
Takdir memang tidak bisa di pungkiri, sebenci-bencinya diri dengan takdir yang tidak sesuai, pasti takdir itulah yang akan membuatnya tersenyum. Di hadapan teman-temannya, kini Alessya tersadar jika takdir yang membawanya kuliah di tempat yang bukan ia harapkan dan bukanlah tempat yang seharusnya ia datangi, bisa memberikan kebahagiaan, cinta dan teman yang mungkin tidak akan dirinya dapatkan jika ia memilih untuk kuliah di tempat yang sangat ia dambakan.
"Jangan nangis... kita semua ingin loe tersenyum," tak kuasa Ariyani melihat Alessya menangis, ia pun menghampiri Alessya dan memeluknya.
"Terimakasih semuanya... aku sayang kalian, maaf jika selama ini sifat dan sikap aku kurang baik terhadap kalian, tapi jujur aku bahagia bisa satu kampus dengan kalian semua," ucap Alessya mengusap air matanya dan tersenyum.
"Loe mah baik syaa... ketika kita di jajah dengan soal yang rumit, loe selalu bantu kita," sahut gilang sambil memegang balon love berwarna kuning.
"Loe itu cantik, gitu aja udah buat gue seneng liatnya," ucap Pongky tersenyum dan memberikan Alessya buket bunga Lily putih.
"Kamu baik kok sya... kamu gak pernah beda-bedain kita semua, walaupun kamu kaya tapi kamu tidak ilfil dengan kita semua. Iyaa kan teman-teman?" sahut Fiona
"Yaa bener... bener banget, You are my angel," teriakan suara teman-teman Alessya memenuhi ruang kelas.
Kebahagiaan yang tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata seperti yang sering orang lain ucapkan, kini dapat Alessya rasakan sendiri. Kebahagiaan yang bukan karena uang, kebahagiaan yang bukan karena mendapatkan tas mahal atau liburan ke luar negeri, bagi Alessya tak bisa ditukarkan dengan kebahagiaan yang saat ini ia rasakan.
"Karena hari ini aku sangat senang, bagaimana kalau aku traktir kalian semua makan sepuasnya di kantin, atau kalian boleh milih di tempat yang kalian suka," ucap Alessya kepada semua teman-temannya.
"Waooo orang kaya beraksi nih guys... yaudah yukk kita terima niat baik dari malaikat cantik kita," sahut Gilang dengan raut wajah girang.
Dengan senang hati Alessya mengajak teman-temannya langsung berkumpul di kantin dan meneraktir makan sepuasnya.
**********
Selesai makan bersama dengan temannya, Alessya merasa sangat lelah dan langsung pulang kerumah. Kini kamarnya penuh dengan bunga-bunga dan hadiah yang Alessya dapatkan di kampus. Sambil berbaring, Alessya kembali teringat dengan niatnya yang pada awalnya ingin menemui Alex.
Alessya memeriksa ponselnya yang sama sekali tidak ia sentuh, namun ternyata tidak ada satu pesan pun dari Alex.
"Kemana sih, gak mungkin kan kalau beneran ke Inggris," ucap Alessya menatap ponselnya dan mengerutkan alis di dahinya.
Alessya beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan menuju balkon. Tanpa ragu-ragu, ia pun mencoba menelfon Alex.
Tutt.... Nomer yang anda tuju sedang sibuk
"Ihhh kok di reject ??"
Alessya yang merasa sangat kesal karena panggilannya di reject, ia pun langsung kembali ke kamar dan menutup keras pintu balkon dengan sangat kesal. Ponselnya di letakkan sangat jauh agar dirinya tidak lagi terus berharap dengan pesan ataupun panggilan dari Alex. Dengan masih sangat kesal, Alessya berbaring sambil menatap jauh ponselnya yang ada di sofa. Matanya terus menatap tanpa lengah dengan harapan ponsel itu berbunyi, namun ternyata tidak. 5 menit dirinya menatap ponsel dari kejauhan kini tak sanggup ia teruskan, rasa ngantuk membuat dirinya memilih untuk tidur.
18.00 WIB jam weker Alessya berbunyi dan membuat dirinya terbangun. Merasa puas dengan tidurnya, ia pun pergi mandi dan berendam sejenak untuk memulihkan kembali energinya.
__ADS_1
Usai mandi Alessya bersantai dan berniat menonton drakor terbaru yang saat ini tengah tayang. Saat dramanya telah tayang tiba-tiba dengan brisik ponsel Alessya berdering dan mengganggu kefokusannya. Ia pun menstop drakor yang tengah ia tonton, dan mengambil ponselnya di sofa.
Ariyani:
Syaa... loe lagi dimana?
Alessya:
Di rumah, nonton drakor. Why?
Alessya berjalan kembali ke kasur dan bersiap melanjutkan drama yang ia tonton.
Ariyani:
Gue barusan liat kak Alex sama cewek di hotel. Trus gue ikutin dan ternyata mereka masuk ke kamar yang sama.
Alessya:
Hallah bo'ong, mana ada.
Ariyani:
Merasa tak percaya dengan apa yang Ariyani bilang, Alessya tetap melanjutkan kegiatannya yaitu nonton drakor. Ditengah-tengah keasyikannya menonton, tiba-tiba ada perasaan yang mengganjal di hatinya. Ia teringat jika tadi siang panggilannya di Reject oleh Alex.
"Ariyani gak mungkin bohong kan, lagian untuk apa juga dia bohongi aku dan menuduh kak Alex yang enggak-enggak," ucap Alessya bingung.
"Tapi, masak iya sih kak Alex selingkuh," grutu Alessya kembali tak tenang.
Merasa pikirannya terganggu dan perasaan yang mulai tak tenang, Alessya beranjak dan pergi membawa tas serta ponselnya. Alessya menuju hotel yang Ariyani infokan.
Sesampainya di hotel, perasaan Alessya sangat takut, bagaimana jika Alex benar-benar selingkuh? Alessya berjalan dan menaiki lift lantai 3 dan mencari kamar 301. Ia melihat kamar itu kini berada di hadapannya. Jantungnya berdetak dan merasa ragu untuk mengetok pintu itu.
Dalam hatinya Alessya berdoa, semoga apa yang ia lihat tidak sesuai dengan apa yang ia takutkan, ia pun memberanikan diri dan mengetok pintu kamar 301.
Tok Tok Tok
Saat menunggu seseorang membuka pintu, jantung Alessya berdetak lebih cepat dari sebelumnya. Perlahan pintu itu mulai terbuka.
"Cari siapa?" ucap seorang wanita membuka pintu. Seketika jantungnya seolah berhenti berdetak dan merasa sakit melihat seorang wanita di depannya.
__ADS_1
"Apa aku boleh masuk? maaf aku hanya memastikan jika pacarku tidak di dalam," ucap Alessya dengan bodohnya meminta izin masuk kedalam.
"Silahkan," wanita itu memberikan jalan pada Alessya agar bisa masuk ke dalam kamarnya.
Saat Alessya masuk, Alessya hanya melihat kamar yang sangat berantakan. Penuh dengan balon dan lampu tumbrl, mungkin pemiliknya sedang merayakan pesta. Namun ia sama sekali tidak melihat sosok Alex seperti yang Ariyani katakan sebelumnya.
"Alessya...," ucap suara pria dari belakang yang membuat Alessya tak sanggup untuk menoleh.
Alessya sangat mengenali suara itu, hatinya kini tak sanggup untuk menerima kenyataan jika apa yang Ariyani katakan itu benar. Perlahan Alessya menoleh dan dugaannya benar, pria yang memanggilnya adalah Alex.
"Kak Alex, jadi bener... kak Alex pesan kamar ini sama wanita itu," ucap Alessya emosi dan menunjuk wanita yang kini tersenyum di depan pintu.
Tanpa menjawab pertanyaan Alessya, Alex berlutut seolah ingin meminta maaf atas kesalahan yang ia lakukan.
"Enggak, aku gak mau..." ucap Alessya melangkah meninggalkan Alex yang hendak berlutut di depannya yang mungkin ingin meminta maaf.
"Tunggu !!! kamu gak mau nikah sama aku?" ucap Alex meraih tangan Alessya yang hendak pergi.
Langkah Alessya terhenti ketika tangannya di raih dan di tahan oleh Alex sangat kuat. Ucapannya membuat Alessya bingung, dan ia pun berbalik menatap Alex.
"Apaa?? nikah?" tanya alessya merasa bingung dengan maksud perkataan Alex.
.
.
.
.
.
.
To Be Continued....
PLEASE GUYS... Jangan lupa untuk
L I K E dan V O T E
__ADS_1
Terimakasih.....💖💖💖