Cinta Berawal Di Masa OSPEK

Cinta Berawal Di Masa OSPEK
Kelas Pertama


__ADS_3

Daffa dan Alessya sampai dikampus. Diparkiran mereka menjadi pusat perhatian. Bagaimana tidak, tingkah manis Daffa pada Alessya membuat yang lain pada ngiri. Daffa yang pada saat itu sedang membukakan helm Alessya menjadi sorotan mahasiswa yang lain. Alessya yang memang tidak pernah menaiki motor membuat dirinya juga tidak tau caranya membuka pengait helm.


"Bisa....?" tanya Daffa ketika melihat Alessya yang terlihat kesulitan membuka pengait helm miliknya.


"Bentar ini masih aku coba," jawab Alessya dengan perjuangan melepaskan pengait helm.


"Sini aku bantu," Daffa membantu Alessya melepaskan pengait helm dan akhirnya berhasil.


"Terimakasih sayang," ucap Alessya tersenyum.


Daffa yang pertama kalinya mendengar sebutan sayang membuat dirinya meleleh seperti lilin yang panas dan ia pun berjalan bersama Alessya beriringan menuju kelas. Setibanya dikelas Alessya melihat Ariyani sudah berada ditempatnya dan menyoraki mereka berdua.


"Cieeee yang baru jadiann... uhuy kayaknya aku bentar lagi dihempas nih," ucap Ariyani menyoraki sahabatnya yang baru datang.


"Eh apa'an sih.. kamu ya tetep temenku, duduk bareng aku dan masih tetap bersamaku," jawab Alessya dengan memeluk sahabatnya.


"Kamu gak mau duduk bareng aku," tanya Daffa menatap heran Alessya yang lebih memilih duduk bersama Ariyani.


"Enggak, aku duduk sama Ariyani aja" ucap Alessya menggelengkan kepalanya.


"Oh yaudah" Jawab Daffa singkat


******


Kuliah pun dimulai, mata kuliah pertama yaitu Fisika Atom. Pak Ganevo adalah dosen mata kuliah Fisika Atom, ia terkenal killer dan pelajaran yang ia berikan sangat susah. Namun tidak menurut Alessya. Menurut Alessya materi yang ia terima sangat gampang.



"Ada yang bisa mengerjakan soal ini didepan !" suara pak Ganevo menggelegar memenuhi ruangan yang sangat sunyi.


"******, aku takut banget sumpah," ucap Ariyani menunduk ketakutan.

__ADS_1


"Saya pak," Daffa mengacungkan tangannya ingin mencoba mengerjakan soal yang dosennya berikan.


"Silahkan," kata pak Ganevo.


Daffa pun menulis di papan dengan penurunan rumus yang seabrek. Tulisan Daffa memenuhi 2 papan sekaligus.


"Jawabanmu kurang tepat, silahkan kembali ke tempat duduk," ucap pak Ganevo yang sejak tadi memperhatikan Daffa menjawab soal yang ia berikan.


Daffa bertanya-tanya dan merasa heran, dimana letak kesalahan dari jawabannya. Padahal ia sudah sangat teliti dan berhati-hati saat menghitungnya.


"Apa yang salah? perasaan sudah bener deh," batin Daffa merasa bingung.


"Yang lain, apa ada yang bisa mengerjakan," tanya pak Ganevo kepada seluruh mahasiswa di kelas.


"Saya pak," ucap Alessya mengangkat tangannya.


"Silahkan kedepan" ucap pak Ganevo mempersilahkan Alessya ke depan untuk menjawab soal.


"Oke jawaban kamu benar" ucap Pak Ganevo setelah melihat hasil yang Alessya tulis di papan.


"Baru pertama kali ini ada mahasiswa yang bisa menjawab pertanyaan dari saya," ungkap Pak Ganevo merasa sangat bangga pada Alessya.


"Terimakasih pak," Alessya tersenyum ketika dipuji Dosen Killernya itu.


"Ya sudah silahkan duduk kembali," ucap Pak Ganevo menyuruh Alessya kembali ke tempatnya.


Daffa yang saat itu melihat Alessya di puji oleh dosennya, seketika membuat dirinya sedikit kesal, karena tidak biasanya ia merasa tersaingi oleh siapapun. Namun kini sosok Alessya bisa menyaingi Daffa.


Bel pergantian jam pun berbunyi. Pak Ganevo menutup pertemuannya dengan memberikan tugas yang banyak.


"Gilak... gak nyangka aku punya temen selain cantik dia juga pinter sampai pak Ganevo pun mengakuinya," ucap Ariyani nyrocos terkagum-kagum.

__ADS_1


"Gak gitu juga kok, aku yaa sama sepertimu baru belajar," ucap Alessya tersenyum tak ingin membagakan dirinya sendiri.


"Lain kali kalau ada tugas aku nyonto yaa syaa wkwkwkw," ucap Ariyani.


"Siap bos, yuk dah kekantin" ucap Alessya yang merasa perutnya sangat lapar.


"aku sama Ariyani mau kekantin, kamu mau ikut gak," tanya Alessya menghampiri Daffa.


"Enggak," jawab Daffa dengan singkat sambil mengerjakan tugas dari Pak Ganevo.


"Udah... tugasnya nanti kita kerjakan bareng aja, sekarang lebih baik kita kekantin," ajak Alessya agar Daffa mau ikutan bergabung.


"Tugasmu ya tugasmu, tugasku akan aku kerjakan sekarang. Kalau kamu mau kekantin ya kekantin aja, aku belum laper," sahut Daffa dengan sangat dingin.


Alessya meninggalkan Daffa sendiri. Alessya bingung mengapa Daffa sangat dingin terhadapnya, padahal tadi pagi Daffa masih baik-baik saja.


"Daffa kemana syaa, kok gak ikut?" tanya Ariyani clingak-clinguk mencari Daffa.


"Gak tau aku.. dia seperti orang lagi Badmood, padahal tadi pagi masih baik-baik aja" ucap Alessya heran.


"Mungkin dia malu karena tadi jawabannya salah, sedangkan jawabanmu bener" jawab Ariyani asal.


"Ah masak segitunya.." tanya Alessya merasa sedikit aneh.


"Kamu tau gak, dulu Daffa itu dikenal dengan sebutan kutu buku, dia sangat rajin dan pintar. Dia selalu memenangkan juara pertama dibidang akademik dan non akademik. Sekolah aja dia dibiayai pemerintah sangking pinternya. Mangkanya mungkin dia shock karena jawabannya tadi salah, sedangkan jawabanmu benar," ungkap Ariyani menceritakan masa lalu Daffa.


"Yaa trus kenapa harus marah sama aku," sahut Alessya masih bingung.


"Gatau deh, mungkin dia merasa tersaingi," ucap ariyani sambil memakan mie.


"Gak dehh, gak mungkin kayak gitu. Aku kan pacarnya," ucap Alessya membantah ucapan Ariyani.

__ADS_1


"Iyaa iyaa yang baru jadian..." ucap Ariyani mengalah.


__ADS_2