Cinta Berawal Di Masa OSPEK

Cinta Berawal Di Masa OSPEK
Malam yang Indah


__ADS_3

Waktu menunjukkan pukul 11.45 PM, malam pun mulai sunyi namun mata masih belum bisa terpejamkan. Berusaha untuk tidur namun sama sekali tidak memiliki rasa kantuk. Alex pun beranjak dari sofa dan menuju balkon, dirinya yang sejak tadi mencoba untuk terlelap namun tidak bisa karena terus teringat pada kejadian di mobil bersama Alessya. Alex mencari udara segar di malam hari sambil berdiri di balkon ditemani secangkir teh. Ia pun mencoba mengalihkan ingatannya dengan memandang jalanan yang masih ramai, namun siapa sangka jika pandangan dan otaknya tidak bisa diajak kompromi. Alex masih saja tidak bisa melupakan kejadian itu.


"Sial !!!, kenapa gue gak bisa lupain itu sih..," Alex garuk-garuk kepalanya, ia pun berjalan masuk menuju kamar mandi untuk membasuk muka.


"Kayaknya tadi gue terlalu agresif, aaagghh gimana kalau Alessya menggap gue cowok cabul. Bodoh banget sih loe Lex Lex... bisa-bisanya loe berbuat seperti itu," ucap Alex di depan cermin merasa menyesali perbuatannya.


Langkahnya yang pelan, ia berjalan menuju sofa dan kembali berbaring, ia pun melihat jam di tangannya dan waktu sudah menunjukkan tengah malam. Alex membuka ponselnya, dan ia melihat foto gadis cantik yang sangat ia cintai. Walaupun dirinya kini sudah satu atap dengan Alessya, namun ia masih merasa rindu pada Alessya yang saat ini berada di kamarnya. Alex mencoba mengirim pesan pada Alessya yang mungkin saat ini telah tidur.


Alex :


"Tidur???"


Alessya :


"Belum kak"


Melihat balasan pesan dari Alessya, Alex beranjak dari sofa dan berjalan ke arah kamar Alessya, dirinya merasa khawatir mengapa Alessya belum juga tidur.


Tok Tok Tok


Alex mengetuk pintu kamar Alessya karena merasa khawatir dan Alessya pun membuka pintu kamarnya.


"Kenapa belum tidur...," ucap Alex berdiri di depan pintu kamar Alessya.


"Aku lupa gabawa pengering rambut, jadi butuh agak lama buat ngeringinnya. Kata mama gak baik kalau tidur dalam keadaan rambut basah," kata Alessya menatap Alex yang berdiri di depannya.


"Sini aku bantu...," Pinta Alex sebuah handuk yang Alessya pegang untuk membantunya.


"Oke," jawab Alessya memberikan Alex handuk dan mempersilahkan Alex masuk ke kamarnya.


Dengan lembut dan perlahan Alex mengeringkan rambut Alessya menggunakan handuk. Sejak dulu Alex tidak pernah menyentuh rambut wanita, ia hanya menyentuh rambut Alessya meski pada awalnya hanya untuk mengacak-acak rambutnya. Rambut Alessya yang panjang membuat ia teringat pada Ibel yang pada saat itu kepalanya kejatuhan taik burung dan menangis di depannya, namun dengan ketidakperduliannya kepada seorang teman ia meninggalkan Ibel yang sedang menangis. Alex tersenyum menahan tawa sambil membelai rambut Alessya dengan handuk.


"Kak Alex kenapa?" tanya Alessya ketika melihat bayangan Alex di cermin sedang tersenyum dengan menahan tawa.


"Rambut kamu jellek, tapi itu membuatku tertarik. Mangkanya tiap hari aku acak-acakin terus," ucap Alex tersenyum mengusap-usap rambut Alessya dengan handuk dan seketika Alessya menoleh dengan tatapan sinis, bibir yang cemberut karena merasa Alex sangat menyebalkan.


"Hehe bercanda sayang... yaudah sana tidur, rambutnya sudah gak begitu basah kok," menutup muka Alessya dengan handuk.

__ADS_1


"iiiihh..kak Alex mau kemana?" rengek Alessya membuka handuk yang menutupi mukanya.


"Balik ke sofa, kenapa?" tanya Alex bingung dan berfikir apakah Alessya butuh bantuan yang lain.


"Kak Alex gak mau nemeni aku? aku kan gak akan lama disini dan akan balik ke Indonesia," ucap Alessya cemberut dan menundukkan kepala.


Pikiran Alex tiba-tiba campur aduk, apakah itu artinya Alessya ingin tidur bersamanya atau yang lain. Sebenarnya ia sangat ingin lebih lama bersama Alessya, tapi ia tidak ingin terjadi sesuatu yang tidak di inginkan. Terlebih lagi posisi dia saat ini adalah sebagai kekasihnya, namun melihat ekspresi Alessya saat ini membuat Alex merasa tidak tega meninggalkan Alessya.


"Sayang...disini gak ada sofa, bagaimana aku bisa menemani kamu. Aku di luar kok, kalau kamu takut panggil saja aku," kata Alex berusaha menolak dengan halus.


"Yaudah deh kalau kak Alex gak mau," Alessya menarik selimut dan berbaring membelakangi Alex.


Alex merasa bingung harus bagaimana, melihat Alessya yang saat ini tidur membelakanginya itu tandanya dia sedang marah. Sementara telinga kiri dan telinga kanan Alex seolah dibisikkan dengan suara yang berbeda, namun Alex hanya akan mendengarkan kata hatinya. Pada akhirnya karena Alex tidak ingin membuat Alessya kecewa, ia pun memberanikan diri untuk mendekati Alessya dan tidur sambil memeluknya.


"Jangan marah...maafkan aku," bisik Alex memeluk Alessya dari belakang.


"Aku maafkan hehe," ucap Alessya berbalik dan memeluk Alex.


"Hemmmp kak Alex wangi," ucap Alessya mencium wangi tubuh Alex yang saat ini dipelukannya.


"TIDUR !!! Kalau gak tidur, aku balik sofa nih," Alex yang berusaha menahan perasaannya saat ini tidak ingin sampai terkecoh dengan perbuatan Alessya yang memeluknya erat.


"Kalau secantik ini mana bisa tahan...," batin Alex menatap Alessya.


Bibirnya yang indah, bulu matanya yang lentik, hidungnya yang mancung membuat kecantikan yang begitu Alami dimiliki Alessya.



"Aku janji tidak akan merusak kehidupanmu sebelum waktunya," bisik Alex membelai rambut Alessya.


Cup


Alex mengecup bibir Alessya pelan dan kembali memeluknya, ia pun memejamkan matanya.


**********


Deringan alarm ponsel yang begitu keras membuat Alessya terbangun. Ia pun menggapai ponselnya di atas meja sebelahnya dan mematikan alarm ponsel yang telah membangunkannya. Alessya merasa ada yang aneh ditubuhnya, ia pun melihat dibalik selimutnya dan ternyata tangan Alex sedang berada di dadanya.

__ADS_1


"Oh My God.... kak Alex," ucap Alessya pelan dan menyingkirkan tangan Alex yang di dadanya.


Alessya pun berbalik dan ingin memarahi Alex, namun ketika ia melihat Alex tertidur dengan pulas di sampingnya membuat dirinya tidak berani membangunkan Alex apalagi memarahinya. Ia berfikir mungkin Alex melakukan itu dengan tidak sengaja dan itu saat dia tidak sadar.


"Ganteng banget sih...," Alessya menyentuh jembatan hidung Alex yang begitu tinggi dan mengelus pipinya. Tiba-tiba Alessya melihat Alex membuka matanya dengan tatapannya yang masih kosong menatap Alessya.


"Pagi cantik...," ucap Alex langsung memeluk Alessya.


"Pagi kak... semalam tidurnya nyenyak gak," tanya Alessya membalas pelukan Alex.


"Lampunya semalam gak aku matikan, jadi tidurnya agak lama. Kalau dimatikan aku takut lupa kalau aku lagi tidur sama kamu," jawab Alex melepaskan pelukannya dan hendak bangun namun Alessya masih memeluknya.


Alessya tersenyum bahagia karena Alex benar-benar tidak melakukan apa-apa saat dirinya tertidur, dan dia sangat berusaha menjaganya. Mungkin memang benar jika Alex tidak sengaja menyentuh bagian dadanya.


"Ayoo bangun... aku mau masakin buat kamu, kamu mandi aja dulu...," ucap Alex melepaskan pelukan Alessya dan bangun.


"Iyaa kak..." jawab Alessya tersenyum masih berbaring.


.


.


.


.


.


.


.


.


Simak terus kelanjutan kisahnya dan jangan pernah bosan... tetap dukung Author dengan cara L I K E di setiap episodenya dan V O T E kisah ini agar autor lebih rajin update.


T E R I M A K A S I H A T A S

__ADS_1


D U K U N G A N N Y A 💗💗💗


__ADS_2