Cinta Berawal Di Masa OSPEK

Cinta Berawal Di Masa OSPEK
Awal yang Sempurna


__ADS_3

Langkah yang membeku seakan tak mampu memijakkan kaki ketempat seharusnya ia berlari. Terjebak oleh sebuah kata yang penuh pertanyaan dan penuh arti yang tak mampu membangkitkan kaki yang kini tediam kaku.


"TUNGGU !!! Kamu gak mau nikah sama aku???" cengkraman tangan Alex yang sangat kuat, menahan Alessya agar tidak lagi meninggalkannya.


"What !!! Menikah??" tanya Alessya berbalik dan menatap Alex penuh dengan kebingungan.


Mata yang indah kini menatap dengan sejuta pertanyaan. Alex menghela nafasnya merasa heran melihat seorang wanita yang berusaha lari dari lamarannya. Tangan yang masih menggenggam erat, ia lemahkan kemudian melepaskannya dengan perlahan.


"Jangan lari... karena aku ingin kamu menjadi pendamping hidupku," ucap Alex yang kini berlutut dengan kotak cincin yang terbuka di tangannya.


"ENGGAK !!! AKU BILANG ENGGAK YAA ENGGAK," sahut Alessya tegas menolak lamaran Alex.


"Kenapa??"


"Yaa siapa juga yang mau nerima lamaran dari orang yang ketahuan selingkuh di hotel ini, dan sekarang kamu mau melamar aku !!! Jangan mimpi deh," ketus Alessya merasa kesal dan terhianati.


Huuhhhfftt (Mengela nafas dan merasa jengkel)


"Siapa yang selingkuh si sya... dia itu Ayu, kakakku. Kamu baru ketemu dia karena dia baru pulang dari Maroko dan dia udah bersuami," ucap Alex dengan penuh kejengkelan.


"Sumpah, calonku ngeselin banget sihh....," batin Alex mulai merasa kesal karena lamarannya langsung di tolak.


"Apa?? kakak?" ucap Alessya terkejut mendengar ucapan Alex yang menyebut wanita yang kini di belakangnya itu adalah kakaknya.


"Hai Alessya, Aku sudah tahu semua tentang kamu. Kamu cantik, mungil, pintar dan ceria. Kenalin aku Ayu Lee Diana, mbaknya Alex," ucap Ayu tersenyum melihat Alessya yang telah salah paham padanya.


"Maaf kak... aku gatau kalau kak Alex punya kakak," sahut Alessya ternganga melihat Ayu yang tingginya hampir sepantaran dengan Alex. Cantik dan elegan, tidak ada kemiripan antara Alex dan dirinya.


"Gak mirip yaa.. hehe wajahku lebih ke mama, asli orang jawa. Tapi tinggi dan warna kulit lebih ke papa, kalau dia... semuanya coppy paste papa," Ayu tersenyum melihat Alessya yang kini merasa terpukau dengan penampilannya.


"Oke, karena semua sudah beres....sekarang kalian boleh lanjutkan acara kalian. Baby... Fighting..," ucap Ayu menutup pintu hotel dan meinggalkan Alessya dan Alex berdua.


Alex yang kini tak tahu lagi harus berkata apa, ia pun bangkit dan berdiri meraih tangan Alessya dan bersiap memasangkan cincin untuknya.


"Masih mau nolak?" ucap Alex menatap Alessya dengan cincin yang sudah sangat siap untuk di pasangkan ke jari manis Alessya.

__ADS_1


Melihat Alex yang kini terlihat sangat serius menatapnya, dirinya tidak ingin lagi salah mengucap kata. Alessya tersenyum dan menggelengkan kepalanya yang berarti dia tidak mau menolak lamaran Alex.


"Mau jadi Istriku?" tanya Alex tersenyum untuk memastikan.


"Aku mau," ucap Alessya tersenyum sangat bahagia.


Cincin berlian yang selama ini sudah ia siapkan ketika di Inggris, akhirnya kini telah sampai pada pemiliknya.


Alessyaa tak hentinya tersenyum menatap cincin yang sangat indah kini ada ditangannya.


"Kamu tau dari mana kalau aku disini, padahal aku masih ingin melamarmu besok karena sekarang sudah malam," ucap berjalan dan menyingkirkan balon-balon yang bertumpuk di sofa karena belum sempat di tata.


"Ariyani, katanya dia tadi lagi di hotel ini trus liat kak Alex sama cewek," sahut Alessya menghampiri Alex dan duduk di sampingnya.


"Pasti sama David, emang dasar tu bocah," grutu Alex dalam hatinya ketika mendengar ucapan Alessya, dan ia berfikir jika Ariyani pasti sedang bersama David waktu itu.


"Tauk gak sih kak... aku tuh kesini dengan perasaan takut, aku takut kak Alex bener-bener selingkuh... Lagian kenapa sih kak Alex ngreject telfon dari aku, kan aku tambah curiga...," dengan bibirnya yang kembali manyun karena teringat kejadian dimana dirinya merasa sangat khawatir jika Alex pergi kembali ke Inggris.


"Aku tadi sibuk, belanjain ini semua dan masih berfikir mau di susun konsep yang gimana. Tapi malah di luar ekspektasi," ucap Alex tersenyum menatap Alessya yang sangat tidak ingin dirinya pergi.


"Maafkan aku sudah salah menilaimu, aku hanya tidak ingin di tinggal untuk kedua kalianya. Aku sangat bersyukur bisa dipertemukan dengan kak Alex yang menjagaku, yang selalu ada untukku, dan yang selalu mencintaiku. Aku juga sangat bersyukur karena Tuhan telah menciptakan makhluk setampan, setinggi dan secuek kak Alex," memeluk lengan Alex dan bersandar di bahunya yang bidang yang merupakan tempat ternyaman yang pernah Alessya rasakan.


"Ini semua ide nya Ayu.... kalau aku sih pinginnya bawa kamu ke tempat yang rindang seperti taman, tapi Ayu ngelarang katanya wanita gak suka yang seperti itu,"


"Oh iyaa... tadi kan Ariyani tuh... yang mergokin kak Alex sama cewek, nah gak mungkin kan kalau Ariyani ke hotel tanpa kak David," ucap Alessya tersenyum dan membuat Alex mulai berfikir maksud dari perkataan Alessya.


"Trus kenapa?" tanya Alex sambil mencerna ucapan Alessya.


"Kan mereka berdua thoo ke hotelnya...., berarti mereka kesini itu untuk bersenang-senang," ucap Alessya yang terus berkata omong kosong dengan maksud tertentu.


"Iyaa trus??" Alex melirik Alessya yang tersenyum disampingnya seolah ingin mengatakan sesuatu.


"Apa kak Alex gak mau kayak mereka... mumpung kita sekarang juga lagi di tempat yang sama dan juga cuma berdua,"


"Ooo... jadi maksud kamu itu," ucap Alex menatap Alessya yang kini sangat dekat dengannya.

__ADS_1


Alex tersenyum dan menggeser posisinya untuk lebih dekat dengan Alessya. Sementara Alessya tersenyum merasa sangat bahagia karena mungkin malam ini adalah malam yang sangat indah di hidupnya.


Semakin Alex mendekati Alessya, namun dengan malu-malu Alessya sedikit menggeser dan menjauh dari Alex yang mulai mendekatinya.


"Syuuuttt, jangan sampai orang lain dengar," bisik Alex di telinga Alessya yang membuat dirinya merinding karena telinga adalah bagian paling sensitif dari tubuhnya.


Alex mencium bibir mungil Alessya dengan sangat lembut, dirinya tidak ingin lagi mengulangi kekasaran ciumannya yang pernah ia lakukan sebelumnya. Kali ini bibir nya telah berpangut sangat lembut dengan bibir mungil Alessya. Manis... itulah yang kini Alessya rasakan. Tangannya mencoba menarik kerah baju Alex, agar dirinya semakin dekat dengannya.


Alex tersenyum di tengah ciuman yang ia lakukan saat ini, Ia merasa Alessya sudah sangat menikmati kecupan yang ia berikan. Muncul ide usil dari pikirannya, dengan tiba-tiba Alex melepas ciuman Alessya dan kembali ke posisi duduk.


"Nikah dulu... baru yang lebih," ucap Alex tersenyum.


Sementara Alessya dengan wajah yang tampak kebingung karena Alex tiba-tiba melepas ciumannya, merasa butuh waktu lama untuk mencerna maksud ucapan Alex.


"Aku tunggu di mobil, gak baik berpacaran di dalam hotel," ucap Alex tersenyum mengacak-acak rambut Alessya dan beranjak keluar kamar.


"Iiiihhh kak Alex....," teriak Alessya dengan melempar bantal ke pintu, merasa kesal karena dirinya telah di kerjain oleh calon suaminya itu.


.


.


.


.


.


.


.


To Be Continued....


PLEASE GUYS... Jangan lupa untuk

__ADS_1


L I K E dan V O T E


Terimakasih.....💖💖💖


__ADS_2