
Alessya bersiap untuk berangkat ke acara reunian untuk yang pertama kali, kali ini ia tidak membutuhkan banyak waktu untuk memilih dan memakai pakaian yang akan ia gunakan. Alessya tidak ingin membuat Alex menunggu terlalu lama, karena bisa-bisa nanti Alex akan berubah pikiran.
"Yuk kak, buruan...ntar telat," ucap Alessya berjalan.
"Bentar syaa..." Alex menghentikan langkah Alessya, seketika Alex jongkok di depan Alessya yang berdiri.
"Eh kak Alex ngapain.." tanya Alessya heran melihat Alex yang berhenti didepannya.
"Ini kalau tidak kamu pasang, ntar kamu jatuh dan aku juga yang malu," ucap Alex memasang tali high hells milik Alessya yang lepas.
Alessya tersenyum melihat perlakuan Alex yang manis terhadapnya, namun senyum itu tidak berlangsung lama karena keusilan Alex.
"Dihh pake senyum lagi, gak usah ngehalu ayo buruan," ucap Alex sambil mengutis kepala Alessya pelan dan seketika raut wajah Alessya berubah manyun.
Alex mengendarai mobilnya dan menuju ke tempat tujuan. Hal yang paling Alessya suka dari Alex yaitu kepribadiannya yang sangat rapi dan sangat wangi, bahkan mobil Alex pun sangat wangi membuat Alessya betah di mobil Alex. Alex memarkirkan mobilnya di depan restoran.
"Tunggu bentar," ucap Alex menahan Alessya yang hendak turun dari mobil. Alessya menoleh dan menatapnya.
"Kenapa kak.." tanya Alessya kebingungan.
Seketika Alex langsung merapikan rambut Alessya yang terlihat kusut. Setelah itu Alex menyuruh Alessya turun dari mobil.
Alessya dan Alex masuk bersama, semua mata tertuju pada Alessya. Alessya disambut banyak temannya, dan ada satu orang cowok teman Alessya berniat menyapa Alessya dengan sebuah pelukan, sontak hal itu membuat Alex geram.
Alex langsung menghadang Alessya agar temannya tidak memeluk Alessya.
"Halow... apa kabar," ucap Alex meregangkan kedua tangannya untuk bersiap memeluk teman Alessya.
"Eh maaf bro, gue pikir Alessya masih jomblo," ucapnya dan berjabat tangan dengan Alex.
Alessya tersenyum lagi-lagi karena melihat perlakuan Alex yang selalu sigap melindunginya. Alessya senang karena ia tidak salah memilih orang lain untuk menemaninya.
__ADS_1
"Kenapa tadi kakak mengahalangi aku, kan tidak ada salahnya juga kalau teman aku ingin memelukku, lagian kan kita juga udah lama gak ketemu dan aku tau mereka itu kangen aku dan aku juga...." ucap Alessya yang belum selesai menyelesaikan pembicaraannya seketika Alex langsung menekan pipi Alessya dengan tangannya hingga membuat Alessya berhenti bicara.
"Awas aja, gak akan aku bolehin. Mangkanya kalau mau pelukan jangan ngajak aku," jawab Alex dengan memengang pipi Alessya sampai mulut Alessya maju.
Alessya pun diam dan tidak melanjutkan perkataannya. Alex berjalan di depannya dan memilih tempat untuk duduk. Alessya tersenyum mengikutinya di belakang, ucapannya barusan hanya untuk melihat respon Alex.
Alessya duduk bersebelahan dengan Alex dan berhadap-hadapan dengan teman-temannya. Alessya mengobrol dengan temannya selagi menunggu teman-teman yang belum datang. Banyak teman-temannya yang memuji Alessya sangat pantas dengan Alex, dan Alessya hanya menanggapi semuanya dengan senyuman. Alessya memang sangat populer, populer karena kepintaran dan juga karena berasal dari keluarga kaya raya. Pembicaraan Alessya dengan teman-teman terhenti ketika ia melihat sosok yang sangat mengejutkan juga hadir diacara itu. Alessya melihat Adinda baru saja datang dan ikut bergabung dengan yang lain. Alessya merasa heran mengapa Adinda juga ada diacara reuni SMA nya.
"Dia siapa sih," yanya Alessya pada Maya teman lamanya.
"Loe gak lupa yaa syaa.. dia kan teman satu angkatan kita juga tapi beda kelas. Ih parah loe bisa lupa, otak loe isinya udah penuh banget yaa syaa sampai loe lupa dia," ucap Maya.
Alessya masih tidak merasa Adinda adalah teman satu angkatannya. Alessya melanjutkan perbincangannya dengan temannya, tiba-tiba Adinda berdiri di depan seolah-olah ingin menyampaikan sebuah pengumuman. Alessya sama sekali tidak berniat untuk mendengarkan ataupun memperhatikan Adinda di depan, ia pun menatap layar ponselnya.
"Teman-temanku semua... kalian masih ingat aku kan, aku Adinda. Yaa Adinda yang dulunya kalian kejar-kejar untuk menjadikan pasangan kalian," ucap Adinda dengan percaya diri didepan. Teman-teman yang lain hanya memberi respon senyuman pada Adinda, mungkin karena mereka tidak ingin mempermalukan satu sama lain.
"Hari ini aku akan memperkenalkan tunanganku namanya Daffa Saputra, orang yang saat ini berdiri disamping saya," lanjut ucapan Adinda di depan.
"Gilak yaa cakep banget syaa pacar Adinda," ucap maya dan semua teman-teman Alessya membicarakan Daffa.
Tak sanggup Alessya melihat dan mendengar semuanya, Alessya berdiri dan berjalan meninggalkan teman-temannya. Melihat Alessya berlari kecil keluar restoran, Alex langsung mengejarnya.
"Syaa.. mau kemana?" tanya Alex bingung dengan yang barusan terjadi.
"Aku mau pulang kak... aku gak mau melihat mereka," tangis Alessya pecah diluar restoran. Alessya tak tahu harus bagaimana, hatinya sangat sakit mendengar kabar mereka sudah bertunangan namun tanpa pemberi tahuan dari Daffa. Melihat Alessya yang menangis, Alex memeluknya dan menenangkan Alessya.
"Sudah... jangan nangis yaa, ayo kita pulang," ucap Alex memeluk Alessya yang masih menangis. Alessya membalas pelukan Alex dengan air mata yang mengalir deras di pipinya.
"ALESSYA TUNGGU !!!" teriak Daffa melihat Alessya yang hendak naik kedalam mobil Alex. Daffa menghampiri Alessya yang sedang menangis.
"Aku bisa jelasin semuanya, aku memang akan bertunangan dengan Adinda, tapi kita sudah sepakat untuk membatalkannya. Dan sebagai gantinya Adinda meminta tolong untuk memamerkanku di depan teman-temannya sebagai tunangannya, dengan hal itu aku dan dia tidak akan bertunangan secara nyata. Ini hanya boongan syaa... kamu harus percaya sama aku," Daffa memberi Alessya penjelasan.
__ADS_1
"Bagaimanapun itu, Adinda akan tetap menjadi pasangan hidupmu Daff. Kedua orangtua mu sudah sangat menyukainya. Kita gak bisa melanjutkan hubungan ini. Sudah Daff... aku gak mau lagi kecewa, aku gak ingin merasakan sakit yang mendalam," ucap Alessya menangis dan berusaha melepaskan tangannya dari Daffa.
"Kamu lihat sendiri kan kemarin orang tuaku juga menyukaimu, lalu kenapa kita harus berakhir.. aku gak mau syaa kita berakhir," ucap Daffa menggenggap tangan Alessya erat.
"Cukup Daff, aku sudah tau semuanya. Pertemuan itu hanya pura-pura. Orangtua mu melakukan itu hanya agar kamu bahagia dan tidak kecewa, tapi mereka tetap tidak menyukaiku. Mereka tidak ingin jika aku bersamamu, dan parahnya lagi orangtuamu sangat tidak menyukai papaku, mereka bilang nanti ketika aku bersamamu, papaku hanya akan menindasmu. Asal kamu tau Daff, aku bisa menerima jika orangtuamu tidak menyukaiku, tapi aku tidak bisa terima jika itu menyangkut keluargaku. Sekarang tolong lepaskan aku!!! " ucap Alessya tegas pada Daffa dengan penuh air mata.
"Lepas Daff, loe gak denger dia bilang apa dari tadi" Ucap Alex sudah tidak sabar melihat Daffa terus memegang tangan Alessya. Daffa pun melepaskan tangan Alessya.
Alex membukakan pintu mobilnya dan menyuruh Alessya segera masuk dan Alex mengemudikan mobilnya keluar dari area restoran. Sementara Daffa berdiri terdiam setelah mendengar ucapan Alessya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Autor gak akan pernah bosan untuk mengingatkan kalian untuk tetap L I K E di setiap episodenya dan V O T E kisah ini agar autor lebih rajin update.
T E R I M A K A S I H A T A S
__ADS_1
D U K U N G A N N Y A 💗💗💗