Cinta Berawal Di Masa OSPEK

Cinta Berawal Di Masa OSPEK
Tugas Kelompok


__ADS_3

Alessya bangun dari tidurnya dan ia merasa sedikit pusing ketika melangkahkan kakinya.


"Jadi gini thoo efek mabuk, gamau lagi dah pusing.." Alessya memegang kepalanya dengan kedua tangannya.


Alessya merapikan rambutnya dan menatap cermin didepannya, mukanya terlihat sedikit membengkak karena sebelum tidur ia memakan mie bikinan Alex. Saat memakai make up tiba-tiba Alessya teringat sesuatu. Alessya ingat jika Alex semalam menyebut dirinya berat dan Alessya ingat jika Alex mengatakan bahwa tubuhnya yang mungil tapi terasa berat. Ingatan itu membuat Mood Alessya benar-benar buruk pagi ini.


"Hah, sekarang aku ingat Kak Alex ngomongin apa semalam" Ucap Alessya merasa kesal sambil mengaca di depan cermin yang besar, ia merasa tubuhnya tidak gemmuk.


"Padahal aku kurus gini, kenapa kak Alex bilang berat. Dasar kak Alex minta dijitak kayaknya, awas aja kalau ketemu" Alessya mengambil tas dan keluar kamar.


Mood Alessya benar-benar buruk hari ini sampai ia terus berdiam tanpa bicara sapatah kata pun didalam mobil. Pak Ponco yang merasa takut membuka pembicaraan akhirnya tetap diam sampai mobilnya berhenti di depan kampus Alessya. Alessya turun dari mobil tetap tanpa bicara, tidak seperti biasanya yang selalu berterima kasih pada sopirnya.


"Okay... sekarang waktunya aku mencarimu kak, awas aja kalau ketemu" Ucap Alessya menoleh dan melihat sekitar kampus untuk mencari Alex. Alessya melihat Alex sedang menaiki tangga dan akan menuju ruang kuliahnya. Segera Alessya mempercepat langkahnya dan memanggil Alex.


"Kak Alex tunggu !!" Teriak Alessya untuk menghentikan Alex dan teriakan itu membuahkan hasil, Alex berhenti dan menoleh ke arah Alessya.


"What, aku keburu.. nanti aja ya cantik" Ucap Alex mencubit pipi Alessya dan melanjutkan langkahnya.


"Tunggu kak, aku mau ngomong bentar" Ucap Alessya dengan raut wajah yang kusut dan kesal karena Alex mengabaikannya.


"Apaa apa...cepetan, tolong nih muka jangan kusut kayak baju gak di setrika gini dong kan masih pagi" Alex kembali menghentikan langkahnya dan melihat muka Alessya yang manyun.



"Jujur deh, Kak Alex tadi malam bilang aku berat kan.." Ucap Alessya dengan tatapan sinis pada Alex yang berdiri di depannya.


"Haduhhh nih cewek kenapa ingatannya balik sih... pasti marah nih dia" Batin Alex. Alex menggaruk-garuk kepalanya berusaha mencari jawaban yang halus agar Alessya tidak marah. Alex mencoba memikirkan jawaban apa yang harus ia jawab agar Alessya tidak marah. Alex menggendong Alessya yang didepannya.


"Kak Alex ngapain... turunin gak...ihh ntar ada yang liat" Ucap Alessya yang terkejut karena Alex tiba-tiba menggendongnya.


"Aku bilang kamu berat karena aku kesal harus menggendongmu saat mabuk, aku gak suka ngeliat kamu mabuk. Tapi kalau kamu mau jawaban jujur dari ku, kamu itu gak berat kok... ini buktinya kamu itu ringan" Ucap Alex dengan menatap Alessya yang sedang ia gendong didepannya dan kemudian Alex menurunkan Alessya karena tak ingin mahasiswa lain melihatnya.


"Gak bohong kan..." Tanya Alessya


"Enggak... yaudah lah aku mau masuk kelas dulu, aku ada kuliah pagi dan kamu membuatku telat. Bye cewek ngambekan.." Ucap Alex mengacak-acak rambut Alessya dan berlari meninggalkan Alessya di tangga.

__ADS_1


Alessya tersenyum dan tidak marah lagi, dan ia akan berniat untuk rajin berolahraga agar tubuhnya tidak gemmuk. Alessya merasa sedikit lega dengan ucapan Alex. Alessya melangkahkan kakinya dan melanjutkan kegiatannya yaitu mengikuti kuliah Prof Albert. Prof Albert memberikan tugas kepada mahasiswanya yaitu tugas kelompok, namun masing-masing anak memiliki tugas tersendiri dan ini membuat mahasiswa malas melakukakannya, mereka menyebut hal tersebut tidak berfaedah karena percuma berteam namun tetap mengerjakan milik sendiri. Prof Albert tidak memperdulikan ucapan mahasiswanya dan ia membagi beberapa teem yang sudah ia siapkan.


"Waahhh teman team mu cowok semua syaa... dan itu kebanyakan yang ****' wkwkwk" Ucap Ariyani menertawakan Alessya yang sedang memeriksa namanya dan nama kelompoknya.


"Alahhh yaudah gapapa toh mereka juga temanku" Jawab Alessya tidak memperdulikan perkataan Ariyani.


Alessya meminta teamnya untuk berkumpul di kafe nanti sore dan semua teman teamnya menyanggupi. Daffa merasa kesal melihat teman-teman team Alessya yang kegirangan ketika Alessya mengajak untuk berkumpul di kafe untuk membahas tugasnya.


"Daffa, nanti kita kumpulnya dimana??" Tanya Fiona salah satu rekan team Daffa.


"Loe kumpul sama yang lain aja deh, gue males mau kumpul. Kalau kalian udah ngerjainnya, setor aja ke gue biar gue yang gabungin" Ucap Alex meninggalkan Fiona yang masih berdiri dihadapannya.


Dari dulu Daffa terkenal cuek dan tidak pernah mau ikut serta dalam kegiatan kelompok. Baginya kegiatan kelompok hanyalah membuang waktu dan ia sangat tidak suka berkumpul atau pun nongky-nongky di kafe, dan yang paling Daffa tidak suka adalah ketika mendapat rekan team yang kurang aktif dan berbuat seenaknya.


Namun disisi lain sosok Daffa sangat dibutuhkan karena bisa menunjang nilai para anggotanya.


**********


Pukul 3 sore Alessya berangkat ke kafe yang sudah ia pilih untuk mengerjakan tugas bersama rekan teamnya. Alessya melihat 5 orang temannya sudah datang dan menunggunya di dalam. Alessya tersenyum melihat temannya yang niat untuk mengerjakan tugas bersamanya. Alessya duduk diatara kelima temannya. Ketika hendak memulai tiba-tiba terdengar seseorang menarik kursi dan memindahkan ke tempat Alessya.


"Loe apa-apa'an sih Daff, ngapain loe disini kan loe bukan satu team sama kita" Ucap Gilang merasa keberatan melihat Daffa yang memaksanya bergeser.


Alessya terkejut melihat kedatangan Daffa di kafe, dan ia bingung untuk apa Daffa menghampirinya.


"Lah.. suka-suka gue lah.. gue kan mau nemenin pacar gue yang cantik ini" Ucap Daffa tersenyum dengan memegang buku yang awalnya Alessya pegang.


Alessya hanya diam melihat Daffa yang mulai berulah karena rasa cemburu yang ia miliki. Alessya membiarkan Daffa duduk disebelahnya dan menyuruh rekan teamnya agar tetap fokus dengan tugas yang diberikan Prof Albert. Alessya memberi penjelasan pada teman-temannya yang masih belum paham dengan soal yang diberikan Prof Albert. Dengan sabar Alessya terus mengajarkan dan membimbing teman-temannya hingga mereka semua paham dan bisa menjawab dengan benar.


"Wahh syaa syaa ibu loe waktu hamil loe ngidam apa sih, sudah cantik, pinter, baik pula" Ucap Anton memuji Alessya.


Alessya hanya tersenyum mendengar pujian dari teman-temannya. Ia bersyukur jika ia bisa memberikan ilmunya pada temannya, dan ia senang jika ada temannya yang sangat serius ingin belajar darinya.


Melihat teman-temannya yang selalu menatap Alessya membuat Daffa terbakar api cemburu. Daffa terus memandangi teman-temannya yang berusaha dekat dengan Alessya dan berpura-bura bertanya hingga Alessya menjelaskan dengan sangat dekat.


"Ahhh... sudah-sudah...sini biat gue yang jelasin pada kalian cara cepat mengerjakan soal ini" Ucap Daffa berusaha memisahkan Alessya yang menjelaskan materi dengan posisi yang sangat dekat dengan temannya.

__ADS_1


Alessya membiarkan dan menyerahkan pekerjaannya pada Daffa karena ia tau Daffa sudah mulai memanas. Daffa bergerak sangat cepat hingga rekan team Alessya tidak memakan waktu lama dikafe. Usaha Daffa membuahkan hasil, membuat teman-teman Alessya cepat menyelesaikan tugasnya karena penjelasan Daffa yang sangat kasar tidak selembut Alessya, dan hal itu membuat teman-temannya tidak betah berlama-lama.


"Kamu kenapa sih..." Alessya tersenyum dan memeluk lengan Daffa sambil berjalan ke parkiran.


"Gak suka aja ngeliat kamu sama gerombolan cowok-cowok" Jawab Daffa masih dengan muka kesal.


"Kan mereka teman kita...." Alessya tersenyum menatap Daffa yang sedang menahan kecemburuannya.


"Kalau ada Ariyani atau teman cewek yang lain mah aku gak akan marah... lah ini cowoknya 5 kamu nya sendiri" Ucap Daffa kesal


"Iyaa maaf yaa... ntar kalau aku sendiri lagi aku ajak kamu atau Ariyani deh...jangan marah yaa sayang" Alessya tersenyum dan menyandarkan kepalanya pada lengan Daffa.


Daffa mengehentikan langkahnya dan mencium kening Alessya. Ia benar-benar tidak bisa jika harus marah berlama-lama dengan Alessya, ia sangat mencintai gadis yang saat ini didekatnya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bagaimana guys.. masih ingin melihat Alessya dengan siapakah kalian? Tetap bersama Daffa atau kah bersama Alex?


Simak terus kelanjutan kisahnya😊 jangan pernah bosan dan jangan lupa like, vote serta beri pendapat kalian tentang mereka.

__ADS_1


Terimakasih atas dukungannya dan votenya💖💖


__ADS_2