Cinta Berawal Di Masa OSPEK

Cinta Berawal Di Masa OSPEK
Bergerak Jangan Diam


__ADS_3

Mereka menikmati waktu kebersamaan dengan tawa dan senyuman hingga matahari mulai tenggelam.


"Ayo kita kembali sebelum matahari benar-benar tenggelam," ucap Alex mengajak Alessya dan yang lain kembali ke villa.


Alessya dan yang lain kembali ke penginapan. Tidak selelah sebelumnya karena ia hanya menurini bukit yang sebelumnya ia lewati. Alessya berjalan dengan hati-hati karena takut tersungkur kedepan, dengan erat Alessya menggenggam tangan Alex yang memeganginya sejak tadi. Sesampainya di Villa Alessya langsung masuk kamar dan mandi karena badannya yang gatal akibat menyentuh tumbuhan rambat. Alessya sangat lelah namun ia sangat bahagia. Selesai mandi Alessya keluar kamar dan pergi ke ruang utama bersama Ariyani. Kedua cowok itu tidak terlihat di ruang utama.


"Eh kak Alex mana?" tanya Alessya melihat sekeliling namun Alex tidak terlihat.


"Di dalam mungkin," jawab Ariyani sambil makan cemilan.


Alessya duduk disebelah Ariyani yang sedang menonton televisi. Alessya membuka handphonenya yang seharian tidak ia lihat. Alessya melihat Daffa mengiriminya pesan teks dua jam yang lalu dan 4 panggilan tidak terjawab.


"Dimana?" Daffa


"Kamu dimana?" Daffa


"Syaaa..." Daffa


"Alessyaa..." Daffa


Alessya tersenyum melihat ponselnya penuh dengan chat Daffa yang sedang khawatir.


"Syaa... kamu kok senyum-senyum sendiri, pesan dari sapa emang?" tanya Ariyani menatap heran sahabatnya.


"Daffa," jawab Alessya tersenyum.


"Hah tumben," ucap Ariyani mengernyitkan dahi.


Alessya tidak menghiraukan ucapan Ariyani, ia memilih kembali ke kamar dan membalas pesan Daffa.


"Maaf, tadi handphone ku ketinggalan di villa, aku baik-baik aja kok" Send


Alessya meletakkan handphone dikasur dan terdengar bunyi notif pesan, Alessya mengira itu adalah mamanya namun ternyata itu balasan dari Daffa. Alessya merasa heran karena tidak biasanya Daffa membalas secepat itu.


Daffa :


"Kamu pergi kemana? Sama siapa? Beritahu aku alamatnya"


Alessya tersenyum melihat pesan dari Daffa yang sangat khawatir terhadapnya. Alessya membalas pesan Daffa dan mengirimi alamat tempat ia berada dengan share lokasi.


Daffa :


"Jaga dirimu baik-baik, jangan sampai sakit dan jangan begadang, I love you 💗"

__ADS_1


Alessya :


"I Love You Too 💗"


Alessya sangat senang akhirnya Daffa menghubunginya, ia sangat merindukan Daffa dan ingin segera menemuinya. Alessya meletakkan ponselnya dan kembali ke ruang utama. Alessya melihat Alex sedang menonton bola bersama David, dan ia tidak melihat Ariyani ditempat itu.


"Eh kak, Ariyani mana?" tanya Alessya kembali ke ruang tengah namun tidak melihat sahabatnya.


"Masuk dia barusan, katanya sih ngantuk," jawab David sambil menonton bola.


"Oh iyaa mending kamu istirahat juga deh sya.. Besok kita akan mampir ke pantai bentar trus pulang," ucap Alex memandang Alessya yang terlihat bingung karena tidak bersama sahabatnya.


"Emmp iyaa kak, Oh iya kak sebelumnya aku mau nanyak. Dikamar tempat tidurku....ah gak jadi deh kak," ucap Alessya membatalkan ucapannya dan tersenyum.


David dan Alex memandangi Alessya merasa curiga dan penasaran. Alessya ingin menyampaikan jika dirinya takut karena ia melihat bayangan aneh di kursi kamarnya, tapi Alessya merasa tidak enak karena ia berbicara dengan senior dan itu laki-laki.


"Kenapa syaa? Bocor?" tanya David menatap heran


"Oh enggak kak, yaudah aku masuk dulu," ucap Alessya meninggalkan David dan Alex.


Alessya berjalan menuju kamar dengan keraguan, namun Alessya bertekat akan berani karena hal itu bukan yang pertama ia lihat. Alessya terus melangkah dan tiba-tiba..


"Aaaaaaaaaaa...." teriak Alessya.


"Kamu kenapa syaa, hei..." ucap Alex panik dan langsung menghampiri Alessya.


"Ada apa?" ucap David yang juga sangat panik mendengar jeritan Alessya.


"Ihhhh kak Alex, ngapain pakek nepuk-nepuk pundak aku..." sahut Alessya menangis.


"Loh kamu kok nangis, emang ada apa sih syaa..." ucap Alex kebingungan.


"Itu kak.." ucap Alessya membuka pintu kamarnya dan menunjukkan pada Alex.


"Kursi...kenapa kursinya?" tanya Alex merasa heran dan bingung dengan maksud Alessya.


"Disana ada yang duduk, tadinya aku mau membiarkannya tapi aku takut kalau harus tidur ditemani sama dia," ucap Alessya menangis dengan tangan masih menunjuk kursi.


"ihh gilak Alessya indigo bro," ucap David ketakutan.


"Loe sama dia aja deh, gue takut. Biar gue sama Ariyani aja deh," ucap David pergi meninggalkan Alex dan Alessya.


Berbeda dengan David yang ketakutan, Alex justru masuk kekamar Alessya dan duduk dikursi yang Alessya tunjuk. Alessya melihat wanita itu menghilang ketika Alex menduduki kursi itu. Alessya dengan berani langsung masuk kekamar.

__ADS_1


"Sekarang gimana? apa masih ada yang duduk disini selain aku?" tanya Alex.


Alessya hanya menggelengkan kepalanya, ia melihat wanita itu kini berada diluar jendelanya.


"Yaudah kamu tidur aja... biar aku tidur di sofa ini, mungkin jika aku mendudukinya ia tidak akan kembali," ucap Alex meyakinkan Alessya.


Alessya merasa sedikit tenang, namun ia masih melihat wanita itu diluar jendela sedang mengawasi Alex. Mungkin benar perkataan Alex, jika Alex meninggalkan kursi itu maka wanita tadi akan kembali. Alessya menaiki tempat tidurnya dan masuk kedalam selimut.


"Beneran kan kak Alex gak akan pergi," ucap Alessya dengan suara gemetar.


"Iyaa... aku akan tidur disini, pintunya dibuka aja jika kamu takut padaku," sahut Alex meyakinkan Alessya agar lebih tenang.


Alessya hanya mengangguk dan memejamkan matanya. Alex masih menatap sekeliling kamar Alessya, ia tidak melihat apa-apa. Ia bahkan tidak mengira jika Villanya terdapat penghuni selain dirinya. Alex mulai tenang melihat Alessya yang tertidur. Kini Alex mulai mengantuk dan memejamkan matanya.


Alessya hanya terlihat tidur namun sebenarnya ia tidak tidur, ia masih merasa takut karena mengingat wanita itu sudah dari tadi berada ditempat itu, bahkan ketika Alessya tersenyum membalas pesan Daffa pun ia sudah melihatnya. Perlahan Alessya membuka matanya dan melihat kearah Alex.



Alessya melihat Alex tertidur di kursi dengan posisi duduk. Alessya merasa kasihan dan Alessya bangun memberikan menyelimuti selimut pada Alex yang tertidur. Alessya menutup korden agar ia tidak melihat wanita itu diluar. Alessya kembali ketempat tidurnya dan tidur.


**********


Pukul 22.30 waktu belajarnya membuat ia tidak tenang. Daffa masih memikirkan Alessya walaupun ia telah menghubunginya. Semenjak hari itu, ia merasa kesal jika melihat Alessya bersama Alex. Daffa menutup bukunya dan mulai berfikir jika ia harus menjemput Alessya pulang besok. Daffa tidak bisa membiarkan pacarnya bersama orang lain.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Simak terus kelanjutannya... jangan lupa like dan komen pendapat kalian tentang mereka. Terimakasih atas dukungannya..😊😊


__ADS_2