
Pagi yang sangat cerah memberikan semangat baru untuk memulai aktivitas rutin yaitu pergi kekampus. Ariyani tiba dikampus sangat pagi yaitu pukul 6.30 WIB. Dirinya tidak menyangka jika ia yang datang pertama. Sambil berjalan menuju kelas, Ariyani bernyanyi dengan suara kecil karena malu jika ada yang mendengarnya. Entah mengapa ia sangat antusias hari ini. Perasaan senang yang tak bisa dijelaskan dengan sebuah alasan. Saat melewati pintu toilet pria ia kaget setengah mati, karena melihat David yang tiba-tiba keluar dengan berteriak Kecoak...
"Kak David, ada apa didalam? Kenapa kakak teriak," tanya Ariyani merasa heran melihat David yang ketakutan.
"Hah, gapapa kok. Udah jangan disini bahaya," sahut David merangkul pundak Ariyani dan mengajaknya pergi, ia tidak ingin Ariyani memeriksa ke dalam karena dirinya pasti akan ketahuan jika ia sangat takut dengan kecoa.
"Eh tapi kak, itu... emmmp," Ariyani ragu mengucapkannya.
"Apa???" tanya David penasaran.
"Maaf yaa kak, tapi kakak harus menutup resleting celana kakak dulu, sebelum orang lain melihat masa depan kakak" ucap Ariyani tersenyum ngledek melihat David yang tidak menaikkan resleting celananya.
"Yang pasti orang lain itu adalah kamu," David tersenyum sambil menutup resleting celananya dengan sangat santai seolah tidak ada yang melihatnya.
"Maksud kakak apa? gak paham aku mah," ucap Ariyani tak mengerti apa yang di maksud oleh David.
"Yang melihat dari tadi kan kamu tohh Ariyani..," David mengacak-acak Ariyani karena sangking lemmotnya. Melihat ekspresi Ariyani yang memerah membuat David tersenyum dan merasa jika saat ini Ariyani pasti sedang berfikir keras.
"Iih aku gak liat kok," ucap Ariyani pergi meninggalkan David dengan muka memerah karena malu. Sementara David mengikuti Ariyani dengan langkah pelan. Ariyani merasa sangat malu, dan merasa heran mengapa David masih mengikutinya dibelakang, sesekali ia menoleh ke arah David. David hanya tersenyum melihat gerak-gerik Ariyani yang langkahnya semakin cepat.
Dreeedtt Dreeeedttt (Ponsel Ariyani Bergetar)
Ariyani melihat panggilan masuk dari Alessya di ponselnya.
"Hallow syaa...ih kamu dimana... cepetan kesini,"
Ariyani langsung nyrocos menjawab telfon Alessya dan mempercepat langkah kakinya karena ia masih merasa jika David masih membuntutinya.
__ADS_1
"Hah, kamu sudah dikampus? pagi banget...,"
"Iyaa.. mangkanya kamu cepetan kesini, aku takut sendirian disini,"
Ariyani semakin tak tenang, perasaannya semakin grogi karena David terus mendekatinya.
"Sendiri... gak mungkin, masak gak ada temen-temen blas,"
Pungkas Alessya merasa heran, bagaimana mungkin kampus bisa kosong tanpa mahasiswa dihari yang aktif kuliah.
"Hehe gak sendiri sih, cuma gak enak aja kalau aku hanya berdua sama kak David, dia dari tadi ngikutin aku mulu sya... kan aku takut,"
Ariyani menceritakan keadaannya saat ini yang mana dirinya merasa tidak nyaman karena sikap David tidak seperti biasanya.
Ariyani tidak menyadari jika David masih didekatnya. David bahkan mendengar pembicaraan mereka berdua.
Tawa Alessya terdengar jelas di balik telfonnya karena volume suara di ponsel Ariyani lumayan keras.
"Heh husss diam, udah aku matiin nih telfonnya, buruan kesini,"
Takut suara Alessya terdengar oleh David, Ariyani pun menutup telfonnya agar Alessya tidak melanjutkan pembicaraannya yang terkesan sedang menggoda dirinya.
Sementara itu David tersenyum mendengar ucapan Alessya, dirinya sejak tadi berusaha menguping pembicaraan antara Alessya dan Ariyani. Kali ini ia benar-benar yakin jika cintanya tidak bertepuk sebelah tangan.
"Ooo jadi aku ini kakak gantengmu," ucap David mengagetkan Ariyani.
"Iiih apa'an... kak David dari tadi nguping ya," ucap Ariyani kesal dan merasa sangat malu.
__ADS_1
"Lebih baik kak David ke THT gih, biar gak salah dengar lagi, kasian juga kuping kakak kalau dibuat nguping tapi salah denger," ucap Ariyani mengalihkan pembicaraan karena dirinya tidak ingin sampai ketahuan.
David tersenyum melihat respon Ariyani yang tidak mau mengakuinya.
"Banyak yang bilang aku ganteng, tapi itu memang bukan rahasia umum. Jadi kamu tidak perlu malu mengakuinya," ucap David menatap Ariyani.
"Itu kan kata orang, bukan aku.. apa'an sih kak David PD banget," Ariyani memutar tubuhnya dan hendak meninggalkan David, namun langkahnya tertahan karena David menarik lengannya.
"Lihat aku lebih dekat, apa aku tidak setampan itu," ucap David tersenyum mencoba meyakinkan Ariyani agar ia mau menatap dirinya.
Kini mereka sangat dekat, wajahnya David sangat dekat dengan wajah Ariyani. Jantung Ariyani berdetak tidak karuan, wajahnya memerah dan tidak tahu harus bagaimana.
"Aku tampan kan," ucap David masih menatap Ariyani sangat dekat.
"Ihhh kak David apa'an sih," sontak Ariyani mendorong David dan berlari meninggalkannya. Jantung Ariyani berdetak tak karuan, entah apa yang diinginkan David darinya sampai-sampai ia harus menatapnya sangat dekat.
David tersenyum melihat kelakuan Ariyani yang begitu menggemaskan dan membuatnya ingin terus mengganggu Ariyani.
.
.
.
.
Tunggu terus kelanjutannya, jangan pernah bosen...
__ADS_1
Dan jangan lupa Like serta tambahkan ke favorit kalian, Terimakasih Guyss😘😘😘