
Alex tersenyum dan menghampiri Alessya yang kini terlihat semakin kesal padanya. Ia pun kembali duduk disamping Alessya, bibirnya yang manyun namun masih terlihat cantik dimata Alex.
"Ooo jadi ceritanya sekarang ngambek nih...," ucap Alex tersenyum menggoda Alessya, namun Alessya kembali diam dan tidak menggubris perkataan Alex.
"Jangan marah... yang posting sticky note itu Reza dan yang ngasih caption itu juga Reza. Reza ngebajak ponsel ku,"
"Trus ngapain gak di hapus, trus kenapa juga pesan ku gak dibales," tutur Alessya yang sangat kesal ketika mengingat pesannya yang tidak di balas.
"Kenapa gak di hapus? biar kamu cemburu trus ngubungin aku. Kalau soal pesan yang kamu kirim itu... aku gak bales karena aku masih bertugas menjadi asdos yang menggantikan dosenku ngajar di kelas, pas mau bales tiba-tiba denger kabar kamu di bully, yaudah aku langsung kesini," ucap Alex menjelaskan panjang lebar pada Alessya.
"Jangan pergi...," sahut Alessya memelas kini menatap Alex di sampingnya.
"Iyaaa...aku gak akan pergi kok, tapi lain kali jangan minta break lagi, karena break itu akan membuat hubungan benar-benar berakhir," Alex tersenyum membelai rambut Alessya, sementara Alessya hanya mengangguk.
"Sekarang tidur yaa sayang... istirahat, biar cepet sembuh,"
"Gamau.... nanti kalau aku tidur kak Alex pergi," ucap Alessya merasa takut jika ia tidur, semua yang ia lihat saat ini seolah menjadi mimpi baginya.
"Enggak..., nanti aku datang lagi kok. Sekarang aku disini bersamamu, sampai kamu tidur," Alex menggengam tangan Alessya, agar ia bisa percaya jika dirinya akan terus bersamanya.
Alessya menarik selimut dan memejamkan matanya, tangannya menggenggan erat tangan Alex agar ia bisa merasakan jika Alex pergi meninggalkannya. Tidak menunggu terlalu lama, Alessya pun akhirnya tertidur pulas, mungkin karena pengaruh obat tidur dari dokter hingga membuatnya cepat pulas.
Genggaman tangannya pun melonggar, dan kini Alex melepaskan tangannya yang mulai kesemutan dan hanya menatap Alessya.
Alex tersenyum menatap wajah Alessya yang kini tengah tertidur, dirinya sudah lama tidak melihat ke indahan di depannya sejak Alessya meninggalkannya.
"Heran, 30 menit yang lalu sikap kamu ngeselin. Sekarang tidur seperti ini malah terlihat cantik, gimana aku mau marah? Sengeselinnya kamu, senyebelinnya kamu, aku tetap mencintaimu," bisik Alex mengelus pipi Alessya pelan dan menciumnya.
Perlahan Alex baranjak keluar dari kamar Alessya, dirinya merasa tidak nyaman pada orang tua Alessya jika terlalu lama berada di dalam kamar anaknya. Saat membuka pintu Alex terkejut melihat kedua orang tua Alessya berdiam diri di depan pintu, seolah sedang mendengarkan percakapan antara dirinya dan Alessya.
"Loh mau kemana?" tanya Widhia tersenyum walau dirinya sempat terkejut melihat Alex membuka pintu.
"Mau pulang tante, Alessya nya sudah tidur," gugup Alex menjawab pertanyaan mama Alessya.
"Kapan nih.. mau di seriusin?" kata Jhordan seketika membuat Widhia dan Alex terkejut.
"Papa ini ada-ada aja deh, kan nak Alex juga belum selesai S2 nya...," Widhia mencubit lengan suaminya agar tidak lagi membuat pertanyaan aneh yang nanti bisa membuat Alex tidak nyaman.
__ADS_1
"Secepatnya om," ungkap Alex tersenyum pada Jhordan, dirinya sangat senang akhirnya mendapatkan kode dari orang tua Alessya yang berarti dirinya sudah mendapatkan restu dari keluarga Alessya.
Mendengar hal itu, Jhordan dan Widhia sangat senang. Akhirnya ia bisa secepatnya memiliki menantu yang bisa membantunya dalam mengurus bisnis dan usahanya. Dengan cepat Jhordan menelfon Ammar (Papa Alex) untuk mengatur pertemuan keluarga.
**********
Keesokannya Alessya terbangun dan melihat sekeliling kamarnya, namun ia tidak melihat Alex. Dengan cepat Alessya keluar kamar tanpa membasuh muka dan dengan rambut yang masih acak-acakan untuk mencari Alex.
"Maaa kak Alex mana?" tanya Alessya sambil berlari menuruni tangga.
"Kemarin pamit katanya ada urusan, kalau gak salah denger sihh kemarin di telfon dosennya di Inggris, trus pulang deh," ucap Widhia mencoba mengarang cerita agar putrinya semakin mengkhawatirkan calon menantunya itu.
"Enggak !! Gak mungkin kan... kalau balik lagi ke Inggris?" merasa bingung harus bagaimana, sementara dirinya kini masih belum mandi dan tak tahu harus mencari Alex kemana.
"Yaa mungkin aja kan sayang... lagian kan nak Alex masih ada kuliah kan di Inggris?" sahut Widhia menahan tawa melihat putrinya yang mulai kebingungan.
"Iiiihhh enggak, gak boleh... trus Alessya sama siapa maa? Awas aja kalau dia beneran pergi,"
Alessya berlari kembali ke kamarnya untuk bersiap-siap menemui Alex. Selesai mandi Alessya memilih pakaian sederhana dan tak ingin berlama-lama. Tak lupabAlessya membawa make upnya ke mobil karena tidak memiliki waktu lagi. Saat tengah asyik bermake up, tiba-tiba ponselnya berdering.
"Eh loe dimana? buruan ke kampus, dicari Prof Albert"
"Gue gak bisa sekarang... ada hal penting yang harus aku urus**"
"Eh gak bisa gitu dong... kalau loe gak dateng, kita yang kena. Loe mau satu kelas kena dampaknya,"
Mendengar hal itu Alessya tidak bisa menolak untuk tidak menemui Prof Albert, karena ia tidak ingin orang lain kena imbas dari masalah yang saat ini menimpanya.
"Oke gue OTW,"
Alessya pun akhirnya mengurungkan niatnya untuk menemui Alex, ia memilih untuk ke kampus dan menemui Prof Albert terlebih dulu. Sesampainya di kampus, perasaannya sedikt takut saat dirinya hendak keluar dari mobil. Ada perasaan trauma ketika dirinya tiba-tiba di serang dan di cemooh satu kampus. Alessya melihat sekeliling kampus yang tampak seperti biasa dan tidak mencurigakan, dengan menghela nafas, dirinya memberanikan keluar dari mobil.
Alessya berjalan seperti biasanya dan menuju kelas, karena saat ini Prof Albert pasti sedang mengajar di kelasnya. Tatapan semua orang terhadapnya kini berbeda, jauh lebih baik dari sebelumnya. Alessya berjalan penuh percaya diri sampai dirinya tiba di depan kelas dan membuka pintu.
"SURPRISE...." teriak semua mahasiswa termasuk teman-temannya memenuhi kelas dan menyambutnya.
Alessya terkejut melihat kelas yang saat ini bukan seperti kelas karena terdapat hiasan dimana-mana. Mata Alessya tertuju pada dindin kelas yang bertulisan.
__ADS_1
🌼Welcome to Alessya🌼
💖You are not alone💖
🌻We are with you🌻
Seolah tak sanggup berkata-kata, Alessya hanya terbelalak melihat teman-temannya tersenyum padanya, sebagian mahasiswa memegang setangkai bunga mawar dan memberikannya pada Alessya satu bersatu.
"Maaf yaa sya... kemarin gue nyebut loe muka oplas," ucap mahasiswa lain dan memberi setangkai bunga.
"Maafin gue sya... kemarin gue nyebut keluarga loe merebut kekayaan orang lain," ucap seorang pria dari jurusan lain dan juga memberikan setangkai bunga.
Kini bunga mawar yang Alessya genggam sangatlah banyak, yang pada awalnya ia dapatkan satu persatu, namun kini bunga itu sudah melebihi lengannya dan mulai terasa berat. Alessya menangis terharu melihat kejutan di depannya. Dalam hati Alessya dirinya sama sekali tidak memiliki dendam kepada teman-temannya yang telah membully nya, dan ia pun sudah memaafkan semua kesalahan yang temannya lakukan terhadap dirinya.
.
.
.
.
.
.
.
To Be Continued....
Jangan lupa untuk selalu beri dukungan dengan cara L I K E dan V O T E untuk author karena dukungan kalian membuat author lebih semangat lagi😊
Terimakasih.....💖💖💖
__ADS_1