Cinta Berawal Di Masa OSPEK

Cinta Berawal Di Masa OSPEK
Belum Terlambat


__ADS_3

Perasaannya yang masih menyesal berlanjut terkejut untuk kedua kalinya, ia melihat jam di ponselnya sudah tidak pagi lagi. Tanpa berfikir panjang ia pun langsung mandi bebek secepat kilat dan bersiap berangkat ke kampusnya. Kali ini lagi dan lagi, Alessya mengendarai mobilnya tanpa sopir pribadinya. Namun ia tidak lupa memberi kabar pada papanya jika dirinya hanya akan ke kampus.


Waktu yang sudah menunjukkan pukul 9.59 membuatnya berlari dari parkiran menuju ruang kuliah, Alessya terus berlari sampai dirinya bertemu seorang dosen yang baru saja keluar dari ruang kuliahnya.


Seketika langkahnya terhenti, melihat teman-temannya ikut keluar setelah dosennya pergi. Itu artinya perkuliahan sudah usai dan dirinya dianggap bolos. Tak bisa berkata apapun, Alessya hanya bisa berbalik dan melangkah meninggalkan ruang kuliahnya. Langkahnya mulai lelah, dan perasaannya sedikit kecewa.


"Hei, kenapa gak kuliah?" ucap Daffa sambil mengacak-acak rambut Alessya.


"Ketiduran," jawab Alessya yang tanpa sada rambutnya dibuat berantakan oleh Daffa.


"Trus sekarang mau kemana?" tanya Daffa mencoba merapikan kembali rambut Alessya.


"Perpus, males mau pulang....2 jam lagi kan ada kuliah," ucap Alessya yang mulai risih dengan tangan Daffa di kepalanya.


"Yaudah, yuk... aku juga mau kesana," sahut Daffa menghetikan tangannya yang sejak tadi sibuk dengan rambut Alessya, dan ia juga melihat Alessya mulai risih.


Tanpa menjawab ucapan Daffa, Alessya berjalan menjauhi Daffa agar tidak terkesan dekat dan tak mau membuat Alex kecewa. Alessya berjalan sedikit cepat dari Daffa agar bisa mendahului Daffa menuju perpus. Namun langkah Alessya yang pendek, tetap saja kalah dengan langkah Daffa yang lebar dan bisa membuatnya berjalan disamping Alessya.


"Hei kalian... udah balikan yaa?" ucap salah satu mahasiswa tersenyum melihat Alessya dan Daffa berjalan bersama-sama ke perpus.


"Eh, enggak kok... kebetulan aja sih," sahut Alessya tak ingin membuat orang sangka terhadapnya.


"Duhh... padahal kalian itu cocok banget, kenapa gak balikan aja sih," ketus wanita itu sedikit kecewa.


"Yaaa kenapa emang, suka-suka aku. Kalau kamu mau sama dia, kenapa gak kamu aja ngapain harus aku," ucap Alessya kembali ketus menanggapi ucapan orang yang tak dikenalnya dan ia pun langsung meninggalkan wanita itu.


Melihat reaksi Alessya, Daffa hanya tersenyum dengan tingkahnya yang sangat temprament terhadap orang lain. Jika saja dirinya dulu tidak membuatnya terluka, mungkin sampai saat ini pun Alessya akan terus bersamanya. Namun semua itu sudah terlambat, walaupun dirinya tidak lagi memiliki Alessya, ia tetap senang karena masih bisa berteman dengannya.


"Alessya, tunggu !!!" ucap Daffa memanggil Alessya didepannya.


"Apa'an," sahut Alessya dengan rasa malas.


"Sampai sini aja, aku gak akan ngintilin kamu kok. Memang tujuanku dari tadi ke perpus, aku minta maaf jika bersamaku membuatmu risih," senyum Daffa sambil mengacak-acak rambut Alessya dan meninggalkannya.

__ADS_1


Melihat Daffa pergi, seketika Alessya merasa bersalah. Apa iya sikapnya terlalu dingin pada Daffa, padahal Daffa sendiri hanya menggap dirinya seorang teman. Tak ingin menambah beban pikiran, ia pun tak menggubris kepergian Daffa dan memilih tempat untuk dirinya membaca buku.


Pisau yang tidak diasah, mungkin akan tumpul, namun tidak untuk otak Alessya. Dirinya masih saja bisa mengerjakan tugas level tinggi walaupun ia tidak melihat penjelasan dosennya tadi pagi. Waktu berlalu sangat lama, 2 jam lagi ia akan mengikuti kuliah keduanya, namun saat ini baru 30 menit dirinya berada di perpus dan telah selesai mengerjakan tugasnya. Alessya mulai bingung apa yang harus ia lakukan. Ia mencoba memeriksa ponselnya dan berharap ada pesan masuk dari Alex, namun ternyata tidak.


"Hhhh, kak Alex mana yaa...," ucap Alessya menghela nafasnya dan meletakkan kepalanya dimeja.



"Baru 1 jam, kok udah cepek gitu syaa..," kata Daffa yang melihat Alessya bermalas-malasan di mejanya.


"Dihhh... ngapain kamu disini, tadi aja bilangnya gak mau ngintilin aku," sahut Alessya dengan tatapan sinis sambil menutuo bukunya.


"Mana bisa aku... ngeliat kamu sendiri, akunya khawatir takut kamu diganggu orang lain. Apalagi kamu lagi LDR.an gitu sama si senior," gerutu Daffa yang memang dirinya tidak bisa melihat Alessya sedih dan sendiri.


"Dulu aja kamu selalu ninggalin aku sendiri, malah yang selalu ada kak Alex. Sekarang giliran aku sama kak Alex, kamunya deketin aku. Orangtua kamu gak setuju jika kamu bersamaku, jadi kita gak akan mungkin untuk balikan lagi," sahut Alessya dengan tatapan serius dan tidak ingin membuat Daffa menaruh harapan pada dirinya.


Sementara itu Daffa yang berada disebelahnya, hanya memandang Alessya penuh tanya.



"Iiihh Daffa, kebiasaan deh !!!," menepis tangan Daffa dengan tatapan sini.


"Bisa loe ulang gak sekali lagi kata-kata loe yang barusan," ucap suara seorang pria yang tiba-tiba menghentikan perdebatan dan canda tawa Daffa dengan Alessya.



Mendengar suara itu, sontak Daffa dan Alessya menoleh ke arah sumber suara, dan dengan seketika Daffa sangat terkejut melihat Alex berada di dekatnya. Berbeda dengan Daffa, Alessya justru tersenyum dan langsung menghampiri Alex.


"Kapan datangnya ??? kok gak ngasih kabar?" tanya Alessya sambil memeluk Alex, namun belum menjawab ucapan Alessya yang sangat senang melihat kehadirannya, Alex hanya terdiam sambil membelai rambut Alessya. Tatapannya hanya tertuju pada Daffa di depannya.


"Kata-kata gue yang mana? kan banyak sih, kalau loe udah denger, ngapain minta di ulang?" sahut Daffa merasa kesal dengan tatapan Alex.


"Ayo pulang," ucap Alex menarik lengan Alessya dan membawanya keluar dari perpustakaan.

__ADS_1


"Tapi kak, bentar lagi aku ada kuliah," dan seketika menghentikan langkahnya.


"Yaudah.... kita ke kelas sekarang," Alex tersenyum menatap wajah kekasihnya yang kini cemberut yang mungkin takut jika dirinya marah.


Alessya tersenyum dan kembali merangkul lengan Alex berjalan menuju ruang kuliah. Kali ini Alessya datang lebih awal sebelum teman-temannya, dan ia hanya berdua di dalam kelasnya. Tangan Alessya ditarik menuju kursi belakang oleh Alex, dan membuat Alessya senyum-senyum tidak jelas.


"Kita duduk disini aja, biar aku bisa tidur," geming Alex menarik tangan Alessya agar duduk di tempat yang sudah ia pilih.


"Tidur??? hmmmp ternyata hanya untuk tidur," sahut Alessya dengan wajah cemberut karena tida sesuai dengan yang ia pikirkan.


"Hei... ini Alessya bukan sih, kenapa mikirnya jadi OMES gini???" tawa Alex menggelegar di seluruh ruangan, dirinya tidak menyangka jika Alessya berfikir dirinya akan melakukan hal-hal aneh padanya.


"Iiihh apa'an sih kak, siapa yang OMES," grutu Alessya dengan wajah cemberut sambil mengeluarkan buku-bukunya ditas dan sedikit membantingnya dimeja.


Cup Cup Cup ( tiga kecupan mendarat di pipi Alessya)


"Sementara itu dulu yaa sayang, disini kan kelas, gak baik buat dilakukan adegan kissing hot," ucap Alex tersenyum menatap wajah Alessya yang mulai memerah. Sementara Alessya hanya terdiam dan malu


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Simak terus kelanjutan kisahnya, jangan lupa LIKE dan VOTE sebagai dukungan untuk Author😊


__ADS_2