
"Woy Lex, aku cari ternyata kau disini rupanya," teriak David ketika melihat Alex yang sejak tadi ia cari-cari.
"Ada apa bro," sahut Alex menoleh ke arah David.
"Fotoin dong, kan hasil fotomu selalu bagus," ucap David meminta sahabatnya itu untuk sekali-sekali memotret dirinya.
"Yaudah kak, aku pamit ke temen dulu.. dan terimakasih kak Alex karena sudah memotretku diam-diam," ucap Alessya tersenyum dan beranjak meninggalkan Alex juga David.
"Wooahh curang, giliran yang cakep aja difoto mulu, temen sendiri aja gak di foto," David memukul lengan Alex merasa dihianati oleh sahabatnya yang tidak pernah memotret dirinya.
"Bacot.... ya udah sini aku fotoin," jawab Alex bersiap untuk memotret David.
1,2.....Cekkkrekkk
"Coba aku liat hasilnya," ucap David mendekat ingin melihat hasil jepretan Alex.
"Nihhh... udah deh gak usah kebanyakn gaya, kalau gak cakep bukan salah photografernya," ucap Alex sambil tertawa menyindir David.
*****
Sementara Alessya berjalan menyisiri pantai, ia sangat senang melihat birunya air laut dan besarnya ombak. Alessya jarang pergi ketempat-tempat wisata alam seperti pantai dan gunung. Saat tengah asyik memandangi keindahan alam, mata Alessya tertuju pada sosok pria dari kejauhan yang sedang sendiri di dekat batu karang. Daffa selalu terlihat menyendiri dan tidak pandai berinteraksi dengan teman yang lain. Entah apa yang dipikirkan Alessya, Alessya mengeluarkan ponsel disakunya dan memotret Daffa secara diam-diam.
"Mau lagi diem gimana pun, kenapa gayanya sangat pas," Batin Alessya tersenyum menatap foto Daffa di layar pinselnya.
"Dafffaaaa....." teriak Alessya menghampiri Daffa.
"Huufft ngapain lagi sih dia kesini," Batin Daffa merasa kesendiriannya akan terganggu.
"Ada apa syaa, teriak-teriak mulu deh perasaan," ucap Daffa heran
"Yaa biar kamu denger, kamu lagi apa disitu," tanya Alessya penasaran melihat Daffa hanya seorang diri didekat karang.
"Tau gak suaramu itu bisa bangunin Nyai dilaut ini, mangkanya jangan teriak," ungkap Daffa sambil tersenyum dan ingin menggoda Alessya.
"Hah, masak sih... emang disini beneran ada Nyainya," tanya Alessya yang mulai merinding ketika mengetahui jika di pantai tempat ia berada saat ini ada sosok Nyai Roro Kidul.
__ADS_1
Daffa tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi Alessya, ia masih saja percaya akan omongan Daffa. Daffa gak nyangka bisa bertemu dengan gadis yang super polos seperti Alessya.
"Iyaa mangkanya jangan brisik," ucap Daffa setengah berbisik dan berusaha menahan tawa.
Alessya menarik lengan Daffa agar Daffa menunduk, dan Alessya mulai membisiki Daffa.
"Gimana dong Dafff, aku takut," bisik Alessya yang merasa takut setelah ia berteriak sebelumnya.
Daffa merasa sedikit aneh ketika Alessya sangat dekat dengannya, suara Alessya di telinganya membuat Daffa memerah dan salah tingkah. Reflek tangan Daffa sepontan meraih pinggang Alessya dan mendekatkan tubuh Alessya ke tubuhnya.
"Jangan takut, kamu bersamaku," bisik Daffa memandang Alessya sangat dekat.
Daffa yang saat ini posisinya sangat dekat dengan pipi Alessya membuat dirinya ingin mencium pipi Alessya. Namun Daffa sadar bahwa itu belum menjadi Haknya.
"Jantungku kenapa yaa...," Batin Alessya, ia merasa wajah saat ini memerah dan sedikit panas.
"Ada apa ini, kenapa jantungku berdetak sangat kencang," Batin Alessya kebingungan.
Alsssya memandang Daffa dan mencoba melepaskan tangan Daffa dari pinggangnya.
"Boleh pinjam ponsel kamu, ponsel aku low batt," ucap Daffa.
Daffa hanya tersenyum melihat foto dirinya ada di ponsel Alessya. Daffa mengklik icon camera pada ponsel Alessya dan melakukan selfie.
"Kamu ngapain? kok selfie pake ponselku," tanya Alessya merasa aneh melihat Daffa selfie dengan menggunakan ponselnya.
"Biar fotoku jelas di ponselmu, karena aku liat foto yang barusan kamu ambil dari jarak jauh," Ucap Daffa tersenyum.
"Oowh tadi itu aku berniat mau ngambil gambar lautnya, tapi kamu ikut kepotret" ucap Alessya mencari alasan
"Iyaa aku paham, ini aku kasih yang jelas. Di save yaa," Daffa sambil mengacak-acak rambut Alessya.
Daffa yang memiliki postur tubuh yang tinggi membuat dirinya dengan mudah mengacak-acak rambut Alessya. Daffa merasa sangat nyaman jika berada didekat Alessya. ia merasa terhibur melihat tingkah Alessya yang polos dan mudah di kerjain.
"Daffa....," panggil Alessya pada Daffa.
"Hemmp," ucap Daffa.
__ADS_1
"Kamu tinggi banget yaa," ucap Alessya sambil mendangak menatap Daffa yang sangat tinggi.
Daffa melihat Alessya yang mendangak membuat Daffa tersenyum, lagi-lagi kata-kata yang tidak penting membuat ia tersenyum dan geleng-geleng kepala.
"Yaa trus kalau aku tinnggi kenapa?" ucap Daffa tersenyum melihat sisi imut Alessya yang menatapnya ke atas.
"Kasian cewek kamu, dia juga harus mendangak seperti aku kayak gini, pasti susah kalau mau ngomong," sahut Alessya.
Dengan tersenyum Daffa menatap Alessya yang sangat mungil, dan ia pun mengangkat tubuh Alessya agar lebih tinggi darinya.
"Kalau pacarku pendek sepertimu, maka aku akan menggendongnya seperti ini," ucap Daffa menatap wajah Alessya yang kini lebih tinggi darinya.
"Ihh Daffa turunin... kenapa jadi aku yang digendong...," ucap Alessya meronta-ronta agar Daffa mau menurunkannya. Dirinya merasa tidak enak jika sampai ada orang lain yang melihatnya.
"Karena aku kasihan melihatmu mendangak," Daffa tetap menggendong Alessya walaupun Alessya memukulnya dan meminta untuk diturunkan.
"Tapi kan gak harus kayak gini Daff, ih turunin Daff...,"
"Lagian aku juga bukan pacar kamu...kalau ada yang liat bisa-bisa salah paham..," ketus Alessya meminta turun dan tidak ingin sampai orang lain melihatnya.
"Kalau gitu... apa kamu mau menjadi pacarku agar aku bisa menggendongmu seperti ini??" tanya Daffa dengan senyuman, ia merasa jika dirinya mulai tertarik pada Alessya.
.
.
.
.
.
.
.
Bagaimana kelanjutan kisahnya.... Apakah Alessya akan menerima atau sebalikanya?
ikuti terus kisahnya 😘😘😘 Jangan lupa like
__ADS_1