Cinta Berawal Di Masa OSPEK

Cinta Berawal Di Masa OSPEK
Perempuan Pengganggu


__ADS_3

Alessya dan Alex berjalan bersama menuju kelas. Raut wajah Alessya sudah kembali seperti semula dan tidak cemberut. Alex menghentikan langkahnya dan menghadang Alessya agar tidak melanjutkan langkahnya.


"Loh kak, ada apa? kok tiba-tiba berhenti pake ngalangin jalan juga... minggir deh kak" Ucap Alessya mendorong Alex yang menghadang jalannya.


"Bentar kok syaa... diem deh bentar kamu jangan liat kemana-mana, liat aku aja" Alex merentangkan tangannya agar Alessya tidak lewat, ia tidak mau membuat mood Alessya mendadak berubah kembali karena melihat Daffa yang sedang diganggu oleh Adinda.


"Apaan sih kak...ihhh minggir deh aku mau masuk kelas, kalau kak Alex gak minggir aku bilangin tante niken nih. Aku akan bilang kak Alex buat aku kesel" Alessya mendorong dan menepis tangan Alex yang sedang menghadangnya, Alessya berusaha sekuat tenaga agar Alex minggir.


"Hemmp yaudah deh, tapi janji yaa jangan marah-marah apalagi sama orang lain" Alex melepaskan Alessya dan membiarkan Alessya melihat Adinda yang sedang berbincang dengan Daffa.


Alessya kembali melangkahkan kakinya dan ia melihat Daffa sedang berbincang dengan cewek kesehatan yang Alessya benci, Alessya menarik nafas dalam-dalam dan melangkah kedepan dengan sangat cepat. Alex bingung harus berbuat apa dan sepertinya akan ada perang ke tiga.


"Permisi..." Alessya menyenggol lengan Adinda dengan sangat keras dan membuat Adinda hampir tersungkur ke depan.


Adinda menatap Alessya dengan penuh kebencian.


"Sayang rambut kamu nih berantakan, sini aku rapikan" Alessya menyentuh dan merapikan rambut Daffa agar Adinda kepanasan.


"Terimakasih sayang..kamu cantik hari ini" Jawab Daffa tersenyum melihat Alessya dari dekat. Ia sangat paham jika Alessya saat ini sedang ingin membuat Adinda pergi dari hadapannya.


"Daffa bagaimana kalau kita nanti ketemu di perpus saja untuk membahasnya" Ucap Adinda tersenyum dan berharap Daffa mau pergi menemuinya di perpustakan.

__ADS_1


"Maaf din, mungkin nanti aku akan ke perpus tapi aku akan belajar bersama pacarku yang cantik ini. Jadi aku gabisa menemanimu dan lebih baik kamu mencari tutor lain saja" Daffa merangkul Alessya dengan senyuman.


"Bentar deh mbak, mbak nya jomblo yaa..


kok aku liat mbaknya selalu sendiri dan parahnya lagi aku selalu melihat mbaknya cari cara buat ketemu pacar saya. Emang gak ada yang mau yaa....sama mbaknya, kasian banget dah" Ucap Alessya dengan perkataan sangat pedas dan mengajak Daffa pergi.


"Apa kamu bilang!! heh cewek ****** awas yaa kamu bakal terima akibatnya atas perkataanmu itu, jangan harap kamu bisa bahagia selamanya" Adinda berteriak memanggil Alessya dan terus mengomel, ia menjadi pusat perhatian mahasiswa lain.


Sedangkan Alessya tidak menggubris perkataan Adinda padanya, ia hanya berjalan dengan cepet agar lebih cepat menjauh dari Adinda karena Alessya sangat muak. Alessya melepaskan tangannya yang pada awalnya menggandeng Daffa, ia berjalan mendahului Daffa dan melangkah lebih cepat dari Daffa. Alessya merasa kesal melihat Daffa yang masih juga bertemu dengan Adinda.


"Alessya tunggu..." Daffa mengejar Alessya yang berjalan semakin cepat di depannya. Daffa meraih tangan Alessya agar ia berhenti berjalan.


"Sayang...dengerin aku, aku gatau dari mana dia datangnya, tiba-tiba dia memulai pembicaraan dan menanyakan sebuah soal dibukunya. Aku hanya menjelaskannya sedikit dan dia mengajakku untuk belajar diperpus. Tapi kan kamu tau sendiri kalau aku udah menolaknya.


"Dia itu cuma modus... dia itu suka sama kamu, kalau kamu kasih dia sedikit celah dia akan masuk ke dalam hidupmu. Trus aku bagaimana? Kalau aku nanti tersingkirkan gimana? Trus aku sama siapa..." Alessya menundukkan wajahnya yang sedih karena ia tidak mau Daffa memilih wanit itu.


Melihat Alessya yang sedih, Daffa memeluk Alessya dengan sangat erat.


"Syuuutt kamu gak perlu takut, kamu akan selalu bersamaku. Aku gak akan pernah meninggalkan kamu apalagi sampai memilih wanita lain. Bagiku kamu pacarku yang paling cantik dan yang paling aku sayangi. Aku akan berusah untuk menghindarinya. Maaf yaa sayang...." Daffa memeluk dan menenangkan Alessya yang sedang sedih. Daffa sangat bersyukur karena Alessya sangat mencintainya.


"Bener yaa... janji loh kamu" Jawab Alessya membalas pelukan Daffa

__ADS_1


"Iyaa... aku janji aku hanya milikmu dan akan selalu bersamamu" Daffa melepaskan pelukannya dan mencium kening Alessya.


.


.


.


.


.


.


.


.


Simak terus kelanjutan kisahnya😊 jangan pernah bosan dan jangan lupa like serta beri pendapat kalian tentang mereka.


Terimakasih atas dukungannya dan votenya💖💖

__ADS_1


__ADS_2