberut.
"Mau sampai kapan?... kamu itu udah kekenyangen syaa ngapain kamu memaksakan diri buat makan-makanan sebanyak itu," ucap Alex merasa kesal melihat Alessya yang masih memaksa ingin lanjut makan.
"Lagian kita gabisa lama-lama disini ini sudah malam dan restoran pun juga mau tutup, coba kamu lihat.. gak ada lagi pelanggan disini," ucap Alex menatap Alessya.
"Aku cuma ingin meluangkan waktu agak lama sama kak Alex... itu aja kok," sahut Alessya dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
Alessya hanya terdiam dan mengikuti perintah Alex. Diperjalanan pulang, Alex dan Alessya tidak membuka topik pembicaraan apapun. Mereka berdua diam sampai Alex menurunkan Alessya di depan rumahnya.
Alessya turun dari motor tanpa berkata apa-apa, ia langsung masuk rumah dengan perasaan sedih karena besok ia akan berpisah dengan Alex. Seperti biasa Alex menunggu dan memastikan Alessya benar-benar masuk ke dalam.
************
Matahari bersinar sangat cerah, Alex dan keluarganya bersiap untuk pergi ke bandara. Semua koper sudah Alex masukkan ke dalam bagasi mobilnya. Alex terus memeriksa ponselnya berharap Alessya akan menghubunginya. Di perjalanan Alex merasa bimbam memikirkan bagaimana ia akan menyampaikan yang sebenarnya pada Alessya dan ia pun tak tahu apa Alessya akan mengantarkannya ke bandara.
Sesampainya di bandara, Alex dan papanya menurunkan koper-koper dari mobilnya, tiba-tiba ia mendengar suara yang sangat ia kenal memanggilnya.
"Kak..." panggil Alessya tersenyum menepuk punggung Alex.
"Alessya, kamu sama siapa sayang???" tanya Niken tersenyum
"Sama mama papa tante... tuh," Alessya menunjuk papa dan mamanya yang sedang berjalan di belakangnya.
"Kamu jangan nakal yaa selama gak ada aku, belajar yang rajin... jangan terlalu banyak pikiran dan jangan suka nangis, karena kalau kamu nangis... kamu akan terlihat jelek," ucap Daffa membelai rambut Alessya di depan mama papanya. Alex kini merasa dadanya sesak melihat Alessya yang ternyata mengantarnya di bandara.
"Ih kak Alex apa'an sih kayak yang mau pergi lama aja, kan cuma seminggu toh... jangan lupa oleh-oleh," ucap Alessya tersenyum.
__ADS_1
"Loh Alessya belum tau yaa... Alex kan sekalian mau ke Inggris," ucap Niken merasa heran dan menatap Alex yang tidak memberitahunya.
"Maksud tante," tanya Alessya kebingungan.
"Aku gak balik lagi syaa... aku sekalian mau melanjutkan S2 ku di Inggris," ucap Alex merasa berat untuk mengatakannya.
"Sekarang???" tanya Alessya masih tidak menyangka dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
"Iyaa syaa...maaf aku baru memberitahumu sekarang. Aku harap selama aku gak ada kamu gak akan..." ucap Alex belum selesai melanjutkan pesan terakhirnya tiba-tiba Alessya mundur dan menjauh dari Alex.
"Sepertinya sudah waktunya kak Alex berangkat. Aku harus pergi karena masih ada kuliah dikampus," Alessya berbalik arah dan pergi meninggalkan Alex sambil menangis.
"ALESSYA..." teriak Alex namun Alessya tetap berlari, ia tidak bisa mengejar Alessya karena pesawatnya akan berangkat.
.
.
.
.
.
.
.
Bagaimanakah kelanjutan kisahnya???
Nantikan terus kisahnya....
Terus dukung Author dengan cara L I K E di setiap episodenya dan jangan lupa V O T E kisah ini agar author lebih semangat lagi.
T E R I M A K A S I H A T A S
D U K U N G A N N Y A 💗💗💗
T E R I M A K A S I H J U G A B U A T
Y A N G S U D A H M E M B E R I K A N
V O T E 😊
__ADS_1