Cinta Berawal Di Masa OSPEK

Cinta Berawal Di Masa OSPEK
Menebak Ukuran


__ADS_3

Selesai mandi, kini Alessya tidak lagi melihat Alex di kamarnya. Mungkin karena Alex tidak ingin lagi membuatnya malu ketika harus berganti pakaian. Dengan cepat Alessya memilih pakaian kemudian bersiap-siap agar Alex tidak terlalu lama menunggunya.


"Paa... kak Alex mana?" tanya Alessya pada papanya yang sedang sibuk membaca koran.


"Barusan keluar, katanya mau ambil barang di mobil" ucap Jordhan dengan santai sambil membaca koran.


Mendengar hal itu Alessya buru-buru berlari menghampiri Alex di depan rumahnya. Alessya membuka pintu mobil milik Alex tanpa mengetuknya terlebih dahulu. Alhasil ketika pintu terbuka dan hendak masuk, ia melihat Alex hanyak mengenakan kolor.


"Eh, maaf kak aku gak tau," ucap Alessya menganga dan langsung menutup pintu mobil.


Sementara Alex yang tak tahu harus kaget atau berteriak, ia hanya diam kebingungan melihat Alessya yang langsung menutup pintu. Ia pun langsung mengambil celana yang ada di bangku belakang dan memakainya.


"Masuk syaa... udah selesai kok," ucap Alex membuka pintu mobil sambil memasang kancing kemeja miliknya.


Alessya pun mencoba tenang dari yang sebelumnya, dimana ia merasa grogi dan malu karena baru pertama kalinya ia melihat cowok hanya mengenakan kolor di depannya.


"Kak Alex kok bisa setenang itu sih," batin Alessya. Ia melihat Alex biasa-biasa saja dan sangat tenang sambil menyetir seolah tidak terjadi apa-apa.


"Kenapa sayang? kalau ada yang mau di omongin, omongin aja. Aku liat dari tadi kamu menatapku," ucap Alex tetap fokus menyetir.


"Enggak kok... Alessya cuma pengen peluk kak Alex aja, tapi gak bisa soalnya kan kak Alex lagi nyetir," sahut Alessya mencoba mengalihkan yang ada di pikirannya.


"Hemmp... nanti yaa... kalau sudah sampai," ucap Alex meraih tangan Alessya dan menciumnya.


Kini tangan Alessya berada dalam genggamannya. Kadang sesekali Alex lepas karena akan memutar setir mobilnya, namun setelah itu tangan Alessya kembali ia raih dan ia genggam. Hal sekecil itu sudah bisa membuat Alessya bahagia. Berada di dekatnya, menggenggam tangannya, dan peluk tubuhnya sudah lebih dari apapun yang ia miliki. Tak perlu dengan barang mewah yang ia berikan cukup dengan kehadirannya sudah bisa membuat Alessya sangat bahagia.


Sesampainya di tempat pemotretan, Alex membukakan pintu mobilnya untuk Alessya. Ia berjalan dan terus menggandeng tangan Alessya menuju sebuah taman yang sudah di desain khusus untuk pemotretan.


"Wee calon pengantinnya sudah dateng nih...." sorak salah satu kru fotografer ketika melihat kehadiran Alex dan Alessya.


"Jangan kayak gitu dong bro, cewek gue pemalu orangnya," sahut Alex merangkul Alessya dengan tersenyum.

__ADS_1


"Oke sorry bro heheh, ya udah loe siap-siap dulu, biar andini yang makeup in kalian berdua," ucap Enggar mengarahkan Alex dan Alessya menuju tempat make up.


Sementara Alessya yang sejak tadi hanya diam tanpa sepatah kata, ia hanya tersenyum di depan teman-teman Alex. Alessya merasa grogi, dirinya kini berada di kalangan fotografer terkenal yang semuanya adalah teman-teman Alex.


"Sudah siap?" tanya Alex pada Alessya yang rambutnya baru saja selesai di curly. Alessya tersenyum dan mengangguk. Alex mengerti keadaan Alessya saat ini, yang kemungkinan besar ia kebingungan mengapa harus secepat ini melakukan proses pemotretan, padahal ia baru saja menerima cincin lamaran dari dirinya.


"Kamu grogi yaa... atau mau kita tunda dulu pemotretannya?" ucap Alex tak ingin terlalu memaksa Alessya yang terlihat kurang siap.


"Eh, enggak kok kak... ngapain di tunda, bukannya lebih cepat lebih baik yaa?" sahut Alessya bingung dengan maksud Alex yang ingin menunda proses pemotretan.


"Yaudah kita kesana sekarang," meraih tangan Alessya dan mengajaknya ketempat pemotretan.


Tangan Alessya berkeringat dan terasa dingin, dirinya merasa sangat tegang dan tak tahu harus berpose bagaimana. Ia merasa tangan Alex kini melingkar di pinggangnya yang membuatnya sangat dekat dengannya.


"Eh bro coba pose lain dong, biar gak terlalu kaku," ucap Enggar menyarankan Alex agar bisa menggati posenya dengan Alessya.


Mendengar instruksi Enggar yang memintanya untuk mencoba pose lain, muncullah ide dipikirannya yaitu dengan bergaya menggendong Alessya di punggungnya.


"Mau gendong kamu," sahut Alex tersenyum.


Walau sedikit malu karena di dirinya akan di gendong di depan banyak orang, Alessya tetap melakukan apa yang Alex pinta. Ia pun meletakkan lengannya di atas bahu Alex dan bersiap untuk di gendong, dengan seketika Alex pun bangun dan mengangkat tubuh Alessya.


"Ooo jadi ini toh yang tadi kamu tutupi karena malu dilihat aku?" sindir Alex tersenyum sambil menatap kamera.


"Iihhhh kak Alex apa'an sih,...jangan bahas itu lagi" ucap Alessya memerah dan merasa merasa malu, dengan reflek tangannya kini kembali menutup mata Alex karena dirinya kembali teringat hal yang sebelumnya.


"Eh... jangan ditutup mataku, kan aku sekarang lagi gak melihat itu nya kamu syaa..." Alex kembali mencoba menghindari mukanya dari tangan Alessya yang berusaha menutupi matanya.


Sementara itu, Enggar merasa mendapatkan moment yang sangat romantis antara keduanya. Ia pun tidak menyia-nyiakan moment yang sangat natural untuk di abadikan. Tanpa mereka sadari, Enggar sudah mendapatkan banyak foto tingkah manis mereka.


"Jadi berapa ukurannya sayang... 38C ? atau 38D ?" ucap Alex kembali melanjutkan pembicaraannya walaupun tangan Alessya tetap menghalangi penglihatannya karena merasa malu.

__ADS_1


"Dihh sok tau, lihat aja sendiri," jawab Alessya yang tanpa ia sadari ucapannya sangat diluar dugaan.


"Oke, awas yaa kamu. Sekarang lepasin tangan kamu," ucap Alex tersenyum dengan melepaskan tangan Alessya yang berusaha menutup matanya, namun Alessya tetap dengan kekeh ingin menutup mata Alex agar ia tidak lagi melanjutkan perkataannya.


Candaan Alex berhasil mencairkan suasana yang sebelumnya sangat tegang. Kini Alessya tertawa lepas ketika tangannya yang tertahan agar tidak bisa menutupi mata Alex dan tubuhnya pun mulai merosot kebawah membuat dirinya merasa akan jatuh, namun Alex berusaha menjaganya agar tidak jatuh.


"Oke... bagus, kalian memang pasangan serasi," ucap Enggar memuji keromantisan Alex dan Alessya.


"Eh bro, jadi yang barusan loe potret?" tanya Alex dirinya yang tanpa sadar jika sejak tadi di potret oleh temannya.


"Yaiyalah... kan biar terlihat natural," sahut Enggar berjalan menghampiri Alex dan menunjukkan hasil fotonya.


Melihat hasilnya yang sangat unik, membuat Alex sependapat dengan temannya dan ia pun kembali melanjutkan proses pemotretan sampai selesai.


***********


Usai pemotretan, Alex mengantarkan Alessya pulang. Suasana yang hening di mobil dan seharian melakukan pemotretan membuat Alessya terus menguap dan merasa ngantuk.


"Kak, aku boleh nanyak...," ucap Alessya menatap Alex yang fokus menyetir.


"Boleh, mau tanya apa?" sahut Alex meraih tangan Alessya dan meletakkan di pahanya.


"Kira-kira kita nikahnya kapan kak?" tanya Alessya yanh memang sedari tadi bingung memikirkan kapan pernikahannya akan di gelar, mengingat saat ini pun dirinya dan Alex sudah melaksanakan foto prewedding.


" 3 hari lagi aku kembali ke Inggris untuk menyelesaikan Tugas Akhirku dan 2 bulan lagi kemungkinan kita akan nikah," ucap Alex tersenyum dan mengecup tangan Alessya.


"Berarti kita LDR.an lagi dong kak?" Mendengar Alex akan kembali ke Inggris, seketika dirinya merasa lemas dan sedih. Alessya memeluk lengan Alex dan menyandarkan kepalanya di bahunya yang bidang seolah dirinya tidak ingin ditinggal kembali.


"Cuma 2 bulan kok sayang... setelah itu aku gak akan ninggalin kamu lagi," ucap Alex membelai rambut Alessya.


Mau tidak mau Alessya harus menerima kenyataan jika nanti Alex akan kembali ke Inggris. Walau pun berat hati melihat Alex yang akan pergi, namun dirinya yakin jika Alex juga merasakan hal yang sama, yaitu tidak ingin berpisah darinya.

__ADS_1


__ADS_2