
Alessya sangat bahagia karena nilainya masih terselamatkan, dan yang paling Alessya sukai yaitu liburan yang Alex rencanakan
"Trus kita kapan berangkat kak? Oh iya aku belum kasih kabar Ariyani," ucap Alessya.
"Besok syaa, nanti malam jangan lupa kamu siapkan apa yang harus dibawa. Trus Ariyani udah tau dari David pasti," sahut Alex.
"Ooo yaudah kak yuk pulang, kak Alex mau pulang juga kan?" tanya Alessya.
"Iyaa emang kenapa? apa kamu mau pulang bareng aku," ucap Alex heran melihat Alessya yang dari tadi tidak melepas lengannya yang terus Alessya gandeng sambil berjalan.
Alessya hanya tersenyum menandakan dirinya ingin nebeng pulang bersama Alex. Melihat respon Alessya, Alex hanya geleng-geleng kepala dan bangkit dari duduknya. Alessya mengikuti langkah Alex yang berjalan menuju parkiran. Sangking senengnya, Alessya tak henti-hentinya tersenyum dibelakang Alex.
"Awasss giginya kering loh," ucap Alex sambil berjalan.
"ihh kak Alex apa'an sih, gak tau orang lagi seneng," ketus Alessya kesal.
Alex tersenyum mendengar pernyataan Alessya bahwa ia sangat bahagia. Alex bersyukur Alessya sudah tidak menangis lagi. Saat berjalan menuju parkiran Alex melihat Daffa baru keluar dari ruang dosen, dan Daffa melihat Alessya yang sedang berjalan dibelakang Alex, dengan reflek Alex menarik tangan Alessya agar tidak terlalu jauh di belakang Alex.
"Ayo cepetan... keburu hujan ntar, aku gabawa mobil," ucap Alex menarik tangan Alessya agar Alessya berjalan disampingnya.
"Padahal panas loh kak," sahut Alessya dengan mendangak ke langit.
Alex hanya diam, Alex melakukan itu hanya agar Daffa melihat bahwa Alessya tidak sendiri dan Alessya tidak berhak untuk ditinggalkan. Alex masih melirik keseberang dan ia melihat Daffa masih mengikutinya. Alex tidak bisa berbuat jauh pada Alessya walaupun hatinya berkata harus merangkul Alessya agar Daffa melihat, namun Alex tidak bisa melakukan itu. Alex tidak ingin Alessya yang mendapat masalah atas perbuatannya. Alex hanya bisa menggandeng Alessya beberapa menit yang lalu agar Alessya lebih dekat Alex. Sementara Daffa mengikuti Alessya diam-diam dengan jarak yang sangat jauh. Daffa melihat Alessya pulang bersama Alex dengan motor. Daffa tidak bisa mencegahnya karena ia masih belum bisa menemui Alessya.
Tak banyak yang Alex dan Alessya bicarakan saat perjalanan pulang. Alessya hanya perpegangan pada jaket Alex sambil tetap tersenyum. Muka Alessya terpampang jelas di spion Alex membuat Alex tidak fokus menyetir.
"Syaa... awas loh gigimu kering ntar, panas banget loh hari ini," ucap Alex menahan tawa mencoba menggoda Alessya.
"Apa sih kak...biar aja gigi aku kering toh aku masih cantik," sahut Alessya dengan penuh percaya diri.
Alex mengantarkan Alessya pulang sampai depan gerbang rumahnya. Tak lupa Alessya mengajak Alex untuk masuk dan mampir kerumahnya, namun Alex selalu menolak. Alessya tidak memaksa Alex karena Alessya berfikir kak Alex merasa sungkan untuk main kerumah cewek. Alessya segera masuk rumah dan bersiap untuk packing baju yang akan ia bawa besok. Alessya memilih baju-baju hangat untuk dibawa. Saat sedang asik packing, ponsel Alessya berdering. Alessya segera mengambil ponselnya ditas karena Alessya mengira ada pesan teks dari Alex mengenai rencana besok. Setelah Alessya membuka pesan teks tersebut ternyata pesan itu bukan dari Alex melainkan dari Daffa.
Daffa :
"Nanti malam jalan yok"
"Haaa ngapain sih tiba-tiba banget," ucap Alessya yang mulai merasa malas dengan Daffa.
__ADS_1
Alessya :
"Maaf aku gabisa, besok aku mau keluar kota jadi malam ini aku sibuk mau beres-beres,"
Alessya menolak ajakan Daffa karena ia tidak ingin merusak moodnya untuk rencana liburan besok. Alessya tidak ingin berdebat dan mendengar kata-kata yang tidak ingin Alessya dengar dari Daffa. Alessya kembali melakukan aktivitas sebelumnya, ia menyiapkan obat-obatan yang harus ia bawa. Sesekali Alessya melirik handphone dikasurnya mengira Daffa membalas pesannya, namun ternyata Daffa tidak membalas pesan Alessya.
"Gitu doang...setelah sekian lama dia gak nongol dan sekarang cuma chat gitu doang," ucap Alessya kesal sambil menutup koper.
Alessya menyelesaikan pekerjaannya dan mengecek kembali keperluan yang akan ia bawa. Alessya merasa sangat lelah dan langsung tidur.
**********
Ting..(Dering Ponsel)
Tangan Alessya meraih ponselnya dan melihat notif pesan dari Alex yang sangat banyak.
Alex
"Eh bangun... cepetan mandi, jadwal keretanya maju jadi 4.30 WIB"
Alessya dengan paniknya langsung kekamar mandi untuk mandi. Ia tak sempat untuk memakai lulur dan hanya menggunakan sabun saja. Alessya segera menyelesaikan mandinya dengan sangat cepat. Alessya mengenakan pakeian yang sudah ia siapkan dengan tanpa make up, Alessya langsung turun dengan mengangkat kopernya. Ia melihat mamanya masih belum bangun namun Bik Tuya sudah berada didapur.
"Baik non," jawab Bik Tuya.
Alessya segera memanggil Pak Ponco yang sedang berjaga duduk ditaman. Alessya meminta Pak Ponco untuk mengantarkannya ke stasiun. Beruntungnya jarak rumah Alessya ke stasiun tidak begitu jauh. Sesampainya di stasiun Alessya melihat David dan Ariyani sudah didepan gerbong. Alessya berlari dengan membawa koper yang sangat berat.
"Eh maaf aku telat.. oh iyaa kak Alex mana?" ucap Alessya dengan nafas terpenggal-penggal.
"Kak Alex barusan masukin barang didalam, yaudah yuk masuk," sahut Ariyani menunjuk ke dalam kereta.
Alessya masuk kedalam kereta bersama Ariyani dan David. Alessya melihat Alex mengangkat barangnya dan menaruhnya di bagasi.
"Sini barangmu," ucap Alex meminta tas Alessya.
Alessya memberikan kopernya pada Alex. Alessya melihat David dan Ariyani duduk bersebelahan menghadap Alessya. Ariyani tersenyum mengerti perasaan Alessya yang iri melihat dirinya berpasangan dengan David sementara Alessya sendiri.
"Eh buset bibir jangan dimajuin gitu dong syaa.. ntar yang lain pada takut liatnya," ucap David menggoda Alessya.
__ADS_1
"Hah okey.... terus aja kalian menghinaku dan bermesra-mesralah sesuka kalian," ucap Alessya dengan tersenyum.
"Mangkanya syaa... cari cowok jangan yang ambisinya gedhe. Pinter boleh, terlalu ambisi jangan..." Ucap David tertawa
"Apaa sih kak David ini, awas aja ntar kalau Ariyani sampek dikecewain. Bakal aku jamin kak David gak bahagia," sahut Alessya
"Sudah-sudah... kita kan mau liburan ngapain debat-debat masalah gak penting, mending kalian tidur deh, kereta mau berangkat dan perjalanan kita masih jauh. Mungkin 6 jam perjalanan," ucap Alex melerai perdebatan antara David dan Alessya.
Alessya menatap luar jendela dengan menikmati pemandangan alam diluar kereta. Berbeda dengan Alessya Ariyani dan David justru asik foto berdua. Sedangkan Alex mendengar music sambil memejamkan mata.
Tak terasa 2 Jam sudah perjalanan yang ditempuh, Alessya masih menatap luar jendela karena Alessya sangat senang bepergian dan bersentuhan langsung dengan Alam. Alessya melihat David dan Ariyani tertidur dengan pulas. Alessya pun mencoba memejamkan matanya dengan menghadap lurus kedepan. Tak butuh waktu lama untuk Alessya terlelap dalam tidurnya, cukup dengan suasana yang hening sudah membuat ia terlelap sangat cepat. Tanpa Alessya sadari kepalanya perlahan jatuh di pundak Alex dan itu membangunkan Alex dari tidurnya.
Alex melirik Alessya yang sedang tertidur dipundaknya. Kemudian Alex meletakkan jaketnya pada Alessya karena takut Alessya kedinginan.
"Tidur yang nyenyak yaa..." bisik Alex.
Alex kembali memejamkan matanya untuk melanjutkan tidurnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
Simak terus kelanjutan kisah nya 😊
Jangan pernah bosan yaa dan jangan lupa like serta beri pendapat kalian tentang mereka.
__ADS_1
Terimakasih...💖💖