Cinta Berawal Di Masa OSPEK

Cinta Berawal Di Masa OSPEK
Permintaan Nyleneh.


__ADS_3

Sesampainya di depan rumah, dengan sikapnya yang manja, Alessya berusaha meminta Alex agar mau mengantarkannya sampai ke dalam rumahnya. Ia tidak mau jika hanya di antar sampai pintu gerbang, karena dirinya merasa ada yang kurang. Sementara Alex hanya bisa menarik nafasnya untuk mengatur kesabarannya ketika sikap manja Alessya mulai keluar, dan ia pun mau menuruti permintaannya yaitu mengantarkannya sampai masuk rumah.


"Ayo kak duduk dulu," ajak Alessya menarik lengan Alex agar ia mau duduk sebelum pulang.


"Sudah malem... liat itu jamnya, gak enak kalau masih ngobrol. Papa dan mama kamu juga udah tidur," ucap Alex dengan nada suara yang sangat pelan karena takut mengganggu tidur mama dan papa Alessya.


"Yaudah sana kalau mau pulang," ketus Alessya dengan perasaan kesal ia pun melepas lengan Alex yang semula ia peluk.


Seketika Alex merasa dirinya tak berdaya, ia tidak bisa berbuat apa-apa selain menuruti permintaan Alessya. Padahal baru saja saat di mobil, Alessya meminta maaf atas sikapnya yang suka marah-marah gak jelas, suka manja gak jelas dan ia pun menyadari itu. Tapi sekarang sikap itu kambuh kembali.


"Huuufftt... yaudah yaudah.... aku duduk nih, tapi aku gak bisa lama-lama, gak enak sama keluarga kamu, sama tetangga kamu juga," ucap Alex menghampiri Alessya yang duduk di sofa dengan muka cemberut.


"Kalau gitu, tutup aja pintunya... beres deh," lalu Alessya beranjak menutup pintu dan tersenyum pada Alex. Sebenarnya ia terpaksa melakukan hal itu, karena dirinya tidak ingin malam ini segera berakhir dan ia hanya memiliki waktu yang sangat sedikit untuk bersama Alex, mengingat besok pagi Alex akan menuju bandara.


Sementara Alex dirinya merasa tidak nyaman berada di ruang tamu hanya berdua di rumah Alessya, belum lagi waktunya sudah hampir tengah malam. Ingin sekali dirinya bangkit dan beranjak pamit pulang pada Alessya, namun ia tidak bisa, karena hal itu pasti akan membuat Alessya sedih dan marah.


"Aku bikinin minum dulu ya kak. Oh iya kak Alex gak boleh kemana-mana, tetap diam disitu," tunjuk Alessya memperingatkan Alex agar tidak pergi diam-diam.


Merasa sangat garing karena dirinya saat ini hanya seorang diri yang ada di ruang tamu, Alex pun mencoba membaca majalah yang ada di bawah meja sembari menunggu Alessya membuatkan minum untuknya. Tak lama kemudian terlihat Alessys keluar dengan membawa secangkir teh dan meletakkannya di meja.


Melihat Alex yang saat ini tengah membaca majalah, membuatnya harus berfikir keras untuk rencana selanjutnya agar Alex mau lebih lama dengannya, karena dirinya sangat yakin setelah teh di depannya habis, pasti Alex akan pamit untuk pulang.


"Kak Alex...," ucap Alessya mendekati Alex yang tengah membaca majalah.


"Hemmp," sahut Alex mulai merasa aneh dan semakin tidak nyaman melihat Alessya yang menggeser duduknya semakin dekat.

__ADS_1


"Kak Alex sayang gak sama aku," ucap Alessya yang seketika tersadar jika ia merasa sangat bodoh di depan Alex, padahal dirinya sudah tau jika Alex sangat menyayanginya namun entah apa yang ada di pikirannya ia hanya bisa bertanya hal itu pada Alex untuk membuka obrolan ditengah suasana sepi dirumahnya.


"Iya lah aku sayang kamu, kenapa sih ?" lirik Alex yang semakin curiga mendengar Alessya tiba-tiba menanyakan hal itu padanya. Entah mengapa perasaan Alex semakin tidak enak.


"Berarti kalau aku minta sesuatu, kak Alex mau kan mengabulkannya....," ucap Alessya semakin mendekati Alex dan merangkulkan kedua tangannya ke pundak Alex.


"E'hemp, yaaa tergantung kamu mau minta apa," sahut Alex yang tiba-tiba suaranya serak semakin grogi karena wajah Alessya yang saat ini sangat dekat dengan pipinya.


"Iiiihh katanya sayang aku...," rengek Alessya menggoyang-goyangkan tubuh Alex kerena merasa Alex tidak akan mau mengabulkan keinginannya yang mungkin akan sangat aneh.


"Iyaa aku sayang kamu, yaudah cepet bilang apa'an dan kalau bisa jangan peluk aku kayak gini sayang," sahut Alex semakin tak nyaman dengan perlakuan Alessya yang sangat dekat dengannya, sementara dirinya merasa tidak nyaman karena takut ada orang yang melihat dirinya dan Alessya. Belum lagi suara Alessya mengenai telinga Alex yang membuatnya panas dingin, karena telingannya adalah bagian yang sangat sensitif dan kini dirinya tidak bisa berkutik sedikitpun.


"Aku mau... kak Alex malam ini menemaniku sampai besok pagi, ayolah kak.... mau yaaa....," pinta Alessya sambil merengek manja agar Alex mau menurutinya.


"Tuh kan bener firasatku, pasti ada maunya. Duh gimana nih," batin Alex menggrutu tak tahu harus menjawab apa, ia hanya diam dan masih berfikir. Dirinya tidak ingin jika ketahuan menginap tanpa izin terlebih dahulu, seolah terkesan seperti penyelinap yang diam-diam masuk dan tidur rumah orang.


"Heh gak boleh tauk, kita ini belum nikah. Trus apa kata Om Jordhan nanti kalau beliau sampai tahu aku semaleman nginep tanpa izin," ucap Alex mencoba menolak sambil mengetuk hidung Alessya.


"Kan cuma tidur doang kak... gak ngapa-ngapain... ih kak Alex mah banyak alasan," kesal mendengar ucapan Alex yang terkesan banyak alasan, Alessya melepaskan rangkulannya dan duduk menjauh dari Alex.


Sementara Alex merasa bingung ketika melihat Alessya yang mungkin saat ini kesal terhadapnya. Disisi lain ia tidak ingin melakukan apa yang di inginkan Alessya, walau hanya sekedar tidur, dirinya takut sampai lepas kendali.


"Alessya....," ucap Alex menghampiri Alessya yang berpindah tempat, namun Alessya tidak menggubris panggilannya.


"Yaudah ayo, tapi ada syaratnya," ucap Alex terpaksa menuruti permintaan Alessya karena ia tidak ingin Alessya kecewa.

__ADS_1


"Apa syaratnya?" sahut Alessya dengan tersenyum.


"Gak boleh pake piyama, harus pakai baju lengan panjang sama celana. Trus gak boleh gangguin aku, pokok langsung tidur," ucap Alex memberi peringatan pada Alessya agar semuanya aman terkendali.


"Boleh pelukan?" celetuk Alessya menatap Alex dengan senyuman dan berharap ia dibolehkan untuk tidur saling berpelukan.


"GAK BOLEH," sahut Alex menggelengkan kepalanya.


"Yaahhh kok gak boleh...," ucap Alessya merasa sedikit kecewa mengapa dirinya tidak boleh memeluknya.


"Mau tidur bareng gak? kalau enggak, yaudah aku pulang," Alex mencoba untuk bernegoisasi, dan ia pun beranjak menuju pintu untuk keluar agar Alessya dengan cepat mau menerima persyaratan yang ia berikan.


"OKE AKU SETUJU," ucap Alessya menghentikan Alex yang akan pulang.


Alex tersenyum bahagia, dirinya sangat tahu bahwa Alessya akan menerima persyaratan yang ia berikan. Sama seperti Alessya, dirinya pun juga ingin tidur bersama namun, ia sadar jika itu tidak baik sebelum melakukan pernikahan.


.


.


.


.


.

__ADS_1


To Be Continued


__ADS_2